
Aku harus mencari bantuan. Para Dwarf itu bilang kalau orang-orang itu dari Kerajaan Penyihir Maphas, 'kan?
"Nona Maryna!" teriak salah satu orang dari Pasukan.
Mereka sudah ada di sini saat menyerbu Kerajaan Dwarf.
"Apa yang terjadi, Nona?!" "Di mana Yang Mulia?" Mereka menghujaniku dengan banyak pertanyaan.
"Aku akan menceritakannya, tarik mundur seluruh Pasukan kita." Aku tidak akan membiarkan mereka mati sia-sia karena sihir mengerikan milik wanita itu.
Kami kembali ke Kastil Iblis.
--------------------
Tidak butuh waktu lama untuk mengumpulkan semua orang penting. Burimo memang bisa diandalkan. Ada 12 Panglima Iblis termasuk aku, juga ada beberapa Bangsawan yang mengikuti pertemuan dengan Burimo sebagai pemimpin.
Abbadon Torsk - Panglima 1
Natasha Ruggirtman - Panglima 2
Maryna Larafala Ruine - Panglima 3
Baal Ardolman - Panglima 4
Laplace - Panglima 5
Zhask Phenom - Panglima 6
Misala Argiento - Panglima 7
Amanda Elliz - Panglima 8
Mammonta - Panglima 9
Damballa - Panglima 10
Litz Erdho - Panglima 11
Azazel - Panglima 12
Para Panglima Iblis. Sangat jarang melihat kami berkumpul, terutama si Perancang Kudeta, Abbadon. Apa yang membuatnya tertarik dengan pertemuan ini? Dia bisa saja mengambil alih takhta Raja Iblis sekarang.
Tunggu, aku melupakan soal itu! Abbadon tidak bisa melakukan itu tanpa persiapan yang matang. Karena dia sangat mewaspadai Panglima Iblis 12, Azazel. Aku tidak tahu apa alasan Azazel menetap di peringkat bawah, tapi, dia sangat kuat! Jika Raja Iblis masih hidup, Azazel tidak akan membiarkan seseorang melakukan kudeta. Aku mengerti sekarang. Bajingan Abbadon masih belum memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan Azazel. Kekuatan Azazel masih belum diketahui, hanya saja, Yang Mulia Arys menganggap Azazel lebih kuat dari Abbadon, banyak yang meragukan itu.
"Baiklah, tujuan pertemuan kita kali ini adalah untuk membahas rencana penyelamatan Yang Mulia Arys yang telah diculik oleh orang-orang dari Kerajaan Penyihir Maphas." Burimo memberikan sebuah kertas yang berisi informasi yang kutulis. "Itu adalah informasi yang ditulis oleh Nona Maryna yang berada di tempat kejadian,"
"Apa?!" Semua orang yang ada di ruangan terkejut.
Ekspresi kalian akan lebih gila lagi jika melihatnya secara langsung.
"Maryna, apa informasi ini tidak dilebih-lebihkan?" tanya Natasha.
"Itulah kenyataannya. Bahkan kedua bawahannya setara dengan Yang Mulia Arys,"
Mereka manatapku dengan tajam.
"Baiklah, baiklah, apa informasi yang kita beli dari Wilayah Manusia telah sampai?" tanya Burimo.
Seseorang dengan jubah hitam datang memberikan sebuah gulungan kepada Burimo.
Mereka membeli informasi melalui mata-mata manusia yang berbelot ke ras Iblis. Tidak butuh waktu lama untuk mengirim sebuah gulungan seperti itu dengan sihir teleportasi khusus barang.
Burimo mulai membacanya.
Beberapa saat setelah membaca informasi itu, wajah Burimo terlihat tertekan.
"Apa yang terjadi, Tuan Burimo?!" tanyaku.
"Kerajaan Penyihir Maphas, mereka Kerajaan baru," jawabnya.
"Terus, apa yang kau khawatirkan?"
Wajahnya terlihat kesal setelah mendengar pertanyaanku.
"Kerajaan ini, memiliki dua Negara bawahan, yaitu, Kekaisaran dan Kerajaan Elf,"
Semua orang terlihat kebingungan dengan apa yang diucap Burimo.
"Kalian tahu, bahwa kita mengirim mata-mata di Sekte Hitam, Kaisar yang sekarang dan Putri Elf yang katanya mengendalikan Kerajaan Elf dari belakang layar, mereka merupakan anggota Sekte Hitam. Dan baru-baru saja, Kerajaan Penyihir Maphas membuat deklarasi perang terhadap seluruh Kerajaan yang ada di Wilayah Manusia, mereka bahkan mengalahkan Uskup Agung dalam sebuah pertarungan singkat,"
Eh, Kakak dikalahkan?
"J-jadi ... di pihak mana mereka sebenarnya?!" Salah satu Bangsawan meninggikan suaranya.
Itu pertanyaan yang wajar, mereka juga memusuhi manusia, apa itu karena Sekte Hitam?
"Aku yakin Sekte Hitam ada di balik semua ini," ucap Burimo.
"Huaaah ...." Abbadon menguap dengan santainya. "Apa kalian sudah selesai? Kalian membuatnya terlihat sulit, kita hanya perlu menyerang mereka, 'kan?"
Bajingan ini benar-benar menganggap remeh.
"Abbadon, apa rencanamu?" tanyaku.
"Hah, untuk apa kalian menjadi Panglima Iblis? Sudah jelas kita harus menyatukan kekuatan, benar, 'kan?"
Ucapannya tidak salah, hanya saja, apa kita bisa mengalahkan mereka? Aku tidak bisa membayangkan wanita pirang itu menggunakan Negative Brust kepada kami semua.
"Aku izin menyampaikan usulan." Zhask Phenom, orang yang jarang berbicara. "Kerajaan Iblis memiliki hubungan dengan para Naga, aku menyarankan agar kita menggunakan 'itu',"
"Apa kau sudah gila?! Ini-"
"Tunggu." Burimo memotong perkataan para Bangsawan. "Ini memang waktu yang tepat untuk meminta bantuan pada mereka, lagi pula kita memiliki 'itu', benar, 'kan, Zhask?"
Mereka ingin menggunakannya, ya? Mereka bermaksud untuk menggunakan item pengendali Pasukan Naga yang pernah diberikan oleh Pimpinan Naga terdahulu kepada Raja Iblis pertama sebagai balas budi. Item itu bisa mengendalikan Pasukan Naga. Ini bukan sebuah pemaksaan, kami juga harus meminta persetujuan para Naga, karena item ini tidak sepenuhnya mengendalikan mereka, tapi memberikan mereka kekuatan lebih.
Semua orang mengambil vote setuju atau tidak untuk menggunakan item itu. Karena item itu hanya bisa dipakai sekali saja.
Dan hasil vote, 60:40 dengan opsi setuju yang menang.
Burimo mengangkat tangannya. "Baiklah! Kita akan lakukan operasi penyelamatan Raja Iblis Arys Astaroth dari orang-orang jahat itu! Semua Panglima Iblis, aku memerintahkan kalian semua untuk mengerahkan seluruh pasukan kalian! Kita akan menyerbu mereka habis-habisan!"
"Baik!" Semua Panglima Iblis mengangkat tangan mereka.
Pertemuan dibubarkan. Aku pergi menuju ke tempat para Prajuritku. Setiap Panglima Iblis memiliki Pasukan Elit mereka.
Aku sudah ditunggu oleh tangan kanan setiaku, Edelia, Penyihir yang kulatih.
"Selamat datang, Master,"
Aku mengelus kepalanya. "Persiapkan seluruh pasukan, Lia,"
"Baik, tapi, kenapa kita harus mengerahkan seluruh pasukan, Master?"
"Musuh kita bukan orang yang sembarangan,"
"Aku paham, Master,"
Aku selalu merasa nyaman jika berada di dekat wanita ini, apa aku harus melarangnya?
"Lia, aku tidak ingin kau ikut dalam operasi ini,"
Dia langsung terdiam. "Tidak!"
Sudah kuduga. Jika aku melarangnya, dia juga akan mengikutiku diam-diam.
"Baiklah, jangan jauh-jauh dariku,"
Lia tersenyum.
A. Raja Iblis Tak Berdaya
"Nyonyaku, apa yang harus kita lakukan terhadap wanita ini?"
Suara siapa itu?
"Baringkan dia di tempat tidur, dia benar-benar tak berdaya karena sihirku,"
Pandanganku tidak jelas.
Seseorang menggendongku dan meletakanku di suatu tempat, ini tempat tidur?
Tubuhku perlahan mulai bisa digerakan.
"Sepertinya ini sudah cukup untuk menjaga kesadarannya. Magic Create Item."
Dia merapalkan sesuatu?
"Huh ... aku lebih nyaman dengan wujud ini,"
"Wujud Anda yang ini juga tak kalah menawan, Nyonyaku,"
"Diamlah, Ray, pergi dan temani Daisy,"
"Wanita itu-"
"Ray,"
"Baik!"
Suasana menjadi tenang ketika pria itu pergi.
"Apa kau sudah bisa melihat?"
Aku membuka mata.
Ini di kamar? Begitu sederhana.
Aku memalingkan wajahku ke sisi kanan di tempat asal suara wanita itu.
Siapa dia?
"Oh, kau tidak mengenaliku dalam wujud ini. Fufufu, maaf, anggap saja aku orang yang dilupakan,"
Orang yang dilupakan? Apa maksudnya?
*Kreeek
Seorang wanita masuk ke kamar.
Dia ... Elf?
"Kau datang, Putri Sharah,"
"Salam, Baginda,"
Putri Elf? Apa yang terjadi sebenarnya? Bukannya Elf tidak tertarik dengan Kerajaan mana pun?
Putri Elf melihatku.
"Senang bertemu Anda, Raja Iblis Arys Astaroth, Saya Putri dari Kerajaan Elf, Sharah Tilian Arakano, panggil Saya sesuka Anda,"
"Y-ya." Mulutku masih terasa berat, aku sulit berbicara.
"Saya tidak memaksa Anda untuk berbicara, Anda hanya perlu mendengarkan Saya." Dia mengarahkan kedua tangannya ke arah wanita itu. "Beliau adalah ...."
Kepalaku pusing! Aku tak mendengar perkataannya.
"Sepertinya ini karena sihir yang digunakan oleh Dewi itu. Saya akan melepaskannya,"
Dia menutup mataku dengan telapak tangannya dan merapalkan sesuatu.
Pikiranku menjadi jernih.
Putri Elf memperkenalkan sekali lagi orang yang ada di sebelahnya.
A-apa? Kau bercanda, 'kan?
Bersambung ....
Terima kasih buat yang masih setia mengikuti cerita ini ....
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN, YA! SERTA BINTANG LIMANYA ✨✨