
Chapter 14 : Mencari Bantuan
Sudah tiga hari berlalu sejak Kerajaan Rexist diserang. Semua orang masih gelisah karena ancaman Naga itu. Aku tidak tahu harus melakukan apa, Raja sangat kecewa kepadaku. Karena ulah kami, Naga itu marah dan menyerang Kerajaan. Sejak kejadian itu, aku tidak melihat Yulia maupun Andrew, mereka juga tidak ada di rumah. Terakhir kami bertemu saat dalam perjalanan pulang ke Kerajaan Rexist. Lucas saat ini sedang berada di Kamp. Militer Kerajaan, mungkin sedang melakukan persiapan untuk serangan kedua.
Apa aku harus menerima tawaran Naga itu? Itu terdengar mencurigakan, kenapa dia sampai melakukan hal mengerikan seperti menyerang Kerajaan Rexist? Apa dia ingin mengujiku?
"Huuuuuh ...."
Apapun alasannya, aku tidak akan menggunakan kekuatan orang lain untuk mengalahkan Raja Iblis. Aku harus meningkatkan kemampuanku!
Hari ini, aku akan menemui Raja dan Ratu secara pribadi. Mereka mengundangku. Aku sudah mempersiapkan diri untuk menemui mereka. Sudah pasti akan terjadi masalah di sana. Beberapa Bangsawan melihatku dengan sinis karena dianggap membawa kehancuran untuk Kerajaan Rexist. Duke Aither tetap mempercayaiku dan tidak melihatku dengan tatapan seperti itu.
----------------------------
*Tok Tok Tok
Aku mengetuk pintu ruangan.
"Permisi, Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu,"
"Silahkan duduk, Zain,"
Bahkan dia menyebut namaku sekarang.
"Apa kau sudah memikirkan tentang tawaran Naga itu?" tanya Raja.
Dia langsung ke poin utamanya, ya.
"Saya harus menolaknya, Yang Mulia,"
"Begitu, ya,"
*Brak!
Yang Mulia Ratu memukul meja dengan sangat keras.
"Apa kau ingin Kerajaan ini hancur?!" gerutunya.
Wajar jika Ratu marah seperti itu. Aku tahu ini egois, tapi ....
"Aku tahu ini egois, tapi, apa ini tujuan kalian memanggilku ke dunia ini? Apa Pahlawan harus menggunakan kekuatan yang bukan miliknya untuk melawan Raja Iblis? Bagaimana Pahlawan terdahulu bisa seimbang melawan Raja Iblis tanpa kekuatan milik orang lain?"
"Itu karena Pahlawan sebelumnya su-"
"Cukup, Victoria!" Raja membentak Ratu.
"Tapi, aku harus memberitahunya,"
"Tutup mulutmu! Aku tidak akan membiarkan Pahlawan yang sekarang terjebak oleh kekuatan itu,"
Kekuatan?
"Tch. Terserah padamu, aku pergi!" Ratu pergi meninggalkan kami berdua.
"Victoria. Haah ... Zain, apa rencanamu? Apa kau ingin Kerajaan melawan Naga itu?"
"Aku tidak terlalu yakin, Yang Mulia,"
"Penyihir terkuat kita bahkan tidak mampu menahan serangan dari langit itu dan tidak sadarkan diri karena kehabisan Mana,"
"Aku tidak bisa membawa Party-ku, hanya Lucas saat ini yang tersedia, keberadaan yang lainnya tidak diketahui,"
*Kreek
Suara pintu terbuka.
Dua orang wanita masuk ke ruangan.
Mereka adalah Magic Caster terkuat di Kerajaan Rexist. Urutan pertama ada Nona Licia Corwell dan ke dua Nona Emina Corwell.
"Nona Licia, bukannya kau harus istirahat?" tanya Raja.
"Aku tidak apa-apa, Raja,"
"Kenapa kau datang ke sini?"
"Aku ingin berbicara dengan Pahlawan,"
Aku?
"Pahlawan, kau menolak tawaran Naga itu, benar?" tanya Nona Licia.
"I-itu benar,"
"Apa yang membuatmu percaya diri dengan menolak tawarannya?"
Percaya diri, ya ... itu benar, aku tidak berpikir sampai ke sana.
"Aku hanya yakin dengan kemampuanku,"
"Kau berbohong," ucap Nona Emina.
"Eh?"
Tubuhku seperti dianalisa. Apa dia menggunakan sebuah skill?
"Kau berbohong, jawabanmu tidak tulus dari hatimu,"
Aku tidak mengerti maksudnya. Ternyata benar, dia mempunyai sebuah skill unik.
"Huh ... aku juga tidak tahu tentang itu, memang benar, aku tidak sepenuhnya yakin dengan kata-kataku sebelumnya,"
"Apa ada seseorang yang terlintas di pikiranmu?"
"Ah ...."
Aku langsung teringat seseorang.
Perasaan ini? Kenapa aku sangat senang?
"Kau teringat sesuatu?" tanya Nona Licia.
"Nona Hart ...."
"Huh?" Dua Penyihir itu kebingungan mendengar jawabanku.
"Apa maksudmu Duke Hart dari Kekaisaran itu?" tanya Raja.
"Bukan, ada satu Petualang rank A bernama Alissa Hart,"
Ketiga orang itu terkejut mendengar perkataanku.
"Ada apa dengan kalian?"
"Apa aku tidak salah dengar? Kenapa bukan Petualang Hart rank S? Dan, siapa rank A ini? Apa dia baru?" tanya Nona Licia.
Dia sangat banyak tanya! Tidak kusangka Nona Licia bersikap seperti ini.
Raja mengangkat tangannya. "Zain, seberapa kuat dia?"
"Dia sangat kuat,"
Aku tidak ingin menceritakannya, tapi, ini sangat diperlukan.
Aku pun bercerita tentang kejadian pada saat turnamen di Kekaisaran. Mulai dari pertarungan Nona Hart di turnamen, hingga pertarungannya melawan Saint kuat dari Gereja Suci.
Seperti biasa, mereka bertiga terkejut.
"Skill yang bisa memblokir semua sihir?"
"Apa Nona Licia tidak mengetahui skill itu?" tanyaku.
"Aku pernah mendengarnya, itu sepertinya sihir, bukan skill, lebih tepatnya sihir kuno,"
"Sihir kuno?!"
Apa aku tidak salah dengar? Yang bisa menggunakan sihir kuno hanyalah mereka yang sudah hidup lebih dari 100 tahun! Karena mempelajari sihir kuno membutuhkan waktu puluhan tahun.
"Pahlawan, berapa levelnya?"
Nona Licia tahu kalau aku memiliki Appraisal Eyes.
"Aku tidak mengerti, tapi, levelnya 131. Apa kau pernah mendengar stat palsu?"
"Stat palsu? Huh ... itu mungkin skill unik miliknya,"
"Sudah diputuskan!" teriak Raja.
"Heh?"
"Kalian bertiga harus mencari orang itu dan bawa dia kemari, bilang kepadanya bahwa aku akan membayarnya dengan sangat mahal!"
Apa yang ada di pikirannya?! Dia mengambil keputusan secara sepihak. Kalian tidak tahu seperti apa Nona Hart!
"Baik, Raja." Nona Licia dan Nona Emina menerima perintah Raja.
Huh, aku sudah kalah.
Kami pun rneninggalkan ruangan.
Mereka berdua membawaku ke menara sihir.
"Jadi, Nona Licia, kapan kita akan berangkat?" tanyaku.
"Sekarang,"
Heh? Benar, 'kah?
Kami masuk ke ruangan kecil di menara sihir.
*Clip
Lampu menyala menerangi ruangan kecil itu.
Tidak ada apa pun di dalam ruangan itu.
Tak lama kemudian, sebuah lingkaran sihir muncul di tengah ruangan.
"Sudah lama kita tidak menggunakan ini," ucap Nona Licia.
"Apa itu?"
"Ini adalah sihir teleportasi. Lingkaran sihir yang bisa mengirimmu ke lokasi mana pun,"
"Memakan banyak Mana," ucap Nona Emina.
"Tapi, kami sudah menyimpan Mana di dalam lingkaran sihir ini selama bertahun-tahun, tidak akan menjadi masalah jika digunakan sekarang,"
"Be-begitu, ya,"
Aku jadi sedikit cemas mendengar penjelasan dari mereka berdua.
Kami pun berdiri di tengah lingkaran sihir.
"Tujuan Kekaisaran,"
"Magic Teleportation!"
-------------------------------
Kami sampai di suatu tempat.
Di mana ini? Sepertinya bukan di Kekaisaran.
"Licia, kenapa bisa seperti ini?!" Nona Emina terlihat marah.
"Huuh ... maaf, maaf, kita sudah berada di Kekaisaran, namun, sepertinya kita terkirim ke pelosok hutan,"
Kabar baiknya, kita telah sampai di Kekaisaran dalam sekejap, kabar buruknya, ini pedalaman hutan!
"Tunggu, aku merasakan tanda-tanda kehidupan di sekitar sini, sepertinya ada sebuah desa kecil yang tidak jauh dari sini." Nona Emina memejamkan matanya.
Skill deteksi? Bahkan aku tidak merasakannya.
Kami berjalan menyusuri hutan menuju ke tempat yang dibicarakan Nona Emina.
Hutan di sini sepertinya aman. Aku tidak melihat tanda-tanda pertengkaran antar monster atau jejak monster.
----------------------------
Perjalanan yang cukup jauh. Sudah lebih dari satu jam kami berjalan. Tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali.
"Kita sampai." Nona Emina mengangkat tangannya.
Aku bahkan tidak merasakan sesuatu.
"Lihat itu." Nona Licia menunjuk sesuatu di depan.
"I-itu?!" Aku terkejut melihat sesuatu di depanku.
"Benar, sebuah penghalang Mana, desa apa ini sebenarnya?"
Kami mendekati desa itu.
Ini sebuah penghalang Mana, Nona Emina sangat hebat! Skill deteksinya sudah berada di tingkat tertinggi.
"Berhenti." Nona Licia mengangkat tangannya.
Di depan desa itu ada beberapa patung besar.
"Itu Golem," ucap Nona Emina.
Desa apa ini sebenarnya?!
Bersambung ....