
Tujuan pertama Rigel adalah seekor Naga berdarah murni yang tinggal di gunung Region. Terakhir kali dia bertemu dengan Red adalah ketika pertarungan melawan Phoenix dengan Rigel kembali sebagai pemenang.
Kali ini, tujuannya menemui Red adalah untuk menanyakan beberapa hal tentang Naga malapetaka dan jika kemungkinkan, dia berharap Red mengetahui sesuatu tentang White Tiger.
"Mari kita dengarkan ceritamu tentang Naga malapetaka itu. Apakah dia memiliki nama, seperti apa kekuatannya dan berbagai hal tentangnya."
Kebutuhan informasi tentang Naga itu sangat mendesak. Pada awalnya dia tidak berniat menaklukan Naga dengan cepat, namun keadaan begitu mendesak sehingga terdapat kebutuhan melakukannya.
Entah bagaimana, sosok yang menculik Priscilla memiliki hubungan dengan Naga malapetaka. Alhasil, ada kemungkinan besar bahwa dia harus menghadapi keduanya diwaktu bersamaan. Mengingat tentang kekuatan orang itu, kemungkinan bagi Rigel selamat lebih kecil daripada pertarungan yang pernah dia hadapi.
"Yah, kau tahu? Aku benar-benar tidak menyukai menceritakan masa lalu tentang kegagalanku melindungi rasku sendiri," Red keluar dari dalam gua dan kembali berbaring dengan menggunakan tangannya sebagai bantal.
Dia tahu Red telah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya yang panjang. Meski begitu, kekejaman diperlukan untuk mengorek informasi yang dibutuhkan olehnya.
"Bahkan jika kau berkata seperti itu, aku tetap akan menanyakannya, karena terdapat kebutuhan informasi yang besar sebelum aku datang menghadapinya," Rigel dengan santai duduk di tanah dan bersandar kepada lengan Red.
"Ya, mau bagaimana lagi, karena itu sudah menjadi kewajiban mu untuk mengalahkannya, karena kau seorang Pahlawan dan manusia yang membuat kontrak dengan Naga untuk membunuh bajingan itu."
Saat pertama kali berjumpa dengan Red, Rigel telah membuat kontrak dengannya untuk mengalahkan Naga malapetaka demi bala bantuan ras Naga saat perang nanti. Selama Rigel memegang kontrak itu, Red akan tinggal di Region untuk menghancurkannya ketika Rigel gagal atau tidak menepati kontraknya dengan tidak menghadapi Naga malapetaka.
"Untuk itulah, mau tidak mau kau harus menceritakannya jika ingin aku mengalahkannya. Jadi, mari kita dengarkan," Rigel tidak lagi bermiat mendengar alasan Red dan dengan sengaja menuju point pembicaraan.
"Huh, mau bagaimana lagi," Red menyerah terhadap kekeras kepalaan Rigel dan menceritakan kembali apapun yang ingin didengar Rigel.
"Si kampret itu memiliki nama, Acnologia. Kekuatannya sendiri sungguh aneh, tidak hanya Yin dan Yang, dia juga dapat mengeluarkan kelima elemen, yang menjadikannya yang paling kuat diantara ras Naga dan monster malapetaka."
"Yin dan Yang..., kalau tidak salah itu adalah kekuatan gelap dan cahaya. Aku sendiri memiliki keduanya, lantas apa masalahnya?"
Material Buster dan sihir buatan Rigel, Solar Eclipse dapat dikategorikan sihir Yang. Rigel juga memiliki kekuatan gelap, Necromancer akan menjadi contoh bagus dalam sihir Ying.
Tentunya tidak ada keanehan dari memiliki dua kekuatan yang saling berlawanan. Namun entah mengapa Red terlihat bahwa itu jauh lebih bermasalah.
"Bagi manusia itu memang normal, namun tidak bagi kami ras Naga. Bagi kami, dua kekuatan itu adalah yang paling tidak ingin kami miliki, karena kekuatan itu dapat merubah diri kami ke arah berlawanan. Contohnya, apa kau tahu bahwa kami pernah saling berperang sehingga menyebabkan ras Naga hampir punah??"
Rigel mengangguk sebagai jawaban. Dimasa lalu, ras Naga terpecah menjadi dua dan berperang satu sama lain, untuk alasan yang tidak diketahui. Perang berlangsung sengit hingga akhirnya salah satu menyerah untuk menghindari kepunahan masal ras Naga. Demi mencegah itu terjadi, ras Naga bercocok tanam kepada ras monster lain dan menanamkan darah kepada monster lain untuk menghasilkan Naga yang dikenal darah campuran.
Melihat itu, Red mengangguk dan menatap langit biru yang dihiasi sinar senja.
"Perang itu terjadi karena terdapat satu Naga yang lahir dengan elemen cahaya dan gelap. Bahkan diantara ras kami, Naga yang mewarisi kekuatan cahaya dan kegelapan sangatlah langka, namun si kampret itu lahir dengan kedua kekuatan itu."
"Mungkinkah dia...,"
Red memotong perkataan Rigel, "Benar, dialah Acnologia. Malapetaka sekaligus aib ras Naga."
Sampai pada point ini, Rigel dapat membayangkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi dan nampaknya, Acnologia lah yang menjadi sosok dibalik peperangan para Naga. Namun tetap saja ada yang tidak pada tempatnya. Selagi memikirkan kemungkinan yang dapat terjadi, Red melanjutkan.
"Bagi kami, dia adalah fenomena aneh diantara para Naga dan kami tidak akan tahu apa yang akan berubah darinya karena memiliki kedua elemen itu. Jika dia memiliki cahaya, maka berkah besar akan menyertai dirinya dan dia berkemungkinan menjadi Naga paling bijak. Namun, jika dia mewarisi kegelapan, maka malapetaka akan datang menghampiri ras Naga dan juga dunia ini."
"Tunggu-tunggu, aku masih belum memahami satu hal. Memangnya apa pengaruhnya kekuatan cahaya dan gelap kepada ras Naga?"
"Dua kekuatan itu sangat spesial dan mengerikan diantara para Naga. Kekuatan itu dapat mendominasi kami dan merubah kami menjadi kepribadian yang benar-benar berbeda. Untuk Acnologia yang memiliki cahaya dan kegelapan, keduanya saling berbenturan untuk menguasai Acnologia, namun pada akhirnya, sisi gelap lah pemenangnya."
Singkatnya, kekuatan cahaya dan kegelapan akan mendominasi Naga dan mengubah kepribadiannya. Jika itu cahaya, maka Naga itu berkemungkinan besar menjadi yang paling bijaksana diantara Naga lainnya. Namun sebaliknya, jika gelap yang mengambil sisi, maka Naga itu akan menjadi jahat dan sebuah bencana. Seperti halnya pada Acnologia.
"Aku mengerti. Jadi, Naga yang memulai perang adalah Acnologia?"
Red mengangguk dan melanjutkan ceritanya. Rigel menutup matanya dengan bosan namun tetap mendengar dengan seksama.
"Ya... Si kampret itu dan beberapa Naga yang mendukungnya berusaha menghasut seluruh ras untuk menjadi bawahannya dan memusnahkan manusia. Tentunya ada cukup banyak Naga yang berpihak kepadanya, namun tidak sedikit juga yang menentangnya. Karena marah akan ditentang, Acnologia menyatakan perang kepada Naga yang menentangnya. Omong-omong, aku termasuk yang menentangnya. Pihak kami saling berbenturan, satu persatu tumbang, namun tidak ada seorangpun dari kami berhasil membunuh Acnologia. Hingga akhirnya pihak kami mengakui kekalahan dan mengikuti Acnologia. Tidak sedikit juga yang memilih pergi dari rumah dan merantau sepertiku, demi menuntut hari pembalasan."
Rigel tertarik terhadap rincian peperangan nya, namun hal itu tidak dibutuhkan untuk kali ini. Dari yang terlihat, Acnologia sepertinya menggunakan taktik gerilya dalam perangnya dan kekuatannya tidak patut diremehkan.
"Lalu tentang serangannya, seberapa destruktif itu? Dan juga, serangan seperti apa yang sering dia gunakan??"
Jika bisa, setidaknya Rigel ingin mengetahui kartu truf yang dimiliki Acnologia. Dengan begitu, setidaknya dia dapat menebak tipe serangan lain yang dapat digunakan Acnologia.
"Ahh, benar juga. Jika kau membahas kartu andalannya, maka tidak salah lagi serangan pamungkas yang melenyapkan sangat banyak Naga. Hal itu juga menjadi alasan kami mengakui kekalahan."
Red menyipitkan matanya dengan marah begitu teringat kejadian serangan super besar yang melenyapkan setengah dari fraksinya. Rigel membuka matanya seakan pembicaraan mengarah semakin serius.
"Serangan semacam apa itu??" Rigel bertanya.
Langit merah, udara tercemar akibat hutan yang terbakar. Di beberapa tempat, terdapat es tinggi menjulang. Mayat monster terkuat, Naga tergeletak dimana-mana. Dimulai dari yang terbakar, terkoyak, membeku dan bahkan hanya tersisa tulangnya saja.
Puluhan ribu Naga menghiasi langit dan saling bertarung satu sama lain. Mereka menggunakan taring, cakar hingga bahkan sihir yang dapat mereka gunakan.
Di tengah kekacauan besar, empat ekor Naga termasuk Red menghadapi satu Naga yang ukurannya sedikit lebih besar dari mereka. Warna kulitnya kehitaman disertai garis biru yang bersinar terang. Matanya memancarkan kilat merah dengan niat membunuh kuat. Mereka berdiri di tanah yang sama, dikelilingi pepohonan besar yang terbakar
"Kutanyakan untuk kedua kalinya, apa kalian tidak ingin menjadi pelayan ku??" tanyanya dengan sedikit mengejek.
Seekor Naga berwarna hijau menjawab, "Tidak perduli berapa kali kau bertanya, jawaban kami tetap sama."
Dengan menjadi bawahan Acnologia, peperangan akan berakhir dan hidup mereka terselamatkan. Namun, tujuan Acnologia adalah sesuatu yang teramat mengerikan sehingga mereka tidak dapat menerimanya begitu saja. Lalu terwujudlah perang saudara ini.
"Kau mungkin yang terkuat diantara kami, namun kenapa kau ingin melakukan hal hina semacam itu? Kau hanya akan membawa aib bagi ras Naga!!" ujar Naga bewarna putih.
Naga adalah satu-satunya monster paling bijak dan tidak memiliki niat mengacaukan manusia, karena akan sama halnya dengan mereka merusak dunia dan alam tercinta. Meski begitu, tidak sedikit pula diantara mereka yang muak terhadap manusia karena selalu merusak alam, menodai tanah suci dengan darah melalui perang.
Para Naga yang bergabung dengan Acnologia memiliki tujuan sejalan untuk menyucikan dunia ini. Untuk tujuan itu, mereka merelakan peperangan saudara dan membunuh sesama. Tapi sayangnya, mereka tidak tahu tujuan sebenarnya yang hendak diraih Acnologia. Seandainya mereka tahu, maka tidak akan ada yang mau mengikutinya.
"Kenapa aku melakukan ini?? Hah, tentu saja untuk memenuhi keinginan dan kepuasanku. Selama hidup ini, aku selalu merasa kebosanan dan muak terhadap mahkluk rendah seperti manusia yang menganggap dirinya paling superior ketimbang mahkluk lain. Pada suatu waktu, aku membunuh seorang manusia yang mendekati hutan dan memakannya. Di sana aku menemukan kepuasanku, kebosanan ku hilang dan kesenanganku bertambah. Meski mahkluk paling lemah dan rendah, mereka memiliki darah yang manis, daging yang lembut dan membuatku kecanduan,"
Tubuhnya mulai di kelilingi bayangan hitam hingga akhirnya seluruh tubuh tertutupi. Perlahan, bayangan hitam itu tampak membesar dan menghilang. Di sana menampilkan pemandangan seekor Naga yang berdiri dengan kedua kaki, layaknya manusia.
"Sejak saat itu aku menyadari, bahwa manusia hanyalah makanan yang disediakan untuk kita. Tidak hanya manusia, tetapi mahkluk hidup lain hanyalah makanan dan penghilang rasa bosanku, dunia ini milik pra Naga dan dunia ini akan jatuh ke dalam genggaman tanganku."
Dia membuka telapak tangannya dan mewujudkan bola cahaya dan gelap bersamaan. Red dan Naga lainnya terkejut secara bersamaan. Dalam sekali pandang, mereka tahu apa yang akan dilakukannya.
"Kau..., aku tidak akan membiarkannya!!"
Naga lain masih tercengang, namun hanya Red yang dapat bereaksi. Red mengulurkan taring giginya selagi menembakan larva dari mulut. Namun, dengan mudah dia dihempaskan sangat jauh dengan tendangan super kuat.
"Seperti yang kalian tahu, aku memiliki Yin dan Yang. Dua buah kekuatan yang seharusnya saling tolak menolak, namun aku berhasil menyatukan keduanya dan menciptakan elemen baru yang sangat kuat dan penghancur segalanya. Hehehe, kalian akan menjadi kelinci percobaan ku..., rasakan lah ini, Acnologia Explode!!"
Bola cahaya dan hitam itu menyatu dan berputar dengan liarnya. Acnologia melepaskannya kepada tiga Naga di dekatnya dan membuat ledakan yang sangat besar, hingga mencapai puluhan mil jauhnya.
Sebagian besar ras Naga terkena dampaknya dan mati. Acnologia bahkan tidak perduli sama sekali tentang fraksi mana saja yang mati.
"Keparat!!" Red hanya bisa berteriak dan mengaum.
Dengan kekuatan mengerikan seperti itu, tidak ada lagi kesempatan untuk menang melawan Acnologia. Naga adalah ras bijaksana, mereka tidak akan bertindak gegabah. Red dengan lapang dada mengakui kekalahan dan melarikan diri bersama Naga lain yang tetap menentang Acnologia.
"Ini kekalahan kita!! Menyerah lah kalian jika ingin menuruti si bangsat itu, namun ikutlah denganku bila ingin menanti hari dimana kita membunuh bajingan itu!!'
Mendengar itu, sebagian besar Naga yang tersisa dengan bijak memilih mengikuti Acnologia karena berpikir bahwa tidak ada harapan untuk mengalahkannya. Hanya ada beberapa puluh Naga saja yang pergi melarikan diri, bersama Red.
***
"Semenjak melarikan diri dari tanah para Naga, aku belum mendengar berita apapun yang berasal dari sana. Demi membalaskan kematian rekan kami dengan membunuh Acnologia, aku dan Naga yang melarikan diri bersamaku memutuskan untuk berpencar untuk mencari cara mengalahkannya. Kami akan mengirimkan isyarat kepada langit, bila ingin melakukannya."
Red bercerita cukup lama, sampai tidak terduga langit telah hampir sepenuhnya menggelap dan mahkluk yang paling dibenci Rigel bermunculan. Mahkluk itu adalah nyamuk.
"Begitu. Dari ceritamu, aku menyimpulkan bahwa si kampret itu mampu menggabungkan dua elemen yang saling berlawanan dan menghasilkan sihir yang sangat kuat. Lalu, dia juga dapat berubah bentuk menjadi mirip dengan manusia yang menggunakan zirah Naga dan sayapnya. Namun, apa yang kau maksud tentang Acnologia juga memiliki lima elemen lain??"
Rigel perlahan bangkit dan berdiri. Dia merasa sudah cukup mengistirahatkan tubuhnya dan nampaknya kisah Red akan berakhir juga. Dia masih memiliki tujuan lain sehabis ini. Selain itu, pergerakan White Tiger sedikit membuatnya khawatir. Dia tidak perduli dimana dan kapan White Tiger menyerang, dengan syarat itu bukan di Region.
"Hal itu mudah. Dia dapat mendapatkan elemen lain dengan cara menyerap kristal Naga yang merupakan sumber elemen dan kekuatan Naga. Lagipula tidak sedikit yang mati, aku tidak akan terkejut bila dia sangatlah kuat, dari terakhir kali aku bertarung dengannya," Red tidak sedang menakut-nakuti, namun dia mengatakan kenyataan yang telah Rigel tahu.
"Yah, tentunya begitu. Jika bahkan kau dan ratusan atau bahkan ribuan Naga seperti dirimu tidak mampu mengalahkannya, maka kesempatanku juga kecil. Untuk hal itu, aku perlu meminta bantuan dan menemui seseorang lagi demi mengalahkannya."
Bukannya merasa senang, bahwa Rigel akan melakukannya lebih cepat ketimbang perkiraannya. Justru Red terkejut dan dari raut wajahnya, dia seakan mengatakan bahwa Rigel akan kalah.
"Kupikir kau akan melakukannya dalam beberapa tahun, namun mengapa secepat ini??"
Rigel melangkah menjauh dan berhenti setelah terdapat jarak antara dirinya dengan Red. Dia berkata...,
"Ini karena orang misterius yang aneh mengganggu kehidupanku dan ingin bermain denganku. Dia juga menculik orang berhargaku dan menunggu di tanah Naga yang terlupakan. Untuk itu, aku akan datang dan membunuhnya."
Tanpa perlu baginya mengatakan lebih banyak lagi, Rigel mengambil langkah, melambaikan tangannya dan berteleportasi menuju hutan roh, tempat Sylph berada.