HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
Digigit Drakula



Cello mengerjap-ngerjapkan matanya, pelan. Jam menunjukkan setengah enam pagi, ia bangun dan langsung menghamburkan tubuhnya ke pelukan Lisa. Tangannya cekatan menyibakkan piyama Lisa, lalu bersiap tidur lagi sambil uyel-uyel ala anak bayi. Namun, alangkah terkejutnya Cello saat melihat mantau kesukaannya beda penampilan. Ada banyak tanda merah yang mulai menghitam di permukaan itu. Tampak mengerikan dan membuat Cello menangis ketakutan.


"Huaa ... huah .... Ello mau nyenye. Kenapa nyenye Ello jadi gitu? Huaa ... huaa!"


Lengkingan dari mulut Cello semakin kuat.


Lisa langsung meraih tubuh ketakutan anak itu. Memangkunya sambil mengelus-eleus pundak Cello agar keadaannya lebih tenang. Tubuh Cello gemetar-gemetar melihat hasil penganiayaan Farhan tadi malam.


Tangisan tak mau berhenti, sampai Farhan yang masih tidur di ruang tamu ikut terbangun.


"Cup ... cup ... cup. Jangan nangis ya, Sayang. Bunda buatkan susu gelas aja, ya?"


"Ello mau nyenye ... Ello mau nyenye!" Anak itu terus meronta dalam pelukkan Lisa. "Nyenyenya Bunda kenapa jadi sakit begitu? Semalam gak gitu ... huaaa ... huaa ..."


Ingin sekali Lisa memberi tahu, bahwa itu hasil perang dunianya dengan Farhan tadi malam.


Lisa yang merasa mendapatkan ide berlian, langsung mengakali kesempatan emas itu untuk menipu Cello. "Kayaknya semalam digigit Cello, deh. Gigi Cello kalau malam berubah panjang kayak drakula. Jadi nyenye bunda teraniaya, deh. Duh ... sakit banget, bunda gak kuat nih, Sayang." Lisa nyaris ngakak andai tidak ia tahan. Sandiwaranya pagi ini sukses membuat Cello merasa bersalah.


Tahu akan semudah ini, Lisa tidak perlu menyuruh Farhan menggambar bakpao coklatnya dengan lipstick kedaluawarsa. Ah, kenapa tidak kepikiran sejak dulu?


"Huaa ... huaa ...." Cello masih terus menangis tanpa henti. Membuat Cilla ikutan heboh karena tangisan kakaknya.


"Cilla mau iyat ... mau iyat." Anak perempuan yang sudah bangun itu langsung kepo maksimal. Tangannya membuka baju Lisa. Begitu terbuka, mulut Cilla langsung melongo cengo.


"Yoo ampyuun." Cilla reflek menepuk jidatnya ala-ala. "Ayah Hanhan. Bunda Telukaaa ... Ayah ... Ayah! Syepat panggil doktel, Yah ... hubungi mobil nambulan syelakang juga!" Cilla teriak-teriak panik dengan gaya bicara korban sinetron.


Farhan yang merasa tidak kuat lagi langsung masuk ke dalam kamar, mencoba melihat kegaduhan yang terjadi walau matanya masih lima wath. Baru tidur dua jam yang lalu. "Ada apa? Kenapa ribut pagi-pagi gini?"


"Ujuh! Ayah gemana syih! Nyenye bunda Lisya teluka palah, ayah syepat panggilkan doktel untuk peliksa." Ci bawel Cilla laporan. Muka paniknya langsung tidak senang melihat Farhan seperti tidak tanggap.


Lisa menatap Farhan. Mengedipkan mata isyarat bahwa itu hanya sebuah sandiwara. Beruntung pria itu langsung paham.


"Sakit banget nih, Yah. Nyenye bunda di gigit Ello tadi malam. Kayaknya Ello berubah jadi drakula deh. Gimana ya? Bunda jadi takut deket-deket Ello."


Wajah anak itu pucat pasi. Tangisannya sampai tak bersuara saking takutnya. "Ma-ma-apin Ello Yah. Ello ndak tau kalau gigi Ello bisa tambah panjang."


Dengan kejinya, Farhan ikut bersandiwara tanpa rasa dosa. Jelas itu bukan salah Cello, tapi salah bibir tidak sopan Farhan yang asal menyengat sembarangan. Sehingga permukaan itu penuh dengan jejak-jejak sengatan tawon berkepala manusia.


"Huaa ... huaa ... Ello gak mau nyenye lagi! Kasian bunda Lisa. Ello gak mau jahatin Bunda ... hiks ... hiks." Rasa bersalah anak itu semakin jadi.


Padalah, penjahat sesungguhnya ada di depan Cello. Sedang menghardik anak itu agar segera berhenti minum ASI oplosan.


"Maafin Ello, Bunda ... Ayah ... Dedek Cilla ... Ello minta maaf." Ajaran mama Panda dan papa Teddy selalu melekat di pikiran anak itu. Cello akan terus minta maaf sampai semua memafkanya.


Lisa mengelap air mata Cello dengan ibu jari. Mengecup dua mata basahnya penuh kasih sayang. "Sudah ... sudah ... bunda sudah maafin kamu kok. Kita semua sudah maafin Ello, tapi kamu harus janji dulu, mulai sekarang Ello jangan nyenye lagi. Ke siapa pun itu. Ke nenek dan grandma juga tidak boleh. Mengerti?"


"Mengerti, Bunda." Anak itu menatap ayahnya. Takut Farhan marah kepadanya.


"Ya sudah, ayo ikut ayah ... kita mandi dulu. Nanti baru sarapan." Farhan meraih anak itu dari pangkuan Lisa. Mengajaknya pergi ke kamar mandi.


Selepas pergi, Cilla menatap Lisa curiga. Pandangannya menelisik tajam, mencari-cari cela kebohongan di wajah bundanya. "Sebenelnya nyenye bunda digigit kak Ello apa titus?" tanya anak itu penasaran.


"Syemalam Cilla mimpi ada titus di kamal ini. Sualanya kelas syekali ... bunyinya cit ... cit ... cit," adu anak itu dengan wajah serius.


"Tikus?"


"Iya titus ... Cilla takyut syekali! Jangan-jangan yang gigit nyenye bunda itu monstel titus laksasa. Bukan kakak ...." Sambil mengepangkan tangannya ke udara.


Lisa ternganga, tak bisa berkomentar atau sekedar berkata-kata.


***


Aku udah pernah share foto ini belum si? Agak susah tau, nyari visual yang mukanya mirip Jennie dan Cha eun Who.


NOTE: NO VOTE NO UPDATE yak. Wkkwkw.🤣