
Entah mengapa, sejak kejadian orang salah paham dan menganggap Farhan adalah bapaknya Lisa—pria itu semakin tidak percaya diri menghadapi kenyataan. Pikirannya berkecamuk tidak jelas. Ia memikirkan apakah Lisa masih mau dengan Farhan ketika rambutnya sudah memutih nanti.
Duh ...
Tujuh tahun lagi, Lisa genap berumur tiga puluh tahun. Di mana wanita itu akan terlihat dewasa dan juga cantik. Tapi Farhan, tujuh tahun lagi pria itu mendekati usia tiga puluh sembilan. Yang mungkin saja rambutnya sudah memutih, dan Farhan akan menjadi kakek-kakek di saat Lisa sedang cantik-cantiknya.
Oh tidak! Bagaimana jika Lisa sampai berpaling? Lalu meninggalkan Farhan dan pergi bersama lelaki yang lebih perkasa darinya.
Farhan membanting tubuhnya ke atas ranjang selepas mengganti bajunya dari ruang ganti. Pria itu menghela napas berat, seberat ditimpa gunung es dua biji sekaligus.
Bisa-bisanya ia tidak memikirkan resiko sebesar itu. Di mana kelangsungan hidup Farhan semakin terancam. Diceraikan gara-gara tua dan lemah, sungguh memalukan bukan?
Di saat ia sedang melamun, Lisa keluar dari ruang ganti. Melangkah anggun dengan paha terbuka dan belahan dada rendah yang membuat jantung Farhan berdisko seketika.
Burung kenari milik Farhan langsung berubah jadi burung onta. Mengembang dan nyaris keluar dari kandangnya.
"Apa-apaan kamu?" Pria itu memalingkan wajahnya malu, tidak mau melihat Lisa yang mengenakan gaun malam seksi bermotif bunga daisy. "Apa kau ingin masuk angin. Ganti bajumu sekarang," gertak Farhan kesal.
"Ini malam Jum'at loh, Mas Al!" goda Lisa. Matanya berkedip, memberi kode-kode indah yang akan segera terjadi sebentar lagi.
"Memangnya aku peduli!" Farhan menarik selimut hingga seluruh wajahnya tertutupi. Demi apapun, Farhan harus bisa menahan diri dari godaan istri bermulut pedas itu. Ia tidak mau tergiur tubuh indah Lisa yang setara dengan racun sianida.
Jangan sampai ia menerkam wanita itu, lalu diejek karena pusakanya hanya bertahan tiga menit. Pokoknya jangan! Harga dirinya lebih penting dari pada sekedar aye-aye dengan Lisa.
Biarkan saja burung onta Farhan menderita, semua itu bukan salah Farhan, salahkan saja pada adek sialan yang tidak ada perkasa-perkasanya.
Sementara Lisa yang sudah berdandan cantik merasa tidak terima diabaikan. Tanpa ia sadar bahwa penghinaannyalah yang membuat Farhan undur diri dari dunia enam sembilan tujuh delapan.
Oh, demi Tuhan! Jangan pernah menanyakan pertanyaan seperti itu, Lisa! Farhan sungguh ingin menjamah tubuh indah itu. Menikmati setiap inci kulit mulus Lisa sepuas-puasnya. Namun apalah daya, tiga menit itu menghancurkan seluruh hidup Farhan beserta harga dirinya yang setinggi langit.
"Dasar suami menyebalkan!" Lisa meraih kaki Farhan. Menggigitnya kuat-kuat hingga pria itu meringis kesakitan.
"Hei, apa kau lapar? Mengapa menggigit kaki orang sembarangan." Farhan mendengkus. Lalu menjuntaikan kakinya ke lantai sambil ngoceh-ngoceh tidak jelas.
"Lebih baik aku tidur di kamar tamu saja," gumam Farhan pelan. Di mana Lisa dapat mendengar suara umpatan dari suaminya.
"What?" Lisa teriak.
Ditariknya tubuh Farhan hingga pria itu duduk kembali ke atas ranjang. Padahal Farhan berencana maraton nonton Spongebob untuk meredakan konaknya.
"Bisanya ya, istri sudah menggelar keset selamat datang, dan suami malah putar balik. Kamu pikir aku jalan buntu?" sungut Lisa kesal. Hidungnya mancungnya mengembang, matanya memerah menahan emosi.
"Aku pergi karena tidak ingin mengecewakanmu, tapi kalau kamu memaksa, aku tidak akan segan memakanmu sekarang juga." Farhan menarik lengan Lisa hingga tubuh wanita itu terhoyong, lalu jatuh ke pangkuan Farhan selayaknya adegan di dalam drama. Dengan jahatnya, tubuh Lisa menindih burung tiga menit milik Farhan yang sudah on fire sedari tadi. Menimbulkan rasa sakit sekaligus sesak.
Tanpa basa-basi lagi, Farhan menarik dagu Lisa hingga bibir mereka saling bersatu. Mata Lisa melotot, sedikit terkejut mendapat perlakuan se-hot itu dari si batu prasasti. Iyalah, kan sinyalnya sudah 5G sedari tadi karena ulah nakak Lisa. Dengan buasnya, Farhan mengaduk-aduk rongga mulut Lisa seperti bubur ayam. sesekali Farhan menghisap benda liat menggetarkan jiwa itu dan dilanjutkan dengan berkelana keliling kompleks bibir. Tak ada ampun sampai wanita itu kesulitan meraup oksigen ke dalam tubuhnya.
Farhan seperti bukan suami yang biasa Lisa kenal. Malam ini, gairah pria itu sangat luar biasa hebatnya. Terlihat dari kilatan hastrat membara yang terpancar dari manik mata coklatnya.
"Eummp." Lisa meracau dalam mata terpejam. Berusaha memberontak karena tak dapat mengimbangi kebuasan sang suami. Dalam sekejap, tangan Farhan berhasil merampas gaun malam Lisa hingga robek tak berbentuk. Wanita itu membiarkan tangan Farhan melepas kain penghalang yang menutupi bagian dadanya untuk terakhir kali. Terbukalah surga dunia yang selalu dipuja-puja oleh kaum lelaki. Indah, kenyal, mirip seperti squisy impor dari luar negeri.
***
Kasih Vote donks.