
Apa yang terjadi dengan desa ini selama aku pergi? Mereka memanggil Yang Mulia dengan sebutan Dewi?
"A-alissa, apa yang sebenarnya terjadi?" tanyaku.
"Ah, itu, aku akan menceritakannya nanti. Aku harus pergi ke suatu tempat sekarang. Fly."
"Eh?"
Beliau terbang dengan kecepatan yang luar biasa.
Aku ingin terkejut lagi, tapi, sepertinya aku sudah terbiasa dengan ini.
"Oh, Dewi kami!" ucap salah satu warga desa.
Sepertinya aku harus bertanya sesuatu pada mereka.
"Apa kalian yang selalu mendampingi Dewi selama ini?" tanya pria tua yang muncul entah dari mana.
"A-a-ah itu benar, kami yang bersama Yang Mulia selama ini," jawabku.
"Uhuk!" Hawk tiba-tiba terbatuk.
Mungkin keadaannya masih belum pulih sepenuhnya.
"Bisakah kalian menyediakan tempat istirahat untuk rekanku ini? Kami baru saja mengalami pertempuran yang merepotkan,"
"Sudah menjadi tugas kami untuk melayani pendamping Dewi,"
Eh? Ini sedikit membuatku malu. Aku bertanya tentang kondisi desa ini sebelumnya. Pria tua ini ternyata Kepala Desa di sini. Dan dia mengajakku ke rumahnya untuk menjelaskan apa yang terjadi.
"Aku akan menceritakannya pada Anda, Nona,"
"Panggil saja Erish,"
"Baiklah. Pertama-tama, desa ini diserang kawanan Ogre, mereka menghancurkan desa kami dan membawa warga kami,"
Jadi begitu, tulang belulang yang ada di gua, mungkinkah itu warga desa ini?
"Para pemuda kami banyak yang gugur di tangan para Ogre itu. Kemudian, Dewi datang! Dewi menemukan tempat persembunyian kami. Lalu, Dewi menyuruh kami keluar dan melakukan suatu keajaiban!"
"Ke-keajaiban?"
"Benar. Dewi menyuruh kami untuk mengumpulkan mayat-mayat pemuda kami yang gugur, dan kemudian keajaiban terjadi." Kepala Desa itu menangis bahagia sambil bercerita. "Dewi menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati! Kami sangat bersyukur atas kebaikan Dewi!"
Me-menghidupkan orang mati?! Aku pernah mendengar sihir itu, tapi, itu hanya bisa dilakukan Sekte Hitam dan perlu mengorbankan banyak hal untuk menghidupkan seseorang. Yang Mulia melakukan hal mustahil seperti itu? Bahkan sepertinya kondisi Beliau baik-baik saja. Huh ... Lagi-lagi hal yang mengejutkanku lagi. Seorang yang seharusnya membawa kematian, malah bisa menghidupkan orang.
"Baik, aku sudah mengerti sekarang, jadi kalian akan menjadi pengikut Yang Mulia Ratu?"
"Sudah pasti! Kami akan menyembah Sang Dewi yang telah menyelamatkan kami!"
"Aku mengerti. Tapi, tolong rahasiakan identitas Yang Mulia Ratu, saat ini Beliau hanyalah seorang petualang,"
"Wooah! Jadi Dewi menyamar untuk mengawasi hamba-hambanya dari dekat, ya? Sungguh Dewi yang sangat perhatian!"
"I-itu, hah, benar."
Aku tak tahu mau bilang apa, ini mungkin akan membantu Yang Mulia Ratu untuk mencapai tingkat Dewi.
"Kami akan menyiapkan tempat istirahat untuk Anda, Nona Erish,"
"B-baiklah."
*Duar!
Sebuah ledakan besar muncul dari kejauhan. Dan disusul dengan sebuah guncangan.
Ini pertama kalinya aku melihat ledakan sebesar itu.
Ledakan itu membentuk kepulan asap yang sangat tinggi, sekitar 300 meter.
Eh? Apa Yang Mulia Ratu tadi pergi ke arah sana?
A. Sebuah Petunjuk Untuk Sang Ratu
Hiyaaaa! Akhirnya aku bisa pergi dari desa itu. Apa maksud mereka memanggilku Dewi?! Itu benar-benar memalukan! Lihat kelakuan mereka yang menggelikan itu. Aku hanya menggunakan sihir pembangkitan! Apa itu hal yang jarang di dunia ini? Di Magic Infinity, sihir itu digunakan untuk kelompok Party yang sedang menyerbu barisan pertahanan musuh. Mereka akan hidup dan terus menyerang, tapi, level mereka akan berkurang jika dihidupkan kembali. Karena itu, sihir pembangkitan hanyalah pilihan terakhir di late game. Lain kali aku harus berhati-hati.
Aku pergi karena ingin memastikan sesuatu. Si Pak Tua itu bilang ada seekor Naga yang menyebabkan para Ogre turun ke hutan. Itu tujuanku! Memiliki pet Naga! Naga benar-benar monster yang cukup kuat. Di dunia ini, Naga berada di rank S, bahkan bisa lebih tinggi lagi. Pak Tua itu bilang Naga itu ada di atas gunung.
"Hmmm ... Apa itu?" Aku menyipitkan mataku untuk melihat sesuatu di bawah.
Tampak bersinar. Eh, tunggu sebentar.
{Remote Eyes:ON} Aku menggunakan penglihatan jarak jauh.
Sialan! Naga itu menyadari kehadiranku sebelum aku menemukannya.
"ATOMIC BREATH!"
Sial!
"Cannon Blast!"
*Duar!
Tiba-tiba muncul tangan besar yang meninjuku dari kepulan asap.
*Dum!
Aku terhempas ke bawah dengan sangat kuat, hingga menghancurkan daratan di tempat aku terjatuh.
"MANUSIA! SIAPA KAU?! KAU PASTI TIDAK AKAN MATI HANYA KARENA PUKULAN ITU, 'KAN?!"
"Fufufu ... Seekor kadal yang menyerang Ratu ini diam-diam, benar-benar kadal kecil yang lucu,"
"BERANINYA KAU!"
"Time Stop." Aku menggunakan sihir tingkat 11 untuk menghentikan waktu sementara.
"Divine Chain." Aku mengikat Naga itu dengan sihir milikku yang berbentuk rantai.
Aku membatalkan Time Stop.
".... APA YANG TERJADI?! KENAPA AKU TERIKAT?! HEY! MANUSIA! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?!"
"Tenanglah, kadal kecil,"
"JANGAN PANGGIL AKU BEGITU! NAMAKU RAYMOND! NAGA PENGEMBARA!"
"Hooo ... Baiklah, Ray Kesayanganku, apa yang membawamu datang ke wilayah manusia?"
"ITU TIDAK ADA URUSANNYA DENGANMU!"
{High Intimidation Aura:ON}.
*Bumm
Seketika gravitasi di sekitarku menjadi berat dan menghancurkan tanah.
"HIIII! HENTIKAN! BAIK! AKU AKAN BICARA! HENTIKAN ITU! ITU SANGAT MENAKUTKAN!"
{High Intimidation Aura:OFF}.
"Ceritalah,"
"AKU DULU TINGGAL DI PEGUNUNGAN QUER DI PERBATASAN ANTARA WILAYAH MANUSIA DAN WILAYAH IBLIS. NAMUN, SEMENJAK BENCANA 7 TAHUN LALU, AKU PERGI DARI SANA, SALAH SATU DARI 12 PENJAGA DUNIA ADA DI SANA, AKU TIDAK BISA MENGALAHKANNYA, WALAU KONDISINYA MELEMAH."
"Kondisi melemah? Apa yang kau maksud?"
"MONSTER ITU TERLIHAT SEPERTI TERIKAT OLEH SESUATU DAN TAK BISA MENINGGALKAN WILAYAH ITU. DAN AKU PERGI MENCARI TEMPAT HINGGA SAMPAI KE SINI."
"Jadi begitu, tapi, keberadaanmu mengganggu makhluk-makhluk lemah yang ada di sini,"
"AKU TIDAK TAHU LAGI HARUS KE MANA."
"Jadi, apa kau mau menjalin kontrak denganku?"
"KAU SERIUS?"
"Yah, aku serius,"
"BAIKLAH! AKU AKAN MENJALIN KONTRAK DENGANMU! KHUAHAHAHAHA!"
"Hmmm ... Kau langsung menerimanya? Aku pikir Naga memiliki harga diri yang tinggi,"
"ASAL DENGAN ORANG SEKUAT DIRIMU, ITU TAK MASALAH!"
"Baik, aku punya satu pertanyaan,"
"KATAKAN, APA ITU?"
Despair Aura
"Mana yang lebih kuat antara aku atau 12 Penjaga Dunia itu?"
"I-I-I-ITU ... SE-"
"Cukup! Aku akan melepaskanmu. Kita pulang sekarang,"
"B-BAIKLAH."
-----------------------
"Jadi, katakanlah Yang Mulia, kenapa Naga ini bisa bersama Anda?!"
"Aku akan menceritakannya nanti, aku lapar, apa ada yang bisa aku makan di sini?"
"Kami sudah menyiapkannya, Dewi!"
Cih! Aku lupa soal ini.
Bersambung ....