
Chapter 61 : Obsesi
Ada sebuah tempat yang terletak di antara wilayah barat dan timur. Tempat itu tak terlalu luas, sedikit melebihi kota lain pada umumnya. Wilayah ini tak memiliki hubungan dengan kerajaan di sekitarnya, bisa disebut dengan wilayah tanpa pemilik. Namun, wilayah ini juga tidak boleh diklaim oleh kerajaan mana pun.
Orang-orang menyebutnya sebagai "Penengah", karena ada organisasi besar yang menempati wilayah ini, yaitu ... Asosiasi Perdagangan Luxtier. Organisasi resmi terbesar yang ada di dunia. Sesuai namanya, organisasi ini merupakan pusat tempat perdagangan antar kerajaan berlangsung. Seluruh bisnis dari kerajaan yang berafiliasi semuanya diurus oleh organisasi ini. Asosiasi Perdagangan Luxtier tak terikat dalam hubungan istimewa dengan kerajaan mana pun. Mereka tidak bisa berpihak pada kubu mana pun.
Kota Penengah.
Malam hari sangat tenang di kota yang terbilang cukup maju tersebut. Hanya ada beberapa toko yang masih buka hingga dini hari, kota ini memang pusat dari seluruh perdagangan di benua. Hampir sepanjang waktu terjadi aktivitas jual beli, namun suasana kota tidak riuh seperti kota-kota pada umumnya. Karena pembeli dan penjual telah paham satu sama lain dalam mengatur kesepakatan tanpa ada yang mengganjal satu sama lain.
Kantor utama Asosiasi Perdagangan Luxtier.
Suara bir yang dikocok-kocok di dalam botol terdengar dari dalam ruangan pemimpin, serta suara tawa dari beberapa orang yang menyertai. Ruangan terlihat redup, pencayahan hanya didukung oleh lilin.
Ruangan penuh dengan asap yang keluar dari mulut orang-orang di sana.
"Tuan Muda, aku merasa bahwa akan terjadi banyak kejutan untuk acara nanti," ucap seorang pria bertubuh gemuk selesai meneguk bir.
"Benar! Berkat rencana jenius Tuan Muda, kita tak perlu repot-repot untuk mencuri uang mereka," kata seorang pria kurus yang sedang menghisap sesuatu dari botol kaca, lalu menghembuskan asap dari mulutnya.
Mereka berbicara dengan seorang pria yang duduk sendiri di meja kerja, dengan ditemani sebotol bir serta benda sama dengan yang dihisap dua orang di depannya. Pria itu membungkukkan tubuhnya, wajahnya mendekat ke arah dua rekannya. Perlahan cahaya lilin memperlihatkan wajahnya yang tersenyum aneh.
Pria itu mulai menyeringai. "Kekeke ... semua sudah kurencanakan dengan matang. Seluruh kerajaan akan berlutut di hadapan kita."
"Tapi, Tuan Muda, aku masih bingung kenapa kau sangat terobsesi dengan kerajaan undead itu?"
"Kekeke. Kalian anjing kecil tidak akan paham walau kujelaskan sekali pun. Mereka adalah kunci utama agar rencana kita berjalan dengan lancar."
"Seperti yang diharapkan! Tuan Muda Justin de Moriento."
Pria itu bernama Justin de Moreinto, anak kedua dari pemimpin Asosiasi Perdagangan Luxtier, Edd de Moriento.
Justin menepuk tangannya, dan wanita penghibur masuk ke ruangan itu.
"Wah, wah, Tuan Muda, kau benar-benar tahu apa yang kubutuhkan."
"Nikmati saja, anggap itu bayaran karena sudah membantuku."
Salah satu wanita datang ke arah Justin, membungkuk menuju bagian bawa tubuhnya sambil menjulurkan lidah.
"Benar, anjing kecil, kau berada di tempat yang tepat." Justin menyentuh kepala wanita yang ada di bawahnya.
Sekilas muncul bayangan di dalam pikirannya. Wanita berambut kuning, bermata merah yang berada dalam pelukannya.
Ah, aku tidak sabar melihatnya secara langsung.
Imajinasi Justin mulai liar, tubuhnya seperti disetrum dengan tegangan kuat.
Malam yang sunyi itu berlangsung senyap, ketiga pria itu semakin liar dengan imajinasinya.
Keesokan harinya.
Suasana kota terlihat ramai, para pemilik toko berlomba-lomba menghias bangunannya, memasang papan promosi dagangan mereka dengan potongan harga.
Ini merupakan budaya yang diadakan setiap enam tahun sekali, orang-orang menyebutnya "Festival Hitam". Semua barang yang dijual di kota ini akan diberi potongan harga. Tentu saja para pedagang tak akan mengalami kerugian, Asosiasi Perdagangan Luxtier telah menentukan batasan minimal potongan harga yang telah disetujui oleh seluruh pemilik usaha.
Festival ini akan berlangsung selama seminggu, dan pembukaan besarnya akan diadakan di aula kantor utama malam ini. Yaitu undangan pesta yang mengundang seluruh kerajaan yang berafiliasi dengan Asosiasi Perdagangan Luxtier.
Kantor utama.
Justin sedang membaca secarik kertas dengan senyum menyeringai.
"Apa yang membuatmu tersenyum seperti itu, Tuan Muda?"
"Ted, ada beberapa tikus kecil yang mencoba menyelidiki kita."
"Unit bayangan di bawah perintahmu akan segera mengurusnya," ucap pria gemuk bernama Ted itu.
"Aku yakin ini ulah kaki tangan Ayah. Dia sepertinya masih mencurigaiku."
"Kalau begitu, tunggu apa lagi, Tuan Muda? Kita harus mengakhiri hidup pemimpin agar semuanya jatuh ke tanganmu!" seru Ted sambil memukul meja.
"A-ah, maafkan aku, Tuan Muda. Aku tak bermaksud seperti itu."
Justin mengangkat tangannya ke depan. "Tak apa."
Justin terdiam sejenak memikirkan langkah selanjutnya yang akan ia ambil.
Ted benar, aku harus menghabisinya jika ingin menguasai semuanya. Tapi, itu terlalu beresiko, bajingan itu akan langsung mengarahkan tangannya ke arahku. Jika itu terjadi, semuanya akan berakhir. Aku masih beruntung dia tidak menyadari bahwa aku meracuni Ayah dengan racun tingkat tinggi yang bahkan tidak bisa dideteksi oleh orang-orang kuat di sini termasuk dirinya. Walau aku berhasil membunuhnya, masih ada orang yang lebih merepotkan daripada kaki tangan Ayah, satu-satunya sainganku.
Semua ini berkat "orang itu" yang sudah membantuku. Jika aku gagal, maka ekspetasinya terhadapku akan hilang. Aku tak akan membiarkan itu terjadi, hanya menunggu waktu sampai racun itu benar-benar membunuhnya.
"Tuan Muda, hampir seluruh tamu undangan sudah berada di penginapan kelas atas."
"Oho, bagaimana dengan kerajaan itu?"
"Seperti yang kau katakan sebelumnya, kerajaan itu mengutus perdana menterinya ke sini."
Ted kembali tersenyum, namun kali ini senyumannya sangat bengis, terlihat seperti predator yang sedang bersiap menyantap buruannya.
"Tuan Muda, perdana menteri itu, dia sangat cantik. Walaupun dia seorang petualang, itu justru menambah gairah yang dimilikinya," lanjut Ted.
Justin menyipitkan matanya.
Lihatlah, bajingan ini memandang wanita itu sama persis denganku. Kesempatan ini tidak akan datang dua kali.
"Waktunya segera tiba. Persiapkan perjamuan kelas atas yang kita miliki," ucap Justin setelah menghisap sesuatu dari botol kaca.
"Baik, Tuan Muda. Tapi sebelum itu aku ingin melakukan sesuatu terlebih dahulu dengan budak kecil yang baru kubeli." Ted tersenyum dengan penuh nafsu.
Justin menghela napasnya. "Terserah padamu."
Ted pergi dari ruangan itu, meninggalkan Justin yang masih menikmati menghisap sesuatu dari botol kaca di tangannya. Asap memenuhi ruangan yang berasal dari mulutnya.
"Sial, ini sangat menyenangkan. Tak kusangka mereka memiliki benda yang sangat luar biasa ini. Sebelum itu, aku akan membuat dia mencoba ini, kukuku."
Alissa Hart, dia harus menjadi budakku.
Kembali ke beberapa tahun yang lalu, saat Asosiasi Perdagangan Luxtier membuat kesepakatan untuk pertama kalinya dengan Kerajaan Penyihir Maphas.
Justin waktu itu datang terlambat karena sibuk bersenang-senang di Kekaisaran. Dia datang ke Hutan Liche saat diskusi sedang berlangsung. Tatapan sinis darinya terus diarahkan pada penduduk dari Desa Liche yang menurutnya sangat primitif.
Berapa lama lagi aku harus menunggu?
Kekesalan terus membakar kepalanya, Justin sangat tidak suka dengan keadaan yang mengganggu seperti ini. Bahkan dia langsung menjauh ketika anak-anak kecil dari Desa Liche berlari melewatinya.
*Kreek
Pintu terbuka dari rumah yang menjadi tempat diskusi Ayahnya.
Edd de Moriento, Ayah Justin keluar dari rumah itu. Pintu rumah itu masih terbuka, Justin berdiri tepat lurus mengarah pintu itu. Sekilas Justin melihat seseorang di dalam ruangan yang sedang duduk melihat ke arah luar.
Wanita?
Jantungnya berdegup kencang ketika Justin melihat ke arah wanita itu. Mata merah yang indah, rambut kuning berkilau seperti emas, tatapan mata wanita itu sangat bergairah dan mempesona. Begitulah sudut pandang Justin saat menggambarkan sosok wanita itu.
Sejak saat itu Justin selalu mencari info tentang wanita itu dan menemukan sesuatu.
"Alissa Hart, petualang rank S, sekarang menjadi seorang Perdana Menteri. Jadi dia orangnya."
Aku sudah menemukan tujuanku sekarang.
Akhirnya tiba di malam pesta perjamuan. Seluruh kerajaan telah hadir, bersiap dalam perang dingin yang akan segera dimulai.
Bersambung ....
Special ilustration of Keres Vasilissa today!
HAPPY NEW YEAR 2023!