
Entah sebesar apa ego yang bersarang di dada Farhan. Pria itu tidak mau mengakui kecemburuannya walau seluruh tubuhnya berteriak: iya. Kecuali mulut yang sejak tadi setia dibungkam paksa. Untungnya, Lisa pandai menormalkan suasana setelah berhasil membuat Farhan kesal.
Puas menggoda dan mencuri ciuman di bawah pohon beringin, Lisa mengajak Farhan menyaksikan pertunjukkan yang katanya sangat seru. Sekarang mereka sudah berada di tempat yang ditunggu-tunggu sedari tadi.
Lantai tiga Hamzah Batik.
Sebuah tempat pertunjukkan yang selalu ramai dan digandudrungi semua kaum muda-madi hingga dewasa. Dari dulu Lisa ingin sekali ke tempat ini. Orang bilang pertunjukkannya sangat seru. Sampai dipadati oleh ratusan penonton setiap harinya.
Awalnya, semua nampak normal dan berjalan tanpa kecurigaan. Panggung megah itu menampilkan band keroncong dengan alunan musik khas Jawa yang mengalir indah. Membuat suasana sangat nyaman dan memamerkan sisi Jogjakarta yang kental.
Setelah pertunjukkan selesai, lampu tiba-tiba mati. Dari situ awal rasa curiga Farhan di mulai. Sebuah teriakan dari suara barinton membuat Farhan terbelalak. Lalu, sorot lampu diarahkan ke atas panggung. Tepat musik berganti dengan genre disko, mahluk-mahluk planet muncul berhamburan memenuhi seluruh panggung. Farhan terbelalak dengan mata setengah tidak percaya.
Mati aku!
Pria itu langsung menyembunyikan wajahnya di punggung Lisa. Memeluk pinggang wanita itu sekuat tenaga. Sebuah bencana yang tak pernah ia pikirkan sedari tadi datang membombardir seluruh jiwa. Demi apapun, Farhan phobia dengan wanita-wanita seksi yang memiliki terong Belanda di balik kostum anggunnya.
"Ayo pulang saja." Pria itu memohon setengah mati. Teriakan orang-orang yang begitu kencang membuat Lisa tak dapat mendengar suara Farhan dengan jelas.
Sementara itu, Lisa ikut teriak-teriak ingin disapa oleh ratu kecantikkan bersuara barinton yang diubah dengan nada manja-manja.
Mengunjunggi 'Kabaret Raminten Show' adalah keinginan Lisa sejak dulu. Menurut Lisa, melihat pertunjukkan wanita cantik nan anggun berjenis kelamin laki-kali itu sangat menyenangkan. Meskipun hanya show bohongan, Lisa merasa iri dengan akting mereka yang feminimnya totalitas. Ia yang wanita saja tidak pernah seanggun itu.
"Hai Nona manis ..... Hawaiyu tu day ... aw .. aw ..?" Ratu Kecantikan menyapa Lisa dengan mengajakny ber' tos tangan. Lalu mentowel dagu anak itu sampai Lisa teriak-teriak kegirangan.
"Kabar baik, Ratu!" jawab Lisa antusias.
"Mau request lagu apa, Syantiik?" Dikibaskannya rambut itu sampai menerpa lengan Farhan.
"Ai ya yaaay .... Sukanya sama berondong tua yu. Biar bisa sah sah mendessh, yey?" goda Ratu sambil melambaikan tangannya seperti patung kucing di toko obat China.
Ratu kecantikan beralih pada Farhan yang bersembunyi di bawah ketiak Lisa. Seluruh tubuh pria itu bergetar-getar penuh keringat.
Ia sedikit mencondongkan tubuhnya agar dapat melihat Farhan dengan jelas. "Aii ... Abang sayang kok gemeteran. Macam vibratoor ulalaaaah ... Cesss." Ratu menusuk pipi Farhan. Pandangan nyesuri lekuk tubuh pria keren yang mirip iklan susu Z-Man. "Aww .... Awww. Rejekkkii nomplok Cindddd ..." Ratu menjulurkan lidahnya nakal. Tak lupa mengeluarkan nada-nada suara menggoda.
Wanita jadi-jadian itu mengusap burung cicak rowo milik Farhan, pelan. Pria itu langsung menepis dengan gerakan kasar. Nyaris mati menahan takut.
"Badaii ... galak banget, ikhkkk! Padahal Ratu sengaja dandan cantik untuk menghibur Abang. Ulalala ...." rajuknya manja-manja. "Abis seletingnya kebuka, Beb. Pasti udah gak tahan tuh. Pengin diserpis Ratu yey?"
"Jangan, Ratu ... dia belahan jiwaku." Lisa yang menjawab. Tangannya bergerak cepat menutup risleting Farhan yang sedikit terbuka.
"Hmmm .... Mendeel, lagak anak muda jaman now, ya. Dikit-dikit belahan jiwa, yey Icip-icip belahan Ratu mau? Dijamin mabok obok-obok." Ratu mencibir dengan gaya melambai ciri khasnya. Masih asik menggoda Farhan yang ketakutan setengah mati. "Makannya, punya buncis jangan diumbar-umbar, Beb. Ratu kan jadi sang sang nihh ... aww!"
Wanita setengah matang itu terus nyerocos.
"Beli celanan di pasar Klitikan ya, Sis?" bisik Ratu di telinga Lisa. Ekor mata wanita jadi-jadian itu terus berputar mengikuti Farhan ke manapun. Siap menyantap semangka import yang manisnya bukan main.
"Sini Abang ... belum juga ngerasain servis Ratu, udah keringetong ajaa. Jangan-jangan sang sang juga, yey? Aww ... aww ... aw!"
***
Next gak nih? Kasih Bunga dulu yang banyak ya🤣