HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
Bab 75 : (Season 2)



Ini sambungannya yang kemaran. Lupa di up


Selamat membaca.


***


Drama rumah tangga kembali terjadi. Menjelang malam hari, tepatnya pukul sembilan, di mana seharusnya semua penghuni rumah beristirahat untuk menghindari kerasnya hidup, Lisa  malam tidak bisa tidur dan mulai bertingkah.


Sambil menahan rasa resah dan gelisah, wanita itu berjalan ke ruang kerja Farhan dengan kaki terhentak-hentak. Tubuhnya setengah bergetar menahan air mata yang sedari tadi ingin menyeruak dari peraduannya.


Brakkk!


Didorongnya pintu itu dengan seluruh tenaga. Farhan yang baru saja mematikan layar monitor langsung tersentak. Mendongak dengan tatapan menjurus lurus pada istrinya.


"Maksud kamu apaan sih, Mas? Kamu bilang udah maafin aku soal telepon itu! Kok kamu malah bikin masalah kita jadi panjang gini!" teriak Lisa murka. Napasnya naik turun dengan kemarahan level tertinggi melebihi Farhan tadi siang.


Pria yang tengah duduk di ruang kerjanya itu terperanjat bingung. "Kamu kenapa?" tanyanya.


"Kenapa kamu bilang? Aku bener-bener ngga nyangka kelakuan kamu sebejat itu, Mas! Aku cuma teleponan sama mantan sekali, tapi kamu bales aku sampai separah ini!"


Semua orang mungkin sudah terlelap saat Lisa dan Farhan memulai keributannya kembali.


"Apa maksudmu? Aku tidak paham sama sekali dengan arah bicaramu!" tegas Farhan.


"Jangan pura-pura bodoh, Mas! Kamu selingkuh 'kan?


"Selingkuh?" Kening pria itu berkerut membentuk tiga garis lurus. Omong kosong macam apa itu?


"Nggak usah sandiwara kaget! Sama siapa kamu ngelakuin itu? Pembantu yang mana yang  barusan kamu pakai? Kamu jarang pergi-pergi. Jadi kemungkinan kamu selingkuh sama pembantu. Ah, yang baru itu? Yang katanya bunga desa di kampungnya," teriak Lisa sinis.


Membuat Farhan melongo heran serta melangkah menuju tempat istrinya berdiri. "Otak kamu rusak? Ngapain aku selingkuh sama pembantu?" telaknya santai.


Di sentuhnya kening sang istri beberapa kali untuk memastikan Lisa sedang tidak demam atau gagar otak dadakkan.


Untuk apa aku selingkuh dengan pembantu? Mulut wanita yang satu ini .... Isk!


Ia masih tidak menyangka dengan tuduhan sang istri, bahkan pria itu tidak mengenal seluruh nama pelayan yang ada di rumah karena jarangnya berinteraksi.


Selama ini Farhan selalu mengandalkan Lisa untuk memenuhi kebutuhannya di rumah. Termasuk makan, minum, atau menyiapkan air hangat untuk mandi. Hal-hal yang menurut Farhan terlalu privasi tidak pernah boleh disentuh orang lain kecuali Lisa—istrinya sendiri.


Lisa melempar koondom yang sudah terbuka itu ke tangan Farhan. Pria itu menangkapnya dengan wajah kebingungan.


"Itu punya kamu, 'kan? Waktu itu kamu yang beli karena disuruh dokter kandungan supaya tidak membahayakan bayi kita! Tapi nggak pernah kamu pakai karena kamu bilang geli sama benda itu. Terus kenapa sekarang isinya cuma dua? Bungkusnya ke buka? Habis kamu pakai sama siapa?" Rentetan pertanyaan menyudutkan mendesak keluar dari mulut Lisa.


Tanpa si kembar tahu, ulah iseng keduanya menjadi malapetaka untuk Lisa dan Farhan. Tadi Lisa tak sengaja melihat benda itu saat hendak mengambil sesuatu di dalam laci. Dan mendapati benda itu tersimpan di tempatnya dengan segel yang sudah terbuka. Lisa marah dan langsung berpikir negatif tentang suaminya.


Farhan mengedik setengah bahu. "Mana kutahu!" ketusnya. "Bahkan aku sendiri sudah lupa pernah membeli benda itu!"


Ucapan Farhan membuat Lisa semakin meradang. "Terus siapa yang pakai kalau bukan kamu?"


"Mungkin kamu lupa pernah buka isinya," tuduh Farhan balik menyalahkan.


"Buat apa aku buka-buka benda itu kalau tidak untuk dipakai kamu. Kamu pikir aku yang pakai? Punya keelamin ganda, gitu?" seru Lisa sebal.


"Sumpah aku tidak tahu apa-apa mengenai benda ini!" Bentakkan keras mulai keluar dari bibir suami yang tidak terima difitnah itu. Farhan merasa benar dan tak pernah menyentuh segel pada pembungkus benda di tangannya sedikit pun.


Lisa terdiam sejenak. Matanya meneliti ekspresi wajah Farhan untuk mengetahui pria itu berbohong atau tidak.


"Aku tidak bohong," ucapnya lagi. "Aku rela dikutuk jadi apa saja jika aku berbohong!" Farhan terus menyangkal dengan wajah yakin.


Pria itu memang ingat pernah membeli benda itu atas saran dari dokter kandungan. Namun tidak jadi dipakai, Farhan bersikeras menolak. Setelah dicek kondisi kandungan Lisa baik-baik saja, dokter membolehkan Farhan menggauli istrinya tanpa alat pengaman.


Salah satu tujuan dari penggunaan k*ndom saat melakukan persenggamaan dengan ibu hamil adalah dapat mencegah terjadinya kontraksi.


Karena Lisa pernah mengalami keguguran hingga merenggut nyawa anak pertamanya, dokter menyarankan Farhan untuk memakai pengaman saat berhubungan. Karena penggunaan k*ndom terbilang cukup penting untuk mencegah komplikasi dari kehamilan tersebut.


Hal tersebut dikarenakan cairan sp*rma mengandung protein yang dapat memicu kontraksi dan pembukaan jalan lahir. Saat menggunakan k*ndom, sp*rma akan tertahan dan tidak masuk ke tubuh Lisa yang tengah mengandung.


Walau begitu, ketika sudah trimester akhir, disarankan untuk lebih sering melakukan intim, terlebih lagi jika sudah dekat dengan tanggal lahir.


"Kamu tidak percaya dengan suamimu sendiri?"


***


Jangan lupa komen