The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Mempersiapkan



Chapter 34 : Akademi


Aku sedang berada di Ibukota Maphas. Suasana sangat sepi, kami masih belum memiliki penduduk tetap dari ras Manusia. Sepertinya mereka masih enggan hidup berdampingan dengan ras lain. Karena hal itu, aku ingin mengembangkan Kerajan Maphas agar menarik minat orang-orang untuk pindah ke sini.


"Ibu, ke mana tujuan kita?"


Saat ini Delila terus menemaniku, itu karena aku masih belum menentukan kapan kami akan berangkat. Aku tak ingin repot-repot memanggilnya.


"Gereja."


Delila terlihat kebingungan.


Dia belum tahu tentang orang dari Gereja yang menetap di sini. Walau mereka sudah tidak menyembah Dewi, mereka masih tidak bisa melepas identitas mereka yang merupakan orang Gereja.


Di saat Kerajan Maphas diserang, mereka sama sekali tidak mengungsi ke kota bawah tanah. Entah bagaimana para penyerang itu tak menyerang mereka.


Berkat buff dari Saintess, pasukan kami mampu bertahan cukup lama. Aku ingin berterima kasih padanya.


"Kita sampai."


Beberapa orang keluar masuk Gereja. Mereka mengenakan jubah putih yang membuatku sedikit risih.


"Nona Perdana Menteri." Salah satu dari mereka menghampiriku.


Mereka mengenalku sebagai Alissa Hart, Perdana Menteri. Aku bingung, bagaimana mereka mengenaliku dalam wujud Keres?


"Apa Anda ingin bertemu Nona Saintess?"


"Iya,"


Mereka menuntun kami menuju ke tempat Saintess.


"Apa kalian sedang menyiapkan sesuatu? Kalian terlihat sibuk hari ini,"


"Ah, ini hanya perayaan kecil yang kami selenggarakan setiap setahun sekali,"


"Hmmm ...?"


"Anda mungkin bingung, namun acara kali ini sebagai perayaan Anda yang telah menjadi Ratu baru,"


Eh?


Kami sampai di depan ruangan Saintess.


"Kalau begitu, Saya izin undur diri."


Kami masuk ke ruangan Saintess.


Di dalam ruangan, Saintess berdiri sambil membungkukkan tubuhnya seolah-olah tahu jika aku akan datang.


"Salam, Yang Mulia,"


Yang Mulia?


"Silahkan duduk, Yang Mulia,"


Saintess mengambil teko berisi teh dan menuangkannya untuk kami berdua.


Aku menyeruput teh yang dia sediakan.


Huh? Rasanya sama seperti teh yang dibuat maid undead. Bagaimana dia bisa membuatnya sama persis?


"Sylvia Reizt ...."


"Tolong panggil Saya Sylvia, Yang Mulia,"


"Sylvia, sepertinya kau sudah tahu apa yang ingin kutanyakan,"


Sylvia tersenyum. "Maaf telah membuat Anda bingung, Yang Mulia. Sebenarnya, Saya telah mengetahui identitas Anda dari Nona Abigail. Awalnya Saya sempat terkejut, namun, melihat pemimpin Sekte Hitam yang begitu serius, Saya mempercayainya. Setelah melihat wujud Anda di depan mata Saya, tidak salah lagi bahwa Anda adalah Beliau,"


"Jadi begitu, perayaan ini ...."


"Anda benar. Maafkan Saya, Yang Mulia, seharusnya Saya memberitahu Anda lebih awal. Anda tak perlu khawatir, para bawahan Saya belum mengetahui hal ini sama sekali,"


"Baiklah,"


"Apa yang membawa Anda datang ke tempat ini, Yang Mulia?"


"Aku ingin berterima kasih atas bantuanmu mendukung pasukan selama perang,"


"Saya merasa terhormat mendapat ucapan terima kasih dari Anda. Hal itu sudah menjadi tugas Saya sebagai penduduk Kerajaan Penyihir Maphas, dan untuk seterusnya Saya akan tetap mendukung seluruh pasukan,"


"Aku senang mendengarnya,"


"Tapi, Saya tidak menyangka jika 12 Penjaga Dunia merupakan monster milik Gereja Suci,"


Saintess bahkan tidak mengetahui hal ini. Ternyata Uskup Agung orang yang sangat waspada.


"Apa kau tahu tentang mereka?"


"Tidak banyak informasi yang Saya ketahui, namun, kekuatan mereka sangat luar biasa,"


Aku kurang yakin, karena Daisy seorang diri pun bisa mengatasi salah satu dari mereka.


Sylvia terlihat memperhatikanku dengan serius.


Gerak-geriknya seperti sedang menggunakan mata penilaian, namun aku tak merasakan apa pun di tubuhku.


"Yang Mulia, apa yang terjadi dengan tubuh Anda?"


Sepertinya Abigail belum memberitahu pertarunganku dengan Satan, sepertinya dia sengaja tidak memberitahunya.


Apa aku harus menceritakannya?


"Ada sebuah insiden yang menyebabkan kekuatanku melemah,"


"Saya turut prihatin dengan kejadian yang menimpa Anda."


Sylvia kembali menuangkan teh di gelasku yang telah kosong.


Aku tak sadar telah menghabiskan teh itu.


Ini memalukan! Aku tidak rakus!


"Kalau Anda mengizinkan, apa Saya boleh menggunakan sihir suci untuk Anda?"


"Sihir suci?"


Ini benar-benar tak terpikirkan olehku. Aku melupakan Saintess yang ahli dalam pemulihan ini.


"Aku serahkan padamu, Sylvia,"


Sylvia mulai mengangkat kedua tangannya ke depan. Sebuah cahaya berwarna putih muncul di tubuhku.


Sihir tanpa rapalan memang sangat praktis. Sylvia mencoba untuk memberikan buff padaku.


"Karena kekuatan sihir Anda yang melemah, rasanya Saya bisa menggunakan seluruh kemampuan Saya,"


Cahaya yang menyelimuti tubuhku semakin terang.


Sensasi ini ... sangat nyaman. Tubuhku begitu hangat hingga aku ingin segera berbaring dan tidur.


Aku merasakan kekuatanku yang perlahan pulih.


Hei, hei, apa kau bercanda?


Delila yang melihatku juga terkejut.


Tubuh Sylvia mulai goyah, napasnya tak beraturan.


Delila langsung menahan tubuh Sylvia yang hendak jatuh. Proses pemberian buff pun selesai.


Aku merasakan energi sihir di tubuhku.


Tidak salah lagi, kekuatanku perlahan pulih. Ini hanya 10% dari kekuatanku, namun ini luar biasa. Jika Sylvia bisa bertahan lebih lama lagi, mungkin aku bisa pulih sepenuhnya. Tapi ....


"Sylvia! Apa kau baik-baik saja?!"


Kulitnya perlahan pucat.


"I-ini hanya efek samping, Yang Mulia, Saya akan sembuh jika beristirahat cukup,"


Aku harus melakukan sesuatu.


"Heal." Aku merapalkan sihir penyembuh pada Sylvia.


Efeknya masih kurang jika tidak menggunakan tongkat. Tapi setidaknya aku bisa menggunakannya dengan tangan kosong.


Kulit Sylvia yang memucat perlahan kembali normal.


"Kau masih kelelahan, aku memerintahkanmu untuk beristirahat,"


"Baik, Yang Mulia,"


"Delila, hubungi Elina untuk mengirim beberapa Support Spirit di sekitar Gereja,"


Aku ingin Sylvia cepat pulih dengan bantuan roh.


"Baik, Ibu."


 ---------------------------


Kami pergi meninggalkan Gereja menuju istana kecil Ibukota.


Aku sudah bisa menggunakan sihir-sihir elemen dasar dan beberapa sihir tingkat 3 lainnya. Namun, akan memerlukan waktu lama untuk memunculkan sihir tanpa menggunakan tongkat ini. Kekuatanku setara dengan Magic Caster level 100, mungkin.


Istana mulai terlihat.


Huwaah ... akhirnya aku bisa tidur sepuasnya! Aku ingin berbaring seharian.


"Ibu, ada seseorang di sana,"


Terlihat seorang wanita bersandar di pintu masuk istana.


Erish? Apa yang dia lakukan di sini?


Erish langsung menghampiriku. Dia berlari dengan cepat.


Tenanglah, Nona! Aku tidak akan ke mana-mana.


"Yang Mulia!"


"Erish, berhati-hatilah!"


"M-maafkan Saya,"


"Apa yang membawamu ke sini?"


"Saya dengar Anda akan segera pergi ke Kerajaan Mystick,"


Segera pergi? Aku bahkan belum memutuskan!


"Saya menghubungi Aosisoasi Perdagangan Luxtier dan meminta informasi mengenai akademi di sana,"


"Lalu?"


"Mereka bilang akademi itu sedang membuka pendaftaran murid baru dalam 10 hari ke depan,"


Hah?


"Maksudmu, kita hanya punya waktu 10 hari?"


"Benar, Yang Mulia. Saya ke sini untuk menyampaikan hal itu." Erish menundukan kepalanya sebelum melanjutkan perkataannya. "S-saya ingin ikut bersama Anda,"


Lihatlah gadis kecil ini, dia begitu imut dengan wajah malu seperti itu. Aku hampir melupakan sikap keras Erish jika bertemu orang asing.


"Ibu, wanita ini, dia bisa ikut dengan kita,"


"Kenapa?"


Delila menganggukan kepalanya sambil tersenyum kecil. Wajahnya terlihat aneh arena poni yang menutupi sebelah matanya.


Aku tak tahu apa maksud Delila, jika dia mengizinkan, maka itu tidak masalah.


"Baiklah, aku mengizinkanmu,"


Erish langsung mengangkat kepalanya. Wajahnya tampak sangat bahagia.


Huh?


"Terima kasih, Yang Mulia."


Erish sempat ingin memelukku, namun ia menahan langkahnya.


Delila yang melihat itu hanya tersenyum.


Sepertinya aku mulai sedikit paham apa maksud Delila.


"Kita akan pergi besok. Kalian berdua bersiap-siaplah,"


"Baik!"


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :


https://saweria.co/hzran22


Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.