The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Alissa vs Rony



Chapter 8 : Turnamen Dimulai


Wooah ... Tempat ini sangat ramai! Semua terlihat jelas dari atas sini. Saat ini aku ada di lantai atas Colosseum! Sangat keren! Aku tak menyangka jika bangunan ini memiliki ruangan bertingkat. Semua peserta dikumpulkan di satu tempat untuk mendengar arahan panitia. Semuanya ada 16 orang, ini lumayan banyak. Siapa yang akan menjadi lawanku, ya?


"Semuanya, mohon perhatiannya!"


Woooah, dia orang yang menjaga pendaftaran waktu itu.


"Terima kasih telah ikut serta dalam turnamen ini. Kalian pasti sangat tidak sabar untuk segera menunjukan kemampuan kalian! Tapi, kami di sini akan memberi tahu satu aturan yang harus kalian patuhi selama turnamen, yaitu ... Jangan membunuh lawanmu. Mereka mungkin adalah seorang Pejuang Andalan dari setiap perwakilannya, kami tidak ingin membuat rugi orang lain dengan mebunuh orang terbaik mereka. Baiklah! Hanya itu saja, kalian juga boleh menggunakan kekuatan penuh kalian, lho! Jangan khawatir tentang keselamatan penonton, kami punya item pelindung rank S yang sangat kuat! Item yang bahkan tidak bisa dihancurkan oleh Raja Iblis! Item inilah yang melindungi Kekaisaran selama ini!"


Item pelindung? Aku sedikit penasaran dengan item itu.


"Dan untuk memilih lawan, kami sudah menyiapkan 16 kotak yang berisi nama peserta, ambil satu kertas di dalam kotak kalian masing-masing, di kertas itu tertulis nama lawan kalian, semoga beruntung!"


Baiklah, aku sangat penasaran kali ini.


Aku mengambil sepucuk kertas dari dalam kotak.


Hmmm ... Aku merasakan perasaan yang sama seperti saat Event Gacha Item! Haha, bercanda. Ini dia!


Heh? Sepertinya aku pernah mendengar nama ini.


"Yo, Nona Hart, kita bertemu lagi." Seseorang mendekatiku.


"Rony ...."


"Iya?"


"Heeh?! Kau akan menjadi lawanku?"


"Iya, aku tidak berharap ini terjadi, aku sangat mengagumi kecantikanmu, tapi, aku tidak akan segan-segan di pertarungan nanti,"


"Baiklah! Aku juga tidak akan menahan diri,"


Kami pun bersalaman.


Huh ... Sangat disayangkan. Orang sebaik dia akan menjadi lawanku. Apa yang aku pikirkan?! Aku harus menang! Jika aku tidak menyadari kehadiran Rony, apa mungkin ada orang yang aku kenal di sini?


"Pertandingan pertama! Putri Annatasya El-Zalbary melawan Rodde Gill!"


Huh ... Aku tidak memperhatikan peserta lainnya sampai tidak menyadari Putri sialan itu. Baiklah, sejauh mana kemampuanmu. Waktunya pergi menonton.


 ------------------------------


Nama : Annatasya El-Zalbary


Umur : 23


Ras : Manusia


Job : Warrior


Tittle : -


Level : 203


Wooah ... Mungkin dia bisa bertarung melawan Hawk. Lawan Putri juga seorang Warrior, tapi, levelnya setara dengan petualang rank C, aku tak berharap banyak.


Kalian ingin aku mendeskripsikan pertarungan?! Baiklah! Aku akan memanggil Putri sialan ini dengan sebutan Yandere mulai sekarang.


Rodde mulai memasang kuda-kuda bertarung.


Tidak buruk. Tapi, Yandere hanya diam dengan posisi tegak lurus sambil memegang pedang di pinggangnya.


"Rasakan ini!" Rodde mulai berlari dengan cepat ke arah Yandere itu.


Tunggu ... Posisi Yandere itu? Seperti seorang Swordmaster?


*Sring!


Yandere itu dengan kecepatan tangannya langsung menyerang Rodde. Dan Yandere bergerak cepat ke belakang Rodde dan menggunakan bagian tumpul pedang untuk menjatuhkan Rodde.


*Bruk!


"Pemenangnya, Putri Annatasya El-Zalbarry!"


Dia benar-benar seorang ahli pedang. Jika dia membuat Duo dengan Pahlawan, mungkin akan sangat cocok. Tapi, kenapa jobnya Warrior? Ditambah dengan sikap dinginnya saat bertarung, itu benar-benar mengerikan.


Giliranku akan tiba setelah pertarungan selanjutnya.


"Hmmm ...." Aku merasakan seuatu.


Aura ini?


Aku melihat ke belakang.


Ternyata Iblis yang kutemui waktu itu datang.


Dia melihat ke arahku, sepertinya dia memanggilku. Tapi, aku ingin menonton pertandingan ini! Sudahlah, mungkin aku bisa mendapatkan informasi baru tentang konspirasi Pangeran.


Aku mendekatinya, kami pergi ke tempat sepi.


Hei! Jangan berpikir yang macam-macam!


"Hei, orang baru, aku butuh pertolonganmu,"


"Aku?"


"Sepertinya Gereja mengikut sertakan Ksatria Saint pada turnamen ini,"


Saint? Hoh ... Saint merupakan Ksatria Gereja yang sangat kuat, bahkan bahkan ada yang melebihi seekor Naga rank A. Jadi Gereja benar-benar datang, ya. Apa Dewi sialan itu memperhatikan turnamen ini?


"Pertolongan seperti apa?" tanyaku.


"Jika aku tidak bisa pulang ke Wilayah Iblis dan mati di tangan Saint, aku minta tolong padamu untuk menceritakan kehebatanku di depan Yang Mulia Arys,"


Heh?


"O-oh, baiklah,"


Ini lebih seperti menyampaikan wasiat daripada meminta pertolongan.


"Terima kasih. Untuk rencana kami nanti, aku akan menghancurkan item pelindung, Pangeran akan membunuh Kaisar dan mengkudeta,"


Rencana yang bagus.


"Baiklah! Aku akan melakukan yang terbaik!"


Iblis itu pergi.


Huh ... Kapan dia akan memulai rencananya?!


"Hei, kau!"


Hmmm ...?


"Hei! Kau tidak mendengarku?!"


Yandere ini lagi!


"Salam, Tuan Putri,"


"Apa yang kau lakukan di sini?"


"Oh, aku hanya sedang mempersiapkan diriku untuk pertarungan selanjutnya, Tuan Putri,"


"Hoh ... Kau sangat percaya diri, ya?"


*Bum!


Yandere sialan ini menggunakan skill intimidasinya.


"Baiklah, Tuan Putri, aku pergi dulu,"


 -----------------------


Huh ... Sudah sampai mana pertarungannya?


"Pertandingan selanjutnya! Alissa Hart melawan Rony!" ucap Pemandu Acara.


Heh? Secepat ini? Bagaimana pertarungan sebelumnya?! Aku tidak sempat melihat pertarungan tadi, ini semua gara-gara Iblis itu! Jika pertarungan tadi hanya sebentar, berarti orang itu kuat!


"Hmmm ...." Aku melihat ke bawah arena.


Rony sudah di bawah?! Sial, aku harus turun!


Aku menuruni tangga.


"Yoo, Nona Alissa, kau bisa menyerah jika menginginkannya,"


"Halo, Rony. Hmmm ...." Aku melihat bagian atas bangku penonton.


{Remote Eyes:ON}.


Hoh ... Jadi itu Kaisar? Dia terlihat sangat muda. Dan di sebelahnya, pasti Pangeran, Iblis itu juga ada di sana. Dia pasti menyembunyikan keberadaanya.


Aku melihat ke balkon peserta turnamen lainnya.


"Hmmm ....?"


Kenapa mereka sangat serius melihat kami?


*Bum!


Hawa membunuh? Dia sungguh-sungguh?! Rony! Apa kau tahu jika tak boleh membunuh di sini?!


*Wush!


Dia bergerak maju dan menghunuskan pedangnya dengan kecepatan gila. Itu sangat tipis sekali! Hampir mengenai kepalaku! Kecepatan gila itu, level berapa dia?!


Nama : Rony


Umur : 28


Ras : Manusia


Job : Warrior


Tittle : -


Level : 376


Haaaah?! Siapa orang ini sebenarnya?!


"Nona Hart, aku sepertinya sudah salah menilaimu, maafkan aku. Sekarang, aku akan bertarung sungguh-sungguh layaknya seorang Warrior,"


Jadi, dia belum serius tadi?!


Gerakan Rony semakin cepat, mengayunkan pedangnya hingga muncul kilatan cahaya ke arahku.


Sial!


"Shield Wall!"


*Wuush!


Kurasa aku sudah bisa mengontrol kekuatanku. Baiklah.


"Fire Ball." Aku menembakan Fire Ball dengan sangat cepat.


*Duar!


Apa berhasil? Tidak.


Fire Ball milikku tidak memberi efek apa pun padanya.


"Nona Hart, kau benar-benar kuat! Dan terlebih lagi, kau memiliki double job." Wajah Rony terlihat bersemangat.


"Apa kau baru menyadarinya?"


"Ya?"


"Aku maju, Rony!"


Aku berlari menuju Rony, dengan pedang yang sudah aku pegang.


*Ting! Ting! Ting!


Wooah, kami saling mengadu pedang dengan sangat cepat. Dia memang kuat!


"Heh?"


Tubuhnya? Apa terlihat membesar?


Apa ini?


"Apa yang terjadi, Rony?!"


*Dum Dum Dum


Sebuah langkah kaki dari makhluk besar terdengar.


"Nona Hart, sepertinya sudah saatnya aku mengakhiri ini," ucap Rony.


Sial! Dia berubah ke Beserk Mode!


*Dum!


Dia meninjuku dengan kekuatan Beserknya hingga aku terpental ke dinding arena.


Dia melompat kemari!


*Dum! Dum! Dum!


Dia memukulku bertubi-tubi dan melemparku.


*Duar!


"Maaf, Nona Hart, sepertinya sudah berakhir. Panitia! Umumkan kemenanganku sekarang!"


*Tak Tak Tak Tak


Aku kembali berjalan menuju Rony.


Hampir saja.


"Hooh ... Itu tadi sangat hebat, Rony,"


"Apa yan-"


*Swing! Crack!


Aku bergerak dengan cepat menyerang titik vitalnya.


"Hmmm ...."


Apa aku membunuhnya? Aku hanya menggores titik vitalnya saja.


*Bruk!


Rony terjatuh.


"Hei! Tolong periksa dia, aku tidak membunuhnya, 'kan?"


Tidak lama kemudian, panitia turnamen turun untuk memeriksa keadaannya.


"Dia masih hidup!" teriak petugas perawatan.


"Pemenangnya, Alissa Hart!"


*Prok Prok Prok


Suara tepuk tangan penonton bergema di seluruh arena.


"Woooooooooooow! Luar biasa!" seru para penonton.


Huh ... Aku menang. Tapi, dari mana Rony mendapatkan skill Berserk? Menurut sepengetahuanku, hanya Manusia Binatang yang bisa menggunakan itu.


"Hmm ....?"


Lagi-lagi, hawa membunuh diarahkan kepadaku.


Aku melihat balkon peserta.


Tentu saja, Yandere sialan! Tapi, bukan hanya dia.


"Hoh ... Kelihatannya aku akan melihat pertunjukan bagus sebentar lagi."


Bersambung ....