HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
Bab 43 : (Season)



"Astaga! Kamu mau ngapain?"


Farhan menutup kedua matanya saat tangan Lisa mulai menggerayang di mana-mana. Bahkan gagang gayung yang biasanya selalu banyak sinyal mendadak buffering lantaran koneksi 4G-nya terputus tidak stabil. Dia; si gagang gayung, rupanya masih punya harga diri dengan tidak sembarangan ngacung di tempat tertentu apalagi sekelas rumah sakit.


"Kamu itu nggak tau tempat, hentikan!" Farhan menggeliat-geliat geli. Ia menangkap tangan Lisa berkali-kali agar istri barbar itu berhenti berulah.


"Aku mau ... mau sekarang pokoknya!" pekiknya kesal. Ia terus meronta seperti harimau lapar yang dilarang memakan mangsanya. Tanpa peduli, Lisa terus berusaha membangunkan gairah Farhan di tempat itu.


"Jaga sikapmu! Ini rumah sakit, aku akan memberikannya besok jika sudah di rumah. Nikmati tubuhku sepuasmu di kamar kita."


Mendengar itu Lisa melotot sebal. "Aku maunya sekarang juga di rumah sakit ini. Jika harus menunggu besok apalagi tempatnya sudah beda, mungkin nyidamku sudah berubah ingin bercinta dengan Kim Soo Hyun. Bukan kamu lagi, Mas!"


"Sembarangan," geram Farhan tidak terima.


"Makannya sekarang aja. Aku berjanji akan diam dan tidak berisik. Lagi pula ruang ini tertutup, tidak akan ada yang melihat perbuatan kita."


"Tapi aku tidak bisa," ujar Farhan mulai tak bisa menahan kekesalannya. Demi neptunus dan kerang ajaib. Gagang gayung bersaksi bahwa ia tidak akan mau bangun di tempat seperti ini.


Sesuai ucapan Farhan, Gagang gayung di bawah sana sama sekali tidak mau bergerak. Membuat Lisa kesal dan menepuk kasar benda pertempuran tersebut.


"Ini kenapa dia mendadak mati suri? Tanganku sampai sakit memainkannya, tapi dia anteng! Dasar tidak tahu diri!"


Kamu yang tidak tahu diri Lisa. Benar kata Zian. Hamilmu memang di luar nalar. Tahu begini lebih baik aku saja yang ngidam."


"Sudah ku bilang dia tidak suka tempat terang." Sambil menghempaskan tangan Lisa dari area terlarang. "Meski pun suka tidak tahanan. Dia masih memiliki kesopanan. Dia tahu tempat dan situasi, tidak seperti ngidamu itu!"


Lisa membola murka. Deru napasnya sudah naik turun antara marah dan setengah basah. "Aku sedang ngidam anak kamu, yang tidak tahu diri itu artinya anak kamu, darah daging alias bibit dari kepemilikkanmu!" telak Lisa penuh kebenaran. Membuat Farhan merona mendengar ucapan Lisa yang sepertinya masuk di akal.


Farhan terpaksa mendudukkan diri daripada kemarahan Lisa jadi tambah parah. "Ok, baiklah ... kamu benar mau melakukannya di rumah sakit ini?"


"Tapi jangan di sini ya, kita ke basemant aja."


"Mau main di parkiran?"


"Iya, tapi di dalam mobil. Aku tidak bisa kalau di sini. Mematikan lampu juga tidak mungkin, Ell pasti akan bangun dan ketakutan. Bagaimana? Tidak ada pilihan lain kalau memang mau."


Meski terpaksa, pada akhirnya Lisa mengangguk dan melanjutkan adegan belalang sembah mereka berdua di dalam mobil berdecit.


Keduanya mengendap-ngendap dan masuk ke dalam mobil. Farhan menyalakan AC sambil memangku Lisa di atas pahanya.


Wanita yang sudah tidak sabaran itu langsung bergerak aktif. Melakukan apa pun yang tadi sempat menggerayangi pikirannya.


Dan benar saja. Dalam sekejap si gagang gayung di balik celana bahan Farhan mengacung seolah mobil itu sedang digantung di atas tower. Benda itu merasa terpanggil dan mulai mencari keberadaan sahabatnya.


"Aku punya sebutan baru untuk gaya kita malam ini." Lisa tersenyum manja. Tanganya bergerak cekatan membuka satu-persatu kancing baju Farhan.


"Gaya apa lagi?" tanya Farhan tidak sabar. Biasanya wanita itu memang selalu punya istilah unik yang membuat Farhan tercengang dan geli saat mendengarnya. Di mana hal itu hanya diketahui oleh dua spesies bumi yang tengah bermesraan di atas mobil sekarang.


Lisa mendekati Farhan, berbisik pelan hingga membuat Farhan terlonjak.


"Kamu!" pekik pria itu gemas. Dalam sekejap Farhan berubah garang, ia merasa tertantang dan langsung mengambil alih kendali. Diciumnya bibir Lisa dengan rakus hingga wanita itu tertawa puas dalam hati. Kemenangan berada di tangan Lisa. Wanita itu sukses memacu adrenalin seorang Farhan untuk memakannya hidup-hidup.


Tidak perluh menjabarkan seperti apa hasilnya. Ibadan yang sudah menikah biarlah menjadi urusan mereka. 😝


***


Up kedua. Jangan lupa kasih hadiahnya. Sapa tau ada up ke tiga. Wkkwkw.😝