
Keesokan harinya.
Para pengikut berkumpul di depan istana Sekte Hitam. Aku hanya biisa melihat mereka dari balik jendela.
Ini semua berhubungan denganku. Benar! Abigail memintaku untuk menunjukkan diriku pada orang-orang aneh di sana! Ngomong-ngomong, semua orang sepertinya datang. Aku melihat Putri Anna di antara kerumunan, tapi dia terlihat berada di tempat khusus karena Putri Anna seorang Kaisar sekarang.
Aku mulai berjalan di lorong.
Ada wajah yang tidak asing, seorang pria yang berdiri di lorong tempatku berjalan menuju balkon, dia adalah Pangeran Kerajaan Rexist, aku lupa namanya. Wajahnya terlihat tidak bersemangat. Dia berbaris bersama dengan beberapa orang yang terlihat cukup kuat.
Abigail telah menunggu di balkon.
Yah, ini semua karena salahku juga, sih. Sebelumnya aku menawarkan hadiah ada mereka, dan Abigail dengan cerdiknya memintaku untuk langsung bergegas menyapa pengikut sebagai hadiah untuknya.
"Terima kasih karena sudah menyempatkan diri untuk hadir, Yang Mulia," ucap Abigail dengan senyuman.
"Tidak masalah. Cepat atau lambat aku juga akan melakukan hal ini."
Aku berjalan menuju ujung balkon, tempat di mana aku bisa melihat para pengikut di bawah sana.
Sebagian besar dari mereka tidak tahu pelaku insiden waktu itu. Kemunculanku di hadapan mereka pasti mengejutkan. Beberapa dari mereka juga mulai menganalisaku dan menatap tajam diriku, mereka jenis bawahan yang aku butuhkan, memiliki kekuatan di atas rata-rata, satuan pajurit Kerajaan Maphas mungkin bisa menang melawan mereka, namun juga akan kehilangan lebih dari setengah pasukan.
Kemunculanku yang tiba-tiba ini pasti sangat mencurigakan, mereka mungkin berpikir bahwa Abigail lah yang akan bebicara di atas balkon. Maaf, sudah membuat kalian kecewa.
Abigail berdiri di sebelahku, terlihat ingin mengatakan sesuatu padaku.
Aku menahannya untuk berbicara.
Sudah waktunya untuk kalian mengenaliku sebagai majikan.
"Anti Magic Area." Aku menggunakan skill penghilang sihir dan skill yang mencangkup satu kota di dalam gua ini.
Semua tekanan yang mengarah padaku dan skill analisa menghilang seketika. Keributan pun pecah, beberapa dari mereka terlihat panik karena tidak bisa menggunakan sihir atau Mana-nya.
{High Intimidation Aura:ON}
Aku menggunakan intimidasi tingkat tinggi.
Aku sudah menduga hal ini akan terjadi, karena itu aku juga sudah mempersiapkan Delay Magic sebelumnya.
"Aku sangat kecewa dengan kalian semua. Kalian bahkan tidak mengenaliku saat ini, apa patung di depan istana ini hanya pajangan semata?" Aku berbicara dengan item pengeras suara.
"T-tidak mungkin." Terdengar suara pria dari arah lorong.
"Bersujudlah!" teriak Abigail.
Seketika lautan manusia serentak bersujud di hadapanku, semua orang, tanpa terkecuali. "Yang Mulia!" Suara teriakan mereka terdengar cukup keras, sampai bergema ke seluruh gua.
"Terima kasih, karena kalian masih tetap setia menungguku. Sekarang ... Ratu ini kembali dan akan melanjutkan tujuan utamanya, yaitu ...."
------------------------------------
Beberapa jam kemudian.
Aku kira pengumuman tadi hanya sebentar saja, ternyata Abigail masih menahanku dan membuatku untuk bertemu dengan para pengikut dari dekat. Rasanya seperti jumpa fans, tapi aku benar-benar tidak menikmatinya.
"Kerja bagus, Yang Mulia." Abigail duduk di hadapanku.
Saat ini aku berada di menara arsip, bersama orang-orang ini. Abigail, Putri Anna, Putri Sharah, Pangeran dari Kerajaan Rexist, dan satu orang pria yang belum pernah kulihat sebelumnya.
Mungkin mereka enam pilar yang ada di Sekte Hitam, aku penasaran dengan satu orang lagi, kalau tidak salah namanya adalah Ard.
Mereka berempat masih berdiri, hanya Abigail yang duduk saat ini. Sedangkan aku duduk di sofa yang nyaman ini.
"Kalian berempat, duduklah," perintahku.
"Baik, Yang Mulia." Keempatnya duduk di kursi yang muncul dari lantai.
Sejujurnya aku tidak ingin bertemu mereka, tubuhku sangat letih saat ini.
"Sepertinya kau terlihat lebih sehat sekarang, Putri Anna," ucapku dengan nada rendah.
"T-terima kasih, Yang Mulia. Ini karena Saya yang mulai terbiasa bekerja keras di Kekaisaran."
"...."
Aku sepertinya tahu siapa salah satu bangsawan yang dimaksud.
"Seperti dugaan Anda, ini tentang perselisihan Keluarga Hart dan Keluarga Aleister."
Dia membaca pikiranku?! Ngomong-ngomong tentang Aleister, bukannya itu nama keluarga milik Glenn si penguntit?
"Keluarga Aleister memiliki hubungan yang erat dengan Keluarga Kaisar sebelumnya. Saya hanya meneruskan apa yang telah diwariskan oleh Kaisar sebelumnya. Keluarga Aleister memang memberi banyak manfaat bagi Kekaisaran."
Dia bahkan tidak menganggap Kaisar sebelumnya sebagai Ayah.
"Masalah utamanya adalah Keluarga Hart. Kekuatan mereka tidak bisa diremehkan, bahkan bisa menyaingi pasukan kekaisaran jika mereka mengumpulkan prajurit dari persembunyian. Keluarga Hart melakukan rencana pemberontakan, Saya sendiri sangat frustasi memikirkan masalah ini. Memiliki Aliester saja tidak cukup untuk menekan mereka," lanjut Putri Anna.
Keluarga Hart, jadi rencana mereka ingin menemuiku adalah karena ini, ya? Mereka mencoba menjadi penjilat, jika rencana itu berhasil, mereka memiliki kami yang merupakan "TUAN" dari Kekaisaran sebagai kartu truf.
"Keek." Tanpa sadar aku tertawa kecil.
"Yang Mulia?"
Ini sangat memuakkan. Hmmm ... sepertinya Keluarga Aleister ini juga tidak bisa diremehkan, buktinya Keluarga Hart tidak berani melakukan pergerakan langsung di hadapan mereka.
"Aku punya saran untukmu, Putri Anna."
"Suatu kehormatan bisa menerima saran dari Anda."
"Kau harus menikah."
"Eh--maaf?"
"Kau masih ingat dengan Glenn Aleister?"
"I-itu ...." Wajah Putri Anna terlihat berbeda, dia mencoba memalingkan wajahnya dariku.
Kena kau, gadis kecil.
"Sebelumnya, kaulah yang meninggalkannya di tempatku pasca insiden Glenn menyerang perjamuan malam itu. Sekarang, waktunya bagimu untuk mengambilnya kembali."
"M-maaf, Yang Mulia, apa Anda bisa menjelaskannya lebih detail?"
"Anna!" Abigail menatap Putri Anna dengan tajam.
Aku mengangkat tanganku. "Tidak, Abigail, aku memang ingin menjelaskannya."
"Baik, Yang Mulia."
"Putri Anna, Glenn saat ini memiliki kedudukan yang tinggi di Kerajaan Penyihir Maphas, dia salah satu petinggi yang menangani pembangunan. Dan kebetulan, dia berasal dari Keluarga Aleister, namun sepertinya dia sudah memilih untuk meninggalkan mereka, aku pastikan dia tetap akan menjadi Aleister sampai seterusnya. Menikah dengannya bukanlah keputusan yang buruk, hubungan negara kita akan semakin erat, Keluarga Hart pasti kesulitan untuk mendekatiku."
"Anda benar, tapi ...." Putri Anna terlihat gugup ingin berbicara.
Gadis ini tidak memahami perasaannya sendiri. Di sisi lain aku juga penasaran, akan seperti apa keturunan mereka. Putri Anna memiliki mata yang bisa menaikkan stat melebihi limiter tubuhnya, dan Glenn yang memiliki item hidup di tangannya, sekaligus seseorang yang memiliki ras setengah Humanoid. Aku masih penasaran dengan hal itu sampai saat ini.
"Aku tidak memintamu untuk memutuskannya sekarang, pikirkan baik-baik. Aku juga masih memiliki rencana lain jika kau menolak yang ini."
"Baik, Yang Mulia, Saya akan memikirkannya dengan jernih."
"M-maaf menyela, Yang Mulia." Akhirnya Pangeran Rexist berbicara. "Apa Anda memiliki hubungan dengan Kerajaan Penyihir Maphas? Saya dengar Alissa Hart menjadi Perdana Menteri di sana, apa itu tidak akan mengganggu rencana Anda?"
Beberapa orang mencoba menahan tawa, salah satunya Abigail.
"Siapa namamu?" tanyaku.
"Nama Saya adalah Laird Sintclair, Yang Mulia."
Ah, benar, namanya Laird.
"Biar kutunjukkan sesuatu padamu." Aku menjentikkan jariku, secara bersamaan penampilanku berubah.
Laird sangat terkejut dengan apa yang dia lihat. "A-anda, Alissa Hart?"
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, GIFT IKLAN, YA!