The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Potongan tidak lengkap



Rigel, Moris, Leo dan Garfiel kembali ke penginapan yang sama untuk membahas beberapa hal. Pertandingan Marionette telah selesai, di ikuti dengan semua orang yang langsung menyerah dengan menyerahkan baranh berharga sebelum berhadapan dengannya. Dengan begini, petarung zona A telah di tentukan atas kemenangan mudah Marionette.


"Itu tadi pertarungan yang hebat, sekaligus mengerikan." Moris bergumam, sedikit ketakutan.


"Yaa, bahkan sampai akhir dia tidak berpindah sedikitpun dari tempatnya berdiri." Ujar Leo, meletakam pedangnya di tepi ruangan.


"Aku justru lebih terkejut dengan Alexander."


Rigel sepemikiran dengan Garfiel. Di saat Alexander tidak sadarkan diri akibat ledakan Mana, Marionette melakukan sesuatu yang tidak akan di duga semua orang. Mari kembali ke beberapa menit sebelum Rigel ke penginapan...


"Bagus, bagus sekali, bukannya bagus, tentu bagus, barangkali bagus, bisa jadi bagus, karena itu mungkin bagus! Sebagai manusia babi kau memang berbeda, cukup berbeda, bukannya berbeda, tentu berbeda... Sebagai manusia babi rendahan, aku akan memberikanmu sedikit kebaikan, hahaha!"


Menatap sifat sesungguhnya Marionette, para penonton mulai ketakutan, beberapa hendak meninggalkan arena dan beberapa mulai berbisik.


"H-hey, bukankah dia sudah berjanji pada tuan tanah untuk tidak membunuh siapapun?"


"Se-sepertinya tidak... Bu-buktinya si pengutuk itu m-mati...!!"


Marionette melirik kepada orang-orang yang berbisik itu, mengeluarkan senyuman jahat yang gila.


"Siapa bilang aku membunuh? Dia tidak mati, hanya kehilangan nyawa saja akibat ledakan Mana yang terjadi, jadi bukan salahku ketika dia mati. Selain itu..."


Marionette mengeluarkan boneka yanh tampak seperti boneka santet dan menusukan paku ke jantungnya, membuat Alexander kembali sadar, namun sebuah perbedaan terlihat jelas.


"Aku, siap melayanimu, Nona Marionette yang cantik dan rela menjadi babisetia tuan Lucifer yang maha agung..." Alexander berlutut di depan kaki Marionette, selayaknya boneka yang patuh terhadso tuanya.


"Hehe, hehehe... Bagus, bagus sekali, bukannya bagus, tentu bagus, barangkali bagus, bisa jadi bagus, karena itu mungkin bagus! Kata-katamu menyerap ke dalam dadaku. Kalian manusia memang sepatutnya menjadi babi setia tuan Lucifer. Sejak awal kalian hanyalah babi dan babi harus menuruti apapun perintah tuanya... Seperti yang kalian para babi lihat, si babi ini masih hidup dan sekarang menjadi pelayanku!"


Dia memang tidak salah, namun Alexander tidak benar-benar hidup, dia hanya di berikan sihir alam yang sama dengan yang menggerakan boneka-bonekanya.


Tentunya dia tidak melanggar kontraknya atau apapun, selain itu. Jika dia hanya mengirim boneka, dia memiliki alibi bahwa bonekanya yang membunuh orang dan bukan dirinya. Kembali ke Rigel yang berada di penginapan.


"Marionette pengendali boneka, ya. Kupikir julukannya memang cocok dengan kemampuannya dan kekuatannya tidak berbeda jauh dengan Necromancerku."


"Ketimbang dia, aku lebih tertarik dengan kemampuan Necromancer milikmu. Ini pertama kalinya aku melihat sesuatu seperti itu dan cukup menakutkan."


Garfiel sepertinya masih terus mencoba untuk menyelidiki seberapa kuat Rigel yang sebenarnya. Wajar karena dia tidak mengetahui apapun tentang identitas Rigel, dikarenakan untuk menjaga identitasnya tetap aman. Yah, meski tidak akan berguna bila Moris berkhianat atau semacamnya. Tetapi kekhawatiran itu tidak perlu di pikirkan, karena ridak ada orang yang cukup bodoh untuk menghianati Pahlawan.


"Kemampuan ini bukan hal yang spesial. Kau akan segera mengetahuinya begitu waktunya tiba. Untuk saat ini, ketidaktahuan adalah keselamatan."


Tidak ada gunanya membicarakan hal yang tanpa makna seperti Necromancer. Bahkan jika dia mendapati sesuatu mengenai kekuatan itu, Rigel tetap sulit di kalahkan. Karena Necromancer hanyalah salah satu dari Skill hebat yang dimiliki.


"Daripada itu, lebih baik kita membahas tentang kemampuan Marionette. Moris, aku ingin kau meninggalkan tempat ini karena keamanan informasi diperlukan."


"Baiklah. Kalau begitu aku akan pergi keluae selagi mencari informasi yang mungkin menarik."


Moris melangkah keluar dan menyisakan Rigel, Garfiel dan Leo dalam keheningan sesaat. Garfiel masih tidak mengerti dengan tindakan Moris. Dia selama ini berfikir bahwa Matsu dan Leo adalah budak miliknya, namun justru terlihat sebaliknya.


"Mengenai kemampuan Marionette, ada baiknya aku menjelaskan apa yang tidak kalian lihat dengan mata kalian."


Garfiel dan Leo diam mendengarkan dan duduk di lantai, sementara Rigel duduk di kasur selayaknya pemimpin.


"Hal yang tidak dapat dilihat oleh kalian adalah kekuatan yang mengendalikan para boneka miliknya. Para boneka itu nampak dikendalikan oleh benang Mana yang berasal dari alam, singkatnya kekuatan peri."


"Kekuatan peri?" Leo bergumam dengan kebingungan yang tampak jelas di wajahnya.


"Ya. Pada umumnya, peri meminjam kekuatan dari bumi untuk menciptakan sihir. Meski terlihat tidak jauh berbeda dengan Mana biasa, namun daya serang yang di hasilkan sangat berbeda. Selain itu, penggunaan Mana alam jauh lebih menguntungkan karena tidak menimbulkan kelelahan akan kehabisan Mana."


Salah satu hal yang membuat Rigel begitu nyaman menggunakan Mana alam adalah tidak menimbulkan kelelahan berlebih. Berbeda dengan menggunakan Mana yang ada di dalam tubuh yang memiliki banyak kelemahan. Dimulai dari kelelahan fisik hingga akhirnya nyawa.


"Aku mengerti sampai situ. Namun apa hubungannya kekuatan peri dengan pilar iblis Marionette?"


"Dengan Mana alam sebagai suplai energi untuk membuat bonekanya hidup, Marionette dapat bertarung menggunakan bonekanya tanpa perlu kelelahan sedikitpun. Selain itu, tidak dapat dipastikan berapa banyak boneka yang bisa dikendalikan. Akan jauh lebih aman bahwa kita mengaggap dia bisa mengendalikan lebih dari seribu boneka."


"Seribu? Bukankah itu terlalu banyak?" Garfiel bergumam lirih.


Memang bukan jumlah yang sedikit bagi orang seperti Garfiel, namun itu terlalu sedikit dipandangan Rigel. Karena Marionette menyandang nama pilar iblis, ada kemungkinan dia memiliki beberapa hal yang begitu mengerikan di lengan bajunya.


"Bagiku itu terlalu sedikit, namun lebih baik beranggapan bahwa seribu adalah paling sedikit. Kembali ke topik, di lihat dari kejadian Alexander sebelumnya, tidak hanya boneka, namun dia juga bisa mengendalikan manusia dengan syarat tertentu."


Syaratnya tidak dapat di pastikan, entah itu harus kematian atau menyentuh bagian tertentu, namun sepertinya yang terakhir adalah jawaban.


"Jika dia bisa melakukan itu, lantas kenapa dia tidak membunuh tuan tanah dan mengambil seluruh hadiah utamanya selagi mengendalikan tuan tanah dari balik layar?"


Tentunya apa yang terpikirkan oleh Leo telah dipikirin oleh Rigel. Jika saja Rigel berada di posisi Marionette, tentunya dia akan melakukan hal yang persisi seperti kata Leo dan mengendalikan pemilik tanah tanpa perlu mengekspos keberadaanya. Namun kenyataannya, Marionette malah membeberkan keberadaanya dengan landasam telah mengikat kontrak untuk tidak membunuh.


Tentunya ada kemungkinan bahwa dia memang telah melakukannya dan sesuatu tentang kontrak hanyalah kebohongan semata yang dibuat-buat olehnya.


Mungkinkah alasannya mengungkap diri untuk bermain-main dengan petarung disini, atau untuk memancing Pahlawan datang? Yah, yang manapun tidak masalah. Aku akan menghancurkan seluruh rencana yang dimilikinya.


"Jika dia memang bisa mengendalikan oranh dengan syarat tertentu, lantas seperti apa syarat yang dibutuhkan untuk melakukannya?" Garfiel bertanya, karena dia tidak terlalu ahli dalam berfikir, bertanya adalah solusi.


"Yah, sayangnya kita tidak dapat menyelidiki lebih lanjut, karena selain Alexander, petarung di zona A memilih menyerah tanpa perlawanan."


"Tentang wujudnya yang berupa gadis kecil, apakah itu hanya boneka belaka atau memang tubuh aslinya?" Leo bertanya tepat pada apa yang sedang dikhawatirkan Rigel.


"... Aku sendiri tidak yakin. Disatu sisi itu memang boneka, namun dilain sisi itu terlihat seperti sungguhan, seperti tingkah laku, berbicara dan gerak-geriknya. Jika itu boneka, mustahil hal seperti itu terwujud."


Yang menguatkan alibi tentang gadis kecil itu merupakan tubuh aslinya adalah tidak adanya benang sihir yang mengendalikannya. Namun dilain sisi tubuhnya sangat jelas hanyalah boneka kayu belaka.


Sesuatu terasa tidak pada tempatnya. Terdapat sebuah potongan puzzel yang seakan menyembunyikan diri. Dirinya seakan melewatkan sesuatu yang mungkin menjadi misteri dibalik tubuh Marionette.


Kemungkinan yang dapat dipikirkan adalah Marionette mengendalikan bonekanya dari tempat tertentu yang tidak terlalu jauh dari lokasi bonekanya atau ada trik tertentu yang membuat benang pada boneka gadis kecil sebelumnya tidak dapat terlihat.


"Yah, saat ini tidak perlu bagi kita ambil pusing soal pengendali boneka itu. Yang perlu kalian pelajari saat ini adalah bagaimana cara menghentikan boneka itu. Coba kalian tebaklah, hal seperti apa yang dapat menghentikan boneka itu."


Neski jawabannya sudah sangat jelas dari pertarungan Alexander, namun setidaknya Rigel ingin menguji Garfiel dan Leo. Dalam pertempuran tidak hanya ketangkasan, tetapi pengamatan juga diperlukan dan sangatlah penting.


"Aku payah soal otak, jadi aku menyerah."


Tanpa mencoba berusaha sedikitpun, Garfiel mengangkat kedua tangan dan menyerah dengan sukarela. Yah, orang bodoh akan tetap bodoh karena mereka tidak bisa menjadi lebih bodoh lagi. Dilain sisi, Leo nampaknya memikirkan dengan serius, tentang cara mengalahkan boneka Marionette.


"Jika para boneka itu digerakkan dengan mana tak terlihat selayaknya boneka benang, maka yang perlu dilakukan untuk menghentikannya... Mungkinkah memotong benangnya yang merupakan sumber energi penggerak?"


"Benar sekali. Untuk menghentikan boneka Marionette, kita tidak perlu bersusah payah menghancurkan bonekanya, tetapi cukup dengan memotong suplai energinya saja."


Rigel tidak terkejut dengan Leo yang memahami dengan cepat. Lagipula Leo mempelajari mengakses Ciel dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Tidak mengejutkan bahwa dia dapat menghapal 200 halaman dalam satu hari.


"Memangnya ada cara bagi kita memotong sesuatu yang tidak dapat kita lihat?" Garfiel bertanya.


Rigel tersenyum, "Tentu saja ada," dan mulai mengeluarkan sesuatu dari penyimpanannya, "Dengan pedang sihir atau apapun yang memiliki sihir dapat memotong benang-benang yang mengendalikan boneka. Yah, tentu akan sulit mencari lokasi pasti dari benang itu berada karena kalian tidak dapat melihatnya. Namun tenang saja, aku memiliki beberapa trik yang dapat membantu kalian, jadi tidak perlu khawatir."


Daripada disebut trik, mungkin lebih cocok disebut pertolongan. Jika berhubungan dengan kekuatan peri, maka hanya satu orang yang akan dia mintai pertolongan olehnya.


Rigel bangkit dari kasur, berdiri menatap dia Leo dan Garfiel sampai akhirnya pergi menuju pintu.


"Aku akan melakukan beberapa mengenai sesuatu yang sedang kulakukan. Kemungkinan besar aku akan kembali saat malam hari atau tidak sama sekali, jadi tidak perlu mencariku. Selama aku pergi, lakukanlah apa yang ingin kalian lakukan namun jangan membuat masalah. Lalu, Leo... Tetap ingat untuk tetap diam."


"Ya, aku mengerti." saut Leo.


Mengkonfirmasi jawaban Leo, Rigel menutup pintu dan bersama dengan itu berteleportasi ke Hutan Roh, tempat Sylph berada. Tujuannya bukan hanya untuk meminta sedikit bantuan, tetapi sesuatu yang berkaitan dengan Priscilla yang sampai kini tidak diketahui keberadaanya.


Begitu tiba di hutan, dia dituntun oleh roh amibent kecil yang membawanya ke tempat Sylph berada. Hutan Roh tidak mengalami perubahan khusus, hanya saja, peri kecil yang dijumpai terlihat lebih sedikit daripada biasanya.


"Pahlawan Rigel... Kau datang disaat yang tepat. Ada beberapa hal yang ingin kusampaikan secara langsung padamu."


Begitu menyadari Rigel mendekatinya, Sylph berbalik dan langsung tanpa basa basi langsung ke point utama.


"Apakah ada sesuatu terjadi? Sejauh yang kulihat ada lebih sedikit peri yang berada di hutan ini daripada biasanya."


"Yah, itu karena aku mengerahkan mereka untuk mencari jejak Priscilla dan karena itu, aku menemukan sesuatu yang tidak terduga."


Rigel menyipitkan matanya dan dilihat dari suasananya, pembicaraan ini pasti menyangkut keberadaan Priscilla.


"Ceritakanlah secara detil."


"Ya... Aku menemukan beberapa jejak Mana tertinggal di hutan perbatasan dan akubsangat yakin bahwa Mana itu milik Priscilla."


Apakah itu artinya dia baik-baik saja? Atau setidaknya, fakta bahwa dia masih hidup sudah patut untuk di syukuri. Tergantung perbatasan mana jejak Mana Priscilla di temukan. Mungkin Rigel akan mengerahkan cukup banyak orang mencari di satu tempat yang difokuskan.


"Namun, tidak hanya jejaknya saja... Aku juga menemukan jejak lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan Priscilla."


"Jejak lain? Apa mungkin itu Lucifer atau sesuatu yang berasal dari iblis?!"


Tentunya dia menjadi tidak sabar. Jika itu Lucifer atau antek-anteknya, maka tiada maaf bagi mereka dan tidak ada alasan untuk tidak melenyapkan iblis bahkan sebelum perang tiba. Namun menilai dari ekspresi Sylph, nampaknya itu bukan satupun dari pihak iblis, melainkan lawan yang sama sekali tidak dikenal.


"Jika itu berasal dari iblis, aku akan langsung mengetahuinya... Namun kasus ini, iblis sama sekali tidak ada kaitannya. Mana lain yang tertinggal bukan sesuatu yang menjijikan seperti milik iblis, tetapi sesuatu yang membawa kedamaian mengerikan, seakan kedamaian itu membuat seseorang menjadi ikhlas menerima kematian."


Rigel tidak memahami maknanya, dia tidak pernah paham mengenai perasaan yang dirasakan Sylph melalui Mana seseorang.


"Memangnya Mana seperti apa itu? Bisakah kau tidak begitu berbelit-belit atau aku akan meledak dan mencekikmu karena tidak sabar."


"Baiklah, lain kali aku akan Berhati-hati... Mengenai elemennya, Mana itu memiliki atribut elemen suci."


Lagi-lagi sesuatu yang berada diluar pemahaman dan perkiraan. Jika menilai dari pemahaman Sylph mengenai Mana yang menenangkan dan antonim dari Mana iblis...


Jika dirinya harus berpikir diluar kepala, sosok yang benar-benar tidak berhubungan muncul dalam kepalanya. Tidak hanya dia, tetapi Sylph memiliki kesimpulan sama.


"Tidak, tidak, tidak. Seharusnya sosok itu tidak akan ada didunia ini sebelum waktunya... Mau bagaimanapun, musuh misterius ini akan menjadi merepotkan karena tidak diketahui siapa dan apa dia. Selain itu, ada benda bagus di Darkness yang disebut buku pengetahuan... Kemungkinan besar, buku itu juga menyimpan catatan yang baru saja terjadi, seperti kejadian Priscilla atau musuh baru ini. Untuk hal itu, aku ingin kau mengulurkan tanganmu untuk beberapa hal."


Alih-alih memikirkan sosok yang tidak mungkin ada di dunia ini... Rigel dan Sylph berusaha mengalihkan pemikiran mereka dan berharap bahwa Buku Pengetahuan menjadi solusi.


"Mari kita dengarkan..."