The Legends Of Creator Hero

The Legends Of Creator Hero
Dewa kematian datang menjemput



Dia kuat, Rigel tidak salah mencoba menarik Ozaru ke pihaknya. Orang-orang dari Kekaisaran sungguh bodoh jika mengabaikan orang sepertinya. Meski begitu, Rigel tidak mendapatkan sambutan yang baik dari tuan rumah.


Ozaru mengambil jarak dari Rigel dan dengan cepat mengayunkan tongkatnya dari bawah ke atas. Rigel mengambil satu langkah mundur dan menahan tongkatnya dengan lengan kirinya.


"Memanjang lah, Nyoibo...!!" Ujar Ozaru.


Ujung tongkatnya dengan cepat memanjang dan menikam perut Rigel. Mendecakkan lidahnya, Rigel dengan cepat melompat tinggi ke udara dan tetap mengambil jarak yang aman dari Ozaru. Monyet ini tidak hanya kuat dalam jarak dekat, tetapi dia juga ahli dalam jarak jauh berkat tongkatnya.


"Hoi, tenanglah dulu! Aku datang bukan untuk bertarung denganmu, aku hanya ingin bicara denganmu!!" Ujar Rigel.


"Heh, aku sudah bosan mendengarkan celotehan Monyet tak berbulu seperti kalian!!" Ujar Ozaru.


Ozaru melompat ke arah Rigel yang jauh berada di udara. Rigel hanya mendecakkan lidahnya, dia tidak memiliki pilihan lain selain bertarung dengannya. Dia harus menyelesaikan ini dengan cepat sebelum ada orang dari Kerajaan atau pahlawan tiba di sini.


Rigel terbang menuju Ozaru yang melesat ke arahnya. Ozaru mengayunkan Tongkatnya ke arah Rigel, saat Rigel hendak menangkapnya, Tingkat Ozaru memanjang dan ukurannya membesar 4 kali lebih besar dari sebelumnya.


"Monyet sialan... Asura Punch!!" Ujar Rigel, menggunakan Skillnya.


Tinju emas raksasa yang sudah lama tidak Rigel gunakan muncul dan menghantam tongkat Ozaru dengan sangat keras. Karena tongkatnya merupakan senjata ilahi, jadi seberapa keras Rigel memukulnya itu tidak akan patah. Rigel berputar dan menerjang ke arah Ozaru langsung lalu memukul wajahnya dengan tangan kirinya yang amatlah keras.


Bang!!


"Hey Monyet Putih kenapa tanganmu sangat keras?!" Ujar Ozaru selagi mengelus tangan kirinya yang sakit.


"Bisakah kau memikirkan panggilan yang lebih bagus dari itu?!" Bentak Rigel.


Ozaru memanggil Rigel dengan panggilan Monyet putih, mungkin dia belum pernah melihat manusia berambut putih seperti Rigel.


Rigel dan Ozaru mendarat di tanah dan saling menatap satu sama lain. Bahkan sampai saat ini, Ozaru masih kukuh untuk tidak mendengarkan apa yang di katakan Rigel. Saat keduanya berhenti melakukan pertukaran, gadis desa yang sudah memperhatikan pertukaran Rigel sejak tadi melangkah maju dan menengahi mereka.


Saat gadis itu berlari menuju Rigel dan Ozaru, tudung yang menutupi kepalanya terbuka dan menampilkan rambut coklat serta telinga bundar seperti rakun atau semacamnya. Dia seorang Demi-human yang nampaknya tinggal jauh di kedalaman hutan dan pinggiran Ruberios. Ozaru yang melihat gadis itu berdiri di tengah-tengahnya dengan kesal membentaknya.


"Apa yang kau lakukan di sana, Monyet betina!! Kau bisa mati jika berada di sana...!!!" Ujar Ozaru.


"Tunggu, tuan Ozaru yang maha perkasa. Sepertinya tuan Amatsumi tidak berniat jahat, mohon dengarkan dulu apa yang dia katakan." Balas gadis desa.


Rigel dan Ozaru diam untuk membiarkan gadis itu berbicara.


"Jika tuan Amatsumi memang berniat jahat, seharusnya dia sudah mencoba menjadikanku sandra dan dia semestinya mengeluarkan kekuatan penuhnya. Namun, dia tidak melakukannya. Justru dia menahan kekuatannya agar aku tidak terkena dampak serangannya..." Ujar gadis desa.


Penjelasan paling sederhana seperti ini pasti dapat di mengerti oleh Monyet itu. Ozaru nampaknya memikirkan baik-baik apa yang di ucapkan gadis itu. Rigel bersyukur dengan keberadaan gadis itu, jika tidak ada dia Rigel harus membawa Ozaru dengan paksa.


"Sepertinya kau ada benarnya, Monyet betina. Hahahahaha, syukurlah aku yang perkasa lagi pandai ini sudah mengerti bahwa kau tidak bermaksud jahat, Hahahahaha..." Ujar Ozaru, menaruh tangannya di pinggangnya dan tertawa terbahak-bahak.


Urat muncul di kepala Rigel saat Ozaru mengatakan bahwa dirinya Pandai. 'Jika kau pandai, kenapa kau menyerangku, dasar monyet idiot!!' Batin Rigel.


Gadis desa itu tampak sedikit memerah saat Rigel mengucapkan Terima kasih kepadanya. Gadis Demi-human itu cukup cantik, Rigel bahkan berfikir untuk menjadikannya sebagai salah satu dari haremnya namun dia dengan cepat menyingkirkan pemikirannya. Di dunia ini, bukannya tidak mungkin untuk membentuk harem karena Rigel sudah memiliki reputasi dan gelar yang mengagumkan dan yang lebih penting, wajah yang tampan.


Rigel menggaruk rambut putihnya selagi menghela nafas panjang dan berjalan menuju Ozaru yang duduk di atas tongkatnya yang berdiri tegak.


"Aku kesini bukan untuk menantangmu atau apapun, seperti yang di katakan gadis di sana itu. Aku kesini untuk—"


Kata-kata Rigel terhenti di tengah jalan. Sebuah tekanan intimidasi, hawa membunuh, serta energi sihir menjijikan yang Rigel sangat kenal. Wajah Rigel menjadi suram dan seolah ingin marah 'Mengapa dia ada di sini?!' pikir Rigel.


Bahkan Ozaru yang tampak santai juga merasakan tekanan yang sama seperti yang Rigel rasakan. Ozaru merapatkan giginya dan memegang tongkatnya dengan erat, ini adalah pertama kalinya dia merasakan hawa membunuh sebesar ini.


Rigel dapat mengetahui bahwa ada dua sosok yang menciptakan tekanan super kuat ini. Dia mengetahui satu sosok di antaranya, namun tidak mengetahui satu sosok yang lain namun, hawa kehadirannya sendiri terasa seperti seekor—


"Naga...!!!" Ujar Rigel.


Seketika insting kuat Rigel dan insting alami Ozaru berdering keras yang menandakan ancaman besar datang. Rigel dan Ozaru berteriak secara bersamaan...


"Merunduk...!!!" 2×.


Ozaru berusaha menggapai gadis desa yang tidak memiliki reflex cepat seperti Rigel dan dirinya. Di sisi lain, Rigel merunduk dengan cepat dan menghantamkan tinjunya ke tanah sambil meneriakkan skill miliknya.


"Creator Skill : Adamantite Wall!!!"


Dinding besar dan super kuat yang terbuat dari Adamantite berdiri kokoh menutupi Rigel, Ozaru dan gadis desa yang masih belum bisa bereaksi hingga—


Sriing!!!


Dinding kokoh yang Rigel ciptakan terpotong rapih, termasuk tubuh gadis desa dan selurug pepohonan di sekitar. Tubuh bagian atas gadis desa itu melayang tepat di mata Ozaru dan Rigel, air mancur darah keluar dari bagian tubuhnya yang lain. Beruntungnya, Rigel dan Ozaru sama sekali tidak terluka, hanya gadis desa itu saja yang memiliki nasib buruk.


Monyet betina...!!!" Teriak Ozaru, histeris.


Rigel menoleh ke asal serangan dahsyat yang mencukur habis pepohonan. Di sana, Rigel menemukan satu ekor Naga darah murni yang ukurannya 2 kali lebih besar dari yang lainnya. Di punggung Naga itu, Rigel dapat melihat sosok yang sama dia benci seperti Takatsumi.


"Wahhh, Apakah kau bangkit dari kuburanmu untuk membalaskan dendammu??" Ucap sosok itu sembari mencibir.


Rigel tersenyum bahagia, marah, dan penuh dengan kebencian ke arah sosok itu. Sosok yang membuatnya kehilangan mata dan lengan kirinya, seorang pilar iblis—


"Dewa kematian datang untuk menjemputmu, Diablo...!!!"


Pertemuan keduanya dengan pilar iblis Diablo, sang bencana berjalan. Diablo bahkan masih sangatlah kuat, ditambah dengan Naga yang dia tunggangi. Jika Rigel masihlah Rigel yang dulu, dia tidak akan pernah bisa mengalahkan Diablo. Namun Rigel saat ini adalah Rigel yang berbeda dari dirinya yang dulu. Pembalasan dendam Rigel akan segera dimulai!


note.


di sini gw berniat membuat Grup chat whatsapp Creator hero, kalian mau pada gabung gk? Jika ada sekitar 25 orang atau lebih gw akan buat jadi harap komen aja ya gk usah ragu✌