
Nona Hart sudah mencapai batasnya. Statnya berkurang secara drastis, aku penasaran sihir macam apa yang dia gunakan, sihir yang mampu membuat Naga itu terluka. Sihir tingkat tinggi milik Nona Emina dan Nona Licia bahkan tidak memberikan damage berarti.
Naga itu mulai membuka mulutnya.
Cahaya mulai terkumpul di satu titik.
Sepertinya dia akan melakukan serangan mematikan itu lagi.
Aku melihat kondisi di sekitarku.
Perasaan tidak enak ini ... seperti ada sesuatu yang kurang.
Aku kembali melihat ke arah Naga itu.
Di mana Dragonewt yang tadi?
Dragonewt yang tiba-tiba menghilang itulah yang membuatku merasa gelisah.
Aku mengangkat tanganku sebagai tanda agar semua orang melihatku.
"Semua! Persiapkan diri kalian! Dragonewt itu akan menyerang kal-"
*Bugh!
"Khuuk!"
Sesuatu menghantam perutku dengan sangat keras.
"Zain!"
Sial! Kesadaranku mulai menghilang.
"Heal!" Nona Hart merapalkan sihir penyembuh padaku.
Apa yang dia lakukan?! Mana miliknya sudah hampir habis! Tapi, tubuhku merasa sedikit lebih baik. Tubuhku sudah mulai bisa digerakan.
Aku bisa berdiri. Mana milikku mulai pulih. Sihir apa yang digunakan Nona Hart?
Posisi Nona Hart bahkan lumayan jauh dariku, tapi dia bisa merapalkan sihir penyembuh ke arahku. Biasanya sihir seperti itu bisa digunakan ketika pengguna dan target berada dalam jarak yang dekat.
*Swish
Dragonewt itu muncul di sebelah Naga Hitam.
"Sungguh Pahlawan yang sangat menyedihkan, bahkan Raja Iblis tidak akan sudi menemuimu," ucap Dragonewt itu.
*Swing
Nona Hart mengarahkan pedangnya ke arah dua monster itu.
"Diamlah, kadal kecil, kau menjengkelkan,"
Dragonewt itu terdiam.
*Tak Tak Tak
Keempat Saint yang terdiam sebelumnya berjalan mendekatiku.
"Kau tidak apa-apa, Pahlawan?"
"Tidak masalah,"
Pandangan keempat Saint kembali teralihkan dengan cahaya yang semakin terang dari Naga Hitam.
"Apa kalian bisa menggunakan sihir pelindung?" tanyaku.
"Tidak sempat," ucap salah satu dari mereka.
Apa?
"ATOMIC BLAST!" Naga itu menembakan sihirnya.
Kami akan mati.
*Duuaar!
Ledakan dari sihirnya sangat menggelegar.
Aku tak merasakan apa pun di tubuhku.
Kami selamat?
Aku melihat kepulan asap hitam di mana-mana. Menutupi seluruh area yang menghalangi pengelihatanku.
Di mana yang lainnya? Asap ini sangat mengganggu.
Aku merangkak secara perlahan untuk mencari rekan-rekanku yang lainnya.
*Ckk
Tanganku menyentuh sesuatu.
"Apa itu kau, Zain?"
Suara ini? Lucas!
"Lucas, apa kau baik-baik saja?!"
"Yap ... sedikit buruk,"
"Apa maksudmu?!"
*Wush! Wush!
Aku segera mengayunkan pedang sihirku untuk menghilangkan kepulan asap.
Lucas mulai terlihat.
Heh ....
"Jangan pandangi aku seperti itu, dasar sialan ... uhuuk!"
Kondisi Lucas sangat mengenaskan. Aku tidak sanggup melihat kondisinya.
"Sial!"
"Aku ... bersyukur karena ... kau selamat ... Zain." Lucas mengambil pedang di pinggangnya. "Ambilah ini ...."
"Apa maks-"
*Bruk
Pedang itu jatuh dari genggamannya diikuti tangannya yang juga terjatuh.
Ini tidak mungkin! Sialan!
*Crak
Suara bebatuan yang jatuh terdengar olehku.
Seseorang datang?
"Wind Blow!"
*Buuush!
Hempasan angin yang sangat kencang menyapu bersih kepulan asap.
Siapa?
Mataku seketika melebar melihat kondisi di sekitarku.
Setengah kota rata dengan tanah. Mayat-mayat para Ksatria Kerajaan di mana-mana.
Untungnya serangan Naga itu tidak mengarah ke Istana.
Di mana para Saint Suci? Aku tidak merasakan hawa keberadaan mereka. Apa mereka sudah .... tidak mungkin. Tapi, kenapa aku bisa selamat tanpa luka sama sekali?
*Bruk!
Seseorang terjatuh.
"Itu?!"
Nona Hart! Apa dia yang merapalkan sihir sebelumnya?!
Aku berlari menuju ke tempat Nona Hart.
"Nona Hart! Apa kau tidak apa-apa?!"
Kondisinya semakin memprihatinkan.
Nona Hart hanya menatap langit dengan tatapan kosong.
"Huuuh ... kadal itu pergi, ya?"
"Apa maksudmu, Nona Hart?"
"Serangan terakhirnya cuma pengalihan agar dia bisa kabur,"
"Pe-pengalihan?!"
Hanya pengalihan tapi bisa menyebabkan kerusakan seperti ini?!
"Pahlawan ... jangan lupakan janjimu,"
"Janji?"
Ah, saat di Desa Sige.
"Aku akan selalu mengingatnya, Nona Hart,"
Nona Hart hanya tersenyum mendengar perkataanku.
"Apa kau akan menginap di sini sampai acara pertemuan dengan Raja?"
"Apa aku boleh menginap di rumahmu?"
Huh ... apa ini?
"Ba-baiklah,"
"Terima kasih,"
-----------------------------
Tiga hari setelah serangan Naga Hitam.
Keadaan Ibukota sudah mulai sedikit membaik. Para warga yang mengungsi di kota-kota terdekat telah kembali ke Ibukota. Tidak ada penyerangan Dragonewt di kota-kota lainnya, jadi Ibukota adalah target utama penyerangan.
Saint Suci tidak terlihat sejak saat itu. Karena tindakan itu, Kerajaan jadi meragukan Gereja Suci.
Bagaimana mereka melarikan diri dalam kondisi seperti itu? Apa mereka menggunakan teleportasi?
Nona Hart saat ini berada di rumahku sampai pertemuan dengan Raja. Aku sedikit canggung dengannya. Ini wajar, aku tidak pernah tinggal serumah dengan wanita sebelumnya. Kondisi Nona Hart sudah mulai membaik, tapi, tangan kanannya benar-benar tidak bisa digerakan karena terkena efek serangan Naga Hitam itu. Tidak ada cara untuk menyembuhkannya, sama seperti luka milik Saint Suci yang melawan Dragonewt sebelumnya.
Dan, Lucas ... dia sekarang sedang dirawat. Sama seperti Nona Hart, beberapa bagian tubuh Lucas menerima efek serupa. Tapi, bagaimana aku bisa selamat? Itu masih menjadi tanda tanya besar di kepalaku.
Dua hari setelah penyerangan Naga Hitam, aku bertemu Makia. Ternyata benar, dia berada di Gereja Suci. Aku tidak menanyakan alasan dia menghilang tanpa kabar, karena dia juga shock mendengar Yulia dan Andrew menghilang, serta keadaan Lucas. Makia saat ini sedang fokus merawat Lucas.
Aku sangat penasaran dengan permintaan terakhir Nona Hart. Dia bilang itu permintaan khusus untuk Raja sebagai bayaran karena melindungi Ibukota dari serangan Naga Hitam. Aku sedikit khawatir, jika permintaannya ditentang oleh para Bangsawan di sana. Kondisi Nona Hart yang masih belum pulih bisa menjadi senjata untuk memojokannya. Karena sikap para Bangsawan di Kerajaan Rexist itu sangat tidak tahu diri. Mereka mementingkan harga diri dan ego yang sangat tinggi. Jika Nona Hart dalam bahaya, aku akan siap pasang badan untuk melawan mereka.
Aku harap semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada keributan.
A. Ketertarikan
"Pangeran, ini laporan yang Anda minta,"
Nama wanita itu Alissa Hart, ya? Itu berarti dia berasal dari Keluarga Hart di Kekaisaran. Wah ... wah ....
"Ada apa, Pangeran?"
"Tidak apa-apa, Lina, aku hanya menemukan sesuatu yang menarik,"
"Apa wanita itu membuat Anda tertarik?"
"Hmmm ... hahaha ... kau bisa membaca pikiranku, ya?"
"Menurut laporan, Alissa Hart akan meminta bayaran kepada Raja,"
"Bayaran?"
"Saya sendiri juga tidak tahu pasti, tapi sepertinya itu berupa sebuah permintaan,"
"Hoh ... aku sengaja tidak turun ke medan pertempuran hanya ingin melihat kemampuan wanita itu, tapi, aku sedikit kecewa,"
"Pangeran tetaplah yang terkuat di Kerajaan ini,"
"Terima kasih, Lina, kemarilah,"
".... Baik."
Bersambung ....
Author : Maaf karena udah pergi seminggu, hehe. Tapi sekarang pekerjaan Saya sudah mulai berkurang, dan sepertinya bisa kembali seperti sebelumnya yang update setiap dua hari sekali, atau setiap hari, doain aja Saya tetap sehat agar bisa terus melanjutkan cerita ini. Terima kasih buat yang masih mengikuti cerita ini, dan para pembaca yang tahu web novel ini dari channel Megane Sensei, Saya juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Megane Sensei!🔥