
Holla. Ada yang kangen sama aku gak? Apa kabar semua? Semoga mentemen selalu diberikan kesehatan ya ...
Sini peluk dulu.
Setelah sekian lama, akhirnya aku bawa cerita baru di noveltoon dan mangatoon. Cerita yang keren, hits, bikin meleh, dan dijamin tidak ada limanya ....
wkkwkwk.
Cuss baca. JUDULNYA :
...Misteri Kehamilan Jesslyn...
INI BLURBNYA.
Malam sunyi tanpa bintang. Seorang gadis tengah menangis sendiri di tepi pantai, hanya ditemani angin malam dan deburan ombak yang semakin kencang menerpa permukaan karang.
Hawa dingin yang sejak tadi menusuk kulit tak dirasakan. Bahkan andai ada ombak besar membawanya ke permukaan laut, itu jauh lebih baik daripada hidup dalam kubangan luka seperti ini.
"Brengsekkkk! Semua pria memang sama saja! Mereka mahluk sialan yang tidak seharusnya hidup!" maki gadis itu semakin meracau tidak jelas efek alkohol.
Sejak tadi Jesslyn terus menjerit dalam keterpurukan. Hatinya remuk dan hancur tatkala ia mengingat kejadian beberapa jam lalu. Saat ia menyaksikan sendiri kekasihnya tengah bertelanjang badan dengan seorang wanita di kamar kosnya.
Jesslyn tak menyangka bahwa hari ini menjadi hari paling sial untuknya. Yang lebih sial lagi, kekasihnya yang sangat dicintai itu tidur dengan sahabat dekatnya sendiri.
Dalam waktu yang sama Jesslyn merasa ditikam dari arah depan dan juga belakang.
Tanpa basa-basi, saat itu juga Jesslyn langsung pergi meninggalkan kosan Andri. Apa yang ia lihat sudah lebih dari cukup menjelaskan bahwa pacar Jesslyn dan sahabatnya adalah manusia biadab tak berperasaan.
Maka di sinilah Jesslyn sekarang. Duduk di tepi pantai ditemani seribu kesunyian. Ada dua botol wine yang sengaja ia beli sebelum perjalanan ke sini. Satu botol wine sudah habis dan cukup menenangkan hati Jesslyn. Satu lagi masih di tangan, hanya sisa setengahnya karena Jesslyn meminum wine itu nyaris tanpa jeda.
Duar ...
Duar ...
Duar ...
Suara kilat dan petir mulai terdengar menyambar-nyambar. Seoalah mereka saling bersautan dengan ombak yang semakin tinggi menerjang karang. Jesslyn yang sudah tak memiliki daya sama sekali memutuskan untuk tidur di pantai itu sampai pagi—berharap ada ombak datang menyeret tubuhnya biar mati sekalian.
"Eugh!"
Tepat tengah malam, Jesslyn merasa tubuhnya seperti ditindih sesuatu. Ia mencoba sebisa mungkin untuk membuka mata. Namun, kepalanya terasa sangat berat, otaknya tak mau diajak bekerja sama untuk membuka mata. Jesslyn berusaha sekeras mungkin sampai matanya berhasil terbuka setengahnya.
Sebuah cahaya menyilaukan menghantam wajah Jesslyn saat ia membuka mata. Seorang pria tampan yang pastinya hanya ada dalam dongeng muncul di balik cahaya itu.
Ah, ternyata ini hanya mimpi, batin Jesslyn. Ia pun menarik pria itu ke dalam pelukannya semakin dalam. Jesslyn dapat merasakan betapa indah lelukan tubuh pria itu walau dalam mata terpejam. Ia memeluknya semakin dalam, dan pria itu melakukan hal yang sama.
Ilusi efek alkohol yang Jesslyn minum benar-benar terasa nyata. Bahkan segala sentuhan yang diberikan pria itu seolah benar-benar sedang ia rasakan.
Jesslyn menjerit. Meracau tidak karuan sambil menjambak rambut kepala pria tampan itu sekuat tenaga. Malam penuh ilusi itu serasa menjadi adegan nyata yang indah bagi Jesslyn.
Hingga pagi menjelang subuh, Jesslyn membuka mata dengan senyuman. Pakaian ditubuhnya masih rapi. Letak tidurnya juga tak berubah dari sejak pertama kali ia berbaring. Menandakan bahwa semalam ia memang benar-benar mendapat pengalaman mimpi erotis bersama seorang pria dari negeri khayalan.
"Ah, hatiku sedikit lebih baik gara-gara mimpi itu!" Jesslyn memeluk tubuhnya dengan bangga. Ia mengecek bagian segitiga milikinya untuk memastikan sekali lagi bahwa yang tadi malam hanyalah mimpi.
"Sip!" Tidak ada darah sama sekali. Miliknya juga tidak terasa perih—yang artinya ia tidak habis melakukan one night stand dengan siapa pun, dan dipastikan tidak ada orang yang datang karena lokasi yang Jesslyn datangi sangat terpencil.
Kisah pun dimulai .....
***