The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
True Vampire Lord



Pahlawan? Jadi, selama ini mereka memandang Satan seperti itu? Itu terdengar masuk akal dalam sudut pandang mereka, ini sama saja seperti Dark Hero, menjadikan Dewa sebagai musuh utama, bukan Raja Iblis. Tujuan mereka sama sepertiku-- tidak, aku masih tidak yakin.


Hela tertunduk lemas sembari mengusap-usap dahinya. Dia terlihat terkejut dengan jawaban Lilith.


"Kalian bahkan tidak tahu apa-apa tentangnya." Hela sekilas melirikku, kemudian melanjutkan perkaannya. "Jika kalian sudah mencapai tujuan mengalahkan Dewa, lantas bagaimana cara kalian mengatasi Satan?"


"Kami berada di pihak yang sama, tidak mungk--"


"Kau terlalu naif." Hela memotong jawaban Lilith. "Dia sangat licik ...." Mulutnya berhenti berbicara, dia kembali melirikku sekilas.


Suasana menjadi hening.


Kenapa dia?


"Jika menurutmu seperti itu, kami akan mundur dari pertempuran ini, dan menunggu sampai waktunya tiba," ucap Lilith.


"Apa maksudmu?" tanya Hela kebingungan.


"Berkat vampir liar yang sudah memiliki akal itu, kami tak perlu repot naik ke permukaan. Karena itu True Vampire Lord hanya mengutusku untuk mengawasi mereka."


"True Vampire Lord?"


"Aku tidak bisa menjelaskannya lebih jauh lagi, karena kita tidak dalam kerjasama apa pun," tegas Lilith.


Pandangan matanya sangat tegas, tak takut dengan kekuatan besar dari wanita di dekatnya.


"Bagaimana jika seperti ini ...." Hela tersenyum dan melanjutkan perkataannya. "Bagaimana jika kita bekerja sama? Musuh kita sama, 'kan?"


Lilith menyipitkan matanya, tubuhnya bersender di sofa, kemudian menyeringai sambil melipat kedua tangannya. Dalam sekejap Lilith membalikkan keadaan, bukan dengan kekuatan, namun dia menguasai negosiasi ini.


Apa Hela sengaja melakukan itu?


"Apa keuntungan yang kami dapat? Mengalahkan mereka adalah tujuan kita, jadi aku tak bisa mengatakan itu adalah keuntungan bagi kami."


Hela mengangkat tangan kanannya ke depan. Sebuah portal kecil muncul, portal yang terlihat seperti penyimpanan dimensi. Dia mengambil sesuatu dari sana. Sebuah botol potion kecil berisi cairan berwarna merah pekat.


Apa yang dia rencanakan? Itu terlihat seperti darah biasa.


"Kau ingin menawarkan darah kualitas rendah seperti itu?" Lilith langsung menekan Hela dengan pertanyaannya.


"Ini darah yang kudapat dari beberapa ras yang telah punah." Hela mengelus dagunya. "Sepertinya kau tidak tertarik dengan ini."


"Kami punya banyak yang seperti ini, itu adalah alasan kami tidak mengalami banyak perubahan hingga saat ini."


Hela menghela napasnya, dia terlihat seperti telah melakukan segalanya, dan menyerah. Dia memejamkan mata, bersender di sofa, namun aku bisa melihat jelas arah bola matanya yang tertuju padaku.


Ini juga karena kesaahanku, sih, karena sebelumnya aku memamerkan betapa banyaknya item di Kerajaan Maphas.


[Keluarlah, Delila.]


[Baik, Ibu.]


Sebuah portal muncul di belakangku, Delila keluar dari portal itu.


Delila bersembunyi di ruang dimensi setelah menyelesaikan tugasnya untuk membawa pulang Skull Dragon. Ini hanya percobaan kecil, apa Hela menyadarinya atau tidak, karena Delila menggunakan skill tertingginya untuk bersembunyi. Namun, reaksi Hela terlihat sedikit terkejut, aku berasumsi bahwa Hela tidak terlalu merasakan kehadiran Delila.


Lilith yang melihat Delila langsung memasang sikap waspada. Walau ekspresinya terlihat tenang, namun aku merasakan energi sihir yang siap dilepaskan ketika sesuatu mengancamnya.


Hela si licik ini, dia dari awal memang sengaja membuatku membayar pada Lilith! Baiklah, akan kulakukan sesuai keinginanmu!


Tapi, barang apa yang bisa menarik perhatian Lilith? Aku tidak berencana untuk memberikan potion Golden Dragon Blood pada meteka.


[Rayna, Delila, barang seperti apa yang cocok dengan mereka?]


Pendapat mereka berdua sangat dibutuhkan sekarang.


[Tak ada item yang pantas untuk diberikan padanya, Ibu.] Delila langsung menjawab tanpa ragu.


[Benar, Ibu. Bahkan Saya tak ingin melihat mereka menggunakan Golden Dragoon Blood!] Karena sesama penghisap darah, Rayna sepertinya sudah menebak kemungkinan barang apa yang akan kuberikan.


Mereka tidak membantu!


"Alissa Hart, apa kau memiliki solusi lain?" tanya Hela.


Si licik ini terus menekanku. Hmmm ... item yang setidaknya mendekati Golden Dragon Blood. Apa aku gunakan saja item itu?


"Aku memiliki tawaran untuk kalian, para True Vampire. Aku tak memaksa kalian untuk menerimanya, ini tawaran terakhirku mewakili Ratu Hela. Jika kalian menolak, anggap saja pertemuan ini tidak pernah terjadi," tegasku.


"Hmmmm ... biarkan aku mendengar tawaran sepadan darimu itu."


Aku tak menyimpan semua item usang di penyimpanan dimensiku.


Delila mengeluarkan item berbentuk kubus hitam dengan pola-pola kotak seperti rubik. Delila meletakan kubus hitam itu di meja.


"Aku menawarkan sebuah item sederhana yang kumuliki. Item ini sangat cocok untuk kalian, item yang memiliki jangkauan yang cukup luas."


"Item apa itu?" tanya Lilith yang penasaran.


"Item yang bisa menutupi kelemahan kalian."


"Jika yang kau maksud adalah sihir suci, itu tidak akan berguna bagi kami." Lilith bersiap-siap untuk berdiri dari sofa.


Yah, sihir suci biasa tidak akan mempengaruhi mereka, tapi bagaimana jika ....


"Bagaimana dengan sihir suci yang berasal dari Dewi?"


Lilith yang tadinya kehilangan minat kini kembali menaruh perhatiannya padaku.


"Kau bercanda? Tak ada item yang bisa menahan sihir darinya."


Tanpa praktek langsung aku tak bisa meyakinkannya.


Perhatianku langsung tertuju pada Hela.


Dia adalah Great Angel, dan murid Keres. Seharusnya sihir suci miliknya setidaknya setara dengan Dewi, 'kan? Tidak, tidak ... Lilith mungkin akan mengira bahwa kami bekerja sama untuk menipunya.


"Apa kau keberatan jika aku membawa item ini? Aku berencana melakukan pengujian di tempatku, termasuk memikirkan tawaran kalian, aku akan menyampaikan semuanya pada True Vampire Lord," lanjut Lilith.


Dengan cepat permasalahan langsung selesai, aku bahkan sudah tidak memiliki lucky stat.


"Bagaimana cara kalian mengujinya?" tanya Hela.


Lilith menempelkan jari telunjuk ke mulutnya, sebuah isyarat menyuruh seseorang untuk diam/sesuatu yang rahasia.


"Kami memiliki beberapa 'sumber daya' yang bisa dimanfaatkan."


Hela tersemyum kecil. "Menarik."


Apa hanya aku yang tidak megerti perkataan mereka?


"Aku akan segera memberi kabar pada kalian tentang keputusan True Vampire Lord. Jangan khawatir soal item ini, harga diri kami tidak serendah itu untuk mencuri barang milik orang lain."


Lilith hendak pergi dari tempat ini, namun langkahnya terhenti ketika melihat Rayna.


Yah, aku memang sudah menduga hal ini pasti akan datang.


"Siapa sebenarnya wanita itu?" tanya Lilith dengan tatapan tajam.


"Dia adalah putriku," jawabku.


Lilith berbalik membelakangi kami setelah mendengar jawabanku. Aku tak tahu ekspresi seperti apa yang ditunjukannya saat ini.


"Gate." Lilith merapalkan sihir Gate.


Sebuah portal teleportasi muncul di hadapannya.


"Jika item ini bisa memuaskan True Vampire Lord, aku akan memberi tahu kalian tentang sekte Satan serta di mana lokasi pusat sekte itu berada," ucap Lilith.


"Itu berarti ...?"


"Benar. Drac bukanlah pemimpin, pemimpin mereka adalah seorang manusia yang menarik." Lilit menjetikkan jarinya.


Aku merasakan sesuatu yang hilang di tubuhku. Lebih tepatnya sesuatu yang sebelumnya menempel di tubuhku, kini sudah menghilang.


Pelacak?!


Lilith telah meninggalkan ruangan ini.


Hela, Rayna, dan Delila terlihat terkejut, mereka berusaha menyembunyikan ekspresi itu, namun tetap bisa terlihat olehku.


Bahkan mereka bertiga tidak menyadari pelacak itu, jika para True Vampire di pihak kami, ini akan menjadi keuntungan besar bagi kami. Sekarang, aku hanya perlu menunggu jawaban mereka.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!