
Seketika wajah Lisa merona. Ia sungguh tidak percaya bahwa Shea memiliki sisi barbar di balik wajah kalemnya. Sampai penasaran ingin tahu kehebatan gagang gayung suaminya.
"Memangnya kenapa, She?"
"Aduh … maaf Lisa, tolong jangan tersinggung. Aku hanya penasaran saja. Kamu 'kan tahu sendiri, kalau suamiku pernah ditolak Helena gara-gara lebih memilih Farhan yang katanya lebih perkasa. Jadi aku penasaran karena hal itu."
Lisa memasang wajah sedih ala drama ikan diskoan. Matanya menatap Shea lekat, mengunci pandangan wanita itu agar lebih serius mendengarkan curhatannya.
"Tidak semua yang dilihat orang itu sesuai dengan apa yang mereka pikirkan Shea. Jika Helena tahu seperti apa kehebatan suamiku Farhan, mungkin dia akan jungkir balik di tengah lapangan sambil nangis-nangis," ujar Lisa penuh keyakinan.
Dahi Shea mengkerut-kerut tidak paham. Merasa bingung dengan penjelasan Lisa yang terdengar ambigu. "Kenapa dia harus jungkir balik, Lisa?"
Wanita itu terkekeh geli melihat wajah polos Shea yang semakin penasaran. "Karna aku seperti itu, di malam pertama kami saat menikah. Aku ingin menjerit sekencang-kencangnya di tengah lapangan. Kau tahu, Shea? Keperawananku yang selalu kujaga selama 23 tahun amblas ditelan durasi tragis. Tiga menit … Aku tidak akan pernah melupakan peristiwa tragis itu seumur hidupku."
"Tiga menit? Jadi suamimu hanya mampu bertahan tiga menit?" Shea ternganga tak percaya. Bola matanya nyaris copot, sampai Lisa tidak paham dia sedang terkejut apa menghina. Dua kemungkinan itu terlalu masuk akal soalnya.
Lisa mengangguk tanda mengkonfirmasi. "Ya tiga menit, lebih pendek dari durasi lagu dangdut," jawab Lisa agak nyeleneh. Wajahnya yang jenaka membuat Shea masih setengah tidak percaya.
"Mana mungkin Lis. Bukannya aku mengagumi suamimu, tapi aku akui tubuh suamimu sangat bagus dan terlihat perkasa."
"Yaps! Benar sekali, tubuh Farhan Budiman memang menipu. Ibarat cangkang telur saja. Tapi hasilnya sangat mencolok mataku sampai aku mogok membaca novel halu tentang CEO perkasa yang kaya raya. Nyatanya, suamiku tidak sama dengan yang ada di cerita-cerita."
Keseriusan dari ucapan dan wajah Lisa membuat Shea percaya. "Pasti kamu sangat kecewa ya, Lis?"
"Bukan kecewa lagi, jiwa psikopatku langsung ngamuk. Ingin menyunati barang bobrok suamiku sampai habis."
"Tapi sekarang gelar tiga menit itu sudah punah. Sejak dibawa ke klinik Mister Tong Jay, barang bobrok suamiku bisa normal kembali. Katanya, karena tidak pernah dipakai sampai 32 tahun lebih, kualitas milik suamiku jadi menurun. Apalagi dia masih original. Jadi perlu diservis biar gak gampang muntah pelangi."
"Buahahaha ...." Shea tergelak kencang sekali. "Ya ampun Lisa, kamu kualat nanti sama suamimu, tapi tidak apa, yang penting sudah diservis."
Air mata Shea sampai mengalir karena kebanyakan tertawa. Demi apapun, bertemu dengan Lisa membuat giginya mendadak kering.
"Iya, sudah 30 menit ke atas. Lumayan, aku sudah bisa merem melek sekarang. "
"Ya ampun! Hentikan Lisa, kasihan pipiku diajak senam terus dari tadi." Shea menyeka air matanya yang sudah banjir tawa. Menurut Shea mulut Lisa sangat pedas, setara dengan sambal setan yang viral itu.
"Tapi ngomong-ngomong seperti apa rasanya bercinta dengan durasi tiga menit ya? Aku yang main cepat karena takut El bangun saja belum pernah sesingkat itu."
"Rasanya ya ...?" Lisa memutar memori otaknya dulu. Membuat Shea semakin penasaran karena dibuat menunggu. "Seperti tutorial makan oreo, diputar, dicelupin, END!"
"Buahahaha ...." Shea tergelak kencang sampai baby El yang sudah pergi ke alam mimpi ikut menjadi korban. Bayi itu terperanjat dengan tangan mengepang ke udara.
Detik berikutnya, sudah tidak dapat dijelaskan menggunakan kata-kata. Mungkin Shea sudah pingsan karena terlalu banyak tertawa dengan tubuh setengah kelojotan.
...***...
...Jangan lupa mampir di novel My Perfect Dady ya, biar kalian kenal Shea yang polos....
...Votenya g boleh ketinggalan. 5 bab aku crazy up hari ini. Yee...