
Data-data di dalam dokumen itu membuat mata Rico membelalak sempurna. Ini berhubungan dengan kasus Reyno dan Jennie di masa lalu. Tentang sebuah video viral yang mereka lakukan hingga akhirnya kedua bocah itu dinikahkan.
Ternyata, Wicaksono sangat berperan penting dalam rusaknya masa depan dua bocah itu. Hanya karena bisnis, Wicaksono membuat giringan opini publik besar-besaran untuk mem-viralkan video itu besar-besaran.
Memang jika diingat lebih dalam, perusahaan tuan Haris pernah goyah karena sebagian pemegang sama menarik sahamnya pada masa itu. Makannya beliau segera menikahan Reyno dan Jennie demi meredakan gosip yang beredar di luaran sana. Karena mengelak pun percuma jika sesuatu sudah masuk ke dalam opini buruk masyarakat.
Semua itu sudah berlalu, tapi Rico masih ingat betul saat Revical Grup terancam bangkrut. Ia dan Farhan mati-matian mempertahankan pemegang saham pada kalai itu. Rico juga tahu banyak pihak-pihak yang mencari kesempatan untuk menjatuhkan. Akan tetapi Rico sungguh tidak menyangka bahwa Wicaksono ikut ambil bagian dalam peran yang penting di kasus ini.
"Kau sungguh iblis yang kejam Wicaksono!" Rico membanting dokumen itu ke sembarang arah. Tatapan tertuju lurus seperti panah.
Mengunggingkan senyum jahat, Wicaksono membalikkan ucapan Rico lebih pintar. "Jika aku iblis, kau adalah anak iblis, Rico. Karena kau lebih kejam, kau masuk ke perusahaan musuh ayahmu hanya untuk sebuah dendam yang seharusnya tidak ada, bukankah itu jahat?" ujar Wicaksono sambil melepas senyum kepedihan. Nada suaranya yang satir bercampur getir terkesan menjatuhkan lawan main di depannya.
"Cih!" Rico berdecak jijik. "Jadi apa kau ingin mengancamku dengan trik dan cara yang sama untuk kedua kali?"
Wicaksono bertepuk tangan. "Benar sekali, Anakku. Kau hanya memiliki dua pilihan, kembali ke perusahaan ayahmu dan mengikuti peraturan yang ada, atau melihat boss kesayanganmu hancur karena satu-persatu orang kesayangannya akan kubuat menderita."
"Anda sudah gila, Wicaksono!" teriak Rico murka. Tangannya mulai bergetar, bukan karena takut, melainkan ia jijik memiliki ayah berotak psikopat seperti Wicaksono.
"Bagaimana aku tidak gila, anakku satu-satunya pergi dan memilih bergabung dengan perusahaan yang sudah menjadi musuh Burning Sun sejak lama. Untuk apa semua harta yang kumiliki jika bukan untuk penerusku?" Wicaksono menatap Rico dengan putus asa.
Lalu Rico menjawab sesuai dengan kronologisnya, "Aku pergi karena keegoisanmu, Ayah!" Kali ini Rico menyebut nama panggilan itu. Sebuah panggilan mutlak yang membuat hati Rico berdarah dan bernanah saat mengucapkannya.
"Berhentilah membuat dendam diantara ayah dan anak."
Wicaksono meraih map coklat yang sudah ia siapkan sejak lama di atas nakas, lalu mengulurkannya pada Rico. "Kembali dan perbaiki semuanya. Kau memiliki waktu satu bulan untuk memikirkan keuntungan dan resikonya. Gunakan kesempatan itu baik-baik, jangan sampai tercipta drama sedih dan penyesalan dulu baru kau mau bergabung. Ah ya, kulihat Farhan tampak berbeda sejak memiliki anak asuh dan istri yang cantik." Kalimat itu sengaja disebut, agar Rico paham siapa incaran Wicaksono selanjutnya.
Brakk!
Pintu VIP itu menjadi sasaran empuk atas amarah yang tak terkontrol. Rico melangkah kasar semakin jauh. Beberapa kali ia meninju udara sampai akhirnya Rico berhasil menghempaskan tubuhnya di kursi kemudi. Pintu mobilnya pun ikut menjadi amukkan seorang Rico.
"Bedebah!" Rico membanting dokumen itu ke kursi samping. Ia menjambak rambutnya sekuat tenaga sambil menghantamkan kepalanya pada setir mobil.
Kau benar-benar gila dan mengerikan, Ayah.
Tatapan Rico tanpa arah. Hatinya benar-benar dipenuhi amarah hingga ia tidak mampu berpikir jernih lagi. Ia tidak mau berpisah dengan Farhan dan kembali pada perusahaan ayah gila itu, tapi jika Rico tidak melakukan itu, keselamatan nyawa Lisa dan si kembar bisa terancam.
Ayahnya benar-benar paham titik kelemahan Rico sampai bagian terinci. Pria iblis itu bahkan menggunakan orang terpenting Farhan hanya untuk sekedar mengancam anaknya.
Dua pilihan yang sulit di depan mata. Hingga akhirnya Rico memilih berkorban demi keutuhan Farhan dan keluarganya.
***
...Tiga hari gak nulis, kamu ngapain aja si, Thor?...
...Aku: Komentarin aku gosip sama cek IGnya Dayana setiap hari, udah turun berapa followeranya. Wkkwkw. Catet. Aku gak pindah! Masih nulis di sini dan bahkan sudah ada yang baru. Tunggu ya, bonteng cihuy up siangan ...
...Menikah Suka Rela Karena Korona...
...BTW, kasih bunga yang banyak dong.🤣...