HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
Bab 30 : (Season 2)



^^^Siap-siap, sebentar lagi bakalan ketemu nyidamnya Lisa ya. Kali ini agak berbeda dengan yang sebelumnya. Hehehe^^^


^^^.^^^


^^^.^^^


Selamat Membaca


_________


Kebahagian benar-benar telah menyelimuti keluarga Lisa kali ini. Sesuatu yang sudah ditunggu sejak lama akhirnya datang juga.


Berita hamilnya wanita itu cepat menyebar hingga menjadi topik perbincangan hangat di kantor Farhan. Semua karyawan ikut berbahagia karena desas-desusnya Farhan akan memberikan bonus dua kali lipat pada semua karyawan sebagai bentuk rasa syukurnya. Mereka pun menyematkan doa-doa sederhana untuk kesehatan Lisa dan calon buah hati bossnya yang sangat dinanti.


Namun, di balik kebahagiaan itu, ada satu mahluk patah hati yang mogok kerja lantaran senter kehidupannya mendadak pindah kerja di rumah.


Yaitu Sasha.


Ia menangis seharian seperti kucing ditinggal mati ibunya. Membuat Sashi yang melihatnya merasa risih dengan tingkah anak itu.


Sashi baru saja pulang dari rumah sakit setelah memeriksa kandungan Lisa secara langsung. Ia memang bukan pekerja tetap di rumah sakit itu, tapi ia meminjam fasilitas rumah sakit pribadi keluarga Haris untuk memeriksa kandungan Lisa atas dasar kemauan Farhan secara langsung.


"Kakk!" teriakan Sasha menggema nyaring saat Sashi memasuki kamarnya. "Bisakah kau membunuh bayi yang ada di kandungan Lisa, aku tidak mau melihat dia hamil!"


"Astaga, Sha!" Satu jitakkan melayang di kepala sang adik. Sashi mendorong tubuh Sasha menjauh darinya. "Apa otakmu sudah rusak, heh?"


"Aku sedang patah hati, bukan rusak otaknya!" ujar gadis membela diri seraya menunjuk dada kirinya yang terasa nyeri.


Sashi berjalan pelan sambil buang muka. "Tapi bukan begitu reaksi orang patah hati! Itu namanya psikopat. Beraninya kamu meminta kakakmu yang baik hati ini untuk membunuh bayi orang! Tidak waras!"


Sashi sudah menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dengan kesal, diikuti oleh Sasha yang langsung menghambur ke pelukkan kakaknya sambil merajuk-rajuk.


"Habisnya mau bagaimana lagi, Kak? Kalau ada kehadiran bayi itu, aku akan semakin sulit mendekati kak Farhan."


"Jaga bicaramu! Dia sudah punya istri!"


"Aku tidak peduli! Lagi pula aku jauh lebih dulu mengenal dan mengincar kak Farhan. Bayangkan saja, aku mencintainya sejak SMA, sepanjang masa remajaku habis hanya untuk mencintai satu orang!" tegas Sasha tetap bersikeras untuk menjadi pelakor.


Dia berceloteh lagi, "Sudah bagus dia mandul, kenapa malah sekarang jadi bisa hamil? Kakak sih, untuk apa membantu Lisa? Bantulah adikmu, Bodoh!"


"Dia sudah hamil duluan atas dasar usaha suaminya yang setiap hari mencintai dengan sepenuh hati. Aku tidak melakukan apa pun," pancing Sashi agar Sasha menyerah saja.


"Ya Tuhan, Sha!"


Sashi mencoba mengatur napasnya sekali lagi. Berusaha menetralkan pikiran walau sebenarnya sudah sangat geram dengan kelakuan adik kembarnya.


"Itu kamu saja yang bodoh, sudah jelas dia tidak mencintaimu, tapi masih saja mengharapkan yang tidak pasti! Coba bayangkan berapa banyak cincin yang kamu beli hanya untuk melamarnya. Berapa banyak waktu yang kamu buang untuk menguntit kehidupannya. Sadar Sha ... sadaar! Manusia berhati baja itu tidak pernah melirikmu sedikit pun. Tidak usah berharap suatu hari hatinya akan luluh. Sekali pun kamu bisa menyingkirkan perempuan yang dicintainya, kamu tetap tidak akan bisa bersama kak Farhan karena namamu tidak pernah ada dalam daftar hidupnya. Ngerti?"


"Huaaaaaa!" Sasha menjerit keras sambil membalikkan tubuhnya ke samping. "Baru kali ini aku memiliki kakak kembar jahat sepertimu! Tega sekali Kakak mengatakan hal seperti itu pada orang yang tengah patah hati!"


"Ya memang begitulah kenyataannya. Cinta sendiri memang menyakitkan, tapi bertahan adalah kebodohan menuju kematian. Lama-lama kamu akan jadi gila jika tidak mau menyerah juga." Kalimat yang Sashi ucapkan semakin terdengar perih di hati Sasha.


"Tapi aku sangat mencintainya Kak. Hati dan otakku tidak pernah bisa berpaling dari kak Farhan," ucapnya dengan suara melirih tak berdaya.


"Kamu belum mencobanya, 'kan?" Sashi menarik bahu sang adik agar berbalik menghadapnya kembali. "Berhentilah mengejar milik orang lain Sha! Kamu terlalu berharga untuk melakukan hal sehina itu."


"Kakakkk!" Sasha terisak di pelukan Sashi. Sepotong hati yang sangat kokoh mulai retak terhantam palu penghancur harapan. Makin terasa sesak lantaran gadis itu mulai terseret ke jurang hampa tanpa adanya harapan.


"Hatiku sakit Kak," lirihnya.


"Aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi kamu harus mencoba dulu. Aku yakin Tuhan akan memberimu jodoh terbaik jika dasar niatmu berlabuh pada jalan kebaikan. Percayalah padaku, Sha."


Sasha mengangguk dalam dekapan hangat kakaknya. Masih terus terisak tiada henti.


Sebenarnya Sashi merasa tidak tega melihat adik kembarnya seperti itu, tapi semua ini Sashi lakukan demi kebaikan sang adik. Sashi tidak mau Sasha terus-terusan menjadi orang bodoh yang terjebak dalam kubangan cinta bertepuk sebelah tangan.


Meskipun Sashi tahu betul betapa besarnya usaha Sasha dalam mencintai Farhan, namun ia tidak bisa membiarkan adik satu-satunya menjadi wanita penghancur rumah tangga orang.


Ya, begitulah cinta. Sering kali dia berlabuh pada orang yang tidak tepat. Si tokoh utama yang terjangkit virus cinta, selalu saja buta dan tidak bisa mengatur perasaanya.


Sejak SMA dia sudah kegilaan terhadap pria dingin berusia 35 tahun itu. Cara apa pun Sasha lakuka demi mendapatkan cinta seorang Farhan. Dari mengancam Reyno agar menjodohkannya, merajuk pada orang tua, bahkan sampai menguntit kehidupan pribadi Farhan secara diam-diam.


Jika dibandingkan dengan Sasha, sebenarnya perjuangan cinta Lisa terhadap Farhan tidak ada apa-apanya. Singkatnya mereka hanya bertemu kebetulan dan hidup bersama pada akhirnya. Jauh sekali dengan Sasha yang terus berjuang mencintai Farhan. Namun sekali lagi, jodoh kita sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Beliau memiliki segudang cara untuk mempertemukan tulang punggung dan tulang rusuknya.


Cinta boleh, bodoh jangan. Mari kita ikuti jejak Farhan. Sematkan setiap logika di dalam kama yang suci agar dia terhindar dari konflik nista dan hina.


***


Jika ada yang pernah ngalamin cinta bertepuk sebelah tangan boleh banget berbagi di kolom komentar.


Next Up part nyidam Farhan kalau banyak yang kasih hadiah bunga dan kopi. Wkwkw.