
"Oh ya, di mana bocah itu?" tanya Farhan.
"Felix?" Bryan memastikan orang yang dimaksud oleh Farhan.
"Iya, kemana Felix, bukankah dia yang mengadakan acara ini?"
Bryan teringat dengan temannya satu lagi yang belum datang. Pria itu tidak ada kabar dari tadi siang.
"Dia yang membuat rencana, tetapi dia belum datang. Dasar Felix," gerutu Bryan. Dia merogoh ponsel untuk menghubungi Felix
"Di mana kamu?" Tanpa berbasa-basi dia menanyakan keberadaan asisten sekaligus temannya itu.
"Sebentar, ada yang ingin aku beli." Felix yang sedang di swalayan berdiri di lorong khusus minuman beralkohol. Dia memilih-milih jenis minuman yang akan dibawanya ke tempat Bryan.
Felix sudah merencanakan jika malam ini akan dia nikmati dengan minum bersama dengan teman-temannya. Tak jadi di kelab malam, minum di rumah pun tak jadi masalah. Dia masih punya sejuta tak-tik licik untuk merubah rumah Bryan jadi kelab pribadinya.
"Baiklah, cepat kemari, Farhan sudah di sini," ucap Bryan.
"Siap," jawab Felix.
Bryan mematikan sambungan teleponnya. "Dia akan segera kemari."
Farhan mengangguk. Dia menunggu si biang rusuh yang menyusun acara pasti ini.
***
Bryan dan Farhan sedang asik mengobrol sambil menunggu kedatangan Felix. Sebenarnya, lebih mengarah ke tanya jawab, karena Farhan si batu bernapas hanya menjawab tanpa bertanya balik pada Bryan. Persis seperti anak sekolah dan guru di sekolahan.
Suara bel terdengar dan membuat asisten rumah tangga langsung membukakan pintu dan mempersilakan tamu masuk.
"Wah ... ternyata kalian sudah berkumpul," ucap Felix pada Bryan dan Farhan.
Felix mengulurkan tangannya pada Farhan. "Apa kabar junjungan kita?" tanya Felix dengan gaya menggoda.
Mata Felix beralih pada Lisa yang duduk anggun di samping Farhan. "Ini ...."
"Istriku," potong Farhan saat melihat Felix tampak ingin bertanya siapa wanita yang di sampingnya.
"Sepertinya kamu akan awet muda jika istrimu sebelia ini. Heran, kenapa jaman sekarang banyak gadis yang suka dengan om-om? Kasihan pria muda memposana sepertiku," gurau Felix memuji diri sendiri.
Farhan mendengus kesal. Namun, ia tidak menyangkal tentang tuduhan om-om yang Felix ucapkan. Setelah Bryan, satu temannya itu mengatakan jika Lisa sangat muda. Farhan jadi tersugesti, merasa menikahi anak gadis yang masih sekolah.
"Sudah-sudah, sebaiknya kita makan malam dulu, setelah itu kita bisa lanjutkan mengobrol." Bryan mengakhiri perdebatan yang akan dimulai oleh double F itu.
Bryan dan Shea mengajak mereka untuk makan malam.
Mereka makan malam sambil saling bercerita tentang masa-masa kuliah. Felix menjadi sosok yang paling heboh di antara keduanya. Meskipun Bryan dan Farhan hanya menanggapi, tapi mereka nampak menikmati setiap celotehan masa lalu yang dibicarakan Felix.
Lisa dan Shea hanya mendengarkan tiga pria itu bercerita.
Dari situ, Lisa banyak mendapatkan fakta baru tentang suaminya. Bahkan dulunya Farhan tidak punya teman sebelum bertemu Bryan dan Felix di kampus. Meskipun Farhan paling tua di antara mereka, tapi ketiganya nampak nyambung ketika sudah berkumpul.
Selesai makan, Shea mengajak Lisa untuk ke kamar bayi karena Shea akan menidurkan anaknya, sedangkan Bryan mengajak Felix dan Farhan pergi ke taman belakang yang jauh dari jangkauan Shea dan Lisa.
Mereka bertiga mulai menyiapkan aneka makanan yang sudah dibuat oleh Shea tadi siang. Bryan mengeluarkan berbagai barang bawaan termasuk aneka anggur ber-merk yang siap menemani pesta mereka bertiga.
Malam berbintang dengan rembulan yang tampak terang benderang. Seolah mereka sedang menemani tiga pria yang sedang duduk di atas gazebo sambil mempersiapkan acara.
...***...
...Kolaborasi by: Ana & Myafa...
...@Novel: My Perfect Daddy...
...Hello, My Boss!...
...Yang mau lagi jangan lupa kasih vote ya... wkkwkw. Makasih dukungannya....