The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Shishaa



"Nona Alissa, itu tempatnya!" Wanita kelinci menunjuk ke arah bukit bebatuan di bawah.


Kami mendarat di bawah bukit bebatuan itu.


"Ikuti aku." Wanita kelinci memandu kami ke pintu masuk Dungeon.


Kami jalan menaiki bukit bebatuan ini secara perlahan.


"Kita sampai,"


Tepat di depan kami ada sebuah pintu masuk gua yang tidak terlalu lebar setinggi delapan meter lebih.


Ini terlihat berbeda dengan Dungeon milikku. Aku mendesainnya dengan pintu masuk di sebuah istana kecil. Apa mungkin bagian dalamnya juga berubah?


Tak ada satu pun terlihat orang-orang dari Kerajaan Karibian. Sepertinya mereka menurunkan status penjagaan karena aktivitas Dungeon menurun.


Kami memasuki gua.


Sangat gelap. Namun, gua ini sama sekali tidak mengeluarkan bau apa pun. Aku hanya merasakan energi yang besar dari dalam gua.


Wanita kelinci menghentikan langkahnya.


Sebuah Gate tepat berada di depan kami.


Apa maksudnya ini?


"Kita akan masuk." Raja Iblis berjalan menuju Gate.


Apa ini benar-benar Dungeon milikku? Aku harus memastikannya.


 ----------------------------


Sebuah lorong istana yang megah menyambut kedatangan kami. Lorong istana itu bernuansa gelap. Di sisi kanan dan kiri terdapat pilar-pilar yang berdiri kokoh.


"Hah ... haha ... hahahaha!" Aku tertawa karena melihat kenyataan yang ada di depanku.


Ini memang Dungeon-ku!


"Ratu, apa Anda baik-baik saja?" Raja Iblis menatapku cemas.


Maryna dan wanita kelinci juga mencemaskanku.


"Eheeem ... tidak, ayo lanjutkan perjalanan kita,"


Aku benar-benar merindukan tempat ini!


"Mulai dari sini, para penjaga akan datang," ucap wanita kelinci.


*Dum Dum Dum


Terdengar langkah kaki dari makhluk raksasa.


Itu, 'kan ...?


Sebuah golem berbentuk singa berdiri di hadapan kami.


"LAGI-LAGI, ORANG-ORANG YANG TAK TAHU BATASANNYA DATANG KE TEMPAT YANG AGUNG INI."


"Shishaa ...." Secara tak sadar aku menyebut sebuah nama.


Golem itu menatapku. "ITU NAMAKU. BAGAIMANA KAU BISA MENGETAHUINYA?"


Dia benar-benar Shishaa. Golem batu level 900 yang kubuat. Aku meletakannya di pintu masuk untuk menyambut para penantang Dungeon.


Shishaa sangatlah kuat, Raja Iblis mungkin akan kerepotan melawannya.


*Dum!


Shishaa menghentakan kaki kanannya ke lantai.


"KENAPA KAU HANYA DIAM?"


Dia tak mengenaliku dalam wujud ini.


Wanita kelinci langsung melompat tepat di depan wajah Shishaa.


*Braak!


Wanita kelinci menendang Shishaa.


"Huh?" Wanita kelinci terkejut melihat Shishaa.


Tendangan wanita kelinci tak membuat Shishaa bergerak satu inci pun.


Ini yang kumaksud, defence Shishaa sudah menyentuh angka 2 juta. Itu setara dengan level 1000.


"DASAR MAKHLUK RENDAHAN!"


Shishaa mengaktifkan aura intimidasinya.


Duo Iblis hanya terdiam melihat kejadian ini, karena mereka sudah mengetahui kebenaran tentang Dungeon ini sebelumnya.


"Mana Shield." Aku membuat pelindung untuk menahan tekanan yang diberikan Shishaa.


"Tenanglah, Shishaa,"


Shishaa terus mengeluarkan aura intimidasinya.


Seharusnya Shishaa sudah menyerang terlebih dahulu, kenapa kali ini dia hanya menggertak? Apa ini karena Duo Iblis yang ber-level 1000?


Aku tak ingin berlama-lama di sini.


{High Intimidation Aura:ON}


Aku mengaktifkan aura intimidasi tertinggi.


Duo Iblis dan wanita kelinci mencoba manahan intimidasi yang kukeluarkan.


Maafkan aku, tapi tak ada Friendly Fire di dunia ini.


"I-INI ...." Shishaa perlahan mundur menjauh dariku.


"Apa kau mengenali aura ini, Shishaa?" tanyaku dengan lembut.


*Duaar!


Sebuah ledakan terdengar dari dalam.


Sesuatu berlari ke arah sini.


I-itu ...?!


"Ibundaaa!"


Ah, ini masih lantai satu, tempat Crocell berada. Tunggu! Apa yang dia ledakan tadi?!


"T-TUAN CROCELL?!" Shishaa terkejut dengan kedatangan Crocell.


*Wush!


Crocell berlutut di hadapanku. Dorongan dari jubahnya menyebabkan hempasan angin yang begitu kuat.


Hoh, jubah itu, ya.


"Ibunda." Crocell menatapku bingung.


Tenanglah, diriku!


"Eheem ... Crocell, bagaimana kabarmu?"


"Aku selalu sehat, Ibunda! Dan juga, tugas yang Ibunda berikan telah kulakukan dengan baik!"


Sejak kapan dia jadi bersemangat seperti ini?


"N-nona Alissa." Wanita kelinci tidak paham dengan situasi saat ini.


Rasanya aneh jika aku menceritakan kebohongan itu lagi.


"Dia adalah-"


"Kami 12 Penjaga Lantai adalah anak kesayangan Ibunda Keres Vasilissa!" Crocell memotong perkataanku.


Heeeeeeh!


Wanita kelinci semakin kebingungan.


Aku belum membuka segel ingatan tentang Keres pada wanita kelinci.


"Ah, Melissa, untuk saat ini, cukup ikuti intruksiku. Aku akan menjawab semuanya nanti,"


Wanita kelinci mengangguk.


Duo Iblis tak membantuku sama sekali! Dasar Iblis!


"TUAN CROCELL ... APA BENAR WANITA INI ADALAH NYONYA?"


*Brak!


Crocell memukul Shishaa.


"Apa maksudmu dengan wanita ini?! Ibunda adalah Ratu Kematian Yang Agung!"


Crocell terus berbicara omong kosong.


"Hentikan itu, Crocell. Apa kau masih ingat dengan perintahku sebelumnya?"


"Aku masih mengingatnya, Ibunda,"


Aku tersenyum kecil. "Sekarang, aku akan mencabut perintah itu,"


"Itu artinya ...."


"Benar, panggil semua saudara dan saudarimu ke sini,"


Crocell hanya terdiam.


Apa yang terjadi?


"I-ibunda ... mereka marah karena aku melarang untuk menyerang Kerajaan itu. Mereka semua mengurung diri di setiap lantai,"


Berarti Crocell masih belum memberitahu tentangku pada mereka. Sebelumnya, aku sengaja melepas aura tertinggiku agar bisa mencapai mereka, ternyata itu hanya hal yang sia-sia karena terhalang oleh pelindung pintu di setiap lantai.


Apa aku harus menyeret mereka?


"Ada cara untuk menarik mereka keluar, Ibunda." Crocell mengulurkan tangannya yang menggenggam sebuah item.


Ini ...?


"Baiklah." Aku menoleh ke tiga orang di belakangku. "Raja Iblis, Maryna, Melissa, tunggulah di sini, aku akan segera kembali,"


"Baik,"


Ini Dungeon-ku, seharusnya aku masih bisa mengontrolnya dari singgahsana.


"Teleportation,"


Ruang Singgahsana berada di lantai 13. Crocell memberiku sebuah item berbentuk gelang tali. Item itu hanya bisa digunakan olehku untuk mengakses kontrol di singgahsana.


Aku sampai di ruang singgahsana.


Perasaan ini ... sudah lama aku tidak merasakannya.


Aku berjalan menuju singgahsanaku.


"Magic Create Item,"


Setiap langkah yang kuambil membangkitkan kenangan lamaku.


Aku menaiki 7 anak tangga menuju singgahsana.


Satu persatu anak tangga mengeluarkan aura merah.


Murka, Keserakahan, Kemalasan, Kesombongan, Nafsu, Iri Hati, dan Kerakusan.


"Information Status : NPC, Dungeon,"


Sebuah layar status muncul di hadapanku.


Berhasil!


"Sekarang, waktunya menyeret mereka semua ke hadapanku,"


Dua belas nama muncul di layar status.


Aku menandai kedua belas NPC milikku termasuk Crocell.


{Summoning NPC}


Lingkaran sihir besar berwarna merah muncul di depanku.


Gelang ini masih berfungsi dengan baik, aku akan membuat salinannya.


Kedua belas objek yang kupanggil muncul dari dalam lingkaran sihir.


Akhirnya aku bisa melihat kalian semua lagi.


{High Intimidation Aura:ON}


"Akhirnya aku bisa melihat wajah manis kalian, anak-anakku,"


Bersambung ....


Halo, para Readers setia! Terima kasih untuk kalian yang masih setia mengikuti cerita yang membosankan ini, hehe. Kondisi Saya sekarang sudah mulai membaik, berkat dukungan kalian semua! Jadwal update akan segera kembali seperti sedia kala (Dua hari sekali). 😊


Oh, iya, kalian pada nanya kenapa cover diganti, ya? Saya juga kaget pas lihat cover tiba-tiba udah diganti. Ternyata Noveltoon dengan baik hati membuatkan cover untuk novel ini. Gimana, bagus, 'kan? Terima kasih, Noveltoon! ❤️


Anggap saja karakter yang di cover itu Daisy. 😁😁


BANTU KASIH RATING BINTANG 5, YA ⭐⭐⭐⭐⭐


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini :


https://saweria.co/hzran22