The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Pembantaian



Sihir tingkat tinggi?! Apa itu cara menghitung tingkatan sihir di dunia ini? Ah, lupakan itu! Apa yang harus aku lakukan sekarang?!


Dia menarik tanganku dan membawaku ke tempat sepi. Tentu saja orang akan melihatku seperti ditarik sesuatu yang tak terlihat.


*Bruk!


Dia mendorongku ke tembok dan perlahan mendekatiku.


Eh, ini? Apa ini adegan romance?


"Apa Yang Mulia Arys mengirimmu juga?"


Permisi? Arys siapa, ya? Apa yang dipikirkan orang ini?!


"Hmmm ... Jika Yang Mulia mengirimmu, harusnya kau temui aku di ruangan Pangeran,"


Pangeran?! Ada apa ini?! Apa Iblis dan Pangeran bekerja sama?


"Ah, itu, iya, maafkan aku." Aku menjawab seolah-olah mengerti apa yang dia katakan.


"Tidak masalah, untuk apa kau datang ke arena ini?"


"Aku hanya ingin mendaftar turnamen,"


"Hah? Apa kau ingin menghabisi manusia di sini? Tak apa, selama itu tidak menghambat misi dan penyamaranmu, itu tak masalah,"


"Ba-baik!"


"Aku sedang mempersiapkan segalanya untuk menghancurkan tempat ini besok. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan Yang Mulia Arys, tapi, aku mohon bantuanmu besok,"


"Dimengerti,"


"Ngomong-ngomong, level berapa kau?"


Huh?! Aku harus bilang apa?! Tidak mungkin aku bilang level 4900, 'kan? Level dia bahkan hampir mendekati 700. Jika itu terjadi, sihir Time Stop tak akan berpengaruh padanya. Apa harus kugunakan sekarang dan pergi dari sini?


"Tim-"


Dia lanjut berbicara di saat aku ingin merapalkam sihir Time Stop.


"Baiklah, jika kau tidak ingin memberitahuku, aku minta maaf. Tetap fokus pada rencana. Aku akan pergi ke ruangan Pangeran dulu,"


"O-okey,"


"Okey?"


"Maksudku, dimengerti!"


"Hmmm ...." Iblis itu pun pergi.


Woooah! Aku mendapat sebuah informasi yang sangat mengejutkan! Konspirasi Pangeran yang bekerja sama dengan Iblis. Hohoho ... Ini semakin menarik! Pangeran yang sedang melakukan konspirasi, sedangkan Putri yang sangat terobsesi dengan Pahlawan. Mereka berdua aneh!


A. Tujuan Hampir Tercapai


"Kau sudah kembali, Maryna?"


"Iya,"


"Bagaimana persiapannya?"


"Sudah pasti, semuanya berjalan sesuai rencanamu, Pangeran,"


"Baguslah,"


"Apa yang sedang kau pikirkan, Pangeran?"


"Tidak ada, aku hanya membayangkan jika rencana ini berhasil, aku akan membawa Kekaisaran ke sisi Ras Iblis,"


"Begitu, ya, kau memang hebat,"


Demi Ras Iblis, aku harus terus berakting di depan Pangeran bodoh ini. Semua kulakukan demi mendapat pujian Yang Mulia Arys. Tapi, aku sedikit kecewa karena Beliau tidak mempercayaiku secarah penuh untuk mengurus ini sendirian. Dan mengirim Iblis lain untuk membantuku. Iblis itu, dia bahkan bisa menyamar menjadi manusia dengan sempurna tanpa ilusi. Apa itu sihir perubahan tingkat tinggi?


Kemudian, soal dia yang bisa melihatku, itu masih sebuah pertanyaan. Hanya ada beberapa orang yang bisa melihatku, tentunya levelnya harus setara atau lebih tinggi dariku. Aku bahkan tidak pernah melihat orang itu. Apa dia orang khusus yang dikirim oleh Yang Mulia? Jika benar, berarti ada orang yang lebih tinggi levelnya dariku di luar sana? Sebagai salah satu dari 12 Panglima Iblis, aku merasa malu melihat kenyataan ini. Aku berada di posisi 3, hanya 4 orang termasuk Yang Mulia yang lebih kuat dariku, dan wanita yang tak diketahui asal usulnya ternyata lebih kuat dariku.


Rasanya aku ingin sembunyi dari dunia ini.


B. Keputusan Yang Telah Dibuat


"Yang Mulia, kenapa Anda menyuruh Pasukan Elf pergi ke Hutan Hijau?"


"Aku hanya baru mendapatkam informasi menarik dari para Assasin yang kukirim,"


"Petualang baru itu?"


"Benar. Sepertinya orang dari Desa Liche sudah mulai bergerak,"


"Mu-mungkinkah?!"


"Mereka adalah orang dari Desa Liche. Mereka tidak akan keluar hutan jika tanpa alasan,"


"Itu berarti ...."


"Mereka sedang mempersiapkan 'sesuatu'. Mereka mungkin sedang memata-matai setiap Kerajaan saat ini,"


"Jadi, maksud Anda mengirim Pasukan Elf ke sana ...?"


"Menghabisi mereka semua sebelum 'sesuatu' itu terjadi,"


C. Hari Berdarah


Kami kembali untuk melaporkan kepada Tetua tentang perjalanan kami. Aku menceritakan segalanya, semua kekuatan Yang Mulia Ratu yang sangat luar biasa itu.


Di rumah tetua.


"Jadi begitu, ya, memang tidak salah lagi Beliau adalah Keres Vasilissa,


"Benar, Tetua,"


"Lalu, apa kalian akan kembali menemani Beliau?"


"Besok kami akan kembali, aku ingin beristirahat di rumah dulu,"


"Baiklah,"


Hah ... Aku merindukan rumah, apa Ibu dan Lucy baik-baik saja, ya?


 -------------------------


"Aku pulang!"


"Kakak!"


"Hei, Lucy, apa kau merindukanku?"


"Yap!"


"Di mana Ibu?"


"Ibu pergi ke ladang,"


"Oh, aku ingin istirahat dulu, besok pagi aku mau pergi lagi,"


"Baik, Kakak, tolong jaga Yang Mulia, ya,"


"Apa maksudmu, Lucy?"


Yang Mulia pernah bilang itu efek segel yang membuatnya kehilangan ingatannya. Tapi, apa ingatannya hilang semua?


"Tidak, Lucy, Yang Mulia hanya belum terbiasa karena sekian lama tersegel,"


"Begitu, ya, baiklah, Kak, selamat tidur,"


Aku harus membantu Yang Mulia untuk memulihkan Ingatannya.


 ------------------------


Tengah malam di Desa Liche.


*Dum!


"Hmm ...." Aku terbangun karena mendengar suara hantaman yang sangat keras.


"Suara apa itu?"


"Kita diserang!" "Semua persiapkan senjata kalian!" teriak orang-orang di luar.


Huh?


Aku langsung keluar dari rumahku.


*Tok Tok


Suara ketukan pintu terdengar sebelum aku membukanya.


"Ketua Erish! Desa kita diserang!"


"Kumpulkan semua Magic Caster!" perintahku.


Desa Liche diserang. Tapi, siapa pelakunya?!


*Ting Ting Ting


Suara hunusan pedang Warrior yang sedang menyerang sesuatu.


Itu, 'kan?!


"Kami akan menghancurkan kalian para orang-orang Liche!"


Elf?! Apa yang terjadi sebenarnya?!


"Erish, awas!"


*Bruk!


Aku terdorong dengan sangat kuat.


Hawk?


"Kau baik-baik saja, Erish?" Mulut Hawk mengeluarkan darah.


Apa itu?


Aku melihat punggungnya.


Sepertinya ada senjata aneh yang menancap di punggungnya. Energi gelap menyelimuti senjata itu.


"Sialan! Hawk, bertahanlah!"


"Kakak!"


"Lucy! Apa yang kau lakukan! Masuk ke rumah sekarang!"


"Aku mau mem-"


*Crak!


Heh ...?


"Lucy ...."


"Kita harus memusnahkan desa ini! Roh Hutan, berikan aku kekuatan! High Magic Fire Tornado!"


"Elf bajingan! Aku akan membunuh kalian semua! Abyss Magic : Black Cannon Brust!"


"Sihir apa yang digunakan wanita itu?!"


"Jangan takut! Serang dengan panah kalian!"


"Mati kaliaaann!" Aku melepaskan semua energi sihirku ke arah mereka.


*Duar! Duar! Duar! Duaaar!


 -------------------------


Keesokan harinya.


*Ngiiiiiiing


Suara dengungan sangat memekakan telingaku.


Apa aku sudah mati?


"Kita berhasil membunuh semua orang. Ini berkat racun yang kita sebar sebelumnya, serangan mereka menurun karena racun ini."


Racun? Apa yang mereka bicarakan? Siapa yang kalian bunuh? Hmmm ... Benda ini? Benar, Yang Mulia memberikan ini untuk menghubunginya.


*Crak!


"Heh ... Ternyata kau masih hidup, Nona. Heal."


Aku disembuhkan?


"Segel sihirnya, dia akan berguna untuk eksperimen. Bawa dia!"


Aku mau dibawa ke mana?


"Y ... Ang Mul-"


Ah, mungkin aku tidak akan bisa bertemu Yang Mulia lagi.


"Tunggu!" Seseorang berteriak.


Suara siapa itu? Hah ... Apa yang kau lakukan, Tetua?


"Ada apa? Orang tua,"


"Jangan bawa gadis itu, kumohon!"


"Apa yang kau bicarakan? Bunuh dia!"


*Crak!


"Ja-" Tetua tak sempat melanjutkan perkataannya.


Terima Kasih, sudah mau melindungiku di akhir hayatmu, Tetua Naire.


Bersambung ....