The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Bangunan Modern



Chapter 57 : Kota


*Bruk!


Elina mendorong Rayna ke lantai, tepat di hadapanku.


"Terima hukumanmu!" teriak Elina.


Jika kalian bertanya kenapa, sebaiknya kita akan kembali ke beberapa saat yang lalu.


Beberapa saat setelah aku kembali dari dunia bawah tanah.


Perubahan besar tempat ini membuatku berpikir keras.


Bagaimana ini semua bisa terjadi? Glenn memang pernah menghubungiku tentang pembangunan kota, namun aku tidak berekspetasi besar karena beberapa hal mungkin tidak akan sesuai. Terutama tentang bahan-bahan yang mungkin tidak mungkin ditemukan di dunia ini.


Tapi, semua terpampang nyata di hadapanku. Aspal hitam ini terlihat mirip dengan duniaku, aku akan menemuinya nanti. Untuk sekarang, mari istirahat terlebih dahulu.


Beberapa orang telah menungguku di depan istana, mereka adalah Elina, Selene, Irene, dan Rhea, beberapa maid juga ada di belakang mereka, termasuk si kembar.


"Selamat datang di rumah, Ibu." Keempat bersaudari menundukkan kepalanya, sedangkan seluruh maid berlutut.


Aku sudah mulai terbiasa dengan situasi di sini.


"Kalian terlihat baik-baik saja. Hmmm ... Irene, kau tidak merepotkan saudari-saudarimu, 'kan?"


Irene, seorang Archer dan Summoner kebanggaanku. Sikapnya terkadang dingin, namun jika bersama dengan para saudarinya ia selalu terbuka.


"T-tidak, Ibu." Irene terlihat malu melihatku. Siapa sangka wanita dengan penampilan tomboy ini punya sisi yang menggemaskan.


"Huh?" Aku melihat Elina menatap tajam pada Rayna yang bersembunyi di belakangku.


Dengan cepat Elina menarik Rayna dengan akar pepohonan. Rayna tidak bisa memberontak karena Delila masih memegang kendali atas tubuhnya. Sudah terlalu lama Rayna di dimensi Delila, tubuhnya masih menyimpan Mana yang berasal dari dimensi itu. Mungkin efeknya akan hilang beberapa hari lagi.


Saat ini.


Seperti itulah awal mula Rayna tersungkur di hadapanku seperti ini.


"Dosamu tidak akan pernah bisa dimaafkan. Tanganmu harus dipotong, aku akan mematikan skill regenerasimu melalui pengaturan," ucap Elina.


"Tidak!" Rayna masih berusaha untuk memohon padaku, padahal aku tidak mengatakan sepatah kata pun.


Selain aku, Elina memiliki kontrol terhadap seluruh NPC, namun hanya aku yang bisa mengatur kepribadian mereka.


Untungnya aku sudah menyuruh semua maid untuk mengosongkan bangunan ini, aku mencoba menjaga harga diri mereka, tapi mereka tidak memikirkan itu ketika sedang bersamaku.


Elina mengeluarkan pedang Nature Rage Sword, pedang yang terbuat dari akar pepohonan sebagai tampilan luarnya, batu bercampur lava di bagian dalamnya, dan memiliki elemen alam lainnya sebagai skill.


"Hentikan!" teriakku hingga suasana di ruangan menjadi senyap.


Mood-ku tiba-tiba langsung turun setelah melihat kelakuan mereka.


Padahal Rayna juga sudah berusaha keras melawan Satan. Menggunakan seluruh sihirnya di dalam Delay Magic, walau tidak semuanya digunakan, tetap saja itu menganggumkan. Dia benar-benar siap mati dalam pertarungan itu.


"Elina, apa kau yang memutuskan hukumannya di sini?" tanyaku dengan nada menekan.


"Tidak, Ibu."


"Bahkan kau tega ingin memotong tangan Adikmu sendiri hanya karena masalah sepele seperti itu."


"...." Mereka semua terdiam sambil menundukkan kepala.


"Aku tekankan untuk yang terakhir kalinya. Kalian anak-anakku jauh lebih penting dari apa pun, maka dari itu kalian harus melindungi satu sama lain. Soal hukuman atas kesalahan kalian, hanya akulah yang berhak memutuskan."


"Baik, Ibu!" Keenamnya menjawab dengan serentak.


"Elina, laporkan semua yang terjadi selama aku pergi ke Kerajaan Mystick."


Aku belum menerima keseluruhan situasi selama tiga tahun belakangan, melihat pembangunan yang gila-gilaan seperti ini hanya dilakukan dalam waktu tiga tahun, aku yakin biayanya pasti membengkak.


"Selama tiga tahun, kerajaan mulai melakukan perluasan sekala besar. Kami menggunakan lebih dari setengah Hutan Hijau untuk membangun pusat kota."


"Lebih dari setengah?"


Elina membuka sebuah portal yang menunjukkan bagian atas kota.


Bagaimana mungkin? Apa mereka sudah meminta izin dari Desa Liche untuk memperluas daerah ini?


Kota berada dalam sebuah lubang yang sangat luas, pinggirannya sediki menurun, terlihat seperti piring raksasa. Sangat banyak bangunan yang tertata rapi, dan juga ada bangunan besar berbentuk persegi panjang.


Itu benar-benar gedung. Tapi bagaiman mereka membuat rangkanya? Mustahil membangun gedung tinggi seperti ini tanpa kerangka yang kuat. Jika besi bangunan ada di dunia ini, mungkin itu sah-sah saja, tapi ....


"Itu berasal dari tambang biji logam Kerajaan Zelion. Sebuah kerajaan kecil yang terletak di timur Hutan Hijau."


Jadi mereka benar-benar memanfaatkan kerajaan-kerajaan kecil itu, ya. Tapi tetap saja itu hal yang mengejutkan karena mereka bisa mengolahnya menjadi besi bangunan.


"Apa para Dwarf mengeluhkan perkerjaannya selama pembangunan?"


"Tidak, Ibu. Berkat Infinity Beer dari dungeon, mereka mendapatkan buff besar. Bahkan tak ingin berhenti bekerja."


"Perlakukan mereka dengan baik."


Infinity Beer merupakan item buff khusus untuk Dwarf atau orang yang memiliki job Blacksmith. Ketekunan, stat penempa, bahkan akurasi menempa akan meningkat berkali-kali lipat.


"Dimengerti."


Ini memang sedikit keterlaluan, tapi selama para Dwarf tidak mengeluh, kurasa itu akan baik-baik saja. Jika dilihat baik-baik, kota ini memang tertata dengan sangat rapi. Bangunan kecil mengisi setiap blok, jalanan juga memiliki banyak persimpangan. Sepertinya akan sulit jika kau baru pertama kali datang ke sini, pasti akan tersesat.


"Hmmm ...?" Ada kota kecil di sisi istana, tepatnya di ujung lahan luas milik istana.


"Di sana adalah tempat Saintess dan yang lainnya."


"Kota kecil gereja, ya. Kalian membuat keputusan yang tepat."


"Itu untuk berjaga-jaga jika ada penghianat dari mereka, termasuk mata-mata Gereja Suci."


"Keputusan yang tepat." Aku mengelus kepala Elina yang sedang berada di sebelahku.


Kesetiaan Saintess memang tidak perlu diragukan, namun bawahannya masih dipertanyakan. Walaupun kami memasang pengekang, itu hanya akan memperburuk situasi, Gereja Suci akan menyadari gerakan kami.


Hmmm ...?


Kelima saudari yang lainnya melihatku dengan tatapan kecewa. Aku langsung melepas elusan tanganku di kepala Elina.


"Eheem ... temukan mata-mata di antara mereka secepatnya."


"Baik, Ibu."


Masih banyak pertanyaan di kepalaku soal pembangunan. Glenn dan Zain si mantan pahlawan, aku memang harus bertanya banyak pada mereka nanti.


"Berbicara tentang mata-mata, kami mendapat tangkapan besar, Ibu," ucap Irene.


"Gereja Suci mengirim mata-mata asing yang bukan berasal dari tempat mereka," sambung Selene.


Mereka sedari awal memang tidak berniat untuk bermain adil sejak gencatan senjata tiga tahun lalu, aku tidak akan terlalu terkejut mendengarnya.


"Siapa orang itu?"


"Seorang wariorr yang cukup kuat melawan mantan pahlawan itu. Dia berasal dari selatan. Saat ini Rabbit Fighter yang bernama Goby menjadi pemandunya."


Tempat Kerajaan Nagad berada. Mungkin dia berasal dari tempat lain di selatan.


"Si bodoh itu setiap malam terus mengirim surat dengan item murahan. Tentu saja kami mengubah isi surat itu, Ibu!" Irene terlihat senang menjelaskan rinciannya.


Tempat ini dikelilingi dengan pembatas tak kasat mata, segala informasi seperti surat akan terlebih dahulu masuk ke pusat informasi kota, di situlah mereka memutuskan untuk mengubah isi suratnya, kurang lebih seperti itu.


"Kalian benar-benar putriku yang pintar."


Aku juga sedikit penasaran dengan orang itu, sepertinya aku harus mengadakan pertunjukan kecil untuknya.


Aku berdiri dari kursiku, berjalan menuju jendela yang menghadap ke arah pusat kota. Ada satu hal yang membuatku terpikiran.


"Apa kalian sudah menghubungi saudara-saudara kalian di dungeon?"


"Sudah, Ibu. Asmodeus sudah menyiapkan panggung untuk Gereja Suci yang akan menaklukkan dungeon dalam waktu satu bulan lagi."


Aku ingin menyarankan mereka untuk memindahkan dungeon ke dimensi Delila, tapi itu membuatku terlihat seperti seorang pengecut di mata mereka. Aku hanya sedikit khawatir, bagaimana jika Dewi juga turun tangan tentang masalah ini?


"Selama Ibu pergi, ada sebuah undangan pesta dari Asosiasi Persagangan Luxtier," ucap Elina.


"Apa waktunya masih sempat?"


"Acara diadakan satu minggu dari sekarang."


Jika aku tidak hadir, hubungan kami akan renggang, dan itu akan berpengaruh dengan bisnisku. Tanpa mereka, kami tidak akan bisa menjual senjata ke Federasi.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN, YA!