
Phantom Gank kembali berbuat ulah. Mengacau di tempat pelelangan, merusak segala hal yang berada di sekitar mereka. Para hadirin berteriak histeris, mereka berlarin ke sana kemari hanya demi menghindari kelompok Phantom Gank.
Jeritan yang hingga terdengar menggaung ke seluruh sudut yang ada di tempat ini. Orion pun memikirkan suatu ide, karena inilah kesempatannya untuk mengambil darah langka yang berbahaya itu.
“Anda mau ke mana? Saya tidak akan membiarkan Anda mencuri benda itu!” pekik wanita kelinci itu seraya menarik lengan Orion.
“Jangan halangi aku!” Orion melepas genggamannya lantas melangkah pergi dari tempat penyimpanan.
Druduk! Druduk!
Langkah mereka yang berhamburan dari segala arah juga sempat membuat Phantom Gank kebingungan. Salah seorang yang memimpin jalannya kekacauan, ialah pria dengan tanduk di kepalanya. Terlihat seperti Iblis, tapi jika dilihat baik-baik, mungkin saja itu hanyalah topeng.
“Itu artinya saat bertemu tengkorak itu juga hanya topeng saja? Tidak, tidak, tulang hastanya pernah lepas saat itu. Jadi tidak mungkin. Itu berarti, monster?” gumam Orion.
“Tunggu!” Wanita itu kembali menarik lengan Orion bermaksud untuk menahannya.
“Sudah kubilang, jangan—”
“Cepat! Pergi ke penyimpanan! Ambil semuanya!” pekik salah satu dari anggota Phantom Gank.
Ketika mereka memberi perintah, seluruh dari anggota Phantom Gank berduyun-duyun turun, berlari menuju ke arah penyimpanan.
“Mohon tunggu sebentar! Saya akan memberikan apa pun yang kalian mau asalkan jangan sentuh benda berharga milik kami!” ucap pria yang sebagai mc.
“Itu benar! Mohon, jangan!” sahut wanita kelinci yang berada di sampingnya.
“Justru benda berharga yang ada di tempat penyimpanan itulah yang kami mau! Bodoh!” pekik pria bertopeng berupa paku yang menancap di kepala.
“Semuanya! Ayo cepat!” imbuhnya.
“Baik!”
Dap! Dap! Dap!
Phantom Gank yang berjumlah 10 lebih itu pun langsung menerobos tirai dengan merobeknya. Mereka tidak pandang bulu bahkan terhadap wanita sekalipun.
Orion dan wanita itu seketika terdorong mundur. Mereka terdesak lantas mereka yang datang secara bergerombol sembari berteriak keras.
“Phantom Gank memang tidak punya pekerjaan halal ya?” sindir Orion yang tiba-tiba berada di tengah mereka dengan mengacungkan pedang ke pemimpin Phantom Gank saat itu.
“Eh?!” Mereka semua diam tak bergeming, serasa dihantui serta berhadapan dengan seekor hewan buas, seketika mematung sembari memandang wajah pria itu.
“Apa yang Anda lakukan?” Wanita itu dengan bodohnya malah bertanya hal yang sudah jelas. Membuat sekelompok Phantom Gank melirik ke arahnya.
“Wanita lebih baik diam,” ucap Orion dengan dingin seraya menatap wanita itu dengan culas.
Seolah membeku dalam waktu, wanita kelinci yang berisik itu bungkam sesaat setelah sorot mata yang tajam tertuju padanya seorang.
“Ka-kau? Siapa?” tanya pemimpin mereka dengan sedikit gagap.
“Jangan tanyakan hal seperti itu. Karena aku pun tidak akan mengatakan apa-apa,” jawab Orion.
“Ho, jadi kau ingin menantang kami?”
Klak! Klak!
Beberapa dari mereka mengacungkan pedang dan juga senapan laras panjang. Ke tengah-tengah mereka, hanya sekali gerak saja akan membuat Orion tewas seketika.
Setidaknya itu adalah menurut pandangan orang lain. Tidak dengan Orion sendiri.
Orion berputar 360°, dalam hitungan detik api menyambar keluar mengitari tubuh Orion yang kemudian membentengi diri dengan pembentukan "Dinding Api!"
BLAAR!
Orion menghentakkan kaki, seketika api membludak keluar layaknya sebuah ledakan telah terjadi. Sontak membuat semua orang terutama Phantom Gank terkejut, mereka yang tidak bisa menghindar pun pada akhirnya terkena sulutan api itu.
“Hei! Berhentilah! Atau wanita ini akan mati!” teriak salah seorang anggota Phantom Gank yang setengah topengnya terbakar. Ia mengacungkan senjata ke leher wanita tersebut dengan berani.
Bats!
Ledakan api menyusut, menyisakan percikan api lantas Orion melesat ke arahnya. Lalu mendorong wajah pria tersebut hingga jatuh terjungkal.
“Jangan berani-beraninya menyandera orang di saat-saat seperti ini,” ucap Orion dan menatapnya dengan sudut mata menurun.
“Aku menggunakan api hanya untuk sebagai sinyal di luar sana. Dan aku juga tidak menyentuh barang berharga di sekitar itu. Tapi sayangnya aku lengah karena pria yang aku dorong menjatuhkan satu cangkir emas,” batin Orion.
Sementara wanita yang berada dekat di sana, menekuk kedua alisnya seraya menatap Orion dengan heran.
“Pria ini, berkata seolah-olah dia tidak pernah menyandera seseorang,” batinnya seraya bergerak menjauh dari sana.
“Hei! Kalian!”
Semua orang yang merupakan staf dan lainnya mengepung keberadaan Phantom Gank. Akan tetapi, tak satupun dari mereka yang mampu menghalau serangannya. Alhasil Phantom Gank berhasil mencuri beberapa benda berharga lalu membawanya kabur dengan berlari terbirit-birit.
Sementara Orion yang berada di atas, ia ditanyai oleh seorang pria dan wanita.
“Mengapa Anda kemari? Harusnya Anda kabur saja!” pekik pria itu menyarankan Orion untuk melarikan.
Beruntung dirinya tidak dianggap sebagai komplotan Phantom Gank. Namun sayangnya tidak ada celah untuk mengambil darah langka sekarang. Terlalu banyak resiko, terutama mereka yang masih bisa melindungi darah langka itu dengan baik.
“Apakah ini akan berakhir?” tanya Orion.
“Pelelangan ditunda bukan berakhir!”
***
Mereka akan menunda pelelangannya. Tampaknya sangat bersikukuh untuk mendapatkan segunung harta yang diperas dari para hadirin. Apalagi kalau bendanya adalah darah langka. Tentu semua orang akan tergiur.
Semua para hadirin yang juga tak mau kalah pun terpaksa menunggu di luar. Mereka bahkan sudah mengambil ancang-ancang untuk mencuri start duluan.
“Mereka sangat keras kepala. Apa aku seharusnya datang seperti mereka? Tapi aku tidak punya uang. Apalagi dengan banyaknya orang tajir di sini. Aku pasti akan kalah, aku ini 'kan miskin,” gerutu Orion seraya bersandar pada dinding di sekitar.
Mau tak mau, sepertinya hanya satu cara itu yang bisa Orion lakukan. Berdalih memencet tombol dengan angka paling tinggi lalu membawa kabur darah itu. Memang ini tindakan kriminal, tapi mau bagaimana lagi?
Jika darah langka digunakan sembarangan. Ataupun tidak juga pasti akan membuat keributan di sana-sini. Inilah yang Orion khawatirkan, karena saat negaranya sendiri pun pernah ada kejadian serupa.
Saling memperebutkan yang berharga tanpa peduli aturan yang ada.
“Aku tidak mau menjadi perampok seperti Phantom Gank apalagi mencurinya diam-diam dengan penyamaran. Jadi harus ...bersikap biasa layaknya seorang yang akan merebut benda itu dengan nilai lebih tinggi.”
Orion memantapkan hati, bertekad untuk memenangkan darah langka. Meskipun ia tidak memiliki uang, namun dirinya memiliki sokongan dana dari Grup Arutala.
Lebih tepatnya, Orion memanfaatkan nama Arutala. Lagi.
“Hehehe, inilah gunanya untuk membuat kesepakatan pada Gista.” Orion tertawa, menunjukkan perangainya yang picik lantas membuat orang di sekitar bergidik.