
Senyum Lisa mengembang bersamaan dengan dengan selimut yang menutupi kedua bocah itu. Mereka baru saja terlelap jam sembilan tadi setelah puas bercengkrama dengan Lisa dan Farhan.
Ia usap pipi-pipi gembil si kembar secara bergantian. Ada rasa sayang amat besar bercampur dengan takut di benak hatinya. Tiba-tiba Lisa merasa insecure, bagaimama jika pada akhirnya ia tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk dua anak berharga itu? Mengingat umurnya yang masih muda, rasanya berat dipanggil 'bunda'.
Apakah ia sungguh mampu melakukan tugas semulia ini? Kadang semua itu terlintas begitu saja dibenaknya, dan ... suara kamar yang terbuka membangunkan Lisa dari lamunan. Wanita itu menoleh ke belalang, mendapati suaminya sudah bersiap naik dan bergabung dengan mereka bertiga. "Apa mereka sudah tidur?"
Lisa mengangguk sebagai balasan pertanyaan. Farhan ikut naik ke atas ranjang, pria itu berbaring tidur di samping Lisa. "Apa aku harus tidur di ruang lain?" tanya Farhan lagi, takut jika mengganggu aktifitas tidur mereka bertiga.
"Tidak perlu, kasur ini lebih dari cukup menampung kita berempat," cegah Lisa.
Lampu kamar langsung masuk dalam mode redup. Semuanya sudah berbaring dalam posisinya masing-masing.
Seperti biasa, Lisa menjadikan lengan Farhan sebagai bantalan sebelum ia tidur. Lalu, acara ngoceh panjang kali lebar pun akan segera terjadi. Kali ini, Lisa melayangkan pertanyaan yang membuat Farhan menohok.
"Cinta pertamamu waktu muda siapa, Mas?"
Pria itu langsung terdiam. Para pakar pria bilang, jika istrimu menanyakan hal seperti, segeralah menghindar sejauh mungkin. Jika tidak bisa, berpura-puralah pingsan atau mati suri sekalian.
"Aku tidak pernah pacaran, kau tau sendiri bukan?" Sebuah jawaban logis keluar dari mulut Farhan setelah disaring 3 kali.
"Iya ... aku tahu, tapi gak mungkin juga kamu gak pernah ngerasain jatuh cinta saat muda."
Akhirnya Farhan menjawab agar semuanya cepat kelar.
"Iya pernah." Farhan memalingkan wajah saat mengatakannya. "Saat SMP," jawab pria itu.
"Siapa? Seperti apa rupanya?" Rasa kepo melesat cepat, dan pastinya akan berujung marah jika Farhan sampai salah-salah menjawab.
Maka ia berkata seadanya tanpa ditambah apalagi dikurangi. "Namanya Lasya, dia sudah meninggal tertabrak ambulan saat menyebrang jalan. Langsung meninggal di tempat kejadian. Tidak perlu dibahas, orangnya sudah tidak ada di dunia lagi."
"Tidak juga. Aku biasa saja. Hanya sekedar suka, belum tentu cinta." Langsung memilih jawaban terbaik demi jatah rutin Selasa dan Kamis. Pasalnya, anak itu sangat mengerikan jika sudah ngambek. Ancaman mematikan keluar dengan jahat tanpa ampunan. Sementara Farhan sendiri 'kan sedang dalam masa seru-serunya menjelajahi wahanan komidi putar dan kuro-kuro milik Lisa. Yang baru dua bulan ini bisa ia rasai hangatnya permainan itu sepenuhnya— tepat di usianya yang ke 32 tahun.
"Bohong, aku gak percaya. Masa yang dicintai pergi kamu gak sedih?"
Hembusan napas kasar keluar dari mutut Farhan. Wibawanya yang dingin semakin runtuh kalau terus-terus diserang boneka mampang itu. "Ya sedih, tapi tidak terlalu."
"Nah gitu, apa salahnya ngaku si, Mas? Terus kamu udah pernah ngapain sama dia? Maksud aku, gimana ceritanya kamu bisa jatuh cinta sama dia?"
"Apa perlu dijawab juga?" decak Farhan yang mulai kesal. Obrolan malam ini sama sekali tidak penting. Malah merugikan jika Farhan salah kata sedikit saja.
"Ya jawab saja, lagi pula orangnya sudah beda alam. Aku nggak masalah, gak akan marah." Senyum yang mengembang di pipi Lisa tak dapat diartikan oleh Farhan.
Pria itu kembali memutar memorinya di masa lalu. Mengingat hal-hal yang membuat ia suka terhadap Lasya. "Kalau tidak salah—" Farhan menggantung ucapannya ragu-ragu.
"Kalau tidak salah apa? Cepat katakan yang sejujurnya." Suara lembut tipu-tipu itu membuat Farhan menghilangkan keraguannya. Maka ia menjawab sejujurnya,
"Kalau tidak salah aku mulai suka sejak melihat dia ganti baju olahraga di kelas. Pas kita hanya berdua saja."
"Maassss!" teriakkan Lisa menggema seketika.
Apa .. apa ? Aku kan sudah jujur!
***
Aku maju mundur mau masuk konflik. Begini dulu ya, tahan ..🤣