The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Pertemuan Dua Pemimpin



Chapter 20 : Raja Iblis dan Ratu Kematian


Aku dan Yang Mulia Arys menuju ke arah sumber ledakan. Beliau mengatakan bahwa ledakan itu berasal dari senjata para Dwarf. Hanya saja, kekuatannya tidak sebesar itu. Jika mereka memang sengaja menggunakan kekuatan sebesar itu di Wilayah Iblis, sudah pasti itu sebuah deklarasi perang. Aku masih tidak mengerti kenapa Beliau membiarkan Kerajaan Dwarf berdiri hingga saat ini, senjata dari pasukan Iblis bukan buatan dari Dwarf. Yang Mulia Arys sulit ditebak.


Kami terbang secepat mungkin ke lokasi tujuan. Walaupun pasukan yang kami bawa tertinggal jauh, tapi, prioritas kami adalah ingin memastikan apa yang terjadi.


Sudah terlihat!


Aku benar-benar terkejut.


Kepulan asap yang kami lihat dari kejauhan ternyata sebesar ini.


Kami menuju ke pusat ledakan.


"Heh?"


Kami terhenti setelah melihat objek apa yang hancur di depan mata kami.


"Y-yang Mulia ...."


Ternyata mereka menghancurkan Gunung Morzhi. Gunung itu merupakan tempat Raja Iblis Pertama disemayamkan. Lebih tepatnya, makam Raja Iblis Pertama ada di sana. Saat ini Wilayah Iblis sudah memasuki periode Raja Iblis ke-4.


Yang Mulia Arys menghembuskan napasnya untuk menghilangkan kepulan asap.


Tubuh Yang Mulia Arys sedikit berbeda dari Iblis pada umumnya, bisa dibilang Beliau spesial. Semenjak menduduki takhta Raja Iblis 200 tahun lalu, Beliau semakin giat menaikan levelnya.


Kepulan asap mulai menghilang.


Aku melihat jalur bekas tembakan.


"Yang Mulia! Lihat itu!" Aku menunjuk ke bekas jalur tembakan.


Kami langsung terbang menyusuri jalur itu.


Sangat jauh! Senjata apa itu sebenarnya?!


Kami bahkan menggunakan sihir percepatan untuk sampai di titik tembak.


"Kita sampai," ucapku.


Tidak ada orang.


"Huh ...."


Ada Gate yang baru dimasuki seseorang.


"Yang Mulia! Gate itu! Mereka kabur!


"Sialan!"


Kami masuk ke Gate.


 ----------------------


Kami telah sampai di titik lokasi dalam Gate.


"Berhenti, Maryna." Yang Mulia menahanku dengan tangannya.


Ternyata kami sudah ditunggu oleh para Dwarf.


Di tengah mereka ada Dwarf yang mengenakan mahkota.


Bahkan Rajanya langsung turun tangan. Mereka benar-benar ingin memulai perang.


Raja Dwarf mendekati kami.


"A-anda ... Yang Mulia Raja Iblis?" tanya Raja Dwarf.


Dia berbicara formal?


Yang Mulia Arys tidak bisa mengontrol emosinya.


*Bum!


Auranya lepas kendali!


"Khaaak!" Para Dwarf berjatuhan.


"Yang Mulia, tenanglah!" Aku menahannya dengan sihir pelindung.


"Fuuh ...." Yang Mulia Arys sudah tenang.


Raja Dwarf masih dalam posisi tertunduk lemas karena aura dari Yang Mulia Arys.


"Apa kau memiliki alasan kuat, Raja Dwarf, tidak, Mekano?"


Mekano? Apa itu nama Raja Dwarf.


"Itu bukan keinginan kami, Yang Mulia. Kami dipaksa,"


Yang Mulia Arys menyentuh mahkota Raja Dwarf.


*Ting


Beliau menjentikan jarinya sehingga mahkota itu hancur.


"Apa kau ingin main-main denganku?"


*Bruk!


Raja Dwarf bersujud di kaki Yang Mulia Arys.


"Saya bersungguh-sungguh! Kami diancam akan dimusnahkan oleh wanita itu jika tidak menuruti keinginannya!" Raja Dwarf menunjuk ke suatu arah. "Lihat! Apa Anda melihat makhluk itu?! Dia salah satu bawahannya!"


Undead? Tunggu ... Undead itu lumayan kuat.


"...." Yang Mulia Arys langsung berpindah di depan Undead itu.


*Crack!


Beliau langsung menebas kepalanya.


"Kalian takut dengan makhluk rendahan ini?"


"Dari mana asal makhluk itu?" tanyaku.


"D-dia berasal dari Kerajaan Penyihir Maphas, Nyonya,"


Kerajaan Penyihir Maphas? Apa ada Kerajaan dengan nama itu?


"Apa itu Kerajaan baru?"


"Benar, Nyonya,"


Yang Mulia Arys kembali ke posisi sebelumnya.


"Yang Mulia, bagaimana keputusan Anda?"


"Aku juga tidak mengerti dengan kondisi ini, Maryna,"


Para Dwarf memanggil sesuatu dari item penyimpanan mereka.


"Itu ...."


"Benar, Nyonya, ini senjata yang kami gunakan sebelumnya,"


Yang Mulia Arys menyentuh senjata itu. "Ini sudah tidak bisa digunakan?"


"Benar, Yang Mulia. Mana milik wanita itu benar-benar di luar pemikiran kami,"


Aku sangat penasaran, siapa wanita yang dia maksud dari tadi. Apalagi soal Mana yang mereka ucapkan. Wanita seperti apa dia?


Aku merasakan sihir yang sedang dalam proses perwujudan.


Sihir ini? Gate?


Portal batu yang ada di tempat Undead yang dibunuh tadi mulai menyala.


Aku akan menyerang ketika orang di dalam Gate itu keluar.


Dia keluar.


"Wah ... wah, lihat-"


Suara pria? Akan kubunuh!


*Wush!


*Ting!


Orang itu menahan seranganku.


Apa?!


"Hei, kau benar-benar tidak sabaran, Nona. Mirip seperti wanita Undead itu," ucapnya.


Dia menahan pedangku hanya dengan kedua jarinya.


Apa yang terjadi? Pria ini?! Aku yakin level kami tidak jauh berbeda. Levelku saat ini sudah 702, apa dia lebih tinggi dariku?


"...." Aku tidak bisa melepaskan pedangku!


*Bugh!


Dia meninju perutku hingga aku terpental.


"Maryna!" Yang Mulia Arys menahanku dengan sihirnya.


"Tenanglah, aku datang hanya ingin mengawal Beliau." Pria itu berjalan ke sebelah portal.


"Fufufu ... pantas saja Daisy merasa tidak tenang, ternyata memang ada yang membunuh anaknya." Muncul lagi seorang wanita dengan dress hitam, rambut kuning, dan mata merah.


Aku seperti tidak asing dengan rambut itu.


"Maafkan, Saya, Master." Diikuti oleh wanita yang ada di belakangnya.


Kulitnya pucat, tampilannya serba hitam seperti wanita yang sebelumnya.


"Maryna, cepat kembali dan kumpulkan 12 Komandan Iblis sekarang juga!" Yang Mulia meninggikan suaranya.


"Bagaimana dengan Anda, Yang Mulia?!"


"Mereka sangat kuat, bahkan aku tidak yakin bisa mengalahkan pria itu,"


Bahkan Yang Mulia meragukan dirinya? Aku harus cepat kembali sekarang!


Aku langsung terbang untuk menerobos langit-langit tanah di atas.


*Wush


Pria itu sudah sudah berada tepat di depanku.


Sangat cepat!


"Jangan terburu-buru, dong,"


"Maryna!"


Yang Mulia Arys ditahan oleh wanita pucat.


"Ugh!" Pria ini menarik tanganku, dan melemparku ke bawah.


Untungnya aku bisa mengontrol keseimbanganku sehingga tidak terbanting ke tanah.


Aku harus kabur!


"Anti Magic Area." Wanita berambut pirang menggunakan skill-nya.


Heh? Sihirku melemah. Tunggu ... aku pernah mendengar nama sihir itu. Wanita pirang itu, jangan bilang?!


*Bruk!


Aku dan Yang Mulia Arys tersungkur karena sihir kami melemah.


"K-kau ... wanita yang ada di turnamen!"


Aku ingat dia. Sihir ini juga menonaktifkan sihirku sebelumnya. Tapi, kenapa sihirku masih bisa digunakan saat ini?


"Hoh, kau lumayan juga. Bisa mengenali Ratu ini, walau tidak sedang berada dalam wujud Alissa Hart,"


Ratu?


Yang Mulia Arys perlahan mulai berdiri. "Siapa kalian?"


"Fufufu, maafkan Ratu ini yang belum memperkenalkan diri sembelumnya ... Nona Raja Iblis,"


Dia tahu Yang Mulia adalah Raja Iblis.


Wanita pirang itu berjalan mendekati kami.


"Namaku ... Ke-"


*Duuuuaar!


Ledakan besar menghancurkan langit-langit di atas.


Mereka?!


"Pasukan Iblis telah datang! Serang mereka!" teriak para Pasukan Iblis.


Wanita pirang mencekik Yang Mulia Arys.


"Hei! Apa yang ka-"


"Mana Absorption." Wanita pirang itu menggunakan sihir anehnya.


Yang Mulia Arys langsung tak sadarkan diri.


Sihirku kembali.


Aku akan menyerangnya dengan sihirku!


"Negative Burst!"


Negative Burst adalah sihir tingkat tinggi yang membakar tubuh manusia dari dalam dengan api hitam. Ini sihir andalanku.


*Wush!


Pria di sebelahnya menghalau sihirku dengan sayap yang keluar dari punggungnya.


"Apa-apaan itu?!"


"Fufufu ... Ratu ini akan menunjukan padamu cara menggunakan Negative Brust yang benar,"


Apa dia bilang?!


"Negative Brust!"


"Huwaaaaaaa! Tubuhku!" Para prajurit Iblis berteriak kesakitan.


Keributan pun terjadi. Seluruh Pasukan Iblis yang memasuki Kerajaan Dwarf, semuanya mati.


B-bagaimana bisa? Sihirnya jauh berada di atasku.


"Baiklah, pertemuan kita sampai di sini saja. Ratu ini akan membawa Nona Raja Iblis kalian sebagai tawanan,"


 ---------------------


Aku dipindahkan ke Hutan Forts.


*Bruk! Bruk!


"Sial! Sial! Sial!" Aku menghantamkan kepalaku ke tanah. "Bagaimana bisa seperti ini?! Siapa mereka sebenarnya?!"


*Bruk! Bruk!


"SIAAAAAAAAAL!"


Bersambung ....


Maaf kalau telat. Soalnya mau update bersamaan dengan pergantian cover novel, hehe. Gimana covernya? Bagus gak? 😂😂😂


Terima kasih atas support-nya, ya! ❤️


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN! 👍👍