
Chapter 26 : Organisasi Golden Blood
Eh, apa yang dia katakan tadi? I-i-ibundaa?! Huh, huh, tenang, tenang! Ini pertama kalinya NPC berbicara padaku, hal ini sungguh mengejutkanku. Benar, aku memberi mereka julukan sebagai Guardian Mother Ruler. Karena di duniaku sebelumnya, aku hidup jauh dari keluargaku, aku mengekspersikan semua kekosonganku dalam game.
"Ibunda .... apa Saya membuat kesalahan?"
Aku menambahkan posisi sebagai "Anak" dalam sistem semua NPC di dungeon milikku. Tapi, mendengar kata "Ibu" dari mereka rasanya sangat menggelikan. Huh, aku akan mencerna semua ini secara perlahan.
"Ibunda?"
Suara Crocell menyadarkanku.
Wajahnya terlihat khawatir, sebenarnya Crocell kudesain dengan wajah layaknya seorang aktor yang tampan. Aku selalu kesal saat membandingkannya dengan wajahku. Rambut merah yang terang seperti darah, mengenakan pakaian layaknya seorang master bela diri, dia memang terlihat sangat beribawa.
Aku mengelus kepala Crocell.
"Aku bersyukur bisa melihatmu, Crocell,"
Crocell hanya diam tertunduk.
Aku memang sedikit lega ketika melihat NPC-ku juga terkirim ke dunia ini. Selama ini aku memang sedikit kesepian.
"Crocell, ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu,"
*Tuk Tuk
Raja Iblis mengetuk-ngetuk tongkat logamnya ke bebatuan kecil di bawah kakinya.
"Ratu Keres, apa Anda bisa menjelaskan hal ini?"
Akhirnya saat-saat ini tiba. Aku bingung bagaimana harus menjawab pertanyaan Raja Iblis.
Maryna mengangkat tangannya. "Para prajurit Kerajaan telah datang,"
Timing yang bagus!
"Crocell, kembalilah ke tempat para saudaramu, dan ... Jangan ceritakan apa pun tentangku. Aku akan segera mendatangi Dungeon,"
"S-saya ingin tetap bersamamu, Ibunda." Crocell menahan tanganku.
Hei! Kau menurunkan harga dirimu jika melakukan hal seperti ini!
"Crocell, apa kau tidak mematuhiku?"
"B-baik!"
"Satu hal lagi, jangan biarkan para NP- eheem, maksudku saudaramu menyerang ke luar Dungeon, itu bisa menganggu rencanaku,"
"Dimengerti." Crocell langsung mengeluarkan sayapnya .
*Wush!
Dia terbang dengan sangat cepat.
"Baiklah ... Magic Create Item,"
Kami kembali ke tempat pelelangan. Terlihat beberapa prajurit telah menangkap Bangsawan-bangsawan yang ikut serta dalam perbudakan.
"Lepaskan aku! Kalian tidak tahu siapa aku?!" Seorang Bangsawan berteriak saat dibawa paksa oleh prajurit.
"K-kalian ...?"
Dia ... Beastman yang sebelumnya, 'kan?
"Aku kira kau lari ketakutan," sindirku.
"Ah, aku memang sangat panik saat itu, namun, aku menemukan penjara para budak saat ingin mencari jalan keluar,"
"Jadi begitu,"
"Ini semua berkat Nona Iblis yang menyamar sebelumnya, sihirnya sangat membantu,"
"Di mana Lia?" Maryna menyela pembicaraan kami.
Sepertinya Maryna masih belum menerima keberadaanku. Dia masih sering melakukan hal seperti ini di depanku.
"Ah, dia sedang menyembuhkan para budak yang terluka,"
Maryna langsung bergegas mencari Iblis kecil.
Rencana kami tidak berjalan lancar. Ini semua karena Crocell yang menyerang secara membabi buta.
"Maaf, Nona, apa kalian memiliki waktu besok?"
"Apa yang kau inginkan?" jawabku.
Beastman itu langsung tertekan setelah mendengar perkataanku.
"T-tidak, Nona, baru-baru ini Tuanku menghubungiku, Beliau meminta kalian untuk datang ke kediamannya besok,"
Dasar bajingan aneh, apa dia malu mengundang kami secara resmi? Bajingan itu setidaknya seorang Bangsawan kelas atas.
"Kami tidak memiliki waktu untuk orang yang bahkan tidak menunjukan dirinya di hadapan kami. Dan sekarang dia memerintah kami untuk datang ke kediamannya, apa dia sudah gila? Katakan padanya untuk mengantar undangan dengan tangannya sendiri,"
"A-aku akan sampaikan pada Tuanku." Beastman itu pergi.
Aku melirik ke arah Raja Iblis.
Dia masih menatapku curiga. Aku harus bisa membuatnya percaya.
Maryna dan Iblis kecil datang.
"Ra- Alissa, apa kau bisa mengirim Lia ke Wilayah Iblis?" Maryna berbicara sambil memalingkan wajahnya dariku.
Aku langsung memegang tangan Iblis kecil dan menariknya.
Huh, kalian harus segera mempelajari sihir teleportasi!
-------------------------
Aku terbangun di tempat tidur. Sinar matahari pagi menyilaukan mataku. Tampak seseorang berdiri menatap ke luar jendela.
Rasanya seperti dejavu.
Ah, setelah pulang dari rumah lelang, aku tak sempat berbicara dengannya.
Aku langsung bangkit dan duduk di tempat tidur. Jika dalam keadaan normal, kepalamu akan terasa pusing saat melakukan ini.
Raja Iblis menatapku, kemudian mendekatiku. Dia duduk di sebelahku.
"Apa Anda bisa menjelaskannya?" Raja Iblis langsung bertanya ke intinya.
Apa kau tidak memiliki hati nurani?! Ah, dia Iblis. Tidak, apa kau tidak merasa bersalah sedikit pun? Menanyai orang yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya!
Aku terus berpikir bagaimana agar bisa membuatnya percaya dengan ceritaku.
Ah!
"Aku belum memberitahu hal ini pada siapa pun,"
Raja Iblis terlihat bingung dengan perkataanku.
Pelan-pelan ... mari kita mulai! Huh? Aku merasakan ada seseorang di balik pintu. Sepertinya itu Maryna.
"Beberapa hari sebelum Pahlawan dan Raja Iblis terdahulu menyegelku karena pengaruh Dewi, aku melepaskan sebagian besar kekuatanku,"
Raja Iblis mendengarku dengan seksama.
"Kekuatanku memiliki kehendak sendiri, namun sebagian besar berisi egoku. Kekuatan itu pecah menjadi 12 bagian dan mengambil bentuk dari makhluk-makhluk yang di dunia ini,"
"Itu sebabnya mereka memanggil Anda dengan sebutan Ibu?"
Raja Iblis berdiri. "Baiklah, Saya sudah mengerti,"
Dia percaya! Raja Iblis benar-benar mengerti maksudku.
Raja Iblis membuka pintu kamar. Tidak ada siapa-siapa di sana.
Sepertinya Maryna telah pergi.
---------------------------
Kami turun ke bar untuk sarapan.
Tidak ada yang bisa kami lakukan hari ini. Rencana telah gagal. Haruskah aku langsung pergi ke Dungeon?
Tak lama kemudian, Maryna dan wanita kelinci datang membawa sarapan untuk kami.
Spaghetti time!
Aku mulai mencampur seluruh bumbu dengan pasta.
Sepertinya aku memang harus segera pergi ke Dungeon. Banyak item-item bagus yang belum kusimpan di ruang dimensiku.
Huh? Ternyata wanita kelinci juga ikut bergabung dengan kami.
Raja Iblis mengajarinya cara menyajikan spaghetti dengan benar.
"Woooah ... kelihatannya enak!" Wanita kelinci terlihat antusias.
Wanita kelinci menyicipi spaghetti yang dibuat Raja Iblis. Dia mulai disuapan pertama.
"...." Matanya bersinar ketika merasakan spaghetti.
Wanita kelinci kembali melanjutkan suapan berikutnya.
Sudah kubilang! Aku akan sukses jika berbisnis makanan di dunia ini! Huhuhu.
15 menit kemudian.
Huaaaah ... ini benar-benar nikmat. Apa aku boleh menambah satu porsi lagi? Huh, bercanda.
*Kreek
Empat orang berpakaian prajurit masuk ke penginapan.
Prajurit itu berjalan menuju meja kami.
*Swing!
Mereka mengarahkan pedangnya ke arah kami.
*Crack!
Heh?
Wanita kelinci dengan cepat menebas pedang mereka dengan tangannya. Pedang itu hancur berkeping-keping.
"Bajingan seperti kalian membuat keributan di tempatku? Akan kupastikan kalian keluar dengan tubuh yang tidak lengkap,"
Heeeeeeeeeeeh! Kenapa dia tiba-tiba menjadi menyeramkan seperti ini?!
"K-kau?!" Salah satu prajurit menunjuk ke arah wanita kelinci. "Petualang rank S, Melissa Rabbiot!"
Rank S? Wanita kelinci ini?
"Jika kalian sudah tahu, pergi dari tempat ini,"
Salah satu prajurit maju mendekati kami.
"Tidak. Kami ke sini atas perintah Duke Orion. Beliau sedang berada di luar sekarang,"
*Bugh!
Dengan cepat, wanita kelinci meninju keempat prajurit itu hingga terhempas keluar.
"Aku tidak pernah berurusan dengan Orion." Wajah wanita kelinci semakin kesal.
Aku memegang pundaknya. "Tenang, Nona Melissa, sepertinya dia mencariku,"
"Apa?"
"Aku menyinggungnya tadi malam, mungkin dia tidak terima dengan ucapanku dan ingin membalas dendam,"
Wanita kelinci menghela napas. "Baiklah, aku akan menemani kalian,"
Entah kenapa, sifat wanita kelinci berubah drastis.
Kami keluar dari penginapan. Sebuah kereta kuda terparkir tepat di depan penginapan.
Seseorang keluar dari kereta kuda.
Apa dia Duke Orion?
Badannya sangat besar dan kekar. Kulit yang sedikit keriput, memiliki janggut tebal berwarna merah. Dia terlihat seperti pria berusia 40 tahunan.
Terlebih lagi, dia seorang Manusia.
"Maaf atas perlakuan kasar prajuritku. Izinkan aku memperkenalkan diriku. Namaku Vinn Orion, Duke dari Kerajaan Karibian,"
Jadi itu memang dia, ya.
"Orion, sudah lama kau tidak mengunjungiku, ya." Wanita kelinci mengeluarkan aura membunuh yang sangat pekat.
"Wah, wah, bagaimana kau bisa menyambut mantan rekanmu dengan hawa membunuh seperti ini, Melissa?"
Mereka saling kenal?
Aku maju dari barisan. "Hei, apa urusanmu datang ke sini?"
"Wah, kau sangat tidak sabaran, Nona,"
Orion berjalan ke arahku. Dia menyembunyikan tangan kanannya di belakang punggungnya.
*Wush!
Orion melompat ke arahku. Dia mengayunkan tangan kanannya ke arahku.
*Brak!
Wanita kelinci dengan cepat menepis tangan kanan Orion dan mengarahkannya ke bawah sehingga tanah di bawah kakinya hancur.
Apa yang dia pegang?
"Hentikan omong kosong ini, Orion,"
"Maaf atas ketidaksopananku, Melissa." Orion kembali mundur menjauh dari kami. "Aku datang hanya ingin memberi hadiah untuk orang yang telah menyelamatkan para budak dari tangan Baron Stuardo,"
"Apa?" Wanita kelinci terkejut.
"Kami juga ingin meminta tolong pada mereka untuk ikut dalam operasi pelenyapan Golden Blood,"
Golden Blood? Apa itu merk barang mewah?
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Kalian bisa support Author juga di sini :
https://saweria.co/hzran22