
OTW KONFLIK :
***
Setelah puas mengecup Lisa di mana-mana, Farhan pamit undur diri dan pergi ke kantornya kembali. "Aku akan menjemputmu nanti sore," ujar pria itu seraya melepas tautannya. Lantas melangkah pergi meninggalkan ruangan kerja tempat di mana Lisa berada.
"Hati-hati, Sayangku!" Senyum Lisa terlepas bersamaan dengan Farhan yang sudah menghilang di balik pintu sana.
Selepas itu, Lisa kembali mendudukkanya diri di sofa. Menengadahkan kepala di bahu sofa sambil memeluk bantal hias. Matanya mulai berkaca-kaca. "Kenapa kamu baik banget sih, Mas ...? Padahal aku belum bisa memberikan apa yang sangat kamu inginkan."
Air mata wanita itu jatuh perlahan membasahi pipi. Otaknya kembali mengingat sang buah hati yang sudah berada di Surga. Lisa sangat rindu, ia begitu terpuruk dan trauma gara-gara kehilangan bayinya. Selain itu, Lisa juga mendapat tambahan bisikkan mulut pedas di luar sana yang mengatakan Lisa bukanlah wanita sempurna lantaran belum bisa memberikan keturunan.
Semua orang tahu bahwa Farhan adalah pria mapan yang usianya sudah matang. Melihat bagaimana posesifnya Farhan saat hamil dulu, jelas bahwa pria itu pasti sangat menginginkan hadirnya keturunan di hidup mereka. Namun, Lisa belum bisa memberikan itu semua walau sudah bolak-balik melakukan program kehamilan.
"Uhk, aku capek berusaha menjadi manusia sok kuat." Wanita itu menarik lutut dan memeluknya erat. Ia semakin terisak-isak dalam rasa terpuruk berkepanjangan seperti ini.
Begitulah sikap Lisa saat tidak ada Farhan Selama ini. Hanya seonggok lemah yang bisanya menangis diam-diam.
Ia berusaha menyembunyikan kesedihan dan rasa tertekannya agar tidak menjadi beban pikiran Farhan. Awalnya memang biasa saja, tapi lama kelamaan semua itu menjadi beban hidup yang selalu Lisa pikirkan. Apalagi ada salah satu wanita cantik yang kini sedang gencar mendekati Farhan.
Gadis itu bernama Sasha, ia adalah sepupu kembar Reyno yang memutuskan pulang ke Indonesia setelah selesai menamatkan S2–nya di New York Univercity. Gadis itu sudah tidak asing lagi di mata Farhan karena dulunya mereka sering dijodoh-jodohkan.
Selain itu, Gadis yang umurnya sama dengan Reyno juga sangat mengagumi kepribadian Farhan sejak SMA. Kini ia menjabat sebagai sekretaris Farhan di Revical Grup. Lebih dekat selangkah dalam memulai tujuannya.
Sasha terkenal sebagai gadis barbar yang bisa mengatakan hal apa pun sesuka hatinya. Terutama saat ia meminta Lisa menyuruh Farhan menjadikannya istri kedua.
Dengan kejinya Sasha mengatakan bahwa ia bisa memberikan keturunan dalam waktu dekat. Tidak seperti Lisa yang ambigu dan membuat Farhan menunggu.
'Kak Farhan itu adalah incaranku sejak SMA! Semua keluarga kami tahu bahwa aku sangat menyukainya. Aku benar-benar tidak menyangka, kenapa kak Farhan mau menikahi wanita jelek yang susah punya anak sepertimu. Tapi tenang saja, cepat atau lambat om Haris pasti akan menikahkanku dengan kak Farhan jika kamu tidak hamil-hamil juga, Lis.'
Kalimat itu terus membayangi pikiran Lisa. Sejak ia kehilangan bayi dan dinyatakan sulit hamil lagi karena rah*mnya sempat terinfeksi pasca melahirkan, Lisa memang berubah total dan suka termurung saat sendiri. Meski sudah dinyatakan sembuh, namun dampak sulit memiliki keturunan adahal hal yang harus dia terima.
Kata dokter memang masih bisa hamil lagi. Hanya saja keduanya harus sabar menunggu karena efek samping dari terinfeksi itu memang lama.
*
*
*
Buru-buru Lisa mengelap air matanya. "Aku gak papa. Cuma mataku perih banget, kayak aku kelilipan kotoran, nih! Kamu kok balik lagi?" tanya Lisa gelagepan. Tidak berani melihat wajah Lisa sama sekali.
"Ponselku ketinggalan. Makannya balik lagi." Kepura-puraan Lisa tidak membut Farhan serta merta percaya. "Jangan Coba berkilah atau membohongiku. Katakan kamu kenapa?"
Pria itu melangkah cepat, menghampiri Lisa dan langsung memeluk wanita itu seerat mungkin. "Apa yang sedang kamu pikirkan, sih? Jangan membuatku marah. Ingat ini hari apa?"
"Eump!" Lisa semakin gugup. Karena ini adalah pertama kalinya ia kepergok nangis tanpa alasan jelas di depan Farhan. Selama ini ia selalu berhasil menyembunyikan kesedihannya jika sedang bersama Farhan. Makannya tak heran jika pria itu kaget saat melihat istrinya tampak beda.
"Apa ada orang yang menyakitimu? Katakan ...!"
"Engga ada, Mas!" Lisa menggeleng panik. Tidak mungkin ia bercerita bahwa ia sedang berada di titik minder karena belum dikaruniai seorang anak. Yang ada Farhan akan tambah marah jika tahu hal itu sampai terjadi.
"Lalu kamu kenapa?" Wajah Farhan sudah berubah pusing. Membuat Lisa merasa bersalah karena ia menyembunyikan hal besar di belakang Farhan.
"A-aku ... aku ..." Wanita itu terbata-bata saat mengatakannya.
"Aku apa?" tanya Farhan kemudian.
"Aku cuma lagi kangen sama anak kita, Refan." Lisa terpaksa berbohong mengenai apa yang ia sembunyikan. "Kalau dia masih ada pasti sudah bisa lari-lari ya, Mas."
"Mau bagaimana, Tuhan lebih sayang Refan. Maka dari itu Ia mengambilnya dari kita."
Seolah paham dengan kegundaan Lisa, pria itu berkata kembali. "Intinya jangan pernah memikirkan omongan orang lain, yang penting aku akan selalu berada di sampingmu dalam keadaan apa pun. Bukankah itu sudah cukup?."
"Em Mas ...." Lisa mendongak. Menatap Farhan lekat-lekat. Karena Farhan berkata peka seperti itu, Lisa jadi memberanikan diri mengutarakan isi hatinya.
"Maaf sebelumnya. Bagaimana jika kamu menikah lagi saja, Mas?"
Deeeer!
Bagai di sambar petir di siang bolong. Kira-kira seperti itulah ekspresi Farhan saat ini. Bibirnya kelu, otaknya buntu, tidak mampu menjawab kalimat gila yang keluar dari bibir Lisa.
***
Yang mau lanjut kasih hadiah poin kopi dan bunga tang dulu ya. Biar aku semangat. Makacih. Wkwkw.