The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Kekuatan Besar



Ledakan sihir terdengar dari atas langit. Pertempuran para Naga sangat luar biasa. Beberapa dari mereka juga menyemburkan napas sihir ke arah pasukan musuh.


Barisan kami sepertinya masih kerepotan melawan demihuman itu, aku jadi penasaran.


Perhatianku kembali menuju pada Nona Saint dan Uskup Agung.


"Uskup Agung, tolong mundur ke barisan belakang, aku akan melawan Elf ini,"


"Itu tidak perlu, Myne,"


"Apa maksud Anda?"


Terlihat cahaya biru jatuh dari tempat para Naga.


Itu terlihat seperti seseorang yang sengaja melompat. Tunggu, apa itu Blues?


*Brak!


Blues mendarat tepat di depan kami.


"Hahaha, maaf aku terlambat, Christa!"


"Tidak masalah, Blues, kau bebas sekarang,"


Apa maksudnya? Blues akan melawan Elf ini? Aku bahkan tak merasakan energi sihir darinya.


Putri Elf yang melihat itu perlahan mundur. Dia menunjukan sikap waspada, seperti ingin mengeluarkan sihir pertahanannya.


Blues melangkah maju. "Jadi seperti ini bentuk Elf, ya,"


Putri Elf semakin menjauh darinya.


Sesuai dugaanku, Blues sepertinya bukan orang biasa. Elf mungkin merasakan sesuatu yang mana itu tak bisa kurasakan.


*Dor!


Bahu kanan Blues tertembak oleh pistol entah dari mana.


Seseorang datang dari belakang Putri Elf sambil menyeret sesuatu.


Dia?!


Orang itu melempar sesuatu yang diseretnya ke tempat kami.


Ternyata itu Nona Eline, dia tak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka tembak.


"Nona Eline!"


Aku langsung membawa Nona Eline ke sisiku.


Sial! Dia tidak mati, 'kan?


"Wah, wah, senjata itu benar-benar unik,"


Bahu Blues yang terluka mulai beregenerasi.


Mustahil! Manusia punya regenerasi?!


"Ternyata kau bukan manusia, ya?" ucap pria itu.


*Wush!


Nona Saint bergerak cepat ke arah pria itu.


Mereka berjarak hanya beberapa langkah.


"Menyebalkan,"


*Bum!


Nona Saint terhempas hanya karena tekanan aura dari pria itu.


Apa-apaan dia?! Auranya sangat berbeda dari yang sebelumnya.


"Kau manusia yang unik, siapa namamu?"


"Glenn,"


"Glenn, ya ... akan kuingat itu, namaku Blues, ayo kita bersenang-senang, Glenn!"


*Bum!


Blues mengeluarkan auranya yang berwarna biru. Auranya sangat mengerikan, bahkan lebih menekan daripada pria itu.


Perlahan suhu di tempat ini menurun.


Apa ini kekuatan Blues?


Pria itu memberi tanda untuk Putri Elf. Seperti tanda untuk menyuruhnya pergi dari tempat ini.


Blues pasti menyadari itu, 'kan?


Pria itu menggenggam dagger di tangan kiri dan pistol di tangan kanan. Dia terlihat seperti pembunuh ahli.


*Dor! Dor!


Tembakan mulai dilesatkan ke arah Blues.


Sebuah perisai es muncul menahan peluru yang dilesatkan.


Huh?


Sebuah lingkaran sihir muncul di bawah kaki Putri Elf.


Dia benar-benar akan kabur.


*Crack


Kaki Putri Elf membeku.


Ini aneh, Blues bahkan tak merapal sihir apa pun.


Pria itu terus menembaki Blues. Namun Blue hanya menahannya dengan perisai es.


"Hei, hentikan itu, beri aku pertarungan dekat!" Blues berusaha memprovokasi pria itu.


Sepertinya pria itu tidak mudah untuk diprovokasi. Dia terlihat tidak peduli dengan perkataan Blues.


Sebuah lingkaran sihir berukuran besar muncul di depan Putri Elf.


"Menghindarlah, Glenn!" teriak Putri Elf.


Lingkaran sihir itu bercahaya. Sesuatu akan keluar.


*Buuaar!


Energi sihir keluar dari lingkaran sihir itu dan mengarah tepat ke arah kami.


Kami tak sempat menghindari, energi sihir itu mirip dengan napas sihir Naga.


Blues mengangkat tangannya ke depan.


*Braak!


Energi sihir itu mengarah ke atas saat menyentuh tangannya.


Dia menahan itu hanya dengan tangannya.


"Aku sudah bosan dengan permainan ini,"


Blues mendorong tangan kanannya ke depan.


Energi sihir itu kembali ke tempat mereka dan menghancurkan prajurit yang ada di belakangnya.


"Blues, siapa sebenarnya dirimu?"


"Jangan terlalu memikirkan itu, Zain, aku hanya orang yang kebetulan bertemu dengan Christa di daerah utara,"


Utara? Itu masuk akal karena atribut es yang dimilikinya. Tapi, bagaimana ada orang sekuat ini? Aku akan memeriksanya.


Appraisal Eyes!


Eh?


Blues melihatku.


Sebelum Blues membuka mulutnya, pria bernama Glenn berada tepat di belakangnya sambil mengayunkan dagger dan menodongkan pistol ke kepala Blues.


*Dor!


Pistol telah ditembakan.


"Apa yang terjadi?"


Blues menutup lubang pistol itu dengan tangannya. Anehnya, tangan Blues berubah menjadi besar dan berbulu.


"Akan kutunjukan padamu arti pertarungan yang sesungguhnya, manusia,"


Blues melempar Glenn. Tangan Blues kembali normal.


Makhluk apa kau sebenarnya, Blues?


*Bum!


Glenn mengeluarkan aura yang sangat besar.


Apa dia ingin menggunakan kekuatan penuhnya?


Aura pria itu semakin gelap. Jika dilihat dengan seksama, auranya mirip dengan aura milik Nona Eline.


Huh? Tangan kanannya bereaksi terhadap auranya.


"Oho, tangan kananmu terlihat unik, apa kau membuatnya sendiri?"


Dia menghiraukan pertanyaan Blues.


"Kalau kau tidak menjawab, maka aku akan memeriksanya sendiri,"


Blues melompat ke arah Glenn dengan diikuti es yang membeku.


"Huwaaa!" Glenn meninju tanah di bawah dengan tangan kanannya.


*Brak!


Permukaan tanah langsung hancur. Guncangan hebat terjadi.


Aku menjauh dari tempat itu.


Pukulan itu menyebabkan lubang cukup besar.


Untuk apa dia membuat lubang?


Blues menggunakan sihir es yang menjulang ke atas sebagai pijakan.


Lingkaran sihir muncul di kaki Glenn dan Putri Elf.


Mereka ingin kabur dengan teleportasi.


Seperti biasa, Blues menahan kaki mereka dengan sihir es.


Aku memahami hal baru. Jika tubuh sedang ditahan oleh sihir, maka sihir teleportasi tidak bisa digunakan. Blues tahu hal itu.


Mereka terlihat tidak memiliki rencana apa pun. Memilih untuk tidak menggunakan kekuatan penuh karena tahu itu tetap tak akan berguna. Mereka benar-benar bijak.


"Baiklah, akan kuhabisi kalian semua dalam sekali serang." Blues mengangkat tangannya ke depan.


*Wush!


Sebuah tebasan berwarna hitam mengarah ke Blues.


Blues membuat perisai es untuk menahannya.


*Crack!


Perisai es Blues hancur dan Blues terhempas karena serangan itu.


Serangan yang mematikan. Tapi, siapa yang menyerangnya?


*Bum!


Aku merasakan tekanan yang luar biasa.


Aura ini pernah kurasakan sebelumnya. Benar, ini aura milik Undead itu.


Seseorang terbang menuju ke sini. Aura hitam pekat memenuhi orang itu.


*Bush!


Dia mendarat dengan menyebarkan aura hitamnya ke mana-mana.


Akhirnya kau datang ... Daisy Maphas.


"Wah, wah, aku benar-benar terkejut, ternyata ada orang kuat sepertimu di dunia ini." Blues berjalan melewatiku.


Daisy Maphas tak merespon perkataan Blues.


Aura hitamnya membentuk beberapa tombak yang sangat runcing.


*Wush!


Tombak itu mengejar Blues.


Blues berlari, namun tombak itu mengejar.


Blues mengeluarkan perisai es raksasa.


*Crack!


Tombak itu berhasil menghancurkan perisai raksasa milik Blues.


Blues mengangkat kedua tangannya ke depan.


Gumpalan es muncul dari kedua tangannya dan melahap tombak yang mengarah padanya.


Sihir apa itu?


"Sepertinya aku meremehkan kalian, Kerajaan Penyihir Maphas." Blues tersenyum. "Baiklah, aku akan serius mulai sekarang!"


*Bum!


Blues mengeluarkan aura biru yang sangat kuat.


"Huwaaaa!" Sebagian besar prajurit kami maupun prajurit musuh jatuh tak sadarkan diri.


"Blues! Apa yang kau lakukan?!" Uskup Agung terlihat panik.


*Bum!


Daisy juga mengeluarkan aura yang sama mengerikannya seperti Blues.


"Kau lihat itu, Christa? Makhluk itu setara dengan kami,"


Kami?


Aura mereka berdua membuat seluruh prajurit tak berdaya.


Jika bukan karena aura Pahlawan, mungkin aku akan bernasib sama. Nona Saint dan Uskup Agung mampu bertahan mungkin karena level dan pengalaman yang mereka miliki.


Pertarungan ini sangat sengit! Tak ada yang bisa kulakukan.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :


https://saweria.co/hzran22


Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.