HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
PERJAKA TAMPAN



PERJAKA TAMPAN DARI HUTAN


SEBUAH NOVEL YANG MEMBUAT ANDA NGAKAK-NGAKAK DAN BERKASIAT MENUNDA LAPAR. Silakan baca jika Anda tidak percaya! Reviuw 10/10



"Kamu sudah bangun?"


Eh!


Ana sontak mendelik dan memaksa tubuhnya untuk duduk dengan susah payah.


Ia menatap laki-laki yang penampilannya mirip seperti tarzan lumutan dari jaman purba. Pandangannya mengintimidasi dan penuh kewaspadaan.


"Siapa kamu?" lontar Ana terheran-heran. Baru kali ini dia melihat manusia yang penampilannya aneh sekali. Bahkan jauh sekali dari bayangan tarzan yang ada di teve.


Pria itu masih terdiam sambil memperhatikan tubuh Ana seperti baru pertama kali melihat seorang wanita. Dia juga mengamati dengan seksama. Terutama membandingkan tubuhnya dengan tubuh Ana yang jauh berbeda.


"Nama saya Naki, saya bukan monster seperti yang kamu katakan itu!" Dia bergerak mendekat. Lalu berjongkok menghampiri Ana yang tengah duduk di atas tikar berbahan kulit hewan.


Ana segera memundurkan tubuhnya sampai mentok ke tembok kayu.


Mahluk aneh dari jaman apa ini kenapa dia bisa menggunakan bahasa manusia?


Sedangkan yang Naki yang sudah lupa dengan rupa seorang wanita juga merasakan hal yang sama seperti Ana. Ia masih terus terheran-heran melihat bentuk tubuh Ana yang tidak sama dengannya. Namun terasa menarik untuk dipandangi.


"Saya manusia juga," ucap Naki menyakinkan sekali lagi. Tangannya mencoba meraih Ana, namun segera ditepis dengan sigap oleh gadis itu.


ASTAGA! Apa lagi ini?


Itunya kelihatan! Besar sekali ya Tuhan!"


Ana refleks memalingkan wajahnya, malu. Pipinya bersemu merah sambil membayangkan pedang kegelapan yang ukurannya oversize.


Kenapa dia memakai sejenis rok mini sih? Kecanggungan setan macam apa ini? Kok dia bisa santai begitu memamerkan pedang kegelapannya pada wanita polos seperti aku, batinnya berteriak.


Pria aneh itu berbicara kembali. "Jangan takut, saya bukan monster pemakan manusia. Saya adalah manusia normal, sama seperti kamu juga."


Normal kepalamu, mana ada pria normal pakai rok mini! Ketus Ana dalam hati.


"Kayaknya dia manusia purba yang ketinggalan. Mungkin gak sih ada manusia purba yang belum punah sampai saat ini?" gumam gadis itu.


Ana menoleh kembali ke arah pria itu. Kemudian memandangi tubuh Naki dari atas kepala sampai ujung kaki. Rambutnya gondrong, tapi tidak terlalu kusut, kulitnya hitam, tapi tidak terlalu legam. Badannya sudah jelas tidak wajar. Dan yang paling menyebalkan adalah, dia tidak memakai baju, sehingga Ana harus waspada seratus persen pada sosok aneh dan mengerikan tersebut.


"Apa kamu sejenis manusia purba? Kenapa penampilanmu aneh begitu?" tanya Ana bingung.


Di sini tidak ada siapa-siapa lagi yang bisa ditanya selain pria itu. Mau tidak mau Ana harus berkomunikasi dengan pria aneh itu demi sebuah informasi.


"Manusia purba itu apa?" lelaki itu malah balik bertanya. Ana kontan menepuk jidat.


Oh, iya. Manusia purbah mana tahu tahu kalau dia adalah manusia purba. Itu 'kan cuma julukan yang diberikan para ilmuwan di masa kini, batin Ana lagi.


"Manusia purba ya kayak kamu itu? Gak normal bentukannya."