
Tiga menit?
Leher Felix mendadak tercekat. Dadanya naik turun dengan jantung bergejolak hebat. Masih terbengong-bengong di depan kamar Shea, Felix menyilangkan kakinya agar jangan ngompol di celana.
Ya Tuhan, aku tidak percaya pria arogan itu hanya ....
"Akhp!" Felix menutup mulutnya sebisa mungkin. Ia segera berlari seperti orang kesetanan, pria itu langsung mengurung diri di kamar mandi.
Cukup lama Felix berada di sana. Ngakak-ngakak seperti orang gila sambil memukul-mukul tembok. Tubuhnya Felix terus bereaksi, tawanya tak mau berhenti seperti orang kesambet jin penunggu kamar mandi.
Tadi, saat Bryan menyuruh mengintip Shea dan Lisa di kamar untuk memastikan mereka sedang apa, kuping Felix tak sengaja mendengar curhatan Lisa tentang durasi tiga menit itu. Tanpa melanjutkan acara menguping percakapan mereka berikutnya, Felix langsung pergi ke kamar mandi karena sudah tidak kuat. Pria itu nyaris mati lemas karena terlalu banyak tertawa. Bagian celananya sedikit basah akibat terkencing-kencing mendengar berita spontan itu.
Aku yakin, kamu akan menyesali separuh hidupmu jika tahu kelemahan Farhan, Bry. Felix kembali ke taman belakang. Menuju gazebo di mana Farhan dan Bryan sedang menunggunya.
"Dari mana saja kamu?" sungut Bryan kesal. Ia sengaja menikmati koleksi anggur bermerk petrus 1993 milik Felix agar pria itu marah. Namun, Felix sama sekali tidak peduli melihat anggur mahal koleksinya nyaris habis oleh dua orang itu.
Breaking news tiga menit jauh lebih berharga daripada anggur itu. Pikir Felix.
"Aku habis dari kamar mandi," jawab Felix. Pria itu mengalihkan pandangannya kemana pun asal tidak melihat Farhan. Ia tidak mau mati tragis karena terlalu banyak tertawa. Apalagi Felix belum menikah.
"Aku menyuruhmu mengintip Shea dan Lisa untuk memastikan kegiatan kita aman. Kenapa kamu jadi main solo di kamar mandi?" sergah Bryan kesal saat melihat celana Felix agak basah. Tangannya menuding-nuding pria itu dengan gelas anggur kosong.
"Siapa yang main solo? Tidak berkelas sekali. Seperti wanita sudah punah saja," oceh Felix tidak terima. Ia mengambil posisi duduk agak membelakangi Farhan agar jangan sampai melihat wajahnya. Takut tawa Felix lepas lagi kalau melihat wajah datar Farhan.
"Cepat minum!" Bryan menyodorkan segelas anggur ke hadapan Felix. Dia meminumnya secepat kilat agar cepat lupa dengan peristiwa tiga menit itu.
Tak cukup segelas anggur, Felix meraih sebot wine dengan kadar alkohol tinggi. Ia meminumnya dengan tegukkan cepat agar segera melupakan peristiwa tiga menit tragis itu.
Otak Felix memang jahanam, tapi ia tidak mau merusak acara malam ini dengan berita panas tiga menit si batu bernapas. Biarlah Bryan tahu sendiri dari istrinya. Semoga saja ia tidak ingin mengakhiri hidupnya karena berita Farhan.
Sesaat meminum anggur, mulut Felix mulai meracau, walaupun sebenarnya kesadarannya masih lumayan penuh. "Apa kalian ingat jika dulu Helena menolak Bryan karena Bryan yang terlihat tidak perkasa? Dan dia lebih memilih Farhan yang lebih perkasa," ucapnya.
Bryan langsung mendengkus kesal saat Felix mengingatkan kejadian pertengkarannya dengan Farhan dulu. "Mau apa kau mengungkit masa lalu di acara bahagia kita?" Pria itu mulai sensitif akibat pengaruh alkohol yang mulai bereaksi.
"Karena aku sudah banyak meniduri wanita, jadi aku yang paling hebat pastinya," jawab Bryan. Shea adalah bukti nyata bahwa dirinya sangat perkasa.
"Oh ... ya?" tanya Felix memastikan. Dia beralih pada Farhan. "Kamu? Seberapa hebat dirimu tuan Farhan?" Felix menatap Farhan sambil menahan tawa, tapi dia menahannya karena ingin tahu jawaban Farhan.
"Aku tidak suka membahas hal seperti ini," jawab Farhan datar.
Felix semakin terpancing ingin menggoda. "Ah, payah! Katanya sahabat, masa hal seperti itu saja ditutup-tutupi," pancing Felix. Bibirnya menyungging tipis ala Red Devil.
"Aku tidak pandai dalam hal seperti itu. Tapi aku bisa mempelajarinya," jawab Farhan jujur seratus persen.
Felix memajukan bibirnya kecewa. Farhan terlalu jujur dan lurus, membuat ia yang ingin menggodanya jadi kehabisan kata-kata. Yang Felix harap, Farhan akan menyombongkan dirinya seperti Bryan. Jadi Felix memiliki bahan amunisi untuk membully Farhan kedepannya.
Bryan menuangkan anggur ke dalam tiga gelas. Lalu menyodorkannya pada Farhan dan Felix "Sudah kubilang, aku yang paling hebat. Kalau tidak begitu, mana mungkin Farhan meminta tutorial video tengah malam. Hahaha." Bryan tergelak sambil membanggakan dirinya.
Felix teringat bagaimana dirinya juga ikut memberikan vidio aneh pada Bryan. Namun, Felix berfikir bahwa Farhan meminta video itu untuk menambah durasinya. Sedikit geli juga, karena umur Farhan tidak cocok lagi melihat tutorial seperti itu. Koleksinya saja sudah Felix miliki sejak remaja.
"Ya, semoga Vidio itu membantumu," imbuh Felix.
"Sangat membantu sekali," jawab Farhan ketus. Ia jadi teringat peristiwa memalukan itu. Gara-gara terlalu fokus mempelajari video tutorial dari Bryan, gagang gayung milik Farhan jadi mabok duluan. Alhasil, benda itu muntah-muntah di depan wahana sebelum Lisa sempat mengajaknya main komidi putar.
Farhan tidak akan pernah lupa dengan ekspresi marah Lisa waktu itu. Ia bukan hanya malu, tapi merasa bersalah besar gara-gara mabok duluan sebelum perjalanan. Untung setelahnya, Farhan bisa mengendalikan mood Lisa hingga berubah baik kembali.
Malam semakin larut, mereka bertiga melanjutkan sepertiga malam itu dengan menghabiskan gelas demi gelas anggur yang dituang.
***
Writter by: Ana & Myafa.
Hello My Boss &
My Perfect Dady.