
Bagaimana caraku memberitahunya bahwa akulah Alissa Hart. Tapi, jika aku memberitahunya, mungkin kami akan sedikit canggung nanti.
"Hentikan pertanyaan tidak bergunamu itu. Kau hanya membuang-buang waktu Ibu." Irene memotong pembicaraanku dan Pahlawan.
Yes! Putriku sangat pengertian!
"Baginda, Saya akan mengantar kalian,"
Putri Sharah merapalkan sihir teleportasi berskala besar.
Lingkaran sihir berukuran besar muncul di bawah kaki kami.
Pola lingkaran sihirnya berbeda. Jika aku tidak salah, pola ini seperti sihir kuno di Magic Infinity. Efek serangan, jangkauan, dari sihir kuno jauh lebih besar. Ada juga berbagai macam sihir khusus yang hanya bisa digunakan jika seorang Player memenuhi syarat untuk menggunakan sihir kuno. Hal ini tidak mengejutkanku karena Putri Sharah memang ahli sihir kuno.
Ngomong-ngomong, Pahlawan hanya diam setelah dibentak oleh Irene. Ini sedikit menggangguku. Aku sudah memberi kode mata pada si penguntit untuk terus mengawasinya.
Kami berteleportasi ke kota bawah tanah.
Aku membuka mata secara perlahan.
Tercium bau tanah yang basah. Kota bawah tanah terlihat lebih luas dari sebelumnya. Kemampuan Ray sepertinya sudah berkembang.
Kami berdiri tepat di depan bangunan yang lumayan besar, berbeda dengan rumah Dwarf yang berukuran kecil. Kami masuk ke bangunan besar itu.
Beberapa Dwarf menyambut kami. Salah satunya Raja Dwarf, Mekano.
"Saya senang Anda telah kembali, Yang Mulia." Seluruh Dwarf menundukan kepala mereka.
"Di mana yang lainnya?"
"Mereka telah menunggu Anda,"
Aku langsung menuju ke ruangan yang dimaksud. Bersama keenam bersaudari, si penguntit, Putri Sharah, dan Pahlawan. Sisanya berjaga jika terjadi sesuatu di luar.
Ruangan itu diterangi oleh api besar berwarna ungu yang tergantung di atas.
Beberapa orang duduk di meja bundar, ukurannya cukup luas, mampu mengisi sekitar 20 kursi lebih.
Ray, Putri Anna, Erish berdiri dan menundukan kepala.
"Salam, Yang Mulia--Nyonyaku." Mereka memberi salam secara bersamaan.
"Duduklah."
Sebuah Gate muncul. Putri Sharah baru saja membukanya.
Dua orang wanita keluar dari Gate. Mereka adalah Raja Iblis dan Maryna.
Aku melirik Pahlawan.
Dia terlihat sedikit tertekan, kurasa ini pertemuan pertamanya dengan Raja Iblis. Seharusnya dia menyadari perbedaan besar antara dia dan Raja Iblis.
"Raja Iblis, Maryna, duduklah,"
"Baik, Ratu."
Keenam bersaudari duduk di kanan dan kiriku masing-masing 3 orang.
"Di mana Daisy?" tanyaku.
Semua orang hanya diam seribu kata.
Ternyata telah terjadi sesuatu pada Daisy. Kemungkinan besar, Daisy telah kalah.
"Di mana tubuh yang digunakan Daisy?"
"Saya telah merawatnya, Baginda, tubuh itu hanya kekurangan Mana akibat Ratu Daisy yang mendadak menghilang," jawab Putri Sharah.
Saat ini aku belum bisa memanggil Daisy karena kekuatanku masih sangat kurang.
"Nyonyaku, apa tubuh Anda baik-baik saja?"
Ray ternyata sangat sensitif. Ia dengan mudah menyadari kekuatanku yang telah hilang.
"Aku ingin memberitahu hal penting pada kalian semua,"
Aku tidak tahu reaksi apa yang akan mereka tunjukan. Mungkin ada beberapa dari mereka berpikir untuk membunuhku setelah tahu kekuatanku menghilang. Namun, keberadaan enam bersaudari di sini sangat penting bagi keselamatanku.
"Seperti kata Ray sebelumnya, aku telah kehilangan sebagian besar kekuatanku,"
Aku tak bisa mengatakan bahwa kekuatanku hilang sepenuhnya.
"Apa yang terjadi sebenarnya, Yang Mulia?!" Erish berdiri dari tempat duduknya.
"Tenanglah, Erish,"
Syukurlah Erish bersikap seperti biasanya. Hanya dia yang langsung merespon setelah mendengar perkataanku.
"Yang Mulia, katakan dengan jelas apa yang terjadi sebenarnya." Abigail terlihat sangat penasaran denganku.
Erish, Abigail, dan juga Ray mereka masih setia padaku.
"Aku bertarung melawan Satan,"
Beberapa dari mereka sempat terkejut. Sepertinya mereka merasakan aura Satan waktu itu.
"Tapi, bagaimana bisa kekuatan Anda melemah, Yang Mulia?"
Jawaban seperti apa yang harus kuberikan?
"Apa yang kalian inginkan sebenarnya? Kondisi Beliau sedang tidak baik, namun kalian bertanya seolah-olah Beliau telah kalah. Kalian tidak pantas berada di sisi Beliau!" Rayna dengan tegas berbicara pada mereka.
"Siapa kau?" tanya Ray.
"Ibu, aku ingin sekali membunuh kadal lemah ini,"
"Apa kau bilang?! Huh ... tunggu, kau bilang Ibu?"
Mereka yang belum tahu tentang NPC hanya terdiam dengan mulut terbuka lebar.
"Akan kuperjelas. Aku berhasil membunuhnya, namun, itu hanyalah kepingan kecil dari kekuatan Satan yang tersebar. Ada sebuah organisasi khusus yang bertujuan untuk membangkitkan Satan,"
"Sama seperti Sekte Hitam, ya," ucap Raja Iblis dengan nada menyindir.
Apa yang dia maksud?
"Namun, tujuan kalian sama, 'kan?"
Abigail menatap Raja Iblis dengan hasrat membunuhnya.
"Apa kalian juga berpikir hal yang sama sepertiku, Putri Elf, Nyonya Kaisar?"
Aku tak memperhatikan Putri Anna, akan merepotkan jika dia lepas dariku.
"Saya akan tetap berada di sisi Yang Mulia," jawab Putri Anna.
Raja Iblis tersenyum kecil.
Apa yang terjadi dengan sikap Iblis ini?! Kepalanya mungkin terbentur sesuatu!
"Sepertinya Putri Elf memiliki pikiran yang sama dengan Nyonya Kaisar, secara teknis kalian berada di organisasi yang sama, 'kan?"
"Tutup mulutmu!"
Abigail membuka kedua sayap hitamnya hingga merusak langit-langit ruangan.
Apa yang dia rencanakan sebenarnya?
Raja Iblis hanya tersenyum kecil. Maryna yang berada di sebelahnya hanya diam sambil menutup matanya.
Sepertinya mereka berbicara melalui telepati.
Huh?
Tiba-tiba ruangan di tempat ini berubah menjadi hitam. Tidak gelap, kami masih bisa melihat jelas satu sama lain.
"Kalian berada di ruang dimensi milikku, aku bisa dengan mudah melenyapkan kalian di sini. Aku Dewa di tempat ini." Delila menatap tajam kedua orang itu dengan mata yang bercahaya.
Ini pertama kalinya aku melihat Delila menggunakan sihir seperti ini. Mendengar perkataannya barusan, sepertinya itu serius.
Kedua sayap Abigail perlahan memudar.
"Agh!" Abigail terlihat kesakitan.
Raja Iblis langsung menyiapkan tongkatnya. Namun, tongkat serta energi sihir miliknya keluar dari tubuhnya.
*Bruk!
Raja Iblis tersungkur ke meja.
"Penciptaan, ketiadaan, semua ada dalam genggamanku. Kalian melakukan tindakan memalukan di depan Ibu,"
Delila, aku tak menyangka dia sekuat ini.
"Tenanglah, Delila." Elina menutup kedua mata Delila dengan tangan kanannya.
Perlahan sayap hitam dan energi sihir dari kedua orang itu kembali. Ruangan juga kembali seperti sebelumnya.
Orang-orang di ruangan ini hanya diam sambil menundukan kepala, bahkan Ray juga termasuk.
Tidak mungkin, mereka ... trauma?
"Aku tidak akan mengulangi ini. Bagi kalian yang ingin melepaskan diri dari sini, silahkan pergi!" seru Elina.
Raja Iblis berdiri dengan tubuh yang sedikit goyah. "Aku ingin tetap berada di sisi Ratu Keres,"
Huh? Aku pikir dia akan memberontak.
"Yang Mulia." Raja Dwarf mengangkat tangannya. "Kami para Dwarf juga akan tetap berada di sisi Anda. Berkat bantuan Anda, kemampuan para Blacksmith kami meningkat,"
"Aku senang mendengarnya. Terima kasih." Aku menundukan kepalaku.
"Apa yang Anda lakukan, Yang Mulia?!"
"Ibu! Kenapa Ibu menundukan kepala?!"
Huwah ... aku benar-benar ceroboh!
"Eheem ... apa kalian bisa menjelaskan padaku apa yang terjadi selama perang?"
"Saya akan menjelaskannya, Baginda," jawab Putri Sharah.
-------------------------
Putri Sharah mulai menjelaskan apa yang terjadi di perang.
Gereja Suci menggunakan salah satu dari 12 Penjaga Dunia yang memiliki atribut air dan es. Ia dan Daisy bertarung sengit.
Itu berarti mereka tidak jauh lebih kuat dari NPC milikku.
Di akhir perperangan, Dewi membantu pasukan Manusia dengan membantai seluruh prajurit yang sudah kami kumpulkan dari Kerajaan-kerajaan kecil di sekitar kami.
Walau bukan pasukan kami, tetap sangat disayangkan jika mereka mati begitu saja.
Dewi juga memanggil beberapa Malaikat untuk membantai seluruh penduduk di Kerajaan Maphas.
Namun, Ray sudah menyadari hal itu dan memindahkan semua penduduk ke kota bawah tanah. Ia menggunakan prajurit yang berada di Kerajaan sebagai penyamaran. Prajurit-prajurit itu berpakaian layaknya warga biasa.
"Jadi begitu, kalian telah berjuang keras,"
"Nyonyaku,"
"Ada apa, Ray?"
"Tentang kekuatan Anda yang melemah, aku tahu tempat di mana Anda bisa memulihkan kekuatan Anda kembali,"
Ini berita bagus!
"Jelaskan lebih lanjut, Ray."
Bersambung ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!
Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :
https://saweria.co/hzran22
Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.