HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
Bab 28 : (Season 2)



Lisa mengerjap-ngerjap, matanya terbuka perlahan dengan pemandangan dekorasi langit-langit kamarnya sendiri sebagai baground utama. Tubuhnya terasa lemas dan berat. Sulit untuk digerakan saking lemahnya.


"Aku kenapa?" ucap wanita itu setengah bergumam.


Lisa sudah memaksakan diri untuk beranjak. Saat hendak menjuntaikan kakinya ke bawah, tiba-tiba suara horor Farhan menyembur sampai terasa memekak ke gendang telinganya.


"Berani kau turun dari ranjang, aku tidak akan segan memotong dua kakimu, Lisa!"


Sekasar itu si batu bernapas bicara, tapi ia selalu menekankan bahwa itu adalah bentuk perhatian dan kasih sayangnya. Unik. Saking uniknya Lisa sampai tidak bisa membedakan yang mana psikopat dan yang mana malaikat.


"Diam di tempat, jangan bergerak!"


Seketika tubuhnya meremang. Ia tidak jadi turun dari atas ranjang saking kagetnya.


Kali ini jenis mahluk apa lagi yang merasuki pria itu? Batinnya heran.


Otak Lisa langsung bergerak cepat. Ia merasa tidak melakukan kesalahan apa pun. Tapi kenapa Farhan sangat murka seolah Lisa habis menggoda suami tetangga?


Farhan mendekat, tatapannya tampak mengintimidasi sambil terus memperhatikan wajah Lisa lekat-lekat. "Mulai hari ini tugasmu hanya berbaring seperti ini. Aku akan membawa semua pekerjaanku ke rumah agar bisa mengawasimu secara langsung."


"Ta-tapi kenapa? Lalu bagaiama dengan pekerjaanku?" tanya wanita itu kebingungan. Matanya mengerjap beberapa kali karena Farhan terus menatapnya penuh penekanan.


"Jangan galak-galak pada istrimu Kak Han!" Suara lembut Sashi terdengar. Lisa langsung menoleh ke arah suara tersebut karena Lisa pikir hanya ada mereka berdua sedari tadi.


"Kamu di sini juga?" tanya wanita itu setengah terkejut.


Sashi tersenyum hangat seraya mendekat. "Iya, kak Farhan yang menyuruhku datang untuk memeriksamu. Ternyata kamu sedang hamil lagi, selamat ya!"


"Ya-yang benar saja kamu!" Lisa terhenyak bukan main. "Aku baru saja selesai menstruasi beberapa hari lalu. Mana mungkin aku hamil."


"Iya. Menurut perkiraanku kamu sedang hamil sekitar lima mingguan lebih, mungkin karena faktor kelelahan, jadi timbul beberapa flek menyerupai darah haid," ujar Sashi menjelaskan.


Satu jitakkan melayang di kepala Lisa. "Kamu sedang mengandung anakku, tapi akhir-akhir ini kamu sering lembur dan pulang larut malam. Pantas saja Sashi bilang kamu kelelahan. Jadi mulai hari ini, semua kegiatanmu di luar telah kutiadakan. Jangan membantah, ini perintah!"


Lisa tak mendengar ucapan Farhan sama sekali. Air matanya menetes bersamaan dengan tangan yang bergerak meraba bagian perutnya di bawah sana.


"Cubit pipiku Mas! Cubittt." Lisa meraih tangan Farhan dengan linangan air mata. Sementara Farhan langsung menyematkan bibirnya di atas benda ranum milik Lisa secepat kilat. Ia menyesap dan kemudian menggigit bibir bawah Lisa agak kasar.


"Awk!" Lisa mendorong dan memukul lengan Farhan. "Kenapa kamu gigit aku?"


"Biar kamu paham kalau ini bukan mimpi!" seru pria itu tanpa peduli ada Sashi si dokter kandungan jomlo yang sedang memperhatikan tingkah mereka berdua. "Sashi bilang keadaanmu sangat lemah. Kalau besok kamu sudah mendingan, kita akan ke rumah sakit untuk memeriksakan kandunganmu."


"Begitu ya?"


"Ingak kak Han! Keadaan Lisa sedang tidak baik. Jangan sampai kakak melakukan hal-hal yang dapat menambah kondisi Lisa semakin tambah drop."


Farhan mendongak sedikit. "Itu tidak mungkin. Untuk menebus kesalahanku yang tidak bisa hadir menjaga anak kami waktu itu, aku akan berusaha menjadi ayah yang terbaik untuk kali ini. Aku janji tidak akan menyentuhnya dalam keadaan lemah. Toh aku masih punya alternatif ini ...."


Farhan mengangkat tangan kiri Lisa. Membuat Sashi mengernyit dan segera memalingkan wajah merindingnya saat ia baru paham maksudnya ucapan Farhan mengarah pada hal apa.


Kak Farhan ini datar dan kalem, tapi kalau sudah bicara membuat jantung orang mau copot saja!


Sashi memasang wajah merengut. Di mana Farhan langsung terkekeh geli melihat ekspresi wajah gadis itu.


"Kau seorang dokter kandungan, harusnya kau sudah paham dan terbiasa dengan masalah seperti ini, bukan?" Farhan meninggikan satu alisnya. Masih menertawai wajah anak itu yang mulai tampak malu-malu.


"Aku memang paham! Tapi 'kan aku belum pernah begituan, Kak!"


"Siapa suruh kamu paham! Itu resikomu menjadi dokter kandungan! Kenapa kau tidak menjadi guru saja waktu itu?"


Dengan tidak tahu dirinya Farhan berseru tanpa perasaan. Membuat Sahsi menghentakkan kaki dengan decakkan sebal.


"Aku mau keluar sajalah! Aku tidak mau melihat adegan sensor lagi! Selamat berbahagia!"


Sashi keluar kamar dengan muka bersungut-sungut. Memberikan ruang dan waktu untuk Farhan dan Lisa agar lebih leluasa membicarajan kedatangan bayi keduanya.


***


Up kedua. Kasih hadiah poin yang banyak ya, buat dedek baru Lisa dan Farhan. Wkwkw. Maciih iniloh buat yang mau dukung mereka.