The Queen of Death Return

The Queen of Death Return
Dark Hero



"A-apa maksudmu?"


"Dasar bodoh, kau bahkan tidak tahu kebusukan ras Manusia. Gereja menyembunyikan fakta besar yang tidak diketahui oleh ras Manusia,"


Aku masih tidak mengerti apa yang dia ucapkan. Sejak dulu ras Manusia dan ras Iblis saling bermusuhan, begitulah cerita dari Gereja Suci.


"Sudah kuduga, kau berperang tanpa mengetahui apa pun,"


Ucapan Abbadon tidak sepenuhnya salah, aku juga tidak terlalu memihak Gereja Suci. Hanya saja, statusku sebagai Pahlawan itu berasal dari mereka.


Aku hanya terdiam melihat Abbadon dan terus merenungkan perkataannya.


Aku berperang untuk siapa? Aku hanya mengikuti mereka yang telah memanggilku ke dunia ini tanpa memperdulikan siapa musuh sebenarnya dunia ini.


"Tch. Tak ada gunanya aku menjelaskan semuanya padamu yang telah dicuci otak oleh Gereja." Abbadon bersiap untuk menyerang.


Pikiranku semakin kacau. Darahku mendidih.


«Jiwa murni dari Pahlawan mulai tercemar»


Apa maksudnya itu?


Tubuhku perlahan mati rasa, aku tak bisa merasakan Mana di tubuhku.


«Tanda akan dibuat»


Tanda apa yang dia maksud?


"Ugh!"


Tangan kananku rasanya seperti terbakar.


Zirah di tangan kananku meleleh karena panas yang luar biasa.


*Wush!


Abbadon berada tepat di depanku dengan posisi hendak mengayunkan pedang besarnya.


Tanganku sangat panas!


"Sialaaaan!"


*Crack!


Aku menepis pedang Abbadon dengan tangan kananku hingga hancur.


Aku tak tahan dengan panas di tanganku!


"Huwaaaaaaa!"


Panasnya mulai menjalar ke seluruh tubuhku.


"Apa yang terjadi denganmu?"


*Bugh!


Abbadon menendangku dengan sangat keras.


"Huh? Tubuhmu sangat panas,"


Sial! Aku tak bisa menahannya. Tubuhku seperti akan meledak!


Panas di tubuhku perlahan menurun. Semua rasa sakit yang kurasakan telah menghilang, termasuk luka-luka dari pertarungan sebelumnya.


Apa ini?


Aku merasakan kekuatanku bertambah.


«Dengan mengorbankan jiwa murni Pahlawan, gelar Pahlawan akan dilepas»


«Pertama dalam sejarah, Pahlawan Kegelapan telah lahir»


Jiwa murni? Pahlawan Kegelapan? Aku sama sekali tidak mengerti apa maksud dari semua itu.


Nama : Zain Aither


Umur : 22


Ras : Manusia


Job : Swordmaster


Tittle : Dark Hero


Level : 902


HP : 1224772


MP : 1023165


Strength : 1997654


Agility : 2760272


Ability : 2979986


Defence : 1923176


Magic Power : 376272


Intelligence : 176


Lucky : 800


Hei, hei, apa kau bercanda? Stat-ku meningkat drastis, begitu juga dengan levelku. Apa aku bukan Pahlawan lagi?


Aku memeriksa seluruh tubuhku.


Tidak ada yang kurang, justru tubuhku sangat ringan.


"Hei, Pahlawan, apa yang sedang kau lakukan?"


Aku harus mencoba kekuatan baruku.


Aura hitam menyelimuti tubuhku.


"Kau terlihat berbeda dari yang sebelumnya,"


"Sekarang kondisiku jauh lebih baik,"


"Baiklah, firasatku mengatakan bahwa aku harus serius melawanmu kali ini." Abbadon mengeluarkan aura penuhnya.


Aku mengambil pedangku yang tergeletak di tanah.


"Huh?"


Seketika kekuatanku bertambah setelah menyentuh pedangku.


Pedang ini merespon Mana milikku. Itu artinya pedang ini dan aku sekarang telah menjadi satu. Secara teknis ini pedang yang diberikan Nona Hart untuk Lucas. Sekarang aku mengerti kenapa Nona Hart memberikan pedang ini pada kami.


"Apa maksudnya ini, Pahlawan? Kenapa kau dipenuhi energi gelap?!"


"Diamlah, dan lawan aku sekarang,"


"Bajingaaaan!"


*Wush!


Abbadon berlari dengan sangat cepat. Tubuhnya yang sangat besar itu sama sekali bukan halangan baginya.


Aku bisa melihat jelas pergerakannya. Mataku mengikuti ke mana Abbadon pergi, ini bukan seperti memperlambat waktu, hanya titik mataku yang hanya menampilkan Abbadon.


"Dark Slash!" Aku menebaskan pedangku.


Tebasan besar berwarna hitam keluar dari pedangku. Tebasan itu membelah diri dan mengarah ke segala arah.


Ini sangat luar biasa!


Dengan kekuatan gelap baruku, rasanya tak pantas aku menggunakan nama Light Slash.


Abbadon menahan seranganku dengan tubuh besarnya.


Seranganku berhasil memberikan luka fatal untuk Abbadon.


Karena stat-ku naik, daya serangku juga naik. Bagaimana dengan pergerakanku? Aku harus mencobanya.


Aku berlari menuju Abbadon.


Abbadon berada tepat di depanku.


Aku menyerang Abbadon dengan pedang iblis milikku.


Karena pedang Abbadon telah hancur, dia hanya bisa menahan seranganku. Sepertinya dia kurang ahli dalam bela diri.


Namun, aura yang dikeluarkan Abbadon semakin besar, ini seperti kekuatannya terus bertambah jika aku semakin lama menyerangnya.


Aku menghentikan seranganku dan menjauh darinya.


Tubuh Abbaron penuh luka. Darah terus bercucuran dari luka-lukanya. Walaupun begitu, Abbadon tetap dalam posisi tegak tanpa oleng sedikit pun.


*Wush!


Abbadon mulai bergerak.


Sangat cepat, namun aku bisa melihat jelas keberadaannya. Dia ingin menyerangku dengan tangan kosong.


Sepertinya aku harus mencoba sudah sejauh mana reflekku.


Abbadon melayangkan tinjunya ke arahku.


Energi yang sangat besar terkumpul di kedua tangannya. Jika itu mengenaiku, semua akan berakhir.


Aku bisa melihat jelas arah serangannya.


*Wush!


Aku menghindar dari serangan Abbadon dengan memiringkan kepalaku.


Energi di tangannya sedikit menggoresku.


Tangan yang lainnya langsung menyambutku.


Dengan sekuat tenaga aku melompat ke belakang untuk menghindar dari serangannya.


Itu benar-benar berbahaya. Aku bisa melihat serangannya, namun bukan berarti gerakannya terbaca, itu semua karena reflekku yang meningkat.


Abbadon dengan cepat melompat ke arahku.


Aku masih belum bisa menghindari serangannya.


"Dark Slash!"


Abbadon terhempas oleh Dark Slash sebelum mencapaiku.


Daya serangku semakin meningkat.


Abbadon mulai goyah dan tak bisa menjaga kondisi tubuhnya.


Dia sudah mencapai batas, aku harus segera mengakhiri ini.


"Hei ...." Seseorang berbisik di belakangku.


Aku menoleh ke belakang.


*Bugh!


Sebuah pukulan dilayangkan ke wajahku. Pukulan itu membuat tubuhku terhempas.


Darah bercucuran dari hidung dan mulutku.


Ini hanya pukulan biasa, namun efeknya begitu menyakitkan.


Orang yang menyerangku, dia wanita kelinci. Apa yang terjadi dengan Saint Luna palsu?


Aku melihat kepulan asap di belakang wanita kelinci.


Tubuh boneka Saint Luna hancur berkeping-keping. Zirah emas yang sangat kuat berhasil dihancurkan.


Aku tak melihat pertarungan mereka, ini kesalahanku.


Aura yang dikeluarkan wanita kelinci itu lebih besar dari Abbadon. Jika aku melawannya, kemungkinan besar aku akan mati.


*Bush!


Angin berhembus sangat kencang.


Terlihat sepasang sayap hitam membentang luas.


Perhatian kami semua tertuju pada sepasang sayap hitam itu.


Malaikat itu sepertinya telah sadar dari renungannya pasca dua energi besar sebelumnya.


*Ngiiiing!


Suara dengungan keras terdengar.


"Agh!"


Suara itu memekakkan telinga. Suaranya sangat melengking, ini pasti ulah Malaikat itu.


Semua orang menutup telinga karena tak tahan dengan suara itu.


Wanita kelinci berlari menuju Malaikat hitam.


*Brak!


Suara dentuman terdenga cukup keras. Wanita kelinci menyerang Malaikat itu.


Suara dengungan langsung menghilang.


"Apa yang kau lakukan, Abigail?!" teriak wanita kelinci itu.


Tunggu ... mereka saling kenal?


"M-melissa? Apa yang kau lakukan di sini?"


Apa wanita kelinci itu dari Sekte Hitam juga?


"Aku sekarang akan tinggal di Kerajaan Penyihir Maphas,"


"Bagaimana dengan penginapanmu?"


Penginapan?


"Lupakan itu, kau harus segera pergi dari sini, Nona Alissa akan segera kembali,"


Alissa? Tunggu ... maksudnya Nona Hart?!


"Siapa dia?"


"Dia Perdana Menteri Kerajaan Penyihir Maphas, namun, dia sangat kuat,"


Malaikat melipat kembali sayapnya.


"Aku akan tinggal di Kerajaan Penyihir Maphas dan menunggunya,"


Sial! Mereka akan pergi! Aku ingin bertanya tentang Nona Hart pada wanita kelinci itu.


*Duaarr!


Ledakan besar terdengar dari atas.


Malaikat kembali merentangkan sayapnya.


"Sebelum itu, aku harus menyingkirkan Saint dari Gereja itu,"


*Wush!


Dia terbang menuju Saint Luna yang asli.


Bersambung ....


Akhirnya novel ini dikontrak. Terima kasih buat kalian yang masih setia mengikuti cerita ini! Akan ada hal seru di episode selanjutnya!


JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA!


Kalian bisa support Author juga di sini biar Saya semakin semangat buat update :


https://saweria.co/hzran22


Bisa donasi dengan Gopay, OVO, dan Dana, ya.