HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
Bab 32 : (Season 2)



Kedatangan Rico yang tiba-tiba menjadi penyemangat tersendiri bagi Farhan. Namun, sepertinya sang waktu sedang tidak mendukung kehadirannya saat ini. Terbukit saat ia baru saja duduk di ruang tamu, terdengar suara berisik dan gelas kaca yang dibanting-banting bersama teriakan Lisa yang menggema dari dalam kamar.


"Apa aku salah bertamu?" Rico melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 11 malam. Memang salah sih! Tapi kalau tidak ada hal penting, ia mana mungkin mau ke rumah Farhan tengah malam begini.


Ini adalah kabar gembira setelah sekian lama.


Rico ingin Farhan segera menandatangani proposal kerja sama kecil-kecilan antara Revical Grup dan Burning Sun. Karena setelah dua tahun lebih, Rico baru bisa menyatukan dua perusahaan musuh itu dan berakhir dengan bekerja sama. Meski masih sedikit berselisih, namun kerja sama ini bisa menjadi langkah yang baik untuk dua perusahaan itu ke depannya.


Setelah setengah jam membuat Rico menunggu, akhirnya Farhan keluar kamar dengan pelipis yang sedikit benjut akibat dipukul menggunakan punggung gelas oleh Lisa. Pria itu segera menghampiri Rico yang duduk tak santai di ruang tamu seolah sedang berjemur di pulau pribadi miliknya. Tanpa rasa sungkan, ia menikmati hidangan yang ada di depan matanya.


"Kamu keluarnya cepet lagi, kah?" sergah Rico sambil meneliti curiga. Mata memandang penuh ke arah pangkal paha bawah milik pria itu penuh penekanan.


Farhan mengernyit heran. "Apanya yang cepet?"


"Itu ... maksudku, apa kamu keluarnya kecepatan lagi sampai diamuk Lisa?" Rico tersenyum geli teringat masa tiga menit beberapa tahun lalu. Mulut yang rombeng tak bisa dikondisikan kalau sudah menggoda seorang Farhan. Karena bukan atasan dan bawahan lagi, jadi Rico lebih leluasa menghakimi Farhan dengan mulut soaknya.


"Tiga menit! Hahaha." Dia tertawa lepas.


"Sembarangan saja!" gerutu Farhan, kesal. Pastinya ia slalu bertahan dengan ekspresi wajahnya yang kaku.


"Lantas kenapa istrimu tiba-tiba mengamuk kalau bukan keluarnya kecepetan?"


"Bisa tidak otakmu didaur ulang saja! Menjijikkan!" Farhan mengkeritik dengan muka merah bersungut-sungut. Kemudian ikut duduk bergabung dan membaca surat perjanjian yang mapnya tergeletak di atas meja.


Seolah tidak peduli. Rico berkata lagi. "Makannya Han, usahakan puaskan istri dulu sebelum memulai adagan jungkir balik. Jadi tidak ada acara malam Selasa yang tertunda! Kalau sudah seperti ini 'kan kamu yang rugi, jatah gagal, ditambah baku hantam pula!"


"Apaan, sih?" bentak Farhan lagi. Ia sudah selesa membaca, tinggal membubuhkan tanda tangan saja. "Sudah kubilang istriku marah bukan karena itu!"


"Lalu karena apa?"


"Istriku sedang hamil."


"Hah, serius?" Rico membola penuh binar. "Aku turut senang mendengarnya." Akhirnya si tiga menit mencetak gol lagi, lanjutnya dalam hati.


"Terima kasih."


"Lalu tadi kenapa? Kok Lisa bisa marah-marah begitu?"


"Dia marah karena aku belum bisa menepati janjiku. Dia bilang ingin sekali bertemu dengan Zian! Tapi kamu tahu, pria itu sulit sekali ditemui. Letak keberadaannya pun aku tak tahu. Semenjak lulus kuliah, aku sudah jarang sekali bertemu dengannya," ujar pria itu.


"Zian yang kamu maksud Maliq, 'kan?" tanya Rico memastikan lagi.


"Ya, siapa lagi?" Farhan sudah membubuhkan tanda tangannya. Ia menutup map penting itu dan menyodorkannya ke arah Rico.


"Aneh ya ... orang nyidam memang seperti itu. Dulu istriku juga mendadak tidak suka game saat sedang hamil."


Sedikit info, sekarang hubungan Rico dengan petasan banting sudah layaknya manusia normal. Mereka mulai terikat satu sama lain sejak Beby berhasil merenggut keperjakaan Dipsy dengan kekuasaannya.


"Hmmm." Farhan menjawab tanpa kata. Ada jeda sesaat di mana semuanya hanya saling menghela memikirkan hidupnya masing-masing.


"Ngomong-ngomong bagaimana Kabar Lala?" Farhan memangku satu kakinya di atas paha. Lantas melipat kedua tangannya sambil bersandar santai.


Lala adalah anak kandung buah cinta hasil eksperimen Rico dan Beby. Mereka melakukan satu kali dan langsung jadi bayi.


Sebagai penghargaan atas maha karya dan pecapaian Dipsy yang luar biasa, akhirnya Rico memberikan nama Lala pada anak semata wayang kesayangannya.


Rico menjawab pertanyaan Farhan dengan suara berat menuju frustrasi. "Dia baru bisa berjalan. Tadi aku tak sengaja melepas dan membuat anak itu jatuh. Beby langsung mengamuk dan jatah malamku hangus dua minggu," ujarnya.


Farhan tertawa geli. "Sebentar lagi Dipsymu yang akan habis masa aktif," selorohnya.


Sebenarnya nasib Farhan juga sama menyedihkannya dengan Rico.


Berbeda jauh dengan hamil pertama Lisa, kali ini Farhan tidak dianjurkan menyentuh istrinya oleh Sashi selama kurang lebih tiga bulan.


Kandungannya yang sedikit lemah dan pernah mengalami riwayat prematur, membuat wanita itu rentan akan ancaman keguguran kedua. Kata Sashi Lisa tidak boleh terlalu sering mengalami rangsangan dulu, takut bayinya terganggu.


***


Side story:


Farhan naik ke atas ranjang setelah dirasa Lisa sudah terlelap dalam tidurnya. Ia melingkarkan tangannya dengan pelan dan penuh kehati-hatian.


Sudah tidur rupanya. Dia membenamkan kepalanya dengan berani di punggung Lisa karena tahu anak itu tidak akan bangun. Tangannya meraba perut, bergumam pelan seraya pura-pura menyapa dedek bayi di dalam sana.


Pinjam sebentar ya. Mulai bergerak naik lagi, kali ini sudah mendarat di atas benda imut-imut menggemaskan favoritnya. Dia mainkan sesuka hati tanpa sadar bahwa si gagang gayung sudah mulai berkumandang tanda menegang.


"Sialan. Bisa-bisanya aku lupa kalau jatahku sedang dinonaktifkan dulu."


Dan kamar mandi menjadi pelampiasan Farhan untuk pertama kali seumur hidup. Si calon presiden dan gubernur hanyut bersamaan dengan tombol closet yang ditekan sebanyak tiga kali oleh pria itu.


Akhirnya aku merasakan masa ini. Padahal saat muda saja aku tak pernah melakukannya.


***


Dukungannya dong, jangan pelit-pelit. Kopi bunganya taroh sini aja. Jangan di novel baru. Trims ... trims ....