
Farhan menecekik leher cucu kesayangan Prawira di atas tumpukkan bunga yang seharunya menjadi tempat bercintanya nanti malam. Peluhnya menetes, membasahi Skala yang ada di bawah kungkuhannya.
"Sial! Apa kamu ingin membuat aku tidak bisa memiliki keturunan?" Farhan masih terus mencekik leher Skala tanpa ampun.
Lisa terus mengintip dari balik pintu kamar mandi. Menyaksikan adegan horor itu dengan hikmat. Lama kelamaan, perkelahian mereka semakin mengerikan, Tidak boleh dibiarkan! Lisa tidak mau acara bahagianya menjadi tragedi tumpah darah karena sebuah nyawa yang terenggut.
Ia haru segera menghentikan semua ini sebelum lahirnya status janda di antar ia dan Bianca.
Pada akhirnya, Lisa memberanikan diri keluar untuk menyambar bajunya di atas nakas. Lalu kembali ke kamar mandi dan mengenakan pakaian itu secara asal-asalan. Secepat kilat ia berlari keluar, melerai perkelahian dua pria yang sedang bergulat penuh keringat di atas ranjang.
"Tolong hentikan! Hentikan perkelahian kalian!"
Jangan ditanya lagi, ranjang pengantin yang harusnya dipakai Farhan untuk melepas bibit lele unggulnya nanti malam sudah acak-acakan tidak karuan. Karena Skala dan Farhan bergulat sekuat tenaga merusak segala properti. Dasyatnya mengalahkan artis Meyabe dan kakek Sugiono di acara reality show.
"Hentikan ... Hentikan!" Teriakkan Lisa tak didengar oleh keduanya. Wanita itu sampai kelimpungan sendiri. Layaknya pasangan panas yang hendak mencapai puncak, Skala dan Farhan sibuk melumpuhkan pertahanan lawannya masing-masing tanpa peduli lingkungan sekitar.
Tidak bisa dibiarkan. Mereka bisa mati kalau aku hanya teriak-teriak di sini.
Tanpa basa-basi, Lisa langsung berlari keluar kamar untuk mencari bantuan. Ia mendapati Bianca istri Skala yang sedang berjalan ke arahnya dengan raut kebingungan. "Mba, tolong ada orang mau mati," teriak Lisa panik.
Bianca yang sudah mendapat firasat buruk langsung bergegas masuk ke kamar, diikuti Lisa yang berlari kecil di belakangnya. Wanita itu syok bukan main saat melihat Skala sudah menggelapar seperti ikan kehabisan napas di atas ranjang. Secepat kilat, Bianca berusaha menarik Farhan agar mau menghentikan aksinya.
"Pak, tolong lepaskan suami saya, anak saya masih bayi, saya juga tidak mau menjadi janda secepat ini," teriak Bianca ketakutan. Ia tidak berani melihat wajah Skala. Takut sudah hancur menjadi gulai kambing di acara hajatan.
"Mas Al, lepaskan dia, Mas!" teriak Lisa ikut membantu dengan bujuk rayu.
Bianca mengatur napas dan mengindahkan pandangannya ke seluruh ruangan. Mencari benda yang dapat memisahkan mereka berdua tanpa menyakiti siapa pun. Ia melihat kantong kresek tergelatak di lantai yang ternyata berisi lingerie miliknya yang ia hadiahkan untuk Lisa. Bianca keluarkan barang itu, memberanikan diri naik ke atas ranjang demi statusnya agar tidak berubah menjadi janda bolong.
"Maafkan aku!" ucap Bianca yang langsung menyelubungi kepala Farhan dan menutup bagian leher pria itu kencang-kencang. Farhan langsung gelagapan. Ia melepaskan tangannya dari leher Skala dan bangun sampai terjungkal dari atas ranjang.
Bianca menghembuskan napas lega. Namun, sejurus kemudian harapannya patah akibat ulah suaminya sendiri.
Bukannya selesai, Skala ganti menerkam si Farhan Budiman. Suami Lisa itu membuka kantong yang menyelubungi kepalanya.
Saat ia berusaha bangun ...
Cup!
Tanpa sadar, bibirnya bertabrakan dengan bibir Skala saat pria itu baru saja menekam Farhan ke lantai.
"Aaargh! Dasar laknat," teriak Skala dan Farhan secara bersamaan.
Sekujur tubuh mereka merinding seketika.
***
Kolaborasi by Anarita & Nasya Mahila.
Novel: Bukan Kontrak Pernikahan 2