The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Tekad Pemilik Penginapan



"Minta tolong? Kenapa harus kami?" tanyaku.


Orion menyipitkan matanya. "Seharusnya kau sudah tahu, Nona,"


Maksudnya, dia tahu kalau Crocell memiliki hubungan denganku?!


"Apa maksudmu, Orion?!" Wanita kelinci menatap Orion dengan tatapan penuh amarah.


"Melissa, tenanglah, aku tidak merencanakan apa pun," ucap Orion.


Raja Iblis dan Maryna keluar dari penginapan.


"Itu ...." Orion menunjuk ke arah dua Iblis itu. "Mereka berdua sangat kuat, karena itulah makhluk dari Dungeon itu kabur,"


Eh?


"Apa yang kau bicarakan, Orion?" tanya wanita kelinci.


"Anak buahku melihat salah satu dari mereka bertarung sengit dengan makhluk dari Dungeon,"


"Maksudmu, salah satu dari 12 makhluk Dungeon datang ke tempat itu?" tanya wanita kelinci lagi.


"Itu benar. Dan juga ...." Orion mendekatkan tubuhnya pada wanita kelinci. "Mereka berdua Iblis,"


Mendengar hal itu, wanita kelinci langsung melompat menjauhiku dan bersiap-siap di belakang Orion.


Orion mengangkat tangan kirinya ke samping. "Tenang, Melissa, mereka tidak memiliki tujuan buruk,"


Aku tidak tahu harus berkata apa. Terjadi sedikit kesalahpahaman di sini. Aku ingin meluruskannya.


"T-tunggu, Duke Orion ... tentang makhluk itu sebe-"


Orion mengangkat telunjuknya dan menyela perkataanku.


"Aku sudah tahu, Nona, karena itulah aku berharap bantuan kalian,"


Aku menghela napasku.


Ini sudah sangat melenceng.


"Baiklah, tapi aku akan berdiskusi terlebih dahulu pada kedua rekanku ini,"


Orion mengangguk.


Aku berjalan menuju ke arah dua Iblis itu.


Raja Iblis menjentikan jarinya.


Sebuah penghalang suara muncul menutupi kami.


"Jadi, apa rencana kita kali ini?" tanyaku.


"Ratu ... Kita harus membantunya," saran Raja Iblis.


"Aku tahu, tapi, aku tidak ingin membuang-buang waktu di sini,"


Raja Iblis mengusap-usap dagunya.


Apa ini kebiasaan barunya?


"Yang Mulia, Ratu, kita harus mengikuti rencana mereka terlebih dahulu. Kita belum menemukan gambaran apa pun untuk ke depannya," ucap Maryna.


Maryna benar. Kami hanya cukup mendengarkan rencana mereka. Aku juga tidak memiliki banyak waktu setelah tahu bahwa Dungeon rank SS ternyata milikku. Aku harus secepatnya menyelesaikan ini.


"Baiklah, kita ikuti saja terlebih dahulu kemauan mereka,"


Dua Iblis mengangguk.


Raja Iblis membatalkan sihir pelindungnya.


Aku kembali pergi ke arah dua orang di sana.


Huh? Ada apa?


Wanita kelinci dan Orion tampak terkejut akan sesuatu.


"Apa kalian baik-baik saja?" tanyaku.


"Eheem ... tidak masalah. Bagaimana, Nona, apa kalian mau membantu kami?"


"Sebelum itu, apa yang kami dapatkan jika misi ini berhasil?"


Orion tersenyum kecil. "Itu akan diberikan oleh Raja nantinya,"


Jadi begitu, ya. Aku mengerti maksudnya.


"Baiklah, kami akan membantumu,"


"Tunggu dulu!" Wanita kelinci mendarat di tengah kami.


"Apa yang kau lakukan, Melissa?" Orion menatapnya bingung.


"Aku ingin ikut,"


"Hei, hentikan candaanmu, kau bahkan tidak peduli lagi dengan apa yang terjadi sekarang,"


Wanita kelinci menundukan kepalanya. "Aku tidak bermaksud seperti itu." Tetesan air jatuh ke tanah. "Semua masih membekas di ingatanku,"


Dia menangis.


"M-melissa." Orion panik melihat wanita kelinci menangis.


Wanita kelinci mengusap air matanya. Ia kembali mengangkat kepalanya.


"Tapi, aku tidak bisa terus-terusan seperti ini, ada banyak yang menderita karena ketidak pedulianku." Sorot mata wanita kelinci semakin tajam. "Jadi, biarkan aku ikut bergabung dengan kalian,"


Dia benar-benar serius. Dia mencoba bangkit dari keterpurukannya di masa lalu. Aku tidak tahu masa lalu apa yang sudah dia alami, namun, melihat tekadnya yang kuat, aku percaya bahwa dia bisa melewati itu semua.


"Melissa." Orion melihatnya dengan penuh haru. "Baiklah, kau boleh ikut,"


Huh ... aku ingin memeluknya.


 ---------------------------------


Setelah kejadian mengharukan itu, kami kembali ke penginapan. Tentu saja Orion juga ikut karena dia yang akan menjelaskan semuanya.


Kami berada di ruangan yang terlihat seperti ruang kerja.


Seperti perpustakaan kecil, banyak buku-buku tersusun rapi. Ini seperti ruangan pemilik penginapan ini.


Huh, tunggu sebentar.


Aku melirik ke arah wanita kelinci.


Ah, jadi begitu. Ternyata dia seorang resepsionis yang merangkap menjadi pemilik penginapan.


Wanita kelinci datang sambil menyeduhkan teh.


"Jadi, Duke Orion, organisasi apa Golden Blood ini sebenarnya?" tanyaku.


Orion menghela napasnya.


"Baiklah, ini akan sedikit panjang,"


Tolong persingkatlah!


"Golden Blood. Mereka semacam organisasi pembunuh bayaran biasa. Namun, setelah mendapat sokongan penuh dari beberapa Bangsawan, mereka berubah menjadi pusat kejahatan berkumpul. Mulai dari narkoba, praktek perbudakan, serta bisnis ilegal lainnya telah mereka kuasai,"


Bisnis gelap ... ah, aku tidak akan berkomentar tentang ini.


"Semenjak Dungeon rank SS muncul, Golden Blood semakin melebarkan sayap mereka. Dengan memanfaatkan situasi di Kerajaan yang kalang kabut dalam menangani setiap ancaman dari Dungeon. Maka dari itu Raja memerintahkanku untuk menyelidiki ini,"


Lagi-lagi ini ada hubungannya dengan Dungeon-ku. Orion- tidak. Raja! Aku minta maaf!


"Apa kalian sudah menemukan siapa Bangsawan yang menyokong mereka?"


"Dugaan sementara. Orang itu adalah Marques Rudy Howfen,"


Persis seperti yang Maryna katakan sebelumnya.


"Namun kami masih belum memiliki bukti kuat untuk membawanya ke penjara," sambung Orion.


Walaupun Orion adalah Bangsawan bergelar Duke, dia tidak bisa melakukan hal sesukanya. Apalagi orang yang dia curigai adalah seorang Marques, Bangsawan satu tingkat di bawah Duke. Jika di pertemuan formal, Duke bisa dengan mudah membuat seorang Marques gemetaran karena perbedaan itu. Namun, di luar itu, sepertinya Marques memiliki kekuatan lebih yang membuat Duke harus mewaspadainya seperti ini. Benar, kekuatan itu adalah Golden Blood.


*Slurp


Dua Iblis di sebelahku dengan santai menyeruput teh mereka masing-masing.


Mereka hanya menyimak saja.


"Orion." Wanita kelinci bergabung ke topik pembicaraan.


"Ada apa, Melissa?"


"Seberapa besar kekuatan dari organisasi yang bernama Golden Blood ini? Aku tidak terlalu memperhatikan mereka saat masih aktif menjadi petualang, karena dulu mereka hanya amatiran,"


"Aku tidak tahu pasti, mereka cukup kuat untuk melakukan pemberontakan. Karena kehadiran Dungeon rank SS, mereka tidak berani menunjukan diri mereka secara terang-terangan,"


"Baiklah, kita hanya perlu menhabisi mereka pelan-pelan, 'kan?" Wanita kelinci mengepalkan tangannya.


"Tunggu." Raja Iblis mengangkat tangannya.


Akhirnya dia bicara!


"Duke Orion, aku menyarankan agar operasi ini dibagi menjadi dua tim,"


"Tolong jelaskan, Nona,"


"Aku dan rekan di sebelahku akan bertugas menangkap Marques. Kau, Nona Melissa, dan Alissa ... Kalian bertugas menghancurkan Golden Blood,"


Tidak buruk.


"Tidak, tidak." Orion menggeleng-gelengkan kepalanya. "Aku ingin meminta bantuanmu untuk menyerang mereka,"


"Itu tidak perlu ...."


Aku memegang pundak Orion yang kebetulan duduk di sebelahku.


"Duke Orion, jangan khawatir, kita bisa mengalahkan mereka," ucapku.


"Benar!" Wanita kelinci tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya. "Kenapa kau jadi memalukan seperti ini, Orion?!"


Orion menghela napasnya. "Huuh ... baiklah, mohon bantuanmu, Nona,"


"Panggil aku Alissa,"


"Baik, Nona Alissa." Orion kembali melihat ke arah dua Iblis.


"Namaku Arys, dan ini Maryna." Raja Iblis memperkenalkan diri.


Diskusi berjalan lancar. Operasi akan dimulai besok malam.


Huuh ... aku harap ini cepat selesai.


Bersambung ....


Maaf karena terlambat update. Saya lagi merevisi seluruh bab, dan baru sampai di pertengahan bab. Tenang, ini gak mengubah jalan ceritanya, kok. Saya cuma merivisi kata-kata yang rancu dan beberapa istilah doang. Kalian bisabaca ulang kalau penasaran.


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini :


https://saweria.co/hzran22