HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
Bab 8 : (Season 2)



Sekitar jam lima pagi, Alex menelepon Lisa untuk mengabari keadaan mereka di Singapur. Pria itu berkata bahwa Farhan cukup sibuk dan tidak bisa diganggu untuk sementara waktu. Farhan akan kembali sekitar jam makan siang dan langsung ke kantor Lisa. Karena tidak ada Sasha si sikat WC, jadi Lisa sedikit tenang meski ia belum baikkan dengan Farhan.


Setelah sarapan, Lisa memutuskan untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah dulu sebelum ke kantor. Mereka bertiga berangkat pukul enam pagi bersama supir pribadi si kembar.


"Ell," panggil Lisa pada Cello yang tengah sibuk menatapi jalan raya melalui kaca jendela "Kamu lagi liatin siapa sih? Pacar," celetuk Lisa dengan bahasa memancing.


"Engga Bunda, masih kecil masa pacaran." Cello melirik Cilla di kursi depan, gadis kecil itu asik main squisy tanpa ingin mendengarkan pembicaraan Lisa dan kakaknya.


"Coba siniin tas kamu deh, bunda mau periksa," ujar Lisa sambil mengambil tas Cello dengan paksa. Cello menurut dan membiarkan Lisa memeriksanya.


Semua buku Lisa cek satu-persatu untuk mencari kejanggalan, namun tidak ada jejak surat atau keanehan apa pun di sana. Buku-buku tampak rapi dan semua PR dikerjakan dengan baik alias benar semua. Nilai harian anak itu juga tetap stabil. Jadi tidak ada alasan sedikit pun untuk Lisa memarahi anak itu masalah pengaduan surat yang belum jelas perkaranya.


Beberapa menit kemudian, supir menghentikan mobilnya di sekolah. Lisa turun terlebih dahulu diikuti si kembar yang siap-siap pergi menuju gerbang pintu masuk sekolah.


"Ello duluan ya, Bun!"


"Ikh Kakak, tungguin Cilla dong!" Anak gadis itu merengut sambil membenarkan rambutnya yang acak-acakkan di depan kaca mobil.


"Jangan begitu, ajak adeknya." Lisa menarik kerah baju Cello. Pada akhirnya pria kecil itu menurut dan menunggu si centil yang sibuk membenarkan penampilannya.


Setelah mencium tangan Lisa, kedua bocah itu segera berlari menuju gerbang pintu masuk.


"Dadaaah Bunda," teriak si kembar kompak. Kemudian bergabung dan masuk ke halaman sekolah bersama teman-temannya.


Lisa tersenyum bangga sekaligus kecut.


"Kalian makin susah diatur, lama-lama aku takut mengecewkan mamah dan papah kalian di alam sana tahu," gumam Lisa sambil menatapi riuh anak-anak yang masuk ke halaman sekolah.


"Bu Lisa!" Terdengar suara panggilan seorang wanita. Lisa menoleh dan mendapati wali kelas si kembar sedang berjalan menuju ke arahnya.


"Bu Dian, apa kabar Bu?" sapa Lisa basa-basi.


"Baik Bu. Ibu Lisa tambah cantik ya," puji pahlawan tanpa tanda jasa itu sambil melepas senyum tulusnya.


"Ah, bisa saja. Ibu juga cantik."


Bu Dian tersipu malu. "Hehehe makasih Bu. Ngomong-ngomong bolehkah saya minta waktunya sebentar, ada yang perlu saya bicarakan dengan ibu. Di sini juga tidak papa," ujar bu Dian mulai serius.


"Emm ... bagaimana kalau duduk di dalam mobil saja? Di sini terlalu ramai anak-anak. Berisik," ucap Lisa menawarkan.


Bu Dian mengangguk setuju. Lisa segera membuka pintu mobil. Mereka pun masuk ke dalam mobil dan menyuruh sopir turun agar bisa leluasa mengobrol dengan sesama wanita.


"Jadi begini Bu Lisa. Setiap anak pulang sekolah 'kan sayang selalu memeriksa loker meja murid. Dan kemarin saya sempat menemukan surat di meja loker Cello. Menurut tanggalnya, sepertinya anak itu hendak memberikan surat itu sekarang," ujar bu Dian.


"Surat cinta?" tanya Lisa setengah melotot.


"Lalu surat apa?" tanya Lisa bingung sekaligus cemas.


Lisa mengambil lipatan kertas yang Bu Dian berikan. Mata wanita itu langsung terbelalak melihat isinya.


...Tgl: 21-XX-20XX...


...Tolong tunggu tabunganku banyak dulu. Aku pasti akan mengajakmu kabur setelah uangku terkumpul....


"Maksud tulisan ini apa, Bu?" Lisa masih menatap surat itu lekat-lekat. Dari tulisannya yang rapih dan bagus, jelas itu adalah asli tulisan tangan Cello. Tapi kenapa anak nakal itu sampai seberani ini mengajak anak gadis orang kabur? Memangnya apa yang akan mereka lakukan jika sudah berhasil kabur?


Tidak mungkin 'kan, mereka berzina di usia sekecil itu. Ah, Lisa segera menggeleng demi menghalau pikiran gilanya yang mulai berkeliaran.


Bu Dian berbicara kembali, "Saya sebagai wali kelasnya juga masih mendalami kasus ini Bu. Saya tidak mau gegabah karena Cello merupakan anak pintar yang berprestasi. Sayang dia sedikit tertutup mengenai masalah pribadinya."


"Lalu bagaimana dengan gadis kakak kelas itu? Apa Ibu sudah membicarakan mengenai surat itu dengan orang tuanya?" tanya Lisa lagi.


"Belum si Bu, saya sudah menyuruh wali kelasnya untuk menyelediki gadis itu. Tapi kata wali kelasnya tidak ada hal yang mencurigakan. Dia selayaknya murid lainnya walau tidak terlalu berprestasi."


"Terus kita harus bagaimana?" tanya Lisa bingung sendiri.


"Sebaiknya kita pahami dulu sebelum menghakimi. Saya akan menyelidiki hubungan mereka lebih dalam, Bu."


Lisa mengangguk pasrah. Cukup lama mereka berbincang-bincang di dalam mobil sampai Lisa harus telat ngantor. Setelah bu Dian pergi, Lisa langsung menghubungi Farhan. Ponselnya sudah aktif yang artinya pria itu tidak sibuk lagi.


Dari balik sana Farhan mengangkat panggilan Lisa dengan suara dingin. Ada apa?


"Cepat pulang, anak bujang kita hendak membawa kabur anak gadis orang," seru Lisa.


Farhan membelalakkan matanya di balik sana. Ia juga sama-sama terkejut seperti Lisa. Maksudmu apa? Aku hendak rapat, jangan berkata aneh-aneh!


"Makannya pulang dulu saja ikh," sungut Lisa seraya menutup panggilannya kesal.


Wanita itu menaruh ponselnya di tas kembali. Lalu memijit pelipisnya yang mendadak pusing karena memikirkan kelakuan Cello. "Sebenarnya kamu ada masalah hidup apa sih, Ell? Siapa kakak kelas itu?"


Wanita itu membenturkan kepalanya ke samping kaca mobil, ia jadi teringat beberapa hari lalu saat Cello mendadak menanyakan jumlah uang tabungannya dari papah Teddy.


Si kembar memang memiliki tabungan yang cukup banyak dari penghasilan bengkel almarhum papahnya. Walau Reyno sudah tidak ada, namun bengkel itu semakin jaya karena dikelola oleh pak Farik yang sudah ahlinya.


***


Jangan lupa kasih poin kalau suka novel ini, biar upnya lancar. 🙏🙏. Abis ini baru momen bucin. hehe