HELLO, MY BOSS!

HELLO, MY BOSS!
Lipstick



Matahari berangsur-angsur terbenam, berganti dengan datangnya bulan temaram yang menghiasi gelapnya langit bumi. Hotel, menjadi persinggahan terakhir setelah mereka puas jalan-jalan seharian. mengistirahatkan badan agar otot-otot tubuh lelah mereka melemas. Lalu, mereka akan terbangun di pagi hari lagi dengan keadaan lebih sehat.


Kamar presidential suite dengan ukuran bed jumbo tak membuat Farhan mendapatkan jatah tidurnya, ia terpaksa harus tidur di sofa karena pola tidur Cilla yang terus berputar layaknya gangsing kayu mainan anak-anak.


"Mas!" Lisa turun dari tempat tidur setelah mulut Cello lepas dari dadanya. Wanita itu membawa lipstick di tangannya, lalu berjongkok di bawah kepala Farhan yang sedang tidur terlentang.


"Kamu udah tidur belum, Mas? Aku butuh bantuanmu, nih."


Mengerjap-ngerjap, Farhan membuka matanya perlahan saat ada telunjuk yang menusuk-nusuk kelopak matanya tanpa henti.


"Aku baru saja tidur." Pria itu merentangkan tubuhnya, lalu terduduk dengan mata merah yang sudah tak tahan lagi menahan kantuk. "Ada apa? Anak-anak sudah tidut bukan?" tanya Farhan sambil satu tangannya memijit bahu sendiri secara bergantian.


"Anak-anak udah tidur, tapi aku lagi butuh bantuanmu. Sudah saatnya aku memutuskan ini. Bangun sebentar ya." Lisa melompat cantik ke pangkuan Farhan. Lalu memberikan satu lipstick berwarna merah pekat ke tangan pria itu.


Mata Farhan membola tajam. Kaget sekaligus marah. "Untuk apa kamu memberikan benda ini padaku? Apa kamu sedang mengajakku main salon-salonan tengah malam?"


Lisa menjewer dua telinga Farhan. "Respon kamu itu loh, apa-apa selalu pake urat dulu. Padahal aku belum menjelaskan sepatah kata pun padamu!" sungut Lisa yang membalas kemarahan Farhan secepar roller coaster.


"Memangnya kamu mau apa?" tanya Farhan sedikit malu. Tengah malam membangunkan suami sambil memberikan lipstick, tentu saja Farhan bingung sekaligus terkejut.


"Tolong gambar dadakuku dengan lipstick ini." Lisa tersenyum simpul, lantas melucuti pakaian atasnya hingga Farhan langsung menelan saliva, gugup.


"Jangan gila, untuk apa kamu memintaku menggambar benda itu? Kurang kerjaan saja." Farhan mengembalikan pemoles bibir itu ke tangan Lisa. Namun, wanita itu menolak dengan penuh penekanan.


Farhan mengangguk-anggukkan kepala, paham. "Baiklah, sini aku gambar. Ternyata idemu bagus juga." Farhan membuka penutup lipstick di tangannya.


"Ini bukan ideku, ini saran mbak Vivi."


"Ah, wanita itu ... apa dia sudah menyebarkan gosip pernikahan kita pada seluruh kariyawan kantor?" tanya Farhan sinis. Darahnya mendidih setiap kali mendengar nama Vivi disebut.


"Tidak. Mulutnya sudah berhenti nyinyir sejak kejadian itu." Farhan mengangguk sekali lagi.


Ingatan Farhan kembali pada kejadian itu, saat Vivi bersujud minta maaf setelah menghilang tanpa kabar satu minggu. Lisa menghubungi Vivi, memberitahu bahwa wanita itu tidak dipecat. Barulah, Vivi datang ke kantor. Minta maaf sambil sujud-sujud inisiatif. Vivi bersumpah tidak akan memberi tahu rahasia tiga menit itu pada siapapun. Juga tentang pernikahan atau kedatangan Farhan dan Lisa ke klinik mister Tong Jay. Naasnya, mulut latah Vivi yang tidak bisa direm membuat Farhan yang tadinya berniat memaafkan jadi kesal kembali.


'Saya janji, Tuan. Saya tidak akan memberi tahu siapapun tentang pernikahan Anda dan nona Lisa. Saya juga akan menutup mulut saya rapat-rapat. Saya tidak akan membeberkan batangan emas Anda yang low bat duluan sebelum dipakai.'


Kefrontalan mulut Vivi membuat otak Farhan mendidih lebih parah. Lisa langsung mengusir mbak Vivi pergi dari ruangan Farhan sebelum wanita itu dimutilasi Rico.


Kembali lagi pada lipstick, Farhan ragu-ragu saat hendak menggoreskan benda itu ke dada sebesar Hulk milik Lisa. Gara-gara tak tahan, gagang gayung mendorong otak Farhan agar mencicipi bakpao coklat itu dulu sebelum mulai menggambar. Pikiran Farhan jadi maju mundur, antara menggambar atau minta izin dulu untuk aye-aye dulu.


To be continue ....


***


Selamat pagi semuanya. Jangan lupa kirim vote kalian karena ini perhitungan terakhir. Semoga bisa masuk 20 besar, biar bisa nambah kuotaku yg sekarat. Makasih buat yang mau dukung.