HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
Kisah Rico 5



***


Maka yang dilaksanakan benar-benar terjadi. Ana menatap dua sosok manusia yang sedang berada di atas pelaminan dengan bangganya. Saran yang Ana berikan pada Wicaksono sungguh berjalan dengan lancar jaya. Rico berhasil dikelabui oleh trik kebohongan semacam itu. 


 "Berbohong memang dosa, tapi yang ini versi demi kebaikan. Berbahagialah kalian berdua wahai pasangan manusia," gumam Ana.


Ia membalikkan badannya dengan angkuh. Lalu berjalan ke arah meja prasmanan, di mana seseorang yang akan memberikann uang bayaran untuknya sedang menunggu. 


"Kemarilah," ucap pria suruhan Wicaksono itu. Ana mendekat ke arahnya dengan tangan gatal yang ingin segera menerima bayaran.


"Ini adalah uang bayaran sekaligus bonus. Totalnya dua Milyar, pergi dan menghilanglah dari kota ini. Jangan sampai tuan muda Rico bertemu denganmu, atau nyawamu taruhannya."


"Ah, baik, Tuan." Ana menerima cek itu dengan tangan gemetar. Bukan takut pada Rico, tapi karena ini pertama kalinya ia memegang uang sebanyak itu. "Apakah cek ini beneran dua Milyar ... bisa dicairkan?" tanya gadis itu ragu-ragu.


"Tentu saja! Kau bisa mencairkan uang itu di Bank," ketus pria tak dikenal itu agak jutek.


"Tolong sampaikan terima kasihku pada tuan Wicaksono. Bilang padanya, saya akan hidup tenang dan meninggalkan statusku sebagai wanita simpanan om-om pejabat sesuai saran Tuan Wicaksono," ujar Ana.


"Nanti akan saya sampaikan." Pria tak dikenal itu mengangguk. Matanya melirik ransel besar yang melekat dikedua bahu Ana. "Ngomong-ngomong untuk apa kau membawa ransel besar itu?" 


"Ah, ini? Tadinya kupikir uangnya berbentuk kes, jadi aku membawa ransel ini."


 Lalu, dia pergi sebelum Ana menjawab. Di mana gadis itu melotot sambil menghentakkan kakinya kesal. Orang kaya memang suka membentak seenaknya, tidak tahu terima kasih.


"Kau yang bodoh orang aneh! Sejak kapan si jenius Ana tidak pintar? Tidak tahukah bahwa aku ini simpanan pejabat kelas kakap yang statusnya masih perawan ting-ting. Huuuh."


Setelah puas menyumpah serapah, gadis itu segera memasukkan cek dua Milyar itu ke dalam tasnya. Lalu mengeluarkan dua set rantang besar yang sudah ia siapkan dari rumah. Di jejernya enam buah ranjang itu di atas menja prasmanan.


Ana menjarah rendang kesukaannya, ayam balado, aneka kueh-kueh mahal, dan berbagai makanan enak lainnya yang tersaji di atas meja, lalu ia memasukkannya secepat kilat ke dalam rantang-rantangnya sebelumnya banyak orang yang melihat aksi eksrim itu. Beberapa petugas WO dan satu orang lelaki tampan yang melihat kelakuan gadis itu hanya dapat mengelus dada. Tidak ada yang berani menegur aksi memalukan seorang Ana.


"Hahaha, lumayan! 50 ribu yang aku amplopkan tadi tidak sia-sia! Bagaimanapun juga aku 'kan tidak kenal Aldakadabra itu." Setelah tertawa jahat, gadis itu segera pergi dari area prasmanan. Lalu keluar sesuai perintah orang tak dikenal tadi.


Dua Milyar ini lebih dari cukup untuk membiayai hidupku beberapa tahun ke depan. Sepertinya satu Tahun ke depan, aku akan fokus kuliah dan meninggalkan semua pekerjaan sambilanku—termasuk om Adam si genit menjijikkan itu juga wajib kutinggalkan.


Ah, aku juga tidak akan menulis dulu selama setahun ke depan. Selamat tinggal semuanya, aku kaya!


***


Silahkan bully Anarita, tapi jangan bully authornya... 😝😝. Makasih semuanya... satu bab lagi epilog meluncur.