The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Kunjungan Sang Ratu



Chapter 17 : Sekte Hitam


Fyuuh ... melelahkan ... benar! Aku harus terus bersandiwara di hadapan orang-orang aneh itu! Secara fisik, semua baik-baik saja, itu tidak berlaku untuk keadaan mental, mau sekuat apa pun dirimu. Yah, itu semua demi rencana yang sudah aku dan Ray susun. Kadal itu ternyata sangat berguna pada saat-saat seperti ini. Membangun Kerajaan sendiri dengan Daisy sebagai pemimpinnya.


Sebisa mungkin, aku tidak ingin sosok Keres diketahui banyak orang, itu bisa menjadi boomerang bagiku jika Dewi sialan itu menyadari keberadaan Keres. Kegelisahanku makin menjadi-jadi pada saat bertemu dengan Uskup Agung. Dikatakan bahwa dia adalah satu-satunya orang yang bisa terhubung dengan Dewi sialan itu. Penampilannya benar-benar tidak cocok dengan gelarnya, dia terlihat seperti gadis suci biasa. Dia benar-benar lawan yang cukup menghibur. Aku sangat penasaran dengan sihir aneh yang dia gunakan di saat terakhir sebelum aku meninggalkan mereka.


Aku berasumsi bahwa sihir itu memiliki efek peniadaan terhadap skill pada level tertentu. Jika Anti Magic Area bisa ditiadakan, maka sihir itu sudah berada pada tingkat 15. Anti Magic Area hanya bisa meniadakan sihir tingkat 9 ke bawah. Jika sihir itu tingkat 15, maka wajar jika skill milikku tidak bekerja. Ada yang lebih keren dari itu. Momen saat Daisy menangkisnya, itu benar-benar keren! Sihir yang menjadi musuh alami Daisy sebagai Undead. Karena serangan itu, Daisy menerima damage yang cukup besar. Kondisi itu diperparah karena Daisy adalah Undead. Aku menggunakan Mana Absorption untuk menyerap sisa-sisa sihir itu. Kondisi Daisy mulai pulih dengan cepat karena dia menggunakan tubuh wanita dari Party Pahlawan.


Saat ini, aku sedang berada di Hutan Hijau, tidak jauh dari Desa Liche. Karena kami sudah memproklamirkan diri sebagai Kerajaan, maka pembentukan Ibukota sangat dibutuhkan. Hutan Hijau cukup luas, aku tidak berencana untuk membabat habis hutan ini. Setidaknya aku menjaga kelestarian alam, 'kan? Ini semua berkat dua Putri yang aneh itu. Setelah perjamuan di Kekaisaran, Putri Anna mengusulkan untuk membuat Kerajaan baru. Syarat terbentuknya sebuah Kerajaan adalah wilayah dan pengakuan. Hutan Hijau berada di wilayah Kekaisaran, jadi itu bukan masalah. Hanya saja, untuk mendapat pengakuan itu, membutuhkan pengakuan dari dua Kerajaan. Terlintas di pikiranku tentang Kerajaan Elf. Di situlah bencana besar terjadi. Hufh ... itu benar-benar hari yang merepotkan.


Kembali ke masa sekarang. Pembangunan Ibukota dimulai dari Istana Kerajaan. Dengan bantuan para Undead milik Daisy, itu sudah sangat menghemat tenaga dan biaya. Terlebih lagi koin emas yang kumiliki tidak akan cukup untuk membangun Kerajaan. Maksudku, koin yang aku kumpulkan saat menjadi Petualang di Kekaisaran. Untuk biaya, itu sama sekali tidak akan menganggu pikiranku. Karena Putri Anna dan Putri Sharah dengan sukarela menanggung semuanya sampai Kerajaan benar-benar sudah mandiri. Mereka terus bersikeras menanggung seluruh biaya selamanya. Aku menolaknya. Karena Kerajaan Maphas bisa melakukan perdagangan. Desa Liche memiliki beberapa barang unggulan, seperti obat dan potion, serta senjata. Dulu mereka hanya menjualnya kepada para pedagang yang dekat dengan mereka saja. Tapi, harga yang mereka tawarkan benar-benar sangat tinggi. Karena mereka hanya mendistribusikan barang kepada orang dari relasi mereka, bisa dibilang seperti penimbunan barang. Itulah alasan kenapa Erish membawa uang yang cukup banyak pada saat kami pergi ke Kekaisaran. Maaf, karena sudah berburuk sangka padamu, Erish.


Aku menghirup napasku dan membuangnya secara perlahan.


"Huuuuuh ...."


Seperti biasa, aku suka udara di tempat ini.


"Hmmm ...?"


Aku merasakan energi Mana yang tidak asing.


[Yang Mulia,]


Suara ini ... Putri Anna.


[Ada apa, Putri Anna?]


[Anda pernah bilang ingin mengunjungi Sekte Hitam,]


Itu benar, aku sangat penasaran dengan orang-orang aneh di sana.


[Itu benar, apa kau ingin mengajakku ke sana?]


[B-bagaimana Anda bisa mengetahuinya?]


[Tentu saja, karena aku adalah .... eheem ... Lupakan itu, segeralah datang ke sini,]


[Baik, Yang Mulia.]


"Sekte Hitam, ya ...."


Keberadaan mereka sangat ditentang oleh seluruh Kerajaan. Bahkan ras Iblis juga menolak keberadaan Sekte Hitan. Tapi, Manusia menganggap Sekte Hitam sebagai mata-mata ras Iblis. Itu benar-benar sangat membingungkan.


"Yang Mulia." Seseorang memanggilku dari belakang.


".... Erish, apa yang kau lakukan di sini?"


"Apa rencana Anda selanjutnya, Yang Mulia?"


"Bagaimana menurutmu? Langkah apa yang bisa kita ambil selanjutnya?"


Erish seperti memiliki banyak hal di pikirannya. Mungkin itu bisa sangat membantu.


"Eheem ... Saya hanya ingin memberi sedikit masukan untuk perdagangan nantinya,"


"Teruskan,"


"Kami mengurangi beberapa pedagang agar bisa menaikan harga lebih tinggi lagi,"


Eh?


"Bagaimana dengan pedagang-pedagang itu?"


"Kami mengancam mereka,"


Mereka ini ... aku teringat dengan komplotan mafia perdagangan di dunia asalku.


"Cukup. Erish, aku percayakan urusan itu padamu,"


Erish sedikit menunjukan ekspresi sedihnya.


Sial, aku lupa kalau sifatnya seperti ini.


Aku memegang kedua pundaknya.


"Erish ... keberadaanmu di sini sangat penting, jauh lebih penting dariku,"


"A-apa maksud Anda, Yang Mulia?"


"Erish, ini bukan perintah, tapi sebuah permintaan khusus dariku,"


"Pe-permintaan?"


Aku tersenyum melihat wajah Erish yang polos itu.


Syukurlah dia percaya.


 -----------------------------


Aku berhasil membujuk Erish agar tetap tinggal di Kerajaan Maphas. Kemampuannya masih kurang untuk mendampingiku, terlebih lagi aku akan mulai mendatangi tempat dari 12 Penjaga Dunia. Karena itu aku menyuruh Ray untuk menandai sisa lokasi yang sempat tertunda akibat kejadian akhir-akhir ini. Aku tidak ingin terburu-buru untuk melawan mereka. Kemudian, dengan kemampuan berdagang Erish, itu sudah cukup untuk menyerahkan urusan perdagangan kepadanya. Dia benar-benar seorang kapitalis! Mungkin saja Erish akan mengurus urusan Kerajaan karena Daisy sama sekali tidak paham dengan hal seperti itu. Walau dia dijuluki Ratu Undead, itu bukan berarti dia pernah mengelola sebuah Kerajaan. Dia hanya seorang Undead dari dungeon event.


"Hoh ...."


Ini waktunya untuk bertemu dengan kedua Putri yang aneh. Aku mengajak Putri Sharah secara diam-diam. Sebelumnya dia juga mengajakku untuk mengunjungi Sekte Hitam karena aku beralasan kalau ingatanku sebagian sudah hilang. Kedua Putri ini saling membenci, aku tidak tahu alasannya. Benar-benar merepotkan.


Mereka seharusnya sudah datang menemuiku di Ibukota Kerajaan Maphas. Yap, aku tidak ke mana-mana, jadi tolong tenanglah!


Putri Anna terlambat? Aku masih bisa memahaminya. Tapi, si Gadis Elf yang merupakan Ahli Sihir Kuno terlambat? Sihir teleportasi bukanlah hal sulit bagi dirinya. Aku yakin dia sudah menandai seluruh tempat di Kerajaan Maphas agar bisa bertemu denganku setiap saat.


"...." Aku merasakan sesuatu.


Sebuah energi Mana? Terasa seperti sihir teleportasi.


"Seseorang datang,"


Lingkaran sihir teleportasi muncul bersamaan dengan seorang wanita.


"Maaf membuat Anda menunggu, Ratu,"


Waaah ... lihat siapa yang datang! Kau tepat waktu, Nona!


"Putri Sharah, kenapa kau tidak membawa Putri Anna bersamamu?"


Wajah Putri Sharah terlihat murung saat aku bertanya tentang Putri Anna.


Apa-apaan orang ini?!


"Eheem ... baiklah, kita akan menunggunya."


 ------------------------------


Sudah setengah hari kami menunggu. Apa yang terjadi sebenarnya?! Aku yakin pasti telah terjadi sesuatu dengan Putri Anna.


Seseorang berjubah hitam datang dengan kondisi yang memprihatinkan.


Dia membuka penutup kepalanya.


Itu Putri Anna.


".... Putri Anna, apa yang terjadi denganmu?!" tanyaku.


Tangannya menunjuk ke arah Putri Sharah.


"K-kau ... dasar Elf Jal*ng!"


Heh?


Bersambung ....


Terima kasih buat pembaca yang masih setia mengikuti cerita ini. Jangan lupa LIKE & KOMENTAR, ya! ✨❤️