
Nama : Crocell
Umur : -
Ras : Iblis
Job : Magic Caster/Warrior
Tittle : Heavenly Demon Lord
Level : 1000
Mataku tidak salah. Ternyata itu kau ... si Ahli Bela Diri, Crocell. Karakter yang kubuat karena terinspirasi dari novel kultivasi.
Aku berbisik pada Raja Iblis. "Arys, berhati-"
Aku berhenti berbicara setelah melihat raut wajah Raja Iblis yang penuh dengan nafsu akan pertarungan. Bahkan Maryna juga membuat raut wajah yang sama.
Raja Iblis langsung berubah ke wujud sejatinya. Sebuah simbol berwarna putih muncul di tongkatnya, simbol itu seperti tato pada lengan yang memanjang.
"Wah, wah ... ternyata naluriku tidak salah, akhirnya aku menemukan orang yang bisa menghiburku." Crocell merentangkan tangannya.
Crocell menyebarkan serbuk berwarna hijau dari tangannya.
Ah, ini hanya sebuah bentuk ekspresi senang yang ditunjukan oleh Crocell. Aku yang membuat pengaturan ini agar terlihat seperti seorang maniak pertarungan.
Crocell terdiam dengan tatapan yang sangat tajam.
Aku merasakan sesuatu di tubuhku.
Dia menggunakan Appraisal Eyes untuk melihat stat kami. Aku masih menggunakan stat palsu sebagai Alissa Hart.
"Dua Iblis dan satu Manusia rendahan," sindirnya keras.
Dia tak mengenaliku, terlebih lagi aku tidak pernah menggunakan wujud Alissa Hart saat di Dungeon, wujud ini hanya gunukan pada saat ikut raid party sebagai bentuk penyamaran.
Melihat Raja Iblis yang sangat antusias, niatku berubah. Aku sedikit penasaran dengan hasilnya.
"Kau." Crocell menunjuk ke arah Raja Iblis. "Hanya ada satu Raja Iblis di dunia ini, bagaimana orang lemah sepertimu menjadi Raja Iblis?"
Raja Iblis hanya diam dengan posisi bersiap-siap.
Itu reaksi yang wajar, Crocell juga memiliki gelar Raja Iblis Surgawi. Itu tidak ada hubungannya dengan Raja Iblis di dunia ini. Gelar itu hanya sebuah hadiah karena Crocell yang merupakan ahli bela diri level 1000.
Nah, sekarang, apa yang akan kau lakukan, Raja Iblis?
Raja Iblis yang hanya diam mulai melakukan pergerakan. Tangan kanan Raja Iblis perlahan bergerak ke belekang seperti dalam posisi melempar bola.
Apa yang dia lakukan?
*Wush!
Dia mangayunkan tangannya ke depan.
Tangannya memanjang seperti karet.
Eeeh! Apa-apaan itu?!
Tangan itu berhasil menggapai Crocell dengan cepat dan melilitnya. Dalam posisi itu, Raja Iblis langsung mengayunkan tangan kanannya itu ke dinding-dinding tanah.
*Brak!
Raja Iblis terus memutar-mutar tangannya, dia mencoba memberi damage kepada Crocell.
Raja Iblis melempar Crocell ke udara. Dia dengan cepat melompat menuju Crocell hingga membuat dataran di bawah hancur akibat dorongan yang dia berikan.
"Huuh!" Beastman di dekatku panik ketakutan.
"Hei, kau harus segera pergi menyelamatkan para budak di penjara, rekan kami ada di sana," desakku.
Beastman itu lari kepanikan dan langsung melarikan diri.
Aku memperhatikan Maryna.
Dia mencoba menahan nafsunya. Dia tak ingin mengganggu pertarungan Raja Iblis.
"Maryna, ayo kejar mereka,"
Maryna mengangguk.
Aku dan Maryna keluar dari ruang bawah tanah.
*Duaar!
Ledakan besar terjadi. Orang-orang berhamburan berlari ke sana-kemari, termasuk para prajurit yang dibawa Beastman.
Huaah ... kota ini akan hancur sebentar lagi. Hmmm ... di mana mereka? Aku merasakan energi mereka berdua. Mereka sudah jauh dari tempat ini.
Aku dan Maryna pergi mengikuti mereka.
Jalan yang kami lewati sudah hancur tak tersisa. Ini serangan dari Raja Iblis, sepertinya Crocell hanya bertahan.
"Itu mereka!" Maryna menunjuk ke arah depan.
Raja Iblis dan Crocell saling berhadapan. Kami berjalan secara perlahan mendekati mereka.
"Kau hanya menahan seranganku," ucap Raja Iblis.
Crocell tersenyum. "Karena aku bisa menahan semua seranganmu dengan sangat mudah,"
Mendengar perkataan Crocell, niat membunuh yang ditunjukan Raja Iblis semakin pekat.
"Oho ... kau ingin melakukannya lagi?"
*Wush!
Eh?
Maryna yang sebelumnya di sebelahku dengan cepat berada di belakang Crocell dalam posisi kedua tangan yang bersiap mengayunkan pedangnya.
"Aku melupakanmu," gumam Crocell.
*Ting!
Crocell menahan serangan Maryna dengan ekornya. Maryna terhempas karena kibasan ekor Crocell.
"Ah, dua lawan satu ... jangan mengecewakan aku,"
Crocell menyembunyikan sayapnya.
Dia bersiap-siap bertarung dengan keahlian bela dirinya.
Raja Iblis dan Maryna bersiap di posisi mereka.
"Majulah." Crocell mengayunkan tiga jarinya sebagai tanda untuk lawannya menyerang duluan.
Ini menegangkan!
Raja Iblis dan Maryna bergerak secara bersamaan dari sisi kiri dan kanan Crocell. Mereka berdua menyerang menggunakan senjatanya masing-masing.
Raja Iblis memanjangkan tongkatnya, menargetkan dada Corcell.
*Bagh!
Corcell menepis tongkat Raja Iblis dengan telapak tangan kanannya ke arah kiri. Di waktu yang sama pula Maryna mangayunkan pedang yang dialiri sihir api ke arah kepala Crocell.
Dengan cepat Crocell menundukkan kepalanya dan mengayunkan kakinya ke belakang, menendang tepat ke perut Maryna.
*Bugh!
Maryna terhempas akibat tendangan mendadak Crocell.
Raja Iblis masih belum selesai dengan serangannya. Dia langsung mendekati Crocell yang masih dalam posisi tertunduk. Raja Iblis mengangkat tangan kirinya, mengepalkan tangannya, dan kepalan tangan itu membesar. Raja Iblis mencoba memukul Crocell dari atas.
*Srick!
Dengan cepat ekor Crocell melilit lengan Raja Iblis yang kecil dan menahannya, kemudian mengayunkan ekornya ke belakang, dan melempar Raja Iblis.
Kenapa dua Iblis itu tak menggunakan sihir? Hei! Lupakan tentang fairplay! Crocell tak akan bisa dikalahkan dengan pertarungan fisik!
Crocell melompat ke atas dan turun dengan cepat mengarah ke arah dua Iblis itu.
*Brak!
Serangan itu menghancurkan dataran tempat dua Iblis itu mendarat. Namun, mereka berhasil menghindarinya.
"Woahaha! Ini menyenangkan, ayo lanjutkan!" Crocell tertawa menikmati pertarungannya.
Maryna mengangkat tangannya ke depan. Lingkaran sihir berwarna ungu muncul dari telapak tangannya.
Raja Iblis yang di sebelahnya mulai bergerak menuju Crocell.
Sepertinya Raja Iblis ingin mengalihkan perhatian Crocell.
Raja Iblis berlari sambil memutar-mutarkan tongkatnya ke atas dengan tangan kirinya.
"Huh." Crocell bergerak mendekati Raja Iblis.
Dalam sekejap Crocell berada tepat di hadapan Raja Iblis, tangan kanannya sudah bersiap untuk meninju dagu Raja Iblis dari bawah.
Raja Iblis yang melihat itu langsung reflek memiringkan kepalanya ke kanan.
*Wush!
Raja Iblis berhasil menghindari serangan mendadak dari Crocell. Pukulan itu bergesekan dengan bagian wajah sebelah kiri Raja Iblis, dan menimbulkan percikan api.
Raja Iblis mangarahkan tongkatnya dari sisi kiri menuju ke leher Crocell.
*Bugh!
Kena!
"Hah? Hanya segini saja?" ucap Crocell.
Tongkat itu memang mengenainya, namun tubuh Crocell tak menerima efek apa pun.
Ah ... aku membuat stat mereka hampir setara denganku di game.
"B-bagaimana bisa?" Raja Iblis terlihat terkejut.
"Kau mengecewakanku,"
Perlahan tubuh Raja Iblis mengeluarkan aura berwarna hitam.
Tunggu, tunggu ... apa kau benar-benar ingin menghancurkan Kerajaan ini?!
"Yang Mulia, menghindar!" Maryna berteriak pada Raja Iblis.
Teriakan Maryna menyadarkan Raja Iblis.
"Devil's Judgment!." Maryna merapalkan sihir berskala besar.
Sebuah sihir berwarna ungu keluar dari lingkaran sihir. Sihirnya terlihat sama dengan Athomic Breath milik Raymond.
Raja Iblis langsung melompat ke samping.
Sihir itu dengan cepat menuju ke Crocell.
"Huh, mainan seperti ini ...."
Crocell mengangkat tangan kanannya ke depan.
Dia mencoba menahan sihir itu dengan tangannya.
"Crescent Moon,"
Tangan kanan Crocell memunculkan aura berwarna merah.
*Bum!
Sihir Maryna berpindah haluan, Crocell mengarahkannya ke atas.
"Apa?!" Maryna terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Dia memindah haluannya, bukan menahannya.
Kedua Iblis itu seperti melihat jurang yang memisahkan mereka dengan Crocell, artinya mustahil untuk mengalahkan Crocell. Tapi, aku sedikit penasaran dengan aura yang dikeluarkan Raja Iblis sebelumnya. Apa dia akan hilang kendali saat itu? Huh ... Baiklah, sepertinya aku sudah selesai menonton mereka. Tempat ini sudah hancur!
Aku menghela napasku.
"Berhenti di sana!" Teriakku.
Raja Iblis dan Maryna terlihat kesulitan. Ini memang harus diakhiri.
Crocell mengalihkan pandangannya ke arahku.
"Kau?"
"Cukup sampai di sana, Crocell ...."
Crocell melebarkan matanya setelah mendengar ucapanku.
"Kami tak pernah menyebutkan nama semenjak berada di dunia ini. Apa kau memiliki mata penilaian?" tanya Crocell.
"Apa kau tak mengenaliku?"
Aku melepas topengku.
"A-apa kau bercanda?"
Crocell langsung berpindah ke hadapanku dengan tangan yang langsung di arahkan ke wajahku.
*Bagh!
Aku manahannya dengan tangan kiriku.
Wajah Crocell semakin terkejut. "T-tapi, stat yang kau miliki?!"
*Bugh!
Aku menendang Crocell hingga dia terdorong.
"Kau mengecewakanku ... Magic Create Item."
*Bum!
Aku langsung melepaskan aura yang selama ini kutahan.
*Bruk!
Crocell jatuh dengan posisi berlutut.
Matanya mengeluarkan air mata, dan wajahnya tersenyum bahagia.
"Sudah lama kami mencarimu ... Ibunda ...."
A. Perang Dimulai!
Sudah tiga hari berlalu, namun Kerajaan Penyihir Maphas belum membalas surat dariku. Aku menulis surat itu dengan menggunakan kata-kata yang sangat sopan, bertujuan agar mereka mempertimbangkan keputusan untuk berperang. Karena aku pernah mendengar kalimat yang berbunyi, "Anda sopan, kami segan." Mungkin mereka akan bereaksi sama seperti itu jika aku berkata sopan pada mereka.
Sebagai Uskup Agung, aku tak ingin membuang-buang nyawa untuk hal yang tidak perlu. Namun, sebagai seorang Christa Larafala Ruine, pengorbanan banyak nyawa sangat dibutuhkan.
*Tok Tok Tok
Seseorang datang ke ruang pribadiku.
*Kreek
"Nona Uskup Agung, surat balasan dari Kerajaan Penyihir Maphas telah tiba,"
Ah, memang hal yang ditunggu itu lebih baik diingat-ingat agar cepat terjadi.
Aku membuka gulungan surat itu.
Untuk kalian para bajingan penyembah bokong Dewi. Kami akan menunggu kalian di medan perang. Daisy Maphas.
Bajingan!
"Persiapkan seluruh pasukan!" teriakku.
"T-tapi, kenap-"
"Mereka telah menghina Dewi kita! Kumpulkan seluruh Kerajaan dari Federasi dan persiapkan pasukan Naga Putih! Besok kita akan langsung menyerang Kerajaan Penyihir Maphas!"
Para pendosa itu! Kalian akan mendapat ganjaran!
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Kalian bisa support Author juga di sini :
https://saweria.co/hzran22