HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
Bab : 50 (Season 2)



Tanpa sepengetahuan Farhan atau pun Lisa, dua bocah itu mengemasi sebagian barang-barang pentingnya. Tidak terlalu banyak, hanya baju dan beberapa alat sekolah yang mampu mereka bawa. Mereka takut para pengawal dan supirnya curiga jika sampai membawa barang terlalu berlebihan.


Tepat pukul tujuh pagi, mobil yang di tumpangi Cello dan Cilla melaju ke kediaman bunda Lynda dan Hermawan. Cilla dan Cello tampak sedih meninggalkan rumah yang sudah mereka tinggali selama 3 tahun belakangan ini.


Tanpa mereka sadari air matanya jatuh menetes seiring dengan kenelangsaan yang merundungi hati. Dadanya begitu sesak saat harus berpisah dengan orang tua asuh yang sangat mereka sayangi selama ini. Keduanya saling menggenggam umtuk menguatkan satu sama lain agar tetap tegar menghadapi cobaan ini bersama-sama.


Mereka tidak membenci perubahan sikap acuh tak acuh Farhan, hanya saja mereka merasa bahwa ini adalah saatnya untuk melepas Farhan dan Lisa agar bahagia bersama keluarga kecilnya. Keduanya sadar bahwa selama ini selalu merepotkan hidup orang tua asuhnya, mereka tidak ingin Farhan dan Lisa jadi susah karena harus membagi perhatiannya ke sana ke mari.


Cilla dan Cello adalah anak yang cerdas akan kepekaannya terhadap lingkungan. Jelas ia tidak akan mau berada di samping orang yang sudah tidak peduli lagi kepadanya.


Begitu sampai di kediaman kakek dan neneknya, mereka langsung disambut dengan suka cita. Bunda Lynda sempat menanyakan Farhan dan Lisa, namun si kembar menutupi dengan berkata bahwa ayah dan bundanya sedang sibuk di rumah. Padahal saat berangkat tadi Lisa masih tidur, sementara Farhan sudah berjibaku dengan beberapa dokumen di ruang kerjanya.


Hingga beberapa jam kemudian bunda Lynda merasa janggal saat melihat si kembar menata beberapa buku pelajaran dan baju seragam di kamar yang telah di sediakan khusus olehnya.


Mereka berkata bahwa ingin menginap di rumah nenek beberapa hari. Namun, wajah ceria yang tak tampak sejak pertama mereka datang membuat bunda Lynda mendesak anak itu agar berkata jujur dan segera mengungkapkan apa yang sedang terjadi sebenarnya.


Dan tercenganglah bunda Lynda saat mendapati kebenaran yang diceritakan oleh si kembar. Mereka menangis terisak-isak dan berkata enggan mengganggu kehidupan Farhan dan Lisa yang sudah bahagia di matanya.


Bunda Lynda yang mendengar cerita kedua pun ikut menangis. Ia bisa merasakan betapa hancurnya hati si kembar saat ini. Menurut kesimpulan yang bunda Lynda tarik, dua bocah itu sengaja menyingkir sebelum hidupnya berakhir terbuang.


*


*


*


"Bunda ingin bicara denganmu, ayo masuk!" sergah wanita paruh baya itu sebelum sempat Farhan menyapanya.


Farhan mengernyit bingung. "Ada apa Bun? Apa si kembar membuat ulah di sini? Di mana mereka?" Netra hitamnya menatap ruang tamu yang tampak sepi dan dingin tak seperti biasanya.


"Tidak usah menanyakan si kembar. Mereka tidak berbuat ulah, tapi kamu yang berulah!" Sambil berjalan ke ruang keluarga dengan angkuh. Di mana Farhan mengikuti langkah wanita paruh baya itu dengan perasaan ketar-ketir.


Pria itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Ia mencari-cari keberadaan anak asuh yang biasanya selalu cerewet jika Farhan datang. Nahas tak ada lagi suara si kembar. Mereka masuk ke dalam kamar lantaran segan terhadap Farhan.


Bunda duduk di samping suaminya Hermawan yang tengah menyesap kopi. Farhan yang hubungannya sudah cukup baik dengan Hermawan segera menyalaminya. Lantas beralih mencium tangan bunda yang sejak tadi terlihat dingin dan tidak ada ramah-ramahnya sama sekali.


"Duduklah," perintah bunda datar.


Farhan duduk dengan mata yang terus menatap ayah bundanya secara bergantian. "Sebenarnya ada apa si bunda?" Masih tidak mengerti di mana letak salahnya. Membuat bunda murka dan ingin menampar wajah anak itu sekarang juga. Sebagai seorang nenek yang sangat mencintai cucunya, Lynda benar-benar sakit hati dan tidak terima melihat cucunya diperlakukan seperti itu oleh Farhan.


Cilla dan Cello adalah anak-anak yang sangat berharga baginya. Jika Farhan tak mampu lagi merawat mereka, tak seharusnya pria itu bersikap tak baik kepada dua bocah berhati sensitif itu.


Luka di hati Lynda sedang menganga lebar saat ini. Apa pun alasan yang Farhan berikan kepadanya nanti, tak akan membuat wanita paruh baya itu mudah luluh begitu saja.


***


Sedikit dulu ya, masih belum semangat aku tuh.😭😭. Makasih untuk temen-temen yang sudah kasih vote dan hadiahnya. Semoga nanti bisa up lagi dengan secepatnya.