The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Tubuh Yang Penuh Api



Seketika tempat ini bergetar dengan sangat kuat akibat serangan sihir milikku.


Sihir itu kuarahkan tepat di tempat ruang harta sebelumnya. Aku sudah tidak peduli dengan harta benda di sana.


*Wush!


Rayna bergerak dengan sangat cepat. Dia menaiki ombak darah itu seperti sedang berselancar.


Aku melirik ke arah Orion.


Sepertinya seluruh senjatanya telah dilucuti.


"Hei, Duke, apa kau memiliki senjata?"


"Aku memilikinya, tapi mereka sudah merampasnya,"


"Apa senjatamu?"


"Aku kurang yakin, senjataku berbentuk seperti pisau kecil, namun sedikit melengkung,"


Aku pernah melihat senjata itu sebelumnya saat pembasmian Golden Blood.


"Terima ini." Aku memberikan Orion senjata dari ruang dimensiku.


"I-ini, 'kan?" Mata Orion bersinar melihat senjata yang kuberikan.


"Terlihat mirip, bukan?"


"Tidak, ini memang jenis yang sama!"


Setelah kejadian Golden Blood, aku memeriksa seluruh senjata di ruang dimensiku. Sesuai dugaanku, senjata itu bernama karambit. Senjata yang berasal dari duniaku. Hanya saja, Orion menggunakan dua karambit. Sangat berbeda dengan penggunaan satu karambit sebagaimana mestinya. Dia sudah sangat mahir menggunakan karambit.


"Baguslah. Ayo kita habisi orang-orang itu,"


Aku dan Orion keluar dari sel dan mengikuti aliran darah milik Rayna.


Di sepanjang jalan, kami melewati banyak mayat-mayat para penjaga yang kondisinya begitu mengenaskan. Selain darah yang telah dihisap, tubuh mereka menjadi kurus seperti tengkorak.


Sepertinya Rayna tidak mengaktifkan sihir penuh dari Blood Eater.


Terlihat sebuah cahaya dari arah depan.


*Duar!


Sesuatu meledak di tempat itu.


Arus darah perlahan menghilang, Rayna telah membatalkan Blood Eater.


Kobaran api berkibar, tempat itu hancur, sebuah batu besar berada di tengah-tengah tempat itu, seranganku meninggalkan lubang yang sangat luas di atas.


Falling Star of Death, sihir yang menurunkan batu besar dari angkasa. Aku menahan kekuatan sihirku agar tidak menghancurkan Kerajaan. Ini pencapaian terbesarku bisa menahannya hingga membuat dampak sekecl ini. Aku sangat ingin menggunakan sihir ini sebelumnya di Kerajaan Elf.


"Khuuaak! Lepaskan aku!" Seorang pria berteriak kesakitan.


Rayna berdiri sambil mencekik Aguso ke atas.


Para penjaga di sekitar Aguso telah mati.


Rayna sempat melindungi Aguso sebelum sihirku menghantam tempat ini. Aku sangat ceroboh!


"Lepaskan--aku!"


*Crack!


Rayna memanjangkan kukunya yang membuat leher Aguso terluka.


"Hentikan, Rayna, jangan sampai dia mati,"


"Baik, Ibu,"


*Bruk


Rayna melepas Aguso.


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"


*Bugh!


Orion menendang wajah Aguso.


"Wah, lihat siapa ini? Sekarang kau sudah tidak berdaya lagi, Perdana Menteri sialan,"


Aguso menatap Orion dengan penuh amarah.


*Plak!


Orion menampar Aguso.


"Hei, apa-apaan tatapan menjijikan itu?"


Aguso tersenyum. "Kukuku ... kalian akan menerima pembalasanku,"


Huh?


Tubuh Aguso perlahan membesar.


"Mundur!" teriakku.


Aura merah menyelimuti tubuhnya. Tongkat kecil yang berada di saku celananya keluar dan melayang dengan sendirinya.


"Aku akan menyembahkan jiwaku untuk Dewa Satan walau hanya sementara!"


Apa yang dia katakan?!


Api berwarna merah membakar tubuh Aguso.


Aku sudah tidak merasakan tanda-tanda kehidupan dari Aguso.


"KHUAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Aguso meraung cukup keras.


Dia bukan Aguso, apa dia berubah menjadi Undead?


"Fufufu, para pengikut bodohku sangat tidak sabaran. Bagaimana bisa aku menggunakan tubuh lemah seperti ini? Jika begini, aku hanya bertahan selama 30 menit,"


Siapa itu?


Appraisal Eyes!


Nama : ??


Umur : ??


Ras : ??


Job : ??


Tittle : ??


Level : ??


HP : ??


MP : ??


Strength : ??


Agility : ??


Ability : ??


Defence : ??


Magic Power : ??


Intelligence : ??


Lucky : ??


Apa?! Tunggu!


Appraisal Eyes : Advanced!


Nama : Satan


Umur : ??


Ras : ??


Job : ??


Tittle : ??


Level : ??


HP : ??


MP : ??


Strength : ??


Agility : ??


Ability : ??


Defence : ??


Magic Power : ??


Intelligence : ??


Lucky : ??


"Sa--tan." Aku menyebut namanya tanpa sadar.


Orang itu memalingkan kepalanya ke arahku.


Tubuhnya hanya penuh dengan kobaran api, aku tak tahu ekspresi apa yang dia tunjukan.


"Kau!" Orang itu berteriak.


"Blood Needle!" Rayna menembakan puluhan darah yang berbentuk jarum berukuran lengan orang dewasa.


*Wush!


Satan mengibaskan tangannya yang penuh dengan api.


Sihir darah milik Rayna perlahan lenyap.


"Dasar Vampir rendahan! Aku belum selesai bicara!"


Dia benar-benar kuat!


"Ibu, izinkan Saya untuk menggunakan mode tempur,"


Bahkan Rayna juga merasakan hal sama denganku. Dia benar-benar merasa orang itu adalah sebuah ancaman.


"N-nona, apa yang sebenarnya terjadi?"


"Teleportation." Aku langsung memindahkan Orion ke Ibukota.


Dia hanya menghambat.


*Bum!


Rayna melepaskan seluruh aura yang dimilikinya.


"Berkat darah Ibu sebelumnya, Saya merasa jauh lebih bertenaga,"


Aku tak tahu bahwa darahku memberinya buff.


Perlahan darah menyelimuti tubuh Rayna. Darah itu menutupi area dada, pergelangan tangan, paha, kaki, hingga kepala.


*Krek


Darah itu perlahan mengeras.


Itu Bloody Armor. Defence Rayna meningkat tajam.


Cakar Rayna berubah menjadi warna merah terang.


Rayna terlihat sangat menyeramkan dengan penampilan seperti itu. Terutama helm yang dia kenakan. Dia terlihat seperti Valkyrie.


"Keres ... apa itu kau?" Orang itu perlahan berjalan mendekati kami.


"Siapa kau?"


Dia berhenti.


"Siapa aku? Apa maksudmu! Kau yang telah menghabisiku! Kau bertanya siapa aku?!"


*Wush!


Orang itu tepat berada di depanku.


Sangat cepat!


*Bugh!


Rayna dengan cepat menendang orang itu hingga terhempas ke luar.


"Apa Ibu baik-baik saja?"


Aku hanya diam mengangguk.


"Siapa sebenarnya dia, Bu?"


"Aku tak tahu,"


"Makhluk rendahan itu membuat Ibuku bingung! Akan kubunuh dia!"


Rayna melompat ke atas.


Apa dia benar-benar Satan? Kekuatannya di luar perkiraanku. Aku tak yakin bisa mengalahkannya.


*Duaar!


Terdengar suara ledakan cukup keras dari atas.


Aku keluar dari ruang bawah tanah.


Kobaran api membakar pepohonan di sekitar.


*Ting! Ting!


Terdengar suara besi yang saling beradu.


*Wush!


Rayna melompat keluar dari kobaran api.


"Vampir kecil itu benar-benar kuat. Kau layak menjadi pengikutku!"


"Diam kau!"


*Wush!


Rayna melompat ke arah Satan dengan sangat cepat.


Satan mengarahkan tinju apinya.


*Crack!


Cakar tangan kiri Rayna memotong pergelangan tangan kanan Satan.


Rayna lanjut menyerang leher Satan dengan cakar tangan kanan.


*Crack!


Satan meremas cakar Rayna hingga hancur berkeping-keping.


"Blood Eater!" Rayna mengeluarkan sihir darah dari tangan kanannya.


Dia bisa menghancurkan cakar Rayna yang begitu keras.


Rayna meremas wajah Satan yang diselimuti api dengan Blood Eater di tangan kanannya.


"Lenyaplah!" teriak Rayna keras.


Perlahan kepala Satan meleleh akibat api yang menguap.


*Bruk!


Tubuh Satan langsung terjatuh.


Dia berhasil.


Rayna berbalik dan berjalan ke arahku dengan wajah lelah.


Dia menggunakan mode tempur yang menggunakan banyak Mana. Terlebih lagi lawannya Satan. Aku bangga dengan--


*Crack!


Sebuah tangan menusuk Rayna dari belakang, melubangi perutnya.


"Rayna!"


*Bugh!


Satan menendang Rayna ke sisi kiri.


Tubuh Rayna terbakar.


"Huhuhu, Vampir itu lumayan kuat." Satan melirikku. "Sekarang, ayo selesaikan urusan kita, Keres ...."


"Bajingan kau!"


*Bum!


Aku melepaskan semua auraku.


"Hahaha! Aku tidak akan menahan diri, Keres!"


"Lightning Sword, Activate All Skills: Advanced!" Aku mengeluarkan pedang yang diselimuti arus listrik tingkat 15, serta mengaktifkan semua skill aktifku.


Api yang menyelimuti tubuh Satan semakin membesar.


Api merah itu sangat merepotkan. Rayna bisa mati jika api itu tidak dipadamkan.


Satan berlari ke arahku degan api di tangan kanan yang membentuk sebuah kepalan tangan raksasa.


Aku menebaskan pedangku ke arah Satan. Sambaran petir keluar dari setiap tebasanku.


Satan menghindari semua seranganku.


"Mana Shield : Advanced!" Aku membuat pelindung tingkat lanjut untuk menghalau serangannya.


"Perisai lemah seperti itu bukan tandinganku!"


Satan memukul sihir pelindung milikku.


*Brak!


Sihir pelindungku hancur.


Apa kau bercanda?! Itu tingkat lanjut, lho!


*Crack!


Satan menebas tangan kiriku hingga putus.


Sialan! Ini menyakitkan!


Api merah menyelimuti separuh tubuhku.


"Jangan harap kau bisa lari!"


Satan menarik tangan kananku sehingga pedangku terlepas.


*Brak!


Dia membantingku ke tanah.


"Black Lightning Spear!" Aku menggunakan tombak petir berwarna hitam dari langit.


*Jedaar!


Tombak petir hitam mengarah ke sini dengan kecepatan penuh.


*Wush!


Satan mengibaskan tangan kirinya kebelakang dan mengubah haluan tombak petir hitamku.


*Duar!


Tombak petir hitamku meledakan sebuah gunung.


"Apa-apaan kau?!" Aku menatap tajam Satan.


Satan mencekik leherku.


Tidak mungkin! Perasaan ini, sama seperti benda aneh di tanganku sebelumnya.


Tubuhku perlahan lemas.


"Huh, apa yang terjadi padamu, Keres? Kau jauh lebih lemah dari biasanya,"


"Aku tidak mengerti ucapanmu, sialan!"


*Brugh!


Satan meninju wajahku dengan tangan kirinya. Dia terus mengulanginya.


Perlahan seluruh tubuhku terbakar oleh api merah.


"Magic Create Item." Aku meresrt kondisi tubuhku seperti semula.


Api merah yang membakarku menghilang.


"Hoh ... sihir apa yang kau gunakan? Aku tak pernah melihatnya,"


"Diam kau, sialan!"


"Haha, aku tidak peduli sihir apa yang kau gunakan! Aku hanya perlu menyerangmu terus-menerus, 'kan?"


Satan terus memukuliku dan membakar tubuhku.


Nama : Keres Vasilissa


HP : 876843/10000


HP-ku terus berkurang dari angka awal 9 juta.


HP : 8237293/10000


Satan terus menghajarku tanpa henti.


HP : 7188613/10000


Serangannya sangat sangat kuat!


Aku tidak bisa melakukan apa pun!


[Ibu!]


Suara ini? Rayna.


[Rayna! Apa kau baik-baik saja?]


[Saya baik-baik saja. Hanya sedikit luka di perut,]


Aku melirik ke arah Rayna yang masih terbakar oleh api merah.


[Dengarkan aku, Ibu ....]


"Ke mana kau melihat?!"


*Bugh!


Satan menghantamku dengan batu.


Senjata apa pun yang dia pegang akan memiliki damage yang sama seperti pukulannya.


Benar-benar mengerikan!


HP : 5102284/10000


Satan berhenti memukulku.


"Aku harus mengakhiri ini, dunia akan aman tanpamu, Keres,"


"Aku benar-benar tidak mengerti maksud perkataanmu,"


Satan mengangkat kedua tangannya ke atas.


Seluruh api di tubuhnya berkumpul di kedua tangannya.


Bahaya, dia ingin menghabisiku dalam sekali serang.


"Mati kau!"


[Kau benar-benar sangat bodoh,]


Eh?


Tangan kananku bergerak dengan sendirinya.


*Wush!


Aku menahan tangan Satan dengan mudahnya.


Apa yang terjadi?


"Wah, wah, sepertinya kau sudah tidak bisa menahan diri, ya, Keres ...."


"...." Aku tidak bisa membuka mulutku.


Sebuah energi sihir terkumpul di mulutku.


Apa ini?!


"HUWAAAAAAAA!" Mulutku mengeluarkan gelombang suara yang sangat kuat.


*Bruk!


Satan terhempas ke arah bebatuan besar.


Sihir apa yang kugunakan itu?


"Keres! Kau meremehkanku, dasar j*l*ng busuk!"


Kedua tanganku terangkat ke depan.


Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku!


Tubuh Satan perlahan melayang.


*Wush!


Satan terbang ke arahku.


Tangan kananku mengepal.


*Brugh!


Tangan kananku meninju Satan dari bawah. Satan kehilangan perut bagian kirinya.


Satan tergeletak di tanah.


"Sepertinya waktuku sudah habis. Keres ... aku akan mengalahkanmu dengan kekuatan penuhku,"


"Aku akan menunggu saat-saat itu, Satan." Mulutku berbicara dengan sendirinya.


Perlahan tubuh Satan berubah menjadi abu.


Siapa orang yang berbicara barusan?!


"Ibu!" Rayna berdiri dengan tubuh yang penuh luka.


"Kita akan berbicara di lain waktu," ucap mulutku dengan sendirinya.


Aku mulai kehilangan kesadaran. Pandanganku perlahan redup.


*Bruk!


Tubuhku terjatuh.


"Ibu!"


Aku melihat wajah Rayna yang penuh air mata.


"Rayna! Apa yang terjadi?!" Seseorang datang.


"Crocell! Ibu diserang!"


Mereka sangat berisik.


Bersambung ....


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :


https://saweria.co/hzran22


Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.