ORION

ORION
Mr. Iki Datang Terlambat



Kedatangan musuh tak terduga. Awalnya Orion tak cukup yakin, mengapa ada pembunuh bayaran di tengah kerumunan saat itu.


Apakah ada tugas yang harus pria itu lakukan di sini?


Ataukah sesuatu yang lebih telah terjadi?


Yang Orion pikir bahwa pria itu hanyalah pembunuh bayaran biasa tapi ternyata Mr. Iki Gentle adalah rekan Chameleon juga.


“Tak aku sangka akan bertemu denganmu lagi.”


“Ya, kau benar. Dan aku pikir kau tidak akan muncul lagi di hadapanku, klien sekaligus target terhormatku,” ucap Mr. Iki.


Ketika Mr. Iki mengangkat telapak tangannya, Orion merasakan sesuatu yang akan terjadi.


Swush!


Terpaan angin melesat cukup cepat hingga menggores wajah Orion. Dan di saat yang sama pula, Chameleon menyerang tubuh bagian depannya dengan gumpalan bayangan yang meninggi dan tajam.


“Hah?!”


“Seseorang terbunuh! Tolong!!” teriak salah seorang di sana yang kemudian membuat suasana kembali ricuh namun tidak sesuai yang diperkirakan oleh Mahanta.


Karena Mahanta berpikir kericuhan terjadi dan membuat mereka semua pergi berlarian, tapi sekarang karena ada sesuatu yang lebih menyeramkan telah terjadi membuat kerumunan itu semakin padat karena rasa penasaran.


“Ah, meleset. Maafkan saya Tuan Chameleon,” ucap Mr. Iki pada Chameleon.


Bruk!


Karena syok, tubuh Orion ambruk dan tak dapat bergerak lagi setelah itu. Secara kebetulan pun ia menoleh ke sisi sebaliknya dari posisi Mr. Iki, melihat mayat yang wajahnya sudah hilang setengah.


“Kekuatan apa itu? Angin? Bukan, itu terlihat lebih kuat, jauh lebih kuat. Sampai aku merinding rasanya,” gumam Orion membelalakkan kedua mata.


Hal yang paling ditakutkan oleh para Pejuang NED telah terjadi. Korban dari kekuatan asing ini, mungkin akan membuat reputasi Organisasi NED akan berakhir.


Dan mungkin juga akan membuat semua rakyat di negara ini ketakutan setengah mati. Lantaran, sebagian dari mereka telah mengetahui apalagi kalau yang berhubungan dengan Pahlawan Kota Endaru.


“Nona Gista! Mereka semua justru semakin panik. Apakah ini salah saya?”


“Tidak, ini karena perbuatan seseorang yang menggemparkan mereka.”


Endaru pula mewaspadai apa yang kini telah terjadi. Pada akhirnya ia meninggalkan bebatuan kristal yang kini masih membeku, lalu pergi ke mana Orion saat ini.


“Pahlawan Kota! Kau tahu sesuatu?” tanya Mahanta dan menghentikan langkah Endaru dari balik dagangan.


“Aku juga tidak tahu. Kenapa tidak lihat saja sendiri! Daripada itu, kekuatan Chameleon sudah lebih dari yang sebelumnya kalian ketahui, jadi akan lebih baik untuk saat ini kabur saja!”


“Apa? Kabur? Tapi itu—”


Drap! Drap!


Jeritan, tangisan, makian dan derap langkah kaki yang tidak beraturan ke sana kemari. Bahkan tubuh Orion juga sempat terinjak beberapa kali karena dorongan massa yang terus berlari ke arah jalan keluar dari pasar malam.


Sebagian pedagang juga sudah pulang, mereka ikut panik sampai meninggalkan dagangannya. Karena mereka juga merasakan perasaan yang tidak nyaman usai seseorang itu terbunuh.


“Astaga! Karena mereka, aku jadi kehilangan Orion!” pekik Chameleon yang juga ikut terdesak mundur seiring waktu.


“Tuan Chameleon!” Mr. Iki memanggil lantas tubuh Chameleon ditarik mundur ke belakang dagangan seseorang yang baru saja ditinggalkan.


“Sepertinya pria itu sudah kabur. Tapi kenapa tidak ada satupun jejak darah yang tersisa, ya?” Mr. Iki Gentle bertanya-tanya.


Mr. Iki Gentle melihat dari jalanan yang sekarang sudah banyak dinodai debu dari jejak sepatu banyak orang berlarian. Yang seharusnya terdapat jejak darah Orion, tapi tidak saat itu. Seolah keberadaan Orion lenyap.


“Benar juga, aku jadi cemas nih,” ucap Chameleon seraya menggosok lehernya, seketika luka yang sebelumnya terbuka kini tertutup rapat tanpa bekas sedikitpun.


“Apalagi kalau bukan membantai seluruh orang yang sedang berlarian di sini?” kata Chameleon dengan wajah sumringah.


Beberapa dari Pejuang NED yang berada di tengah kerumunan mendengar perkataan Chameleon barusan. Salah satu dari mereka lantas bergegas menuju ke salah satu ketua untuk memberitahukan hal tersebut.


“Tapi Tuan, yang saya maksud itu pria yang sebelumnya. Pria bernama Orion, Orion Sadawira.”


“Ah, itu. Aku mungkin sudah bilang bahwa aku tidak membutuhkannya lagi tetapi aku ingin melihat raut wajah putus asanya sekali lagi. Ngomong-ngomong apakah kau sudah menyelidikinya?”


“Sudah. Bahkan bawahan Anda yang sangat setia menundukkan kepala itu sudah melakukan perintah Tuan Chameleon. Satu hal yang perlu Anda ketahui, bahwa anak perempuan yang sebelumnya Anda temui ternyata ada hubungan keluarga dengan pria itu.”


“Hubungan keluarga?”


“Ya, ada kemungkinan besar kalau pria itu antara Ayah tiri atau Ayah kandung anak perempuan itu,” ungkap Mr. Iki Gentle.


“Bagus. Kalau begitu, yang tersisa sekarang adalah menghancurkan Pasar Malam ini.” Chameleon menyeringai tipis dengan perasaan yang teramat bahagia.


Lingkaran yang ada di atas kepala Chameleon semakin lama semakin menyusut, lalu menghilang. Ia tampak membuat sesuatu dari gumpalan bayangan di telapak tangannya.


“Kekuatan itu cukup berguna sekali, ya,” gumam Mr. Iki Gentle.


“Tentu saja. Aku mengambil dari orangnya langsung,” sahut Chameleon yang mendengar perkataannya.


Itu adalah benda yang berbahaya. Benda yang akan meledak. Di salah satu titik Orion dan Endaru bertemu, mereka akan bergerak sebelum Chameleon melakukan sesuatu.


BRUAK!


Menyergap dari belakang tiba-tiba, Endaru membanting tubuh Mr. Iki Gentle lalu mengunci pergerakan tangan dan kakinya. Bersamaan dengan langkah Orion yang sigap, Orion mengarahkan mata pedang merah ke leher Chameleon langsung.


“Hei, apa yang kau lakukan?”


Gerakan Chameleon terhenti. Dan tindakan untuk menggunakan benda berbahayanya pun juga, ia memilih untuk menyimpan kembali peledaknya.


“Orion, ternyata selama ini kau mengumpat di belakang kami, ya?”


“Kalau benar begitu, lalu kenapa? Sejujurnya aku baru pertama kali melakukan hal seperti ini. Tetapi tenang saja, aku sudah melakukan persiapan.”


WUUUNG!


Dengungan serta hembusan angin pelan, terdengar sayup-sayup seakan mengawali pagi yang cerah. Namun yang sebenarnya terjadi adalah pemisah ruang itu kembali terjadi, dan itu dilakukan oleh rekan yang berada di Grup Dharmawangsa.


Sebelumnya pengguna kekuatan ini sempat tak sadarkan diri akibat lingkaran yang ada di atas kepala Chameleon. Tapi begitu ia sadar, dan setelah tahu apa yang akan direncanakan Chameleon ketika banyak orang berlarian, ia pun segera membuat pemusah ruang.


Yang di mana ruangan itu tampak seperti dunia cermin. Yang tidak akan terhubung dengan dunia nyata. Menyisakan Orion dengan Chameleon sendirian dalam ruang hampa tersebut.


“Kau sengaja menawarkan diri untuk dibunuh, ya?”


“Kalau benar begitu, kenapa?”


“Ah, aku jadi kasihan. Bagaimana nasib seorang anak yang ditinggal oleh Ayahnya, ya?”


Orion seketika mematung. terkejut karena perkataan Chameleon sehingga ia tidak sadar menurunkan penjagaan.


Buak!


Alhasil, Chameleon memukul tepat di bagian ulu hatinya.


“Padahal tadinya aku juga berniat untuk meledakkan semua orang di sana. Tapi kau menghalangiku. Yah, tapi tidak masalah. Karena ada harta yang lebih berharga dari tumpukan uang atau emas yang sudah aku tangkap.”


Ungkapan Chameleon tertuju pada Ade seorang! Karena hanya Ade lah yang pada hari ini selalu dijadikan sasaran entah orang lain atau bahkan bawahan Chameleon.