
Raja Karibian mengeluarkan aura membunuh yang luar biasa. Tekanan itu membuat para prajurit Kerajaan tidak bisa berdiri.
Aku rasa dia lebih kuat dari wanita kelinci.
"Aku mulai!" Raja Karibian menekuk kakinya.
*Wush!
Dia bergerak dengan sangat cepat sehingga tanah tempatnya berpijak hancur.
Asmodeus hanya diam sambil menggerakan matanya ke segala arah.
itu Eyes of Liberation, mata yang bisa melihat masa depan secara singkat dan memiliki beberapa skill tersembunyi. Hanya NPC yang bisa menggunakan kekuatan mata itu. Masih belum diketahui kenapa Player tidak bisa menggunakannya.
Pergerakan Raja Karibian menyebabkan hempasan angin yang cukup kuat.
Asmodeus mengeluarkan pedang sihirnya.
"Binatang kecil, kau hanya berlari ke sana-kemari,"
*Wush!
Asmodeus mengayunkan pedangnya ke sisi kiri.
*Ting!
Raja Karibian menangkisnya dengan cakarnya yang memanjang di tangan kirinya.
Melihat cakar itu, aku jadi teringat sosok superhero di film.
"Tak kusangka kau bisa membaca pergerakanku." Raja Karibian tersenyum kecil.
"Kau hanya makhluk rendahan yang tak pantas bertarung denganku,"
Asmodeus terus menekan Raja Karibian dengan pedangnya.
Raja Karibian memanjangkan cakar di tangan kanannya dan mulai menusuk ke arah perut Asmodeus.
*Swing
Asmodeus menahan serangan itu dengan menyentuh ujung cakar bagian tengah yang paling panjang. Ia menahannya dengan memberikan sedikit dorongan pada titik temu jari dan cakar dari Raja Karibian.
Raja Karibian terkejut. "B-bagaimana mungkin ...?"
Aku berdiri sambil memegang pedangku dan melompat ke arah Asmodeus.
*Crack
Sebuah sayap muncul dari punggung Asmodeus.
*Wush!
Asmodeus mengepakan sayapnya hingga membuatku terhempas.
Wooaaah ... Anak itu benar-benar terbawa suasana. Raja Karibian masih terpojok. Yap, terlihat seperti terpojok, tapi, jangan lupakan fakta bahwa dia adalah singa. Seekor singa tidak akan gentar dengan mangsa yang lebih besar.
*Bum!
Aura Raja Karibian semakin membesar. Tubuhnya perlahan diselimuti oleh cahaya kuning.
Cakarnya perlahan terbakar oleh api.
Asmodeus melompat menjahuinya.
"DESTROYER MOOODEEEEE!" Raja Karibian berteriak sambil melepaskan aura yang sangat dahsyat hingga menghancurkan apa pun di sekitarnya.
Tubuhnya semakin membesar.
*Dum Dum Dum
Langkah kakinya membuat suara hantaman yang sangat nyaring.
Destroyer Mode. Wujud tertinggi dari seorang Warrior. Semua stat akan naik berkali-kali lipat. Saat ini, stat-nya hampir mendekati stat normal level 1000.
"Hohoho, kucing kecil sudah berubah menjadi singa remaja,"
Asmodeus sangat ahli menyulut emosi seseorang.
Raja Karibian mulai berlari menuju Asmodeus. Setiap langkah dari kakinya menyebabkan getaran yang luar biasa.
Dia tidak menggunakan cakarnya. Apa dia beralih ke mode bela diri?
Asmodeus menekuk kakinya, kemudian melompat dengan tajam ke arah Raja Karibian.
"TIDAK AKAN KUBIARKAN!" Raja Karibian melayangkan pukulannya tepat ke arah Asmodeus.
*Duar!
Hantaman dari tubuh Asmodeus dan Pukulan Raja Karibian menimbulkan ledakan yang besar.
Tempat ini dipenuhi kepulan asap.
Terdengar suara hantaman bertubi-tubi dari dalam ledakan.
Apa yang terjadi?
Translucent Eyes! Aku mengaktifkan mata tembus pandang untuk melihat kondisi mereka.
Raja Karibian terus memukul Asmodeus yang tergeletak di tanah.
Huwaaaaa! Apa yang anak itu lakukan?!
[Asmodeus, apa yang kau lakukan?!]
[Saya hanya menuruti perintah Ibunda untuk menahan diri,]
Heh?
"Wind Cutter!" Aku menyerang keduanya dengan sihir angin tingkat 4 sekaligus menghilangkan kepulan asap.
Seranganku tak menimbulkan damage berarti.
"NONA, APA YANG KAU LAKUKAN?!" Raja Karibian terkejut dengan tindakanku.
"Maaf, aku tidak bisa melihat kalian berdua! Aku hanya menyerang sembarangan!" Aku berteriak karena posisi mereka lumayan jauh dari tempatku.
Raja Karibian kembali memalingkan wajahnya ke bawah.
"HUH?"
Asmodeus menghilang.
*Swing
Sebuah pedang menempel di leher Raja Karibian dari arah belakang.
"Sepertinya singa remaja sedang kebingungan,"
Pertarungan ini tidak seimbang. Sebagai seorang Swordmaster, Asmodeus terlalu kuat. Mungkin jika lawannya wanita kelinci, pertarungan ini pasti akan menarik.
Huh? Ada sesuatu yang mendekat dengan kecepatan penuh.
"Ibuundaaaa!" Seseorang berteriak.
*Duar!
Pendaratan itu menyebabkan dataran di Istana Kerajaan hancur.
"Ibunda! Aku merasakan Destroyer Mode di sekitar sini!" Crocell menghampiriku.
Sialan! Dia merusak rencanaku!
*Brak!
Asmodeus langsung menendang Crocell dengan sangat kuat. Crocell terhempas ke dalam istana.
Aku melirik ke arah Raja Karibian.
Raja Karibian diam melotot ke arahku.
Sial, sial, sial!
[Ibunda, bagaimana ini?] tanya Asmodeus melalui telepati.
[Tahan,]
Raja Karibian masih diam melihat ke arahku.
Aku perlahan berjalan mendekatinya.
*Wush!
Raja Karibian bergerak cepat menuju ke arahku.
Ini sudah terlambat!
*Bugh!
Crocell datang menghalau serangan Raja Karibian.
"Hei, binatang kotor, tak akan kubiarkan tanganmu menyentuh sehelai rambut pun milik Ibunda,"
"APA KAU JUGA SALAH SATU DARI MEREKA?" tanya Raja Karibian.
Crocell hanya tersenyum.
"JADI BEGITU, YA,"
*Bugh!
Raja Karibian langsung memberikan pukulan bertubi-tubi kepada Crocell.
Pukulannya sangat cepat. Orang biasa tidak akan bisa mengikuti kecepatan itu.
Crocell menepis pukulan itu dengan kecepatan yang sama.
"Khuahahahaha, ayo hibur aku lagi, singa kecil!" Crocell terus meledek Raja Karibian.
Aura dari Raja Karibian mulai tak terkendali akibat Destroyer Mode yang sudah mencapai batas.
Celaka, dia akan meledak jika terus dipaksakan!
"Hentikan, Crocell!" teriakku.
Asmodeus langsung menarik Crocell.
Masih belum terlambat!
"Mana Absorption!" Aku menyentuh kepala Raja Karibian dan menghisap Mana-nya.
Raja Karibian masih berada dalam mode menyerang. Itu karena aku menggantikan posisi Crocell yang ditarik Asmodeus.
Perlahan tubuhnya kembali ke bentuk normal. Pukulannya semakin pelan.
*Bruk!
Raja Karibian tersungkur karena kehabisan Mana.
Sudah tidak ada gunanya aku melanjutkan rencana ini. Aku harus menundukan Kerajaan ini secara langsung.
"Asmodeus, panggil semuanya ke sini sekarang, seharusnya mereka sudah selesai menjalankan tugas,"
"Baik, Ibunda,"
Raja Karibian sedang tidak berdaya. Jika dia bertemu lawan yang seimbang, akan lain ceritanya. Sangat disayangkan.
Kami masuk ke Istana Kerajaan.
Asmodeus menyeret Raja Karibian.
Di lorong istana, ada beberapa orang yang menghalangi jalan kami.
"Berhenti!" Seorang Beast wanita berteriak.
Dari penampilannya, wanita itu terlihat berasal dari Keluarga Kerajaan.
"Crocell, bereskan mereka,"
"Baik, Ibunda,"
*Crack!
Pemandangan yang sangat indah.
A. Kekuatan Yang Mengerikan
Kepalaku sakit. Aku tidak bisa merasakan seluruh tubuhku.
Tempat ini, ruang singgahsana, 'kan? Kenapa aku tertidur di tempat ini? Ah, benar, aku kalah melawan mereka. Kekuatan yang sangat mengerikan.
"Kau sudah bangun? Ini sudah tiga hari, sungguh membosankan menunggumu siuman,"
Terdengar suara wanita dari arah depan, tepatnya di arah singgahsanaku.
Aku mengangkat kepalaku dan melihat sumber suara tersebut.
Terlihat seorang wanita duduk di singgahsanaku. Pakaiannya serba hitam, rambutnya kuning, serta mata merah yang menyala.
"S-siapa kau?" tanyaku.
Tunggu, rambut kuning?
"Sepertinya kau sudah paham sekarang," ucap wanita itu.
Apa yang terjadi sebenarnya?
Perlahan tubuhku pulih dan bisa digerakan. Aku mencoba untuk bangkit berdiri.
"Kau sangat gigih,"
Aku mencium bau darah yang sangat menyengat.
Apa maksudnya ini?
Banyak mayat yang tergeletak di belakangku. Aku mengenal beberapa dari mereka.
Tidak mungkin ....
"Vera, Lizia, Merra ...."
Mereka membunuh keluargaku.
*Bruk!
Aku terduduk lemas.
"B-bagaimana bisa kau tega melakukan ini? Apa salahku?"
Wanita itu hanya terdiam.
"Ibunda, apa Anda terganggu dengan perkataannya?" Suara seorang pria yang terdengar dari sisi kiriku.
Aku tidak menyadari keberadaannya. Selama ini, kedua belas monster itu berbaris di sisi kiriku.
"Tidak." Wanita itu berdiri. "Raja Karibian, jadilah bawahan Kerajaan Penyihir Maphas, kami akan membantumu untuk mencari orang yang mengkhianatimu,"
Penghianat? Aku tidak merasa ada penghianat di sisiku.
"Bagaimana jika aku menolak,"
*Badump!
Jantungku tiba-tiba berdegup kencang. Aku merasakan darahku mengalir dengan sangat cepat sehingga membuat tubuhku mati rasa seketika.
"Hentikan itu, Rayna,"
"Baik, Ibu!"
Aku menoleh ke arah sumber suara tersebut.
Vampir?
"Apa kau yakin, Raja Karibian?" tanya wanita itu.
Aku tidak tahu apa dia berkata jujur atau hanya kebohongan semata. Dia bisa menggunakan kebohongan itu sebagai alat untuk mengendalikanku. Tapi, bagaimana jika itu benar-benar terjadi? Apa aku harus bertaruh?
"Aku tidak bisa memberi jawaban karena kau sudah membunuh keluargaku,"
Wanita itu tersenyum. "Lihatlah ke belakang,"
Tiga orang wanita berdiri di belakangku.
Mustahil.
"Vera, Lizia, Merra ... apa itu benar-benar kalian?"
"L-leon?"
*Crack!
Sebuah pedang menebas mereka.
"A-apa yang terjadi?! Vera, Lizia, Merra!"
Aku menyaksikan keluargaku dibunuh tepat di depan mataku.
"Aku memberimu kesempatan, Raja Karibian,"
Dia mempermainkan nyawa seseorang layaknya sebuah boneka. Siapa sebenarnya makhluk jahat ini?
Aku menoleh ke arah wanita itu.
Ini demi keluargaku.
"Baiklah, Kerajaan Karibian akan menjadi bawahan Kerajaan Penyihir Maphas mulai saat ini,"
"Bagus. Mulai sekarang, jadilah mata dan telinga untukku, jika kau berani berbelot ...."
"Uhuk! Uhuk!" Terdengar suara seseorang terbatuk-batuk di belakangku.
Sial!
"Kerajaan Karibian bersumpah akan menjadi mata dan telinga bagi Kerajaan Penyihir Maphas!"
"Aku senang mendengarnya,"
Sebuah lingkaran sihir muncul di bawah kaki orang-orang itu.
*Wush!
Mereka menghilang.
"Leon!" teriak Vera.
Aku langsung berlari dan memeluk istri dan putriku.
"Ayah! Aku sangat takut!"
"Tenang, Ayah tidak akan membiarkan kalian mengalami kejadian mengerikan itu lagi,"
Ini demi keluargaku. Aku akan melindungi mereka.
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :
https://saweria.co/hzran22