HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
Acara Pernikahan Rico.



Dengan paksaan luar biasa dan ancaman mematikan, akhirnya Farhan luluh dan mau diajak menghadiri acara pernikahan Rico. Untungnya Lisa masih memiliki video Farhan saat mabuk di tempat Bryan waktu itu, jadi dia bisa menggunakan video itu sebagai ancaman agar Farhan mau datang.


Dengan wajah kaku minim ekspresi, Farhan digandeng Lisa memasuki hotel di mana acara pernikahan Rico di gelar. Bunga-bunga mawar putih mendominasi tempat itu. Tampak mewah dan glamour dengan ratusan tamu undangan dari berbagai kalangan pejabat. Lisa mengedarkan pandangannya, mencari mempelai yang sepertinya belum naik ke pelaminan. Lalu ia kembali menatap sang suami yang membantu seperti dikutuk ibu Malin Kundang. "Jangan cemberut, Sayang. Ini pernikahan sahabatmu loh. Berbahagialah sedikit untuk menghormatinya. Setidaknya pasang ekspresi yang manis sedikit sepertiku." Lisa tersenyum geli pada suaminya.


Bibir ketus Farhan menjawab, "Aku memang selalu seperti ini." Tangannya sudah terlipat di depan dada. Membuat Lisa geram dengan kelakuan dingin pria itu. Sejak adegan terakhir itu, ini memang momen pertama kalinya Farhan dan Rico akan bertemu. Ada rasa kesal, sakit, dan juga rindu pastinya.


Lisa yang tak habis akal mencoba mencairkan suasana. "Sayang, aku haus. Bisakah kamu ambilkan air putih di tempat prasmanan?"


Dia menggoyang-goyangkan ponsel di tangannya. Sebuah isyarat bahwa video memalukan Farhan belum dihapus, dan Farhan harus menuruti kemauan Lisa atau bencana memalukan itu datang.


Dengan decakkan malas, Farhan melepaskan pegangan tangannya pada jemari Lisa. "Tunggu di sini," ujar Farhan datar.


Pria itu berjalan ke arah prasmanan. Mencari di mana letak minuman atau WO yang bertugas. Karena para pelayan sibuk mondar-mandir, akhirnya Farhan berinisiatif sendiri mengambil minumannya di meja prasmanan. Ia mengambil segelas air putih sesuai permintaan Lisa, dan mengambi minuman rendah alkohol untuk dirinya sendiri.


Tiba-tiba, matanya menangkap seorang gadis yang tengah menjajar rantang-rantang di atas meja prasmanan. Dengan tergesa-gesa, gadis itu memasukkan aneka makanan ke dalam rantang. "Ah, Tuan. Apakah Anda mau makan?" tanya gadis tak dikenal yang berdiri di samping Farhan.


Pria itu langsung waspada sambil jaga jarak. Farhan mengernyitkan dahi, tampak jijik melihat gadis itu.


"Pelayan akan datang dan mengisi makanannya lagi. Maaf, saya adalah korban kebanjiran yang butuh makan." Seolah takut makanannya diminta Farhan, gadis itu langsung memasukkan dua set rantang ke dalam ransel besar miliknya.


Ia mengaiktan ransel itu di pundaknya. Lalu menyeringai manis ke arah Farhan. "Selamat tinggal, Tuan Batu Bernapas. Sampai jumpa lagi di lain waktu."


Dia mengedipkan mata genit, lalu berlari kencang meninggalkan area prasmanan. Farhan sampai menohok melihat tingkahnya. "Acara macam apa ini? Kenapa bisa aku bertemu dengan tamu undangan seperti kampungan seperti itu?"


Tak mau pusing memikirkan tingkah gadis tak dikenal itu, Farhan segera kembali ke tempat Lisa menunggu.


*


*


*


*


Acara berlanjut, Rico dan gadis pilihannya telah sah menikah. Di mana Lisa dan Farhan masih bergeming tak percaya dengan sosok gadis yang dinikahi Rico. "Dia pernah mengejekku seperti bocah, tapi dia menikah dengan balita," ujar Lisa angkat bicara.


"Kamu tahu Irene Red Velvet?" Lisa tertohok dan menoleh ke arah suaminya.


"Aku pernah melihat poster besarnya menggantung di kamar Rico," ujar pria itu, matanya masih memandang dua manusia yang berdiri di pelaminan. Tampak tak menyangka dengan gadis pilihan Rico.


"Kira-kira berapa usia gadis itu?" tanya Lisa penasaran.


"Entah, mereka seperti anak dan ayah," jawab Farhan nyeleneh sekaligus menghina. "Tapi aku yakin Rico tidak mencintai gadis itu."


Tiba-tiba Lisa teringat ucapan Rico. Tentang ayahnya yang kejam dan selalu menghalalkan berbagai cara. "Mungkin mereka dijodohkan oleh ayahnya."


"Antara mungkin dan mustahil. Aku tahu Rico tidak semudah itu menerima perjodohan. Tapi jika benar, orang yang berhasil menjodohkan Rico patut diberi gelar istimewa," ujar Farhan yang langsung mengalihkan pandanganannya begitu melihat Rico mendekat ke arahnya.


Layaknya bertemu cinta pertama, Farhan mendapat selaksa gugup yang menyerang tiba-tiba.


"Selamat atas pernikahannya ya, Pak Rico!" Lisa buru-buru menyalami Rico dengan sambutan senyum cerahnya begitu pria itu mendekat.


"Terima kasih, Nona Lisa!" Pandangan Rico beralih pada Farhan yang sedari tadi buang muka—enggan menatap wajahnya. "Tuan, kita perlu bicara empat mata."


"Aku bukan Tuanmu lagi," ketus Farhan.


Tatapannya mengarah ke manapun asal tidak melihat ke arah Rico. Ia sedang berusaha mengatur perasaanya. Menghilangkan semburat luka dan amarah yang datang secara tiba-tiba.


***


Tunggu ya, yang mau buru-buru tamat.


Cerita ini gak sepanjang yang kalian kira kok, babnya pendek. mungkin setara dengan 60 Bab.


Btw ada yang tau gak siapa gadis yang diliat Farhan? Jawab segokil-gokilnya ya.


Up lagi kalo komennya rame😝