HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
Bab 66 : (Season 2)



Santai sejenak sebelum masuk konflik.


***


Titik-titik keringat mulai berjatuhan membasahi tubuh polos Lisa yang tengah terlentang pasrah di bawah kungkuhan suaminya. Farhan tengah melakukan kegiatan menyiram bunga matahari dengan batas kecepatan sedang. Namun, pria itu merasakan sensasi yang berbeda di acara kondangan ranjangnya kali ini. Tidak ada greget-gregetnya sama sekali. Ia merasa seperti sedang menyetubuhi batu yang sejak tadi diam membisu.


Tak ada desahan manja seperti biasa, tak ada rengekan atau perlawanan apa pun dari seorang Lisa yang paling jago dalam menyahuti perdecitan ranjang. Ia tampak tidak bersemangat melakukan kegiatan rutinitas suami istri tersebut seolah Farhan sudah melakukan kesalahan fatal entah dalam bentuk apa.


Dengan penuh keputus asaaan, akhirnya Farhan mencabut paksa gagang gayung yang belum muntah itu dan memilih berguling ke samping. Wajah lelahnya terlihat memerah. Hidungnya kembang kempis seraya mengatur sisa napasnya yang tersengal-sengal.


Sambil memasang wajah bersungut-sungut, ia pun berkata, "Ada apa denganmu? Apa yang kamu pikirkan sampai tidak semangat seperti biasanya? Apa kamu sudah bosan dengan milikku?"


"Eh, apa-apanya?" Lisa yang sedari tadi sibuk melamunkan tentang Cello dibuat terkejut saat suaminya ngambek di tengah-tengah acara kondangan ranjang. Bahkan suaminya sampai berhenti dan tidak menikmati sama sekali.


Ia yang sudah berniat ingin membicarakan masalah Cello setelah bercinta nanti tak mau nyerah begitu saja. Waktu singkat setelah adegan ranjang adalah momen yang Lisa butuhkan untuk berdiskusi nanti.


"Kamu belum selesai itunya?" tanya wanita itu lagi sambil melirik ke bawah. Di mana tanda-tanda gagang gayung Farhan muntah belum kelihatan hilalnya sama sekali.


"Apa kubilang, kamu sama sekali tidak fokus! Bahkan kamu tidak sadar bahwa suamimu terus memperhatikanmu sedari tadi!" sungut Farhan merasa terabaikan.


"Maaf, maaf, aku memang kurang fokus! Ayo kita ulangi sekali lagi, Mas!"


Farhan memilih membalik tubuhnya menghadap tembok samping. "Tidak perlu! Aku lelah menyetubuhi batu!"


"Ya ampun, jangan seperti itu!" desah Lisa merasa salah. Ia berusaha membalik tubuh berat Farhan dengan sisa-sisa tenaganya. Suaminya itu terlihat marah sekali karena acara kali ini gagal total.


Pria itu masih bergeming dalam pikirannya sendiri. Farhan mulai menebak-nebak Lisa seperti itu karena formasinya terasa kurang memuaskan. Dan otaknya mulai melanglang pada kegiatan Lisa belakangan ini selama harus tinggal di rumah.


"Kim Soo Hyun!"


Lisa terlonjak. "Apanya yang Kim Soo Hyun?"


Lagi-lagi Lisa dibuat menggelengkan kepala dengan isi pikiran Farhan. Bisa-bisanya pria itu berpikir Lisa sedang memikirkan aktor Korea kegemarannya saat bercinta.


"Kamu pasti mulai bosan denganku karena fantasimu sudah meliar ke mana-mana. kamu pasti memikirkan aktor pria-pria tidak jelas di layar ponselmu itu. Ekspektasimu terlalu tinggi ingin bercinta dengan mereka! Itu sebabnya—"


"Mas!" potong Lisa cepat. "Mana ada aku berpikir seperti itu saat bercinta denganmu! Jangan ngaco deh, kamu. Ayo kita ulangi sekali lagi. Aku pastiin kali ini kamu puas!"


Lisa tersenyum geli seraya mengusap-usap dada polos Farhan dari belakang. Melihat tingkah Farhan yang seperti anak kecil pada malam ini sedikit membuat ia terhibur dan lupa tentang masalah Cello yang ingin pergi ke Amerika cepat-cepat.


Tangannya mulai menyelusup ke bawah bawah selimut. Menangkap si burung onta yang masih tegak berdiri layaknya tiang bendera di hari Senin pagi.


Dielusnya benda itu dengan lembut penuh kasih sayang dari atas sampai ke bawah, kemudian lanjut berputar-putar seperti tutorial anak kecil makan oreo.


"Jangan ngambek gitu ya, Sayang. Aku tahu kamu masih pengin ini. Nanti kalau ngambek yang rugi kamu sendiri. Pasti gak akan bisa tidur lagi sampe pagi," bisik Lisa di telinga Farhan setengah terkekeh. Pria itu masih setia mempertahankan keangkuhannya. Matanya terpejam mencoba untuk tidak peduli dengan pancingan Lisa yang terasa enak-enak sedap di bawah sana.


Tangan Lisa terus bergerak memainkan benda jahanam yang mulai kembali menghianati pemiliknya. Gagang gayung yang satu itu terus menuntut tanpa mau diajak kerja sama. Bahkan Farhan mendesah tanpa sengaja. Membuat Lisa melipat bibirnya demi menahan sebuah tawa.


"Udahan ya ngambeknya. Aku janji kali ini akan lebih fokus." Di baliknya tubuh Farhan agar terlentang kembali menghadapnya. Pria itu masih memasang wajah kaku walau yang di bawah sana tak tahu malu.


"Ya udah kalo kamu masih males, malam ini biar aku aja yang main! Kamu cukup nikmatin sambil merem." Lisa mulai bergerak perlahan.


Di bawah pencahayaan lampu tidur remang-remang, ranjang itu mulai kembali hangat dengan aksi Lisa yang terus berusaha membuat si batu bernapas bersemangat lagi.


***


Udahlah, kasian authornya jomblo.


Jangan lupa kasih hadiah, like, dan komen yang banyak. Ehehe.